Portal Jurnal Elektronik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
Not a member yet
    2881 research outputs found

    KEBIJAKAN HUKUM TERHADAP INDIVIDU TANPA KEWARGANEGARAAN BERDASARKAN PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA DAN KONSTITUSI

    Get PDF
    This article examines Indonesia’s legal policies toward stateless individuals from the perspectives of human rights and constitutional law. The main issue addressed is whether Indonesia’s Citizenship Law aligns with human rights principles in providing adequate protection for this vulnerable group. Stateless individuals often lose access to fundamental rights, including education, healthcare, and employment. Through an analysis of international legal instruments, the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia (UUD NRI 1945), which guarantees every person’s right to citizenship and related national legislation, this study identifies a gap between the normative legal framework and its practical implementation. Although the Constitution formally safeguards the right to citizenship, various factors such as bureaucratic complexity, limited public understanding of naturalization procedures, and discrimination against minority groups remain significant barriers. Academically, this article contributes to the international discourse on the implementation of non-discrimination principles and the right to citizenship by emphasizing the need to harmonize national law with international legal standards to ensure adequate protection for stateless individuals in Indonesia.Artikel ini mengkaji kebijakan hukum terhadap individu tanpa kewarganegaraan di Indonesia dari perspektif hak asasi manusia dan konstitusi. Isu utama yang dibahas adalah apakah UU Kewarganegaraan Indonesia telah selaras dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam memberikan perlindungan kepada kelompok rentan ini. Individu tanpa kewarganegaraan seringkali kehilangan akses terhadap hak-hak dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan. Melalui analisis terhadap instrumen hukum internasional, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) yang menjadi konstitusi tertinggi dan menjamin hak setiap orang untuk memperoleh kewarganegaraan serta peraturan perundang-undangan nasional terkait, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan antara kerangka hukum normatif dan pelaksanaannya di lapangan. Meskipun UUD NRI 1945 secara konstitusional melindungi hak untuk memiliki kewarganegaraan, berbagai faktor seperti kompleksitas birokrasi, kurangnya pemahaman terhadap prosedur pewarganegaraan, dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas masih menjadi hambatan utama. Secara akademik, artikel ini berkontribusi pada wacana internasional tentang implementasi prinsip non-diskriminasi dan hak atas kewarganegaraan, dengan menekankan pentingnya harmonisasi hukum nasional dengan standar hukum internasional untuk memastikan perlindungan yang efektif bagi individu tanpa kewarganegaraan di Indonesia

    From promises to reality: Analyzing discrepancies in residential property advertisements in indonesia

    Get PDF
    This study investigates the prevalence and impact of false advertising in residential property advertisements within the Indonesian market, particularly in Jakarta and Tangerang. Regulatory support allowing developers to advertise and sell properties before construction has stimulated demand. This research aims to empirically evaluate the accuracy of advertised distances and commute times, identifying potential discrepancies and their implications. The study utilizes a sample of 170 property advertisements, descriptive statistics, and the Wilcoxon Signed Rank test to analyze the differences between advertised and actual distances and commute times. Data collection involved comparing the advertised metrics with actual measurements obtained via Google Maps. The findings reveal significant discrepancies between the advertised and actual distances and commute times, suggesting prevalent false advertising practices in property developers. Developers and agents promote shorter distances and times than the actual value based on Google Maps measurements. This misrepresentation has implications for consumer trust and regulatory compliance. This research addresses a critical gap in understanding advertising practices in the Indonesian property market. It highlights the necessity for greater transparency and accuracy in property marketing to maintain consumer trust and comply with regulatory standards. The study underscores the importance of ethical advertising practices for long-term brand equity and customer loyalty. Property developers are advised to enhance the accuracy of their advertisements to build trust and avoid legal repercussions. Regulatory bodies are encouraged to enforce stricter advertising standards to protect consumers and ensure market integrity.Penelitian ini menyelidiki prevalensi dan dampak iklan sesat dalam iklan properti residensial di pasar Indonesia, khususnya di Jakarta dan Tangerang. Dukungan regulasi yang memungkinkan pengembang untuk mengiklankan dan menjual properti sebelum konstruksi telah merangsang permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara empiris akurasi jarak dan waktu tempuh yang diiklankan, mengidentifikasi potensi perbedaan dan implikasinya. Studi ini menggunakan sampel 170 iklan properti, statistik deskriptif, dan uji Wilcoxon Signed Rank untuk menganalisis perbedaan antara jarak dan waktu tempuh yang diiklankan dengan yang sebenarnya. Pengumpulan data melibatkan perbandingan metrik yang diiklankan dengan pengukuran aktual yang diperoleh melalui Google Maps. Temuan mengungkapkan perbedaan signifikan antara jarak dan waktu tempuh yang diiklankan dengan yang sebenarnya, menunjukkan praktik iklan palsu yang lazim di kalangan pengembang properti. Pengembang dan agen mempromosikan jarak dan waktu yang lebih pendek daripada nilai sebenarnya berdasarkan pengukuran Google Maps. Ketidakakuratan ini memiliki implikasi terhadap kepercayaan konsumen dan kepatuhan terhadap regulasi. Penelitian ini mengisi celah kritis dalam pemahaman praktik periklanan di pasar properti Indonesia. Ini menyoroti perlunya transparansi dan akurasi yang lebih besar dalam pemasaran properti untuk mempertahankan kepercayaan konsumen dan mematuhi standar regulasi. Studi ini menekankan pentingnya praktik periklanan yang etis untuk ekuitas merek jangka panjang dan loyalitas pelanggan. Pengembang properti disarankan untuk meningkatkan akurasi iklan mereka untuk membangun kepercayaan dan menghindari dampak hukum. Badan regulasi didorong untuk menegakkan standar iklan yang lebih ketat untuk melindungi konsumen dan memastikan integritas pasar

