Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
Enhancing Critical Thinking in Speaking through Problem-Based Learning: A Classroom Action Research
This classroom action research investigated the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) in enhancing critical thinking skills within English speaking activities at Global Madani Senior High School. Conducted over two iterative cycles with 21 eleventh-grade students, the study employed a mixed-methods approach within a Classroom Action Research (CAR) framework. Quantitative data from pre- and post-tests, analyzed via a paired sample t-test, revealed a statistically significant improvement in students' critical speaking abilities, with the average score rising from 50.71 to 81.90 (p .001). Qualitative data from observations, recordings, and student journals illustrated a clear developmental trajectory: initial engagement in Cycle 1 exposed deficits in argument structure and logical reasoning, prompting the introduction of targeted scaffolds—including explicit argumentation frameworks and peer feedback protocols—in Cycle 2. The findings demonstrate that PBL’s efficacy is significantly amplified when integrated with responsive, reflective CAR cycles and structured linguistic-cognitive supports. The study concludes that embedding PBL within an adaptive CAR process fosters a synergistic environment where authentic problem-solving motivates communication, and deliberate scaffolding transforms engagement into disciplined, critical spoken discourse, offering a replicable model for enhancing higher-order thinking in EFL contexts
Mathematics Anxiety and Metacognitive Skills: An Analysis of the Relationship among Junior High School Students
This study aims to determine the relationship between mathematical anxiety and the metacognitive skills of eighth-grade students in linear equation material. This is based on the importance of metacognitive skills in supporting mathematical understanding and problem solving, as well as the influence of anxiety as an affective factor that can inhibit the thinking process. This study used a quantitative approach with a one-shot case study design. The research subjects were 23 eighth grade students at SMP Islam Parlaungan who were selected through purposive random sampling. Data collection was conducted through a mathematics anxiety questionnaire, descriptive tests, and interviews on metacognitive skills. Data analysis used Pearson's correlation test, preceded by normality and linearity tests with the assistance of SPSS. The results showed a weak positive and insignificant relationship between mathematics anxiety and students' metacognitive skills, with a correlation coefficient of 0.303 and a significance value of 0.160. It was also found that some students with high anxiety actually demonstrated good metacognitive skills. This indicates that the relationship between the two variables is not linear and may be influenced by other factors. This study suggests the need for a learning approach that supports students' emotional regulation and reflective thinking skills
Optimasi Keuntungan Produksi Kue Kering Nastar dan Semprit Menggunakan Metode Simpleks dan Aplikasi POM-QM
Usaha kue kering rumahan "Dapur Ma’Ina" menghadapi persaingan ketat dan keterbatasan alokasi bahan baku harian, sehingga sulit menentukan kombinasi produksi yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan program linier guna menghitung kombinasi produksi optimal kue nastar dan semprit yang memberikan keuntungan maksimum. Metode yang diaplikasikan adalah Program Linier dengan penyelesaian menggunakan perhitungan manual Metode Simpleks dan divalidasi menggunakan perangkat lunak POM-QM, menggunakan data primer berupa resep, ketersediaan bahan, dan keuntungan dari usaha "Dapur Ma’Ina". Hasil perhitungan menunjukkan keuntungan maksimal yang dapat diperoleh adalah sebanyak Rp 1.050.000, dengan kombinasi produksi optimal yang disarankan adalah 3 resep Nastar dan 2 resep Semprit. Bagi peneliti berikutnya, dianjurkan untuk mengembangkan penelitian ini dengan menyertakan variabel kendala lain seperti waktu produksi atau tenaga kerja. The home-based pastry business 'Dapur Ma'Ina' faces tight competition and limited daily raw material allocation, making it difficult to determine the right production combination to maximize profit. This research aims to apply linear programming to calculate the optimal production combination of nastar and semprit cakes that yields maximum profit. The method used is Linear Programming, solved using manual Simplex Method calculations and validated using POM-QM software, utilizing primary data including recipes, material availability, and profit from the 'Dapur Ma'Ina' business. The calculation results show that the maximum achievable profit is Rp 1,050,000, with the optimal production combination recommended being 3 Nastar recipes and 2 Semprit recipes. For future researchers, it is suggested to expand this research by adding other constraint variables, such as production time or labor
Analisis Teks Deskriptif dalam Buku Marsudi Basa lan Sastra Jawa Piwulangan Basa Jawa Muatan Lokal Wajib Jawa Tengah Kelas IX
