Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTU MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keefektifan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media interaktif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada pembelajaran matematika di kelas V Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimental Design dan bentuk Nonequivalent Control Group Design . Populasi penelitian yaitu seluruh siswa SD Negeri Ronggo 01. Sampel yang diambil yaitu 20 siswa kelas VA dan 20 siswa kelas VB dengan menggunakan teknik Sampling Jenuh. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, uji ketuntasan belajar menunjukkan bahwa kemampuan memecahkan masalah siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning mencapai KKM 70. Nilai rata-rata pada kelas eksperimen 89,4 diperoleh thitung = 11,859 dengan n = 20 dan ttabel = 2,093. Sehingga hasil pehitungan thitung ttabel. Kemampuan memecahkan masalah matematika siswa kelas eksperimen lebih baik dari siswa kelas kontrol. Hasil posttest siswa kelas eksperimen memperoleh rata-rata 89,4 sedangkan pada posttestsiswa kelas kontrol memperoleh rata-rata 71,7. Hal ini berarti terdapat peningkatan. Selanjutnya penghitungan dilakukan menggunakan uji banding. Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh thitung tabel yaitu 6,958 2,02, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan memecahkan masalah matematika materi penjumlahan dan pengurangan pecahan pada kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI TATA SURYA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN KAHOOT SISWA KELAS VI SDN 9 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN2021/2022
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep tata surya melalui media pembelajaran aplikasi Kahoot pada siswa kelas VI SDN 9 Boyolali 2021/2022. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus dilaksanakan dalam 2 pertemuan. Subjek dari penelitian ini adalah guru kelas dan siswa kelas VI SDN 9 Boyolali 2021/2022yang berjumlah 38 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan validitas isi, trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik.Data yang diperoleh penelitian ini menunjukkan peningkatan pemahaman konsep materi tata surya pada setiap siklus. Data dari hasil pratindakan yaitu sedikit yang tuntas KKM, Pada Siklus I rerata kelas terjadi peningkatan menjadi 82,76 dengan ketuntasan klasikal 79 %, dan di siklus II rerata kelas meningkat lagi menjadi 85,5 dengan ketuntasan klasikal 95 %. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran Kahootdapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep tata surya pada siswa kelas VI SDN 9 Boyolali 2021/2022.Kata Kunci: kemampuan pemahaman konsep, tata surya, aplikasi Kahoo
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PECAHAN BERBASIS APLIKASI KELAS V SEKOLAH DASAR
Pembelajaran pengembangan perlu dilakukan karena pengajaran sebelumnya sebagian besar dilakukan secara online, dengan buku dan papan tulis masih digunakan sebagai alat pengajaran. Hal ini menyebabkan motivasi siswa menurun dan rasa bosan sehingga masih banyak siswa yang belum memahami materi. Untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan perkalian dan pembagian pada materi pecahan, penelitian bertujuan untuk: (1) mengkaji dan menganalisis media pembelajaran Rima; (2) mengembangkan aplikasi media pembelajaran Berima (berhitung) berbasis karakteristik; dan (3) mengetahui keefektifan dan kelayakan media pembelajaran Diamond (pembelajaran perkalian dan pembagian) untuk pembelajaran berbasis aplikasi Kelas V. Pendekatan penelitian dan pengembangan (RD) model ADDIE analysis, design, development, implementation, and development adalah metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan di Kecamatan Tembalang Kota Semarang di MI Al Hikmah. Data penelitian ini berasal dari wawancara dan observasi. Hasil uji praktikalitas respon guru sebesar 100% (sangat layak), rata-rata hasil uji validitas ahli media sebesar 97% (sangat layak), rata-rata hasil uji validitas ahli materi sebesar 100% (sangat layak), dan respon siswa sebesar 96% (sangat layak). Setelah melalui beberapa tahap pengujian kelayakan dan kevalidan maka media Berima dapat dimasukkan ke dalam pembelajaran dikelas dan di rumah untuk mendukung pembelajaran siswa
PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI FPB DAN KPK KELAS IV SEKOLAH DASAR
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemahaman matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi FPB KPK Kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode pedekatan fenomenologi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan indikator pemahaman matematis yang meliputi translasi, interpretasi ekstrapolasi. Sumber data penelitian ini siswa kelas IV SD N 3 Bendanpete Jepara yang berjumlah 21 siswa. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi tehnik dan sumber. Metode analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pemahaman matematis siswa termasuk kategori "rendah", dengan rincian translansi sebanyak 63,3%, interpretasi sebanyak 33,8%, dan translansi 43,8%. Kesalahan dalam translasi yaitu siswa terbalik dalam menentukan FPB KPK, kesalahan dalam interpretasi banyak siswa yang belum paham konsep FPB KPK, dan kesalahan dalam ektrapolasi siswa kurang teliti dalam menghitung, terburu-buru dalam mengerjakan soal, dan tidak mengecek jawaban kembali. Dari tiga indikator tersebut pemahaman siswa paling kurang dibagian interpretasi dimana siswa belum bisa menerapkan konsep FPB KPK dengan benar.Kata Kunci: Pemahaman matematis, soal cerita, fpb kpk