    Energy mix diversification and financial development: Electricity in G20 countries

    Get PDF
    Energy mix diversification is unique due to differences in resource potential, economic and environmental conditions in each country. The transition to renewable energy is one of the sustainable development agendas, as well as the G20's targets in addressing environmental issues and building energy security. However, in its implementation, a good financial system is needed to accommodate infrastructure development and construction. This study aims to analyze the role of financial development in influencing energy mix diversification, focusing on how progress in the financial sector can encourage a more diverse and sustainable energy transition. The fixed effect model and System-GMM estimator are employed in this study, using panel data samples from 19 members of G20 countries over a 22-year period. The estimation results show that financial development has a positive and significant effect on energy mix diversification. Therefore, strengthening financial systems both from the institutions and financial market side can play a crucial role in promoting a more balanced and inclusive energy transition. The results also show that the control variables energy efficiency, carbon emissions and FDI have a negative relationship to energy mix diversification, while economic growth has a positive relationship to energy mix diversification. These findings suggest that higher economic activity enhances a country’s capacity to expand energy diversification, whereas improvements in energy efficiency, higher carbon emissions, and profit-oriented foreign investment flows tend to limit efforts toward greater energy diversification.Diversifikasi bauran energi bersifat unik karena perbedaan potensi sumber daya, ekonomi dan kondisi lingkungan di setiap negara. Transisi ke energi terbarukan merupakan salah satu agenda pembangunan berkelanjutan, sekaligus target G20 dalam menjawab isu lingkungan dan membangun ketahanan energi. Namun dalam melaksanakannya, dibutuhkan sistem finansial yang baik untuk dapat mengakomodasi pengembangan dan pembangunan infrastruktur. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran financial development dalam mempengaruhi diversifikasi bauran energi, dengan berfokus pada bagaimana kemajuan di sektor keuangan dapat mendorong transisi energi yang lebih beragam dan berkelanjutan. Metode pendekatan model fixed effect dan estimator System-GMM digunakan dalam studi ini, dengan sampel data panel dari 19 negara anggota G20 selama periode 22 tahun. Hasil estimasi menunjukkan bahwa financial development berpengaruh positif dan signifikan terhadap diversifikasi bauran energi. Penguatan sistem keuangan dari sisi institusi maupun pasar keuangan, dapat memainkan peran krusial dalam mendorong transisi energi yang lebih seimbang dan inklusif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variabel kontrol efisiensi energi, emisi karbon dan FDI memiliki hubungan negatif terhadap diversifikasi bauran energi, sedangkan pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan positif terhadap diversifikasi bauran energi. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi mendorong kapasitas negara untuk memperluas diversifikasi energi, sementara peningkatan efisiensi energi, tingginya emisi karbon, serta arus investasi asing yang berorientasi pada keuntungan jangka pendek cenderung membatasi upaya diversifikasi energi

    Makna dan Standar Kebahagiaan Masyarakat Jawa : Meaning and Standards of Happiness in Javanese Society Indigenous Psychology Study

