Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
    6019 research outputs found

    THE PROBLEM OF EARLY MARRIAGE REVIEWED FROM THE PERSPECTIVE OF EDUCATION, SOCIO-CULTURE AND MARRIAGE LAW IN SEMARANG CITY

    No full text
    Early marriage causes problems, both from an educational and socio-cultural perspective and in the Marriage Law. Regarding the age limit for marriage, the Marriage Law refers to Article 7 paragraph 1 of 1974 which was later revised and became the Marriage Law Number 16 of 2019. Developmental theory explains that the adult phase is when individuals try to fulfill the most important social needs, namely having a romantic partner, husband or wife. However, at the age of 16-19 years, individuals are still in a stage of development that is not fully mature, both physically and mentally. The formulation of the problem raised in this study is; (1) The sociological impact of early marriage, (2) What preventive efforts can be made to overcome early marriage in Semarang City? The results of the study show that early marriage is caused by several factors including economic, socio-cultural and educational factors. This study also produces preventive efforts that can be made to overcome these problems. The problems of early marriage in Semarang City require preventive efforts to overcome the

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN EXPAND & ENHANCEMENT NEUCENTRIX PUGERAN YOGYAKARTA MENGGUNAKAN SPSS

    No full text
    The 2023 Neucentrix Expand Enhancement Development Project Pugeran Yogyakarta is planned to last 19 weeks. However, there was a delay due to the large amount of additional work and new items that were not listed in the BoQ. This research aims to identify the main factors causing project delays. The data used came from a questionnaire and then factor analysis was carried out using SPSS. A total of 11 managerial team respondents filled out the questionnaire, producing 18 valid variables that were very reliable. The results of the analysis show 5 rankings of the main factors causing delays, namely: delayed payments have an impact on project delays; changes in costs due to additional work; less than optimal labor productivity; error in basic price estimation in the Cost Budget Plan; difficulty in finding materials and/or equipment due to certain specialties; submission and request for changes to completed work from the project owner; changes in work methods by contractors; lack of adequate workforce; owner's delay in making decisions; changes to the scope of work (SOW) during implementation; and lack of workforce discipline regarding attendance and attendance, which hampers work tim

    ANALISIS KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN METODE TEAM GAME TOURNAMENT PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS V DI SD MUHAMMADIYAH BLORA

    No full text
    Pendidikan merupakan suatu hal yang penting bagi kehidupan. Terutama pada pembelajaran Bahasa Inggris yang dapat berpengaruh terhadap keterampilan berbicara seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan kendala keterampilan berbicara menggunakan metode Team game Tournament pada pembelajaran Unit 1; Ask For Information kelas V di SD Muhammadiyah Blora. Dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskrif Penelitian ini dilakukan pada seluruh peserta didik di kelas VA yang berjumlah 21 anak. Dalam pengambilan sempel wawancara dan observasi dilakukan secara acak yang berjumlah 6 responden yaitu 1 guru Bahasa Inggris dan 2 peserta didik dan angket untuk seluruh peserta didik kelas VA, dengan menggugunakan teknik trianggulasi (gabungan) yang kemudian data akan dianalisis. Proses penerapan keterampilan berbicara menggunakan metode Team Game Tournament pada pembelajaran Bahasa Inggris di kelas V adalah guru akan menjelaskan menggunakan Bahasa Inggris dan akan diartikan. Terdapat kendala ketetampilan berbicara yaitu ragu dalam berbicara Bahasa Inggris, kesulitan dalam kosakata (vocabulary), dan malu ketika berbicara dalam Bahasa Inggris sendirian di depan kelas. Dalam menerapkan metode Team Game Turnament dapat menjadi salah satu metode yang digunakan untuk mengasah keterampillan berbicara

    MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI LUAS JAJARGENJANG KELAS V SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN METODE CRI

    No full text
    Penelitian dilatarbelakangi kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran Matematika. Selain itu, beberapa siswa kesulitan memahami materi jajargenjang di sekolah dasar. Tujuan penelitian adalah: (1) untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami pada materi luas jajargenjang siswa kelas V; dan (2) untuk menganalisis penyebab terjadinya miskonsepsi pada materi luas jajargenjang siswa kelas V. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yaitu mendeskripsikan pengalaman atau fenomena yang dialami oleh seseorang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan kredibilitas data dengan trianggulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa teridentifikasi memiliki mikonsepsi sistematis sebanyak 17 kali, miskonsepsi hitung sebanyak 43 kali, miskonsepsi konsep sebanyak 6 kali, dan miskonsepsi terjemahan sebanyak 2 kali. Hasil metode CRI, diketahui siswa tidak paham konsep sebesar 19%, mengalami miskonsepsi sebesar 23%, dan paham konsep sebesar 58%; dan (2) penyebab terjadinya miskonsepsi, yaitu pada siswa dan konteks. Pada siswa terjadi karena siswa masih mengalami kesulitan pemahaman awal materi luas jajargenjang. Beberapa kesulitan dalam memahami materi tersebut. Pada konteks, siswa kesulitan dalam melakukan perkalian. Saran penelitian adalah siswa hendaknya lebih giat dalam latihan menghitung menggunakan perkalian, sehingga dapat mengerjakan soal luas jajargenjang dengan benar