Keefektifan Model Project Based Learning pada Materi Perubahan Wujud Benda terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD Negeri Kersana 04 Kabupaten Brebes
Latar belakang penelitian ini adalah siswa kurang antusias ketika pembelajaran karena kurangnya variasi model pembelajaran sehingga banyak siswa yang mendapatkan hasil belajar kurang dari KKTP. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu apakah model project based learning efektif terhadap hasil belajar IPAS materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SD Negeri Kersana 04 Kabupaten Brebes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model project based learning pada materi perubahan wujud benda terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri Kersana 04 Kabupaten Brebes. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri Kersana 04 tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 54 siswa, masing-masing kelas terdiri dari 27siswa. Dimana kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB sebagai kelas kontrol. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil akhir diperoleh nilai Lhitung Ltabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Pada hasil ketuntasan klasikal kelas eksperimen dengan persentase posttest 100% dan ketuntasan klasikal kelas kontrol dengan persentase posttest 81%. Maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar pada siswa kelas IV SD Negeri Kersana 04 antara pembelajaran yang menggunakan model project based learning dengan pembelajaran yang konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah agar model project based learning pada materi perubahan wujud benda dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS PENDEKATAN OPEN ENDED MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN CACAH PADA KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS IV SD
Latar belakang dari penelitian ini adalah keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang sesuai kharakteristik siswa dalam proses belajar mengajar. Keterbatasan guru dalam mengembangkan bahan ajar menjadi kendala bagi guru untuk dapat mengimplementasikan bahan ajar dalam proses belajar mengajar. Permasalahan yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana karakteristik bahan ajar berbasis pendekaatan open ended terhadap meningkatnya kemampuan penalaran matematis siswa kelas IV SD Negeri Purwosari 02? (2) Apakah pengembangan bahan ajar berbasis pendekatan open ended materi operasi hitung bilangan cacah dapat kriteria valid? (3) Apakah bahan ajar berbasis pendekatan open ended materi operasi hitung bilangan cacah dapat memenuhi kriteria praktis? (4) Apakah bahan ajar berbasis pendekatan open ended materi operasi hitung bilangan cacah dapat memenuhi kriteria efektif untuk dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis? Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Prosedur yang digunakan pada penelitian dan pengembangan ini menerapkan prosedur yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Bahan ajar pada penelitian pengembangan ini harus melalui subjek penilai berupa validasi ahli media dan ahli materi angket tanggapan guru, dan angket tanggapan siswa agar memperkuat validasi media. Hasil pengembangan berupa bahan ajar berbasis pendekatan open ended pop up book. Bahan ajar berbasis pendekatan open ended materi operasi hitung bilangan cacah dinyatakan valid. Hal ini dibuktikan dengan hasil validasi ahli media pembelajaran sebesar 100%, validasi ahli materi sebesar 100%. Bahan ajar berbasis pendekatan open ended materi operasi hitung bilangan cacah pada kemampuan penalaran matematis siswa kelas IV juga dinyatakan praktis dengan dibuktikan dengan hasil tanggapan guru sebesar 100% dan dari tanggapan siswa sebesar 100%. Tingkat keefektifan bahan ajar terhadap hasil belajar peserta didik kelas IV menunjukkan adanya peningkatan pada hasil post-test yang telah diuji menggunakan pengujian T-test. Ketuntasan individu dan klasikal dari hasil post-test juga memperoleh memperoleh persentase 100% dan telah melebihi peresntase ketuntasan klasikal minimum 85%. Berdasarkan hasil pre-test memperoleh nilai sebesar 62,5% dan nilai rata rata post test 89,5 serta N-Gain 0,73 0,3 dengan kriteria tinggi. Hal ini dapat disimpulkan bahan ajar yang dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis dan termasuk dalam kategori yang "sangat baik "dan " sangat layak " untuk dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan saran yang dapat disampaikan adalah hendaknya guru dapat mengimplementasikan bahan ajar berbasis pendekatan open ended materi operasi hitung bilangan cacah pada penalaran matematis siswa kelas IV dalam pembelajaran
PENGEMBANGAN MEDIA PON-PIN BAHASA INDONESIA BAGI PEMBELAJARAN SINONIM DAN ANTONIM DI SEKOLAH DASAR