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan standar kebahagiaan dalam masyarakat Jawa melalui pendekatan psikologi indigenous. Kebahagiaan merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang sering kali dimaknai secara berbeda oleh tiap individu, tergantung pada latar budaya dan pengalaman hidupnya. Menggunakan metode kualitatif dengan teknik angket terbuka dan pendekatan analisis isi, penelitian ini melibatkan 130 responden dari berbagai usia dan latar belakang pekerjaan di Pulau Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memaknai kebahagiaan sebagai kondisi batin yang tenang dan nyaman (34,62%), serta rasa syukur dan keikhlasan (16,15%). Faktor utama yang membuat individu merasa bahagia adalah keberadaan keluarga (70,77%), disusul oleh orang terdekat dan diri sendiri. Alasan utama pentingnya kebahagiaan dikaitkan dengan kesehatan fisik dan mental, serta peningkatan kualitas hidup. Temuan ini menegaskan bahwa makna kebahagiaan masyarakat Jawa sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya lokal seperti harmoni sosial (rukun), penerimaan (nrimo), dan rasa syukur (syukur). Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman kontekstual dalam melihat kebahagiaan sebagai bagian dari kesejahteraan psikologis, sehingga intervensi yang dilakukan sebaiknya disesuaikan dengan nilai dan budaya lokal.Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan standar kebahagiaan dalam masyarakat Jawa melalui pendekatan psikologi indigenous. Kebahagiaan merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang sering kali dimaknai secara berbeda oleh tiap individu, tergantung pada latar budaya dan pengalaman hidupnya. Menggunakan metode kualitatif dengan teknik angket terbuka dan pendekatan analisis isi, penelitian ini melibatkan 130 responden dari berbagai usia dan latar belakang pekerjaan di Pulau Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memaknai kebahagiaan sebagai kondisi batin yang tenang dan nyaman (34,62%), serta rasa syukur dan keikhlasan (16,15%). Faktor utama yang membuat individu merasa bahagia adalah keberadaan keluarga (70,77%), disusul oleh orang terdekat dan diri sendiri. Alasan utama pentingnya kebahagiaan dikaitkan dengan kesehatan fisik dan mental, serta peningkatan kualitas hidup. Temuan ini menegaskan bahwa makna kebahagiaan masyarakat Jawa sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya lokal seperti harmoni sosial (rukun), penerimaan (nrimo), dan rasa syukur (syukur). Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman kontekstual dalam melihat kebahagiaan sebagai bagian dari kesejahteraan psikologis, sehingga intervensi yang dilakukan sebaiknya disesuaikan dengan nilai dan budaya lokal

    Gambaran Relasi Sosial Antara Penerima Manfaat Wanita Tuna Susila Dengan Pekerja Sosial

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan relasi sosial serta faktor- faktor yang memengaruhi interaksi antara penerima manfaat Wanita Tuna Susila (WTS) dengan pekerja sosial Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari penerima manfaat WTS dan pekerja sosial. Data dikumpulkan melalui observasi serta wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi sosial terbentuk melalui delapan tema utama, yaitu bimbingan, fasilitasi, kedekatan, kepercayaan, penolakan, penguatan, komunikasi, dan kerja sama. Faktor-faktor yang memengaruhi relasi tersebut mencakup profesionalisme pekerja sosial dalam memberikan layanan serta kondisi internal penerima manfaat, seperti kesiapan dan keterbukaan dalam proses rehabilitasi. Dengan demikian, relasi sosial antara penerima manfaat dan pekerja sosial dimaknai sebagai proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi dua arah serta faktor kontekstual, yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan relasi sosial serta faktor-faktor yang memengaruhi interaksi antara penerima manfaat Wanita Tuna Susila (WTS) dengan pekerja sosial Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari penerima manfaat WTS dan pekerja sosial. Data dikumpulkan melalui observasi serta wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi sosial terbentuk melalui delapan tema utama, yaitu bimbingan, fasilitasi, kedekatan, kepercayaan, penolakan, penguatan, komunikasi, dan kerja sama. Faktor-faktor yang memengaruhi relasi tersebut mencakup profesionalisme pekerja sosial dalam memberikan layanan serta kondisi internal penerima manfaat, seperti kesiapan dan keterbukaan dalam proses rehabilitasi. Dengan demikian, relasi sosial antara penerima manfaat dan pekerja sosial dimaknai sebagai proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi dua arah serta faktor kontekstual, yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi

