Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
Arduino Uno Based Automatic Fruit Maturity Detection System for Orange (Citrus sp.) and Bell Fruits (Syzygium aqueum) Using Electrical Conductivity
Accurate determination of fruit ripeness is essential to maintain product quality, flavor, and market value. However, traditional manual assessment methods, which rely on sensory observation (color, aroma, and texture), are often subjective and inconsistent. This study aims to design and develop an automatic fruit ripeness detection system based on electrical conductivity measurement in oranges and bell fruits. The system utilizes a three-electrode stainless steel needle probe connected to an ADS1115 Analog-to-Digital Converter (ADC) module and an Arduino Uno microcontroller. A refractometer was used for system calibration and reference data acquisition. Measurements were performed by inserting the probe into the fruit pulp to read the voltage value of the fruit's fluid. This electrical signal was correlated with the reference sugar content (%Brix) and subsequently classified into three categories: ripe, half-ripe, and unripe. Results show that the average voltage range for oranges in the ripe, half-ripe, and unripe categories was 2.74 V, 2.58 V, and 2.32 V, respectively. For bell fruits, the corresponding voltage ranges were 2.48 V, 2.26 V, and 2.08 V. These voltage values were derived from the experimental data presented in Table 1 and Table 2. The abstract reports the average voltage for each ripeness category, whereas the tables list individual measurement values, resulting in slight differences between the summarized and detailed data. The average relative error of the measurement was found to be approximately 5 %, which is considered acceptable for practical field application. This indicates that the developed system is capable of classifying fruit ripeness in a non-destructive, accurate, and rapid manner
Effects of Integrating Deep Learning with a Project-Based Learning Model on Thermodynamics Learning Outcomes
This study investigates the difference in Thermodynamics learning outcomes between students taught using a Project-Based Learning (PBL) model integrated with deep learning and those taught using the PBL model alone.. The research employed an experimental method with a quasi-experimental design, utilizing a Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The study was conducted in the Physics Department of Manado State University for Physics Education and Physics programs during the Odd Semester of the 2025/2026 Academic Year. The research population included all active students from these programs, with a random sample of 40 students divided into an experimental class and a control class, each consisting of 20 students. Data were collected through essay-type tests, administered as pretests and posttests, and subsequently analyzed statistically using descriptive and inferential techniques with Python programming. The findings indicate that the experimental class, which implemented deep learning integrated with the Project Based Learning model, achieved a higher average Thermodynamics learning outcome (80.28) compared to the control class (72.35), demonstrating better data consistency (standard deviation of 7.93 versus 9.71). Shapiro-Wilk normality tests for both classes confirmed a normal distribution of data (p-value for experimental class is 0.3147 while control class is 0.0638), and Levene's homogeneity test confirmed homogeneous variances (p-value 0.2529). Furthermore, the independent sample t-test results showed a t-statistic of 2.8289 and a p-value of 0.0074, which is less than 0.05. This leads to the conclusion that there is a statistically significant difference in Thermodynamics learning outcomes between the experimental and control classes. These findings suggest that the integration of deep learning with the Project Based Learning model is effective in enhancing Thermodynamics learning outcomes
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF ANDROID PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS VI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Android pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas VI Sekolah Dasar dengan materi Sistem Tata Surya. Media ini dikembangkan sebagai solusi atas rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran konvensional. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan tahapan yang sistematis untuk menghasilkan produk media yang layak digunakan.Media yang dikembangkan memuat konten pembelajaran seperti susunan planet, karakteristik planet, dan benda langit lainnya, disertai animasi, gambar interaktif, dan kuis evaluasi yang menarik. Hasil uji validasi oleh ahli materi dan media menunjukkan bahwa produk dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Uji coba terbatas pada siswa kelas VI menunjukkan respon positif terhadap media, dengan peningkatan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi.Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbasis Android ini dapat menjadi alternatif pendukung proses pembelajaran IPAS di sekolah dasar, terutama dalam menyampaikan materi yang bersifat abstrak seperti Sistem Tata Surya