Negara kita Indonesia kaya akan budaya lokal yang membuat Nusantara menjadi memiliki keberagaman dalam berbudaya. Dalam penelitian ini meneliti tentang ragam budaya Nusantara yaitu salah satunya tentang upacara adat mitoni yang biasanya sering dilakukan oleh masyarakat Jawa pada umumnya. Dengan mengupas apa itu mitoni dan segala unsur yang terkandung di dalam upacara adat mitoni dikupas dalam penelitian ini guna untuk menselaraskan perspektif orang asing yang tidak mengenal apa itu yang disebut dengan mitoni. Di Era milenial seperti ini budaya Indonesia yang berkaitan dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa hampir terkikis karena budaya modern yang sangat cepat sekali menggerus kebudayaan Nusantara terutama budaya Jawa. Dalam penelitian ini membahas tentang fungsi kebahasaan, tujuan sosial, dalam teks yang berjudul upacara adat mitoni dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan menerapkan gambaran lengkap dengan memuat unsur sosial sebagai eksplorasi dan klarifikasi yang terjadi pada sosial masyarakat. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu dari buku yang berjudul Marsudi Basa lan Sastra Jawa Piwulangan Basa Jawa Muatan Lokal Wajib Jawa Tengah Kelas IX. Kata Kunci : Teks Deskriptif, Kebahasaan, Deskriptif Kualitatif, Eksploras
Keterampilan Menulis Pantun Berbahasa Banjar Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal
This study aims to examine the skills of seventh-grade students at MTs. Puteri Al-Amin Martapura in writing pantun (a traditional form of Indonesian poetry) in the Banjar language as an effort to preserve local culture. Using a qualitative descriptive method, data were collected from 66 pantun produced by students, which were analyzed based on internal structures, values, and language use. The findings indicate that students demonstrate a good understanding of the fundamental structure of pantun, adhering to the rhyme scheme a-b-a-b, although some face challenges in selecting appropriate diction and relevant themes. The pantun reflects cultural, moral, educational, and religious values, embodying local wisdom. External factors, such as family environment and personal experiences, significantly influence students' writing skills. Contextual and creative learning approaches yielded positive outcomes in enhancing linguistic competence and cultural understanding. This study concludes that integrating pantun writing into education enhances students' writing skills while fostering the preservation of Banjar culture in South Kalimantan
Penguatan Instrumen Tes Kebugaran Jasmani dan TOT Instruktur Senam Aerobik bagi Guru Olahraga SD dan SMP Negeri Se-Kabupaten Aceh Besar
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Penguatan Instrumen Tes Kebugaran Jasmani dan TOT Instruktur Senam Aerobik bagi Guru Olahraga SD dan SMP Negeri se-Kabupaten Aceh Besar” dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru pendidikan jasmani dalam menerapkan instrumen tes kebugaran jasmani dan menjadi instruktur senam aerobik bersertifikat. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar guru olahraga di Kabupaten Aceh Besar belum menguasai secara optimal instrumen tes kebugaran jasmani serta belum memiliki keterampilan dalam memimpin kegiatan senam aerobik di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode pelatihan berbasis workshop dan praktik lapangan yang meliputi sosialisasi instrumen kebugaran jasmani, pelatihan pengisian dan interpretasi hasil tes, pelatihan senam aerobik dengan pendekatan Training of Trainers, serta ujian sertifikasi instruktur. Pelatihan dilaksanakan secara intensif selama enam hari dengan melibatkan narasumber profesional dan dukungan dari Dinas Pendidikan Aceh Besar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru PJOK, dengan capaian pemahaman instrumen kebugaran jasmani sebesar 81% dan kemampuan melaksanakan serta menginstruksikan senam aerobik sebesar 83%. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dan berjalan sesuai rencana
Program Kesehatan Masyarakat Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup dan Lingkungan
Kegiatan pengabdian bertujuan memberikan pemahaman, penyadaran terhadap pentingnya kesehatan fisik untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan lingkungan sebagai usaha preventif dalam kesehatan. Sasaran utama kegiatan ini adalah Warga masyarakat Desa Tlogo dan Watuagung Kabupaten Semarang, dengan dibantu oleh tim mahasiswa KKN UPGRIS. Metode yang digunakan dalam pengabdian PAR (participatory action research). Tahapan dari kegiatan, observasi dan analisis kondisi, memetakan kebutuhan, mencari dan merencanakan pemecahan masalah, pelaksanaan program pemecahan masalah kesehatan fisik dan lingkungan. Materi yang diberikan adalah aktivitas fisik utamnaya senam aerobik untuk meningkatkan kualitas hidup dan pengolahan sampah untuk kesehatan lingkungan, Kegiatan praktek dilakukan dengan cara melaksanakan pengukuran denyut nadi sebelum dan sesudah aktivitas senam aerobik menggunakan stopwacth, mengukur pengetahuan mengenai sampah. Mengukur denyut nadi seblum dan sesudah aktivitas membandingkan antara hasil dengan kategori. Mengukur pengetahuan mengenai beberapa indikator sampah. Hasil dari pengabdian mampu menciptakan penyadaran pentingnya kesehatan fisik untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan lingkungan dengan pengolahan sampah sebagai usaha preventif kesehatan, dengan tingkat keberhasilan 80 % dilaksanakan untuk diri sendiri dan warga lain. Sosialisasi diharapkan dapat meningkat kepedulian mengenai kualitas hidup dan lingkungan
