Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
Implementasi Pendekatan Pembelajaran "About, In, & For The Environment" dengan Model Problem-Based Learning dalam Meningkatkan Literasi Lingkungan Siswa SMA
Abstract. This study aims to determine the level of environmental literacy of students and the results of applying the "About, In, For the Environment" learning approach with the Problem-Based Learning (PBL) model to improve students' environmental literacy. This research is a quantitative quasi-experiment in the form of a post-test-only control group design. The population in this study were students of class XI MIPA at SMA Negeri 1 Muara Badak. The sampling technique used purposive sampling. The sample in this study involved 32 students in the control class and 33 students in the experimental class. Data collection in this study used a multiple-choice test for knowledge aspects and a statement questionnaire with a Likert scale for aspects of attention, sensitivity, attitude, and behavior. The data analysis technique used the normality, homogeneity, and Mann-Whitney U tests. The results showed that the control class obtained an average test result of 68.25% and included the low category. Meanwhile, the experimental class obtained an average test result of 81.00% and included a high category. In the Mann-Whitney U test, the Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.000. Based on these results, it can be concluded that there is a difference between the experimental and control classes, which means that the "About, In, For the Environment" learning approach with the PBL model can improve students' environmental literacy. This approach can be an alternative to be applied in improving environmental literacy.Keywords: about, in, for the environment learning approach, problem-based learning, environmental literac
PENGEMBANGAN ANIMOVIE KIMBOO: THE OWL WISE DI KELAS V SDN PEDURUNGAN KIDUL 01
Mengembangkan media Animovie Kimboo: The Owl Wise di kelas V SDN Pedurungan Kidul 01 adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (RD). Langkah-langkah penelitian dan pengembangan ini dikembangkan dengan mengadaptasi model ADDIE yaitu Analyze (menganalisis), Design (merancang), Development (mengembangkan), Implementation (mengimplementasikan) dan Evaluation (mengevaluasi). Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi dan pengisian angket. Analisis data digunakan untuk menilai masing-masing aspek yang terdapat pada angket. Peneliti memberikan angket kepada ahli materi pembelajaran dan ahli media pembelajaran sebagai validasi produk, sedangkan cara pemberian skor angket dan pengambilan data menggunakan skala Likert dan Guttman. Keseluruhan hasil uji kelayakan penelitian pengembangan ini menghasilkan produk media Animovie Kimboo: The Owl Wise dengan rincian (1) Hasil validasi penilaian media sebesar 94% dengan kriteria sangat layak. (2) Hasil validasi ahli materi sebesar 91,5% dengan kriteria sangat layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat layak untuk dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran.Kata Kunci: Pengembangan; Video Animasi; Animovie; ADDI
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS TPACK DALAM MUATAN PELAJARAN BAHASA INDONESIA SDN KALIBANTENG KULON 02
Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui sejauh mana impelementasi TPACK dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN Kalibanteng Kulon 02 Kota Semarang di era globalisasi saat ini. Teknik pengambilan data berdasarkan kepustakaan dan wawancara dengan rekan sejawat guru di SD Negeri Kalibanteng Kulon 02 Kota Semarang. Data dalam penelitian ini adalah pengetahuan yang diimplementasikan oleh seorang guru berkaitan dengan pembelajaran berbasis TPACK. Berdasarkan hasil analisis 4 artikel jurnal mengenai pembelajaran berbasis TPACK, menyatakan bahwa pembelajaran berbasis TPACK sangat berpengaruh positif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini juga relevan dengan hasil wawancara penulis dengan rekan sejawat guru di SDN Kalibanteng Kulon 02, mengenai implementasi pembelajaran berbasis TPACK pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia. Dari hasil wawancara tersebut, 80% persen guru dan siswa setuju untuk diterapkannya pembelajaran berbasis TPACK. Kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia yang semula membosankan menjadi lebih aktif dan efisien dengan implementasi pembelajaran berbasis TPACK