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTU MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS KELAS IV DI SEKOLAH DASAR
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SD N 1 Wonodadi masih tergolong rendah. Rendahnya capaian hasil belajar tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurang optimalnya pemanfaatan model pembelajaran dan media yang mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan penerapan model pembelajaran Project Based Learning yang didukung oleh media audio visual dalam meningkatkan hasil belajar IPAS. Model pembelajaran Project Based Learning memiliki enam langkah utama yang meliputi: menentukan pertanyaan mendasar, mendesain perencanaan proyek, menyusun jadwal, memantau perkembangan proyek, menguji hasil, dan melakukan evaluasi terhadap pengalaman belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one-group pretest-posttest dan melibatkan 17 siswa sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 40 mengalami peningkatan signifikan menjadi 82,2 pada posttest. Nilai N-gain yang diperoleh adalah sebesar 0,7098 dan termasuk dalam kategori tinggi. Uji normalitas juga menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning berbantu media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SD N 1 Wonodadi
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLI PADA MATERI FPB DI KELAS V SEKOLAH DASAR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hasil belajar siswa melalui penerapan media pembelajaran Monopoli untuk materi FPB pada siswa di kelas V sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 November 2022. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri 07 Gubug. Tepatnya di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen (variabel bebas) dan variabel dependen (variabel terikat). Penelitian ini variabel bebasnya adalah media pembelajaran monopoli. Variabel terikatnya adalah hasil belajar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V sebanyak 36 siswa SDN 07 Gubug. Sampel diambil seluruh siswa kelas V yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kombinasi yaitu menggunakan teknik tes dan teknik nontes. Hasil penelitian menyatakan terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar siswa pada materi FPB sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran monopoli. Nilai rata-rata posttest hasil belajar akhir lebih besar daripada nilai pretest hasil belajar awal. Dari data pretest memiliki rerata 50.00, posttest rerata mencapai 85. Hasil penelitian memiliki perbedaan nilai rata-rata sebesar 35. Kemudian untuk ketuntasan dalam hasil belajar awal memperoleh ketuntasan sebesar 14% dan dalam hasil belajar akhir memperoleh ketuntasan 100%
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SIPAMA (SISTEM PERNAPASAN MANUSIA) BERBASIS STEAM PADA MATERI IPAS KELAS V SDN LEMPONGSARI
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik, kevalidan, dan kepraktisan terhadap pengembangan media pembelajaran SIPAMA (sistem pernapasan manusia) berbasis STEAM pada materi IPAS kelas V SDN Lempongsari. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development) dengan model pengembangan ADDIE. Produk media pembelajaran SIPAMA (sistem pernapasan manusia) berbasis STEAM ini telah diimplementasikan dan diujikan di SDN Lempongsari Semarang. Media pembelajaran SIPAMA (sistem pernapasan manusia) berbasis STEAM memperoleh hasil validasi materi sebesar 88% dengan kriteria “sangat layak” dan hasil validasi media sebesar 86% dengan kriteria “sangat layak”. Hasil angket respon guru memperoleh persentase nilai 100% dengan kriteria “sangat praktis” dan hasil angket respon siswa memperoleh persentase nilai 96,8% dengan kriteria “sangat praktis”. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran SIPAMA (sistem pernapasan manusia) berbasis STEAM pada materi sistem pernapasan manusia valid dan sangat layak digunakan di kelas V sekolah dasar
ANALISIS NILAI KARAKTER RELIGIUS DALAM FILM ANIMASI NUSSA DAN RARA
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakter religius yang terkandung pada film animasi Nussa dan Rarra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan instrument observasi pengamatan mendalam terhadap animasi tersebut yang kemudian didokumentasikan dalam bentuk tabel hasil observasi yang dapat digunakan untuk berdiskusi mengenai objek penelitian ini. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yang menyatakan bahwa animasi Nussa dan Rarra adalah film animasi yang mengandung nilai karakter religius yang dibuktikan dengan gaya dalam berpakaian sikap dan perilakunya yang selalu patuh pada ajaran agama islam. Dikarenakan keterbatasan waktu penelitian, peneliti berharap hasil tersebut dapat dikembangkan menjadi lebih baik lagi dalam implementasi pada peserta didik sehingga dapat mengetahui bagaimana dampak dari film animasi Nussa dan Rarra pada tumbuh kembang peserta didik