    Dampak Fatherless Pada Emosi Anak Remaja

    No full text
    Fenomena fatherless atau ketidakhadiran figur ayah semakin banyak dijumpai di masyarakat modern, terutama akibat perceraian, kematian, atau ketidak terlibatan emosional ayah dalam keluarga. Kondisi ini berpotensi memengaruhi perkembangan emosi dan kepribadian remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman emosional remaja yang hidup tanpa kehadiran ayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga remaja berusia 15–16 tahun di Banda Aceh. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mengalami kondisi fatherless bukan hanya berdampak pada aspek sosial dan akademik tetapi juga berdampak pada emosional yang beragam, mulai dari penarikan diri, kemarahan, hingga ekspresi kreatif, selain itu remaja farherless juga bergantung pada protektif lingkungan dan strategi coping individu. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan emosional keluarga dan layanan konseling bagi remaja fatherless agar mampu membangun keseimbangan emosi, konsep diri positif, serta resiliensi dalam menghadapi tantangan perkembangan psikologisnya  Fenomena fatherless atau ketidakhadiran figur ayah semakin banyak dijumpai di masyarakat modern, terutama akibat perceraian, kematian, atau ketidak terlibatan emosional ayah dalam keluarga. Kondisi ini berpotensi memengaruhi perkembangan emosi dan kepribadian remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman emosional remaja yang hidup tanpa kehadiran ayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga remaja berusia 15–16 tahun di Banda Aceh. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mengalami kondisi fatherless bukan hanya berdampak pada aspek sosial dan akademik tetapi juga berdampak pada emosional yang beragam, mulai dari penarikan diri, kemarahan, hingga ekspresi kreatif, selain itu remaja farherless juga bergantung pada protektif lingkungan dan strategi coping individu. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan emosional keluarga dan layanan konseling bagi remaja fatherless agar mampu membangun keseimbangan emosi, konsep diri positif, serta resiliensi dalam menghadapi tantangan perkembangan psikologisny

    Pengaruh Technology Acceptance Model (TAM) terhadap minat investasi FinTech dengan persepsi risiko sebagai faktor moderasi

    Get PDF
    The rapid growth of the industry has generated significant interest in peer-to-peer (P2P) lending platforms, especially among students in Indonesia. This study investigates the factors influencing students' interest in investing through P2P lending, focusing on perceptions of ease of use, usefulness, and risk. The Technology Acceptance Model (TAM) is the framework for analyzing these variables' relationships. Additionally, the study examines the moderating role of risk perception on the relationship between perceived ease of use and usefulness with investment interest. Data collection involved distributing questionnaires to students nationwide, with data processed using Structural Equation Modeling (SEM) through the Smart-PLS application. The research findings suggest that perceived ease of use and usefulness significantly impact investment interest in P2P lending.Pertumbuhan pesat dalam industri fintech telah memicu minat yang signifikan terhadap platform peer-to-peer (P2P) lending, terutama di kalangan mahasiswa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi minat mahasiswa untuk berinvestasi melalui P2P lending, dengan fokus pada persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kegunaan, dan persepsi risiko. Technology Acceptance Model (TAM) digunakan sebagai kerangka kerja untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut. Selain itu, penelitian ini juga menguji peran moderasi dari persepsi risiko terhadap hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi kegunaan dengan minat investasi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa di seluruh Indonesia, dengan pengolahan data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan aplikasi Smart-PLS. Temuan penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi kegunaan secara signifikan memengaruhi minat investasi dalam P2P lending