ANALISIS SOAL EVALUASI BERBASIS HOTS TEMA EKOSISTEM PADA SISWA KELAS V SDN SAMBIREJO 2 SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memaparkan hasil analisis soal evaluasi tema ekosistem pada kelas V SDN Sambirejo 2 Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan oktober-desember 2022 dikelas V dengan jumlah 28 peserta didik. Subyek dari penelitian ini adalah kepala sekolah, guru pamong dan guru kelas V SDN Sambirejo 2 Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif karena peneliti mendeskripsikan hasil yang terjadi dilapangan berbentuk kata-kata. Hasil dari penelitian yaitu peneliti menganalisis soal evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran terdiri dari siklus I terdapat 5 soal, siklus II ada 10 soal dan siklus III sebanyak 5 soal. Dari keseluruhan soal yang dianalisis sebanyak 15 atau (75%) soal yang berbasis HOTS dan 5 atau (25%) soal mengarah pada LOTS. Dapat disimpulkan bahwa soal yang digunakan dalam evaluasi pembelajaran sudah termasuk kategori baik namun sebaiknya guru membuat kisi-kisi yang mengarah pada C4-C6. Harapannya dengan adanya soal HOTS, peserta didik mempunyai dan meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, kritis serta berpikir kreatif dalam memecahlan suatu masalah
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN RELEVANSINYA TERHADAP HASIL BELAJAR PPKN SISWA KELAS XI DI SMK AL GHOZALI JIKEN KABUPATEN BLORA
Pendidikan yang berkualitas ditunjukkan dengan siswa yang berkualitas, salah satunya dengan melihat hasil belajar yang dicapai. Akan tetapi dalam pembelajaran terdapat berbagai hambatan seperti kurang terserap secara maksimal materi yang didapat oleh siswa karena pembelajaran yang monoton dan kurang menarik sehingga hasil belajar rendah. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahu perbedaan hasil belajar dengan model yang lebih menarik dengan model pembelajaran yang biasa diajarkan. Model pembelajaran yang dipilih adalah model kooperatif tipe jigsaw. Model pembelajaran jigsaw dipilih karene memiliki kelebihan dapat meningkatkan minat belajar siswa karena merupakan model belajar yang dapat menyenangkan siswadan dapat melatih siswa dalam penguasaan materi sehingga mereka akan lebih paham, dan membuat siswa lebih terlibat aktif. Penelitian eksperimen digunakan dalam penelitian ini dengan model pre-test dan post test. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas XI AlGhozali Jiken yang berjumlah 30 siswa. Uji validitas instrumen menggunakan validitas, reliabilitas, homogenitas, normalitas, kemudian dihitung menggunakan uji Indepenent Sample T-test dengan tarafsignifikansi 5% berbantuan IBM SPSS Statistics 26.0. Sampel pada instrument penelitian menggunakan teknik random sampling. Berdasarkan pengujian dua sampel, data membuktikan bahwa t hitung t tabel = 10.589 1.699yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara kedua kelas yaitu eksperimen dan kontrol yang dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan relevansi model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI TKRO dengan model pembelejaran yang biasa digunakan sebelumnya, yaitu ceramah dan didominasi oleh guru
IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE DI PEMERINTAHAN DESA KARANGTENGAH KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN PEMALANG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa isu kasus permasalahan yang terjadi di pemerintahan, baik pemerintah pusat, maupun daerah. Dengan demikian perlu adanya perbaikan terhadap tata kelola pemerintahan yang bermula dari lingkup terkecil yaitu desa. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi good governance (tata kelola pemerintahan yang baik) di pemerintahan desa Karangtengah Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang. Sehingga dengan hasil penelitian yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bagian awal terkait perbaikan tata kelola pemerintahan di Indonesia. Dalam kajian ini metode yang digunakan yaitu metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintahan Desa Karangtengah telah mengimplementasikan good governance dalam tata kelola pemerintahannya. Implementasi prinsip profesionalitas diwujudkan dengan penempatan perangkat yang profesional sesuai bidangnya. Pertanggungjawaban secara penuh dengan bekerja sesuai pada tupoksi masing-masing sebagai wujud akuntabilitas. Tansparansi diwujudkan dengan keterbukaan atas informasi pemerintahan. Pelayanan yang cepat, tepat, akurat, serta berkualitas wujud pelayanan prima. Penyelenggaraan musyawarah atau rapat perencanaan program dan kebijakan yang melibatkan masyarakat merupakan implementasi demokrasi dan partisipasi. Efisiensi dan efektivitas diwujudkan dengan kedisiplinan, kemudahan pelayanan, dan visi misi yang terpenuhi. Serta adanya aturan-aturan yang dijadikan sebagai pedoman atau dasar pelaksanaan pemerintahan, dan terjalinnya kerja sama antara pemerintah desa dengan aparat penegak hukum sebagai bentuk perwujudan dari supremasi hukum