PENGEMBANGAN MEDIA OLI CERNA DENGAN MODEL STAD PADA PEMBELAJARAN IPAS MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA KELAS VB SDN KALIBANTENG KIDUL 03 SEMARANG
Pembelajaran IPAS merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diberikan di setiap jenjang pendidikan. Berdasarkan data observasi, wawancara, dan hasil belajar diperoleh informasi bahwa pembelajaran IPAS di kelas VB SDN Kalibanteng Kidul 03 belum optimal. Penggunaan media pembelajaran terbatas pada gambar yang terdapat di buku ajar sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran dan hasil belajar IPAS menjadi rendah. Solusinya perlu dikembangkan media inovatif yaitu oli cerna dengan model STAD pada pembelajaran IPAS. Jenis penelitian adalah Research and Development (RD) dengan langkah potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan produk akhir. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VB SDN Kalibanteng Kidul 03 Semarang. Sampelnya adalah siswa kelas VB dengan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket, tes serta dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis data produk, analisis data awal, uji-t, uji gain dan analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan oli cerna dengan model STAD layak digunakan dengan persentase penilaian komponen kelayakan isi 90% dan komponen penyajian 100%. Nilai t hitung sebesar -5,570 dan gain sebesar 0,42 dengan kriteria sedang. Simpulan penelitian adalah media oli cerna dengan model STAD efektif digunakan pada pembelajaran IPAS materi sistem pencernaan. Saran penelitian hendaknya konten kartu soal media oli cerna dengan model STAD lebih disempurnakan
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FLASH CARD TERHADAP PEMBELAJARAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS KELAS 4 DI SD NEGERI SIDOLUHUR 02
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media FLASH CARD dalam pembelajaran kosa kata bahasa Inggris di kelas 4 SD Negeri Sidoluhur 02 Tahun 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design dengan dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan media FLASH CARD sebagai alat bantu pembelajaran kosa kata, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional tanpa bantuan media flash card. Sebelum perlakuan, kedua kelompok diberikan tes awal (pretest) untuk mengukur pemahaman awal mereka terhadap kosa kata bahasa Inggris. Setelah beberapa kali pertemuan, tes akhir (pretest) diberikan untuk mengukur perkembangan pemahaman kosa kata. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam penguasaan kosa kata bahasa Inggris pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan media FLASH CARD memiliki pengaruh positif terhadap pembelajaran kosa kata di kelas 4
Literatur Review: penerapan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar terhadap literasi matematika siswa
Kemampuan literasi matematika merupakan kemampuan yang sangat penting pada era abad ke 21. Namun kemampuan literasi metamtika siswa Indonesia masih perlu untuk dioptimalkan. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan model pembelajaran yang mengakomodasi perbedaan setiap siswa. Gaya belajar merupakan salah satu kebutuhan siswa yang harus dipertimbangkan. Pembelajaran berdiferensiasi menjadi model yang dapat meningkatkan literasi matematika dengan menyesuaikan kebutuhan gaya belajar siswa. Namun penelitian pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar terhadap kemampuan literasi matematika masih terbatas.Penelitian ini merupakan penelitian jenis literature review dimana peneliti menghimpun sumber-sumber literatur melalui aplikasi PoP dengan rentang 2019-2024, kemudian dianalisis untuk menjawab tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk meninjau konsep dan teori pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks matematika, (2) menjelaskan kemampuan literasi matematika berdasarkan gaya belajar (3) mengevaluasi efektivitas pembelajaran berdiferensiasi terhadap literasi matematika berdasarkan gaya belajar. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang mengakomodasi setiap kebutuhan siswa yang dapat diintegrasikan dengan model pembelajaran seperti problem based learning, trajectory learning, project base learning pada pembelajaran metematika dengan memperhatikan gaya belajar siswa; (2) kemampuan literasi matematika siswa dipengarugi oleh bagaimana siswa mendapatkan informasi atau gaya belajar; dan (3) pembelajaran berdiferensiasi efektif terhadap kemampuan literasi matematika siswa dengan memperhatikan gaya belajar siswa