PENGARUH CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) BERBANTUAN MEDIA OCEAN LOMBAN GAME TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI JARING - JARING MAKANAN DI KELAS 5 SD NEGERI KAJEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Culturally Responsive Teaching Berbantuan Ocean Lomban Game untuk meningkatkan hasil belajar pada materi jaring-jaring makanan kelas 5 SD Negeri Kajen. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif model experimental dengan jenis one group pretest-posttest design. Data diperoleh dengan wawancara, tes dan dokumentasi. Latar belakang penelitian ini dikarenakan rendahnya hasil belajar siswa pada materi jaring jaring makanan yang disebabkan penggunaan media PPT interaktif yang kurang menarik bagi siswa kelas 5 SD Kajen. Hasil analisis pretest menunjukkan bahwa nilai rata rata 68,85. Setelah diberi perlakuan denganCulturally Responsive TeachingBerbantuan Ocean Lomban Game rata rata hasil belajar siswa meningkat, dibuktikan dengan rata rata postest adalah 83, 14. Kesimpulannya bahwa ada pengaruh yang signifikan Culturally Responsive Teaching Berbantuan Ocean Lomban Game untuk meningkatkan hasil belajar materi jaring jaring makanan kelas 5 SD Negeri Kajen
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERMUATAN WAYANG KULIT PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENGEMBANGKAN DIMENSI BERKEBINEKAAN GLOBAL KELAS IV SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan dan kelayakan bahan ajar bermuatan wayang kulit pada mata pelajaran matematika untuk mengembangkan dimensi berkebinekaan global kelas IV sekolah dasar. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri Lamper Lor Semarang. Dari subjek penelitian yang dilakukan peneliti menggunakan sampel sebanyak 25 siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan ADDIE dengan tahapan: analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), evaluation (evaluasi). Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pendahuluan dengan teknik observasi dan wawancara, validasi oleh ahli media dan ahli materi, angkret respon guru dan angket respon siswa terhadap produk bahan ajar Tahap hasil yang persentase yang diperoleh dari validator ahli materi sebesar 96% dan 100% sedangkan validator media persentase yang diperoleh sebesar 97,14% dan 100%. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar matematika bermuatan wayang kulit yang telah dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat baik dan sangat layak digunakan. Sedangkan rata-rata persentase respon guru kelas IV terhadap pengembangan bahan ajar matematika bermuatan wayang kulit adalah sebesar 100%. Kemudian persentase angket tanggapa siswa memeproleh persentase sebesar 94,8%, hasil ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan menunjang kebutuhan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar dan mengembangkan dimensi berkebinekaan global
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA ASPEK PEMAHAMAN KONSEP MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN CACAH DI SD NEGERI LEMPONGSARI
Latar belakang dari penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran matematika pada materi operasi hitung bilangan cacah. Permasalahan ini disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. sehingga menimbulkan kejenuhan dan berdampak pada hasil belajar yang belum memenuhi kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep siswa kelas experiment dengan kelas kontrol dengan mengimplementasikan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) keranjang materi operasi hitung bilangan cacah pada SD Negeri Lempongsari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi ekperimen. Sampel penelitian dari dua kelas III SD Negeri Lempongsari yaitu kelas III B sebagai kelas ekperimen yang menggunakan model Problem Based Learaning (PBL) dan kelas III A sebagai kelas kontrol yang menggunakan konvensional. Pengumpulan data meliputi tes pemahaman konsep, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi. Analisis data dilakukakn dengan uji T untuk mengetahui perbedaan hasil post-test antara kelas ekperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Kelas yang mendapatkan model Problem Based Learning(PBL) menunjukan peningkatan pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan kelas yang menggunakan konvensional. Nilai tersebut terlihat pada kelas yang konvensional memperoleh nilai dengan rata-rata 73,8 sedangkan kelas yang menggunakan model pembelajarn memiliki nilai rata-rata 81,1. Hasil perhitungan diperoleh nilai sig.(2-tailed) 0,007 yang berarti lebih kecil dari 0,05, Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif secara signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep materi operasi hitung bilangan cacah pada mata pelajaran matematika