Increasing The Students' Learning Activity and The Students' Derivation Words Mastery Using The Memory Strategies at Second Grade s in University of Bina Sarana Informatika
The objective of this research was to know whether memory strategy can increase the student's learning activity and to increase the student's derivation words mastery. The subject of this research was the students of Second grade student in university of Bina Sarana Informatika. The research used the classroom action research which was done in 2 cycles. Every cycle consists of 4 steps: planning, action, observation, and reflection or evaluation. In collecting data, the researcher used test, observation, and fill note, whereas, to analyze the data, the researcher used the percentage formula, the average, and the increasing. Based on the research result which was taken from the observation and test, it can be inferred that: (1) Memory strategy can increase the students learning activity it can be seen in the percentage increasing of the students learning activity of cycle 1 to cycle II: the indicator increasing of paying attention to the teacher explanation is 18%, the indicator increasing of answering the questions is 21%, the indicator increasing of giving the idea is 9%, the indicator increasing of asking the teacher is 15%, the indicator increasing of note is 14%, the indicator increasing of doing the group task and being active in the group is 27%. (2) Memory strategy can increase the students' derivation word mastery. It can be seen in the result increasing of posttest 2 in the cycle II. (a) The average score increasing of pre-test to posttest 1 cycle I is 1.4 and the average score increasing of posttest 1 in cycle I to posttest 2 in cycle II is 1.7, (b) Based on the Minimum Requirement Criteria the students in the complete category is 77% and the students in the incomplete category are 23%. Therefore, the English learning. Process in affix material by using the memory strategies had been successful, because the students in the complete category are more than 75%
Kemampuan Mendesain Media Pembelajaran Menggunakan Software Aplikasi Visual Basic Macro dengan Model Kooperatif Jigsaw Berbasis Weblog
Digital simulation courses consist of theory and practice must master theory first before they practice. Theory obtained by students from lectures equipped with webblog-based books / diktats about learning media design. In the visual basic macro software application there are instructions in designing learning media. So, to design learning media using visual basic macro software applications, students must be able to understand visual basic macro software applications. By understanding the procedure for designing learning media, it is hoped that students can practice designing learning media using visual basic macro software applications to produce something whose printout is in the form of text and images. The problem being studied is which learning model is more effective between the cooperative model of the Jigsaw model and the conventional model. The problem being studied is which learning model is more effective between the cooperative model of the Jigsaw model and the conventional model. To solve this problem, experimental research was carried out at PGRI Semarang University, especially students majoring in S1 Information Technology Education, Faculty of PMIPATI semester 6 who were taking the Digital Simulation course. They have 1 class, each class averages 15 students. For the target of this study were taken 15 people, so their number was 30 people. In this study there are 2 types of data, namely: (1) Jigsaw cooperative model group data on the ability to design learning media using visual basic macro software applications with grouping treatment, and (2) conventional model group data without grouping treatment on the ability to design learning media using Visual Basic Macro software applications. Data from the Jigsaw model cooperative group as well as conventional models on the ability to design learning media using visual basic macro software applications were obtained with tasks. The data were statistically calculated with a t-test to determine the effectiveness comparison between the Jigsaw cooperative model group and the conventional model. The data were statistically calculated with a t-test to determine the effectiveness comparison between the Jigsaw cooperative model group and the conventional model. The results of this t test show that the Jigsaw cooperative model using grouping shows that the ability to design learning media using visual basic macro software applications is more effective than conventional models without using grouping treatment