Konteks penelitian yang mendorong yaitu permasalahan peserta didik masih bingung perbedaan materi sinonim dan antonim dan pembelajaran guru belum menggunakan media. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu 1. Bagaimana pengembangan media Pon-Pin bahasa Indonesia bagi pembelajaran sinonim dan antonim di sekolah dasar?, 2. Bagaimana Kelayakan media Pon-Pin Bahasa Indonesia bagi pembelajaran sinonim dan antonim di sekolah dasar?. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana media Pon-Pin dan kelayakan media . Jenis penelitian ini yaitu penelitian Research and Development (RD) ADDIE yaitu subjek penelitian ini yaitu peserta didik dan guru kelas V SD Negeri Tobo. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, koesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian dari pengembangan media Pon-Pin Bahasa Indonesia bagi pembeljaran sinonim dan antonim pada kelas V di Sd Negeri Tobo Kabupaten Blora sudah dilaksanakan dengan baik, namun belum maksimal dalam proses hasil validasi dari ahli media memeproleh nilai rata-rata 95% dan ahli materi sebelum direvisi 80% sehingga sesudah direvisi 98%. kelayakan prosuk media Pon-Pin memperoleh 96% dan hasil angket respon peserta didik memperoleh 98% yang dikategorikan sangat layak digunakan. Berdasarkan penelitian ini, saran yang disampaikan yaitu saat mengajar guru harus menggunakan media pembelajaran sebab saat menggunakan media pembelajaran dapat menarik semangat peserta didik.Kata Kunci: Pon-Pin, sinonim antonim, Bahasa Indonesi
NILAI-NILAI KARAKTER DALAM FILM ANIMASI "SI ENTONG" BAGI PENERAPAN KARAKTER SISWA
Pendidikan karakter merupakan unsur yang sangat penting untuk membina karakter seseorang. Pembentukan pendidikan karakter bukanlah tanggung jawab segelintir orang maupun lembaga tertentu saja. Pelaksanaan pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama, baik lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Tujuan pendidikan karakter ialah mengajarkan nilai nilai karakter tertentu, nilai-nilai yang bisa diterima secara luas yang bisa dijadikan dasar perilaku yang baik serta bertanggung jawab, yang kemudian digambarkan dengan perilaku moral seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan nilai-nilai karakter dalam serial animasi Si Entong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Menurut Sugiyono (2017:59), metode deskriptif adalah penelitian yang melukiskan, mengambarkan, atau memaparkan keadaan objek yang diteliti sebagai apa adanya, sesuai dengan situasi dan kondisi ketika penelitan tersebut dilakukan. Metode ini digunakan karena penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengetahui nilai-nilai karakter dalam film film animasi Si Entong yang bermanfaat bagi penerapan karakter anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa 18 nilai karakter yaitu religious, jujur, toleransi, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab ditemukan dalam serial animasi Si Entong.Kata Kunci : Nilai-Nilai Karakter, Film Animasi Si Enton
PENGARUH VIDEO ANIMASI PECAHAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA FASE B DI SDN KEDUNGJENAR
Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penggunaan video animasi dalam pembelajaran pecahan terhadap hasil belajar siswa fase B di SDN Kedungjenar. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain kuasi-eksperimen, penelitian ini membagi siswa menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran dengan video animasi pecahan, dan kelompok kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional tanpa media animasi. Instrumen pengumpulan data berupa tes tertulis pilihan ganda yang mengukur pemahaman siswa terhadap konsep bilangan pecahan sebelum dan setelah intervensi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan video animasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa video animasi berpengaruh dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pecahan, dengan implikasi penting untuk pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan multimedia dalam konteks pendidikan matematika di tingkat dasar. Penelitian ini memberikan kontribusi berharga terhadap literatur mengenai penggunaan teknologi dalam pendidikan, khususnya dalam meningkatkan pengaruh pembelajaran matematika yang kompleks seperti pecahan di sekolah dasar
KEEFEKTIFAN MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NWRINGINJAJAR 03
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model project-based learning dalam muatan pembelajaran matematika kelas IV SD Negeri Wringinjajar 03. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dalam bentuk Quasi Eksperiment Design dengan desain Nonequivalet Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Wringinjajar 03 tahun pelajaran 2023/2024. Sampel yang diambil adalah 27 siswa kelas IV A dan IV B dengan menggunakan Teknik Non-Probability Sampling berbentuk sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan dalam keefektifan model project-based learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dapat dilihat pada perbedaan nilai posttest di kelas eksperimen. Diperoleh rata-rata nilai pretest 61,96 dan posttest 90,63. Selain itu, dapat dilihat juga pada rata-rata nilai posttest kelas kontrol dan eksperimen. Diperoleh nilai rata-rata kelas kontrol 89,52 dan kelas eksperimen 90,63. Selain meningkatkan nilai kognitif, model ini juga meningkatkan nilai afektif siswa. Dibuktikan pada perbedaan rata-rata nilai sikap kelas kontrol 62,73 dan eksperimen 81,71. Psikomotor siswa dengan menggunakan model ini pada kelas eksperimen juga menghasilkan nilai rata-rata yang baik yatu 90,51. Psikomotor belum dapat dinilai pada kelas kontrol karena pembelajaran tidak memenuhi penilaian psikomotor