    Cellular Vehicle-to-Everything simulator for urban scenario

    Get PDF
    Industri otomotif terus berkembang, menuntut teknologi canggih dalam perkembangannya. Di antara teknologi canggih yang dikembangkan adalah teknologi seluler long-term evolution (LTE), yang dipelopori oleh 3GPP untuk menyediakan konektivitas vehicle-to-everything (V2X). Teknologi LTE ini berkonsentrasi pada komunikasi vehicle-to-vehicle (V2V), yang penting untuk aplikasi keselamatan seperti manajemen lalu lintas atau infotainment. Hal yang penting dalam pengembangan teknologi V2X adalah kemampuan sistem yang memungkinkan entitas komunikasi untuk saling memahami dan bekerja sama. Salah satu entitas komunikasi ini adalah kendaraan. Semua kendaraan harus dapat melakukan komunikasi dengan mengirimkan pesan tentang apa yang mereka lakukan dan di mana mereka berada sehingga meningkatkan keamanan pengemudi yang bergerak di dalam kota yang memungkinkan adanya beberapa rintangan yang memutus jalur sinyal atau memblokir komunikasi sepenuhnya. Namun, sebelum komunikasi yang sempurna ini dapat dicapai, diperlukan teknik komputasi cerdas untuk memaksimalkan sumber daya saluran radio sambil memastikan layanan berfungsi dengan benar. Kebutuhan komunikasi ini menimbulkan tantangan yang cukup besar dalam membangun algoritma teknik komputasi cerdas. Untuk memecahkan pertanyaan penelitian ini, simulator LTEV2Vsim dikembangkan. Dibangun menggunakan MATLAB, simulator ini menggunakan model sederhana untuk mengelola pergerakan kendaraan atau model yang lebih kompleks berdasarkan masukan dataset lingkungan perkotaan yang realistis. Simulator ini bermanfaat bagi akademisi yang tertarik dalam validasi dan desain jaringan LTE-V2V. Kemampuan untuk mensimulasikan skenario lingkungan perkotaan dan memberikan hasil yang akurat akan membantu mengembangkan sistem yang lebih baik. Dengan demikian manajemen paket dapat dilakukan dengan baik, memastikan layanan kesadaran kooperatif pada kendaraan berhasil diimplementasikan dalam komunikasi V2X.The automotive industry is constantly evolving, demanding advanced technologies for growth. Among these is cellular technology's long-term evolution (LTE), which 3GPP is pioneering to provide vehicle-to-everything (V2X) connectivity. It concentrates on vehicle-to-vehicle (V2V) direct communications, essential for safety applications like traffic management or infotainment. Something significant here is having a system that allows them to understand each other and cooperate. All vehicles should be able to do this by sending messages about what they are doing and where they are so that it will be safer for drivers moving through town where there may be several hurdles that break the signal lines or block them out completely. Still, before this goal can be reached, there is a need for clever ways of using packets to maximize radio channels while ensuring the service works correctly. This task poses a considerable challenge while constructing algorithms that can handle it, which is an open development question. To solve this development question, a simulator named LTEV2Vsim has been introduced. Written in MATLAB, this simulator uses straightforward models for managing vehicle movement or more complex ones based on realistic urban environment input files. This simulator is helpful for scholars interested in validating and designing LTE-V2V networks. The ability to simulate urban environment scenarios and give example results will help develop a better system for carrying packets and thus ensure that cooperative awareness services are successfully implemented in V2X communication

    ANALISIS KESIAPAN SISWA KELAS VI MENGGUNAKAN ALAT EVALUASI BERBASIS DIGITAL (KAHOOT) DI SDN 2 SIANGAN

    Get PDF
    This study aims to explore the extent of physical and mental readiness of sixth-grade students at SD Negeri 2 Siangan in participating in digital learning evaluations using Kahoot. The method employed is a descriptive qualitative approach, with data collected through questionnaires distributed to 31 students. The data analysis results indicate that most students demonstrate good readiness, both physically and mentally. The majority of students possess good concentration skills, a high motivation to learn, and the ability to manage stress effectively. Although many students are already accustomed to using smartphones for learning, some are still unfamiliar with digital evaluation methods. Some students also face physical challenges, such as fatigue, despite having healthy sleep and eating patterns. These findings emphasize the importance of physical and mental readiness, as well as environmental support, in ensuring the success of digital learning evaluations. Further research is expected to explore in greater depth the impact of digital evaluations on students' academic performance

    MEMBANGUN KESETARAAN MELALUI PENDIDIKAN INKLUSIF: PERAN SEKOLAH DASAR DI GEMOLONG

    Get PDF
    Inclusive education is an approach that guarantees the fulfillment of educational rights for all students, including Children with Special Needs. This research aims to describe the role of inclusive education in building equality for children with special needs and the school's role in supporting this equality. The research method used a qualitative descriptive approach with data collection techniques in the form of non-participation observation and semi-structured interviews at SD Aisyiyah Unggulan Gemolong. The results showed that the implementation of inclusive education in the school involved the roles of the principal, classroom teachers, and special education teachers in facilitating the development of children with special needs. The principal acts as a leader, manager, educator, and supervisor; classroom teachers implement adaptive learning methods; while special education teachers provide assistance services 2-3 times a week. This research concludes that despite facing challenges of limited resources and infrastructure, collaboration between the principal, classroom teachers, and special education teachers can create an equal educational environment. This collaborative model offers a practical approach that can be adapted by other elementary schools in implementing inclusive education, while contributing to the development of more effective inclusive education strategies in Indonesia

    2,637

    full texts

    2,881

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Elektronik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