Hasil belajar siswa pada materi integral tak tentu dengan model flipped classroom
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu masalah yaitu masih rendahnya hasil belajar siswa. Penggunaan model pembelajaran menjadi salah satu solusi dalam keberhasilan belajar. Model Flipped Classroom merupakan model yang mampu memberi peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa melalui model flipped classroom pada materi integral tak tentu fungsi aljabar di kelas XI SMA mencapai KKM serta untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran melalui model flipped classroom pada materi integral tak tentu fungsi aljabar di kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian Pre-Experimental Desain dengan desain one shot case study. Populasi penelitian ini ialah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Banda Aceh dan sampel siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 4 Banda Aceh yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes dan angket. Teknik analisis data menggunakan uji t. Hasil analisis data diperoleh yaitu 1,77 1,69. Sehingga disimpulkan bahwa hasil belajar siswa melalui penerapan model flipped classroom pada materi integral tak tentu fungsi aljabar di kelas XI SMA Negeri 4 Banda Aceh mencapai KKM. Hasil analisis respon siswa mendapatkan persentase 86,17% dengan kategori sangat baik.Kata kunci: hasil belajar; model flipped classroom; integral tak tentuThis research is motivated by a problem, namely the low student learning outcomes. The use of learning models is one of the solutions for successful learning. The Flipped Classroom model is a learning model that can be used to improve student learning outcomes. This study aims to see student learning outcomes through the flipped classroom model on indeterminate integral algebraic functions in class XI SMAN achieving KKM and to determine student responses to learning through the flipped classroom model on indeterminate integral algebraic functions in class XI SMA. This study uses a quantitative approach and the type of research is Pre-Experimental Design with a one shot case study design. The study population was students of class XI SMAN 4 Banda Aceh and a sample of students of class XI IPA 3 SMAN 4 Banda Aceh were taken by purposive sampling technique. Data collection uses tests and questionnaires. Data analysis techniques using the t-test. The results of data analysis obtained , that is 1.77 1.69. So it can be concluded that student learning outcomes through the application of the flipped classroom model on indeterminate integral material on algebraic functions in class XI SMA Negeri 4 Banda Aceh achieve KKM. The results of the analysis of student responses get a percentage of 86.17% in the very good category.Keywords: learning outcomes; flipped classroom; indefinite integra
Manajemen Pengelolaan English Course: Pendekatan Budaya Lokal dalam Mencapai Program Bahasa Inggris di YPPNH
Yayasan pondok Pesantren Nurul huda memiliki program berbahasa Inggris pada santri. Permasalahan yang dialami program sulit terlaksana karena materi pembelajaran yang diajarkan tutor bersifat tekstual dan tidak menyesuaikan Tingkat kebutuhan santri. Proses kegiatan melalui perbaikan manajemen pembelajaran berbasis budaya lokal santri dengan pembelajaran menggunakan contextual learning atau pembelajaran berbasis kontekstual berdasarkan melalui zona berbahasa Inggris. Metode yang digunakan, menggunakan metode pelatihan, pendampingan dan Pendidikan berkelanjutan dengan perbedaan hasil yang signifikan antara pretest dan posttest, serta hasil 79% santri sangat setuju jika proses pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari atau contextual learning berbasis budaya lokal santri, 19% santri setuju dan tidak ada santri yang tidak setuju jika proses pembelajaran berbasis budaya lokal