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SONOKULON TODANAN BLORA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV di SD Negeri 1 Sonokulon Todanan Blora serta mengukur pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis mereka. Berdasarkan observasi awal, ditemukan bahwa banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas, menguraikan pembelajaran, dan menangkap inti dari pelajaran. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan pada satu kelompok subjek dengan pengukuran sebelum dan sesudah penerapan model Discovery Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diterapkan model Discovery Learning, rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa adalah 55,28, sementara setelah penerapan model ini, rata-rata meningkat menjadi 81,25. Analisis statistik menunjukkan bahwa model Discovery Learning memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, dengan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 dan t-hitung 21,736, yang lebih besar dari t-tabel 1,69913. Berdasarkan perhitungan N-Gain, 53,3% siswa mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis yang tinggi, 46,7% mengalami peningkatan sedang, dan tidak ada siswa yang mengalami peningkatan rendah. Hasil ini menunjukkan efektivitas model Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa

    ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI PECAHAN KELAS IV SD MUHAMMADIYAH 17 SEMARANG

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui apa saja kesulitan belajar siswa pada materi pecahan dalam pembelajaran matematika kelas IV SD Muhammadiyah 17 Semarang. 2) Mengetahui apa saja faktor-faktor kesulitan belajar siswa pada materi pecahan dalam pembelajaran matematika kelas IV SD Muhammadiyah 17 Semarang? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes, wawancara guru dan wawancara siswa, angket, dan observasi. Hasil analisis yang diperoleh bahwa siswa mengalami kesulitan belajar pada mata pelajaran matematika dikarenakan 1) Faktor internal, yang dialami siswa yaitu kurangya motivasi belajar dan rendahnya intelegensi/intelektual saat mengerjakan soal materi pecahan. 2) Faktor Ekternal, gejala ini disebabkan karena kurangnya pengenalan siswa terhadap media pembelajaran yang mendorong motivasi belajar matematika materi pecahan. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang disimpulkan adalah 1) siswa harus lebih sering belajar serta mengerjakan latihan soal dan meningkatkan motivasi belajar sehingga kesulitan belajar dapat berkurang. 2) pentingnya penggunaan media pembelajaran yang menarik pada saat pembelajaran berlangsung sebagai sarana untuk menarik motivasi belajar

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTU MEDIA KOLASETOT TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SDN 1 TANJUNGMOJO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran Discovery Learning Berbantu Media Kolasetot Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas 4 SDN 1 Tanjungmojo. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan PreExperiment Desaign dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas I SDN 1 Tanjungmojo. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai pretest dengan rata-rata 48,7 dan rata-rata nilai posttest 82,7. Hasil uji hipotesis yang diperoleh nilai signifikan sebesar 0.000 probabilitas 0,05 yang menunjukkan ð» 0 ditolak dan ð» 1 diterima, artinya terdapat pengaruh terhadap hasil belajar IPAS dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning Berbantu Media Kolasetot terhadap hasil belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN 1 Tanjungmojo

    PENGEMBANGAN MEDIA KALPETAR (KALKULATOR PERKALIAN PINTAR) PADA MATERI PERKALIAN KELAS IV SDN PALEBON 01

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui pengembangan media KALPETAR (Kalkulator Perkalian Pintar). 2) Mengetahui kelayakan dan kepraktisan pengembangan media KALPETAR (Kalkulator Perkalian Pintar). Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (RD) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Metode yang digunakan dengan pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, angket, soal evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penilaian validasi ahli media, validasi ahli materi, soal evaluasi untuk siswa, angket respon guru, dan angket respon siswa kelas IV SDN Palebon 01. Hasil penelitian diperoleh dari validasi ahli media dan ahli materi. Hasil dari kedua ahli media menunjukkan nilai rata-rata dengan presentase 93,85% dengan kategori "Sangat Layak". Hasil dari kedua ahli materi menunjukkan nilai rata-rata dengan presentase 89% dengan kategori "Sangat Layak". Kemudian hasil analisis angket respon guru didapatkan presentase 100%, dan hasil analisis angket respon siswa didapatkan presentase 90,14% sehingga kategori angket respon guru dan angket respon siswa dengan kategori "Sangat Praktis". Hal ini dapat disimpulkan bahwa media KALPETAR (Kalkulator Perkalian Pintar) yang dikembangkan termasuk dalam kategori "Sangat Layak Digunakan" untuk kelas IV SDN Palebon 01

    PENGEMBANGAN BUKU AJAR MENULIS TEKS EKSPLANASI MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING PADA KELAS 6 TEMA 3 DI SD NEGERI PUDAK PAYUNG 01

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui langkah penyusunan buku ajar menulis teks eksplanasi menggunakan model mind mapping pada kelas 6 tema 3 di SD Negeri Pudak Payung 01, selain itu untuk mengetahui kelayakan buku ajar menulis teks eksplanasi bagi guru menggunakan model Mind Mapping sebagai alat bantu pada kelas 6 tema 3 di SD Negeri Pudak Payung 01 dan untuk mengetahui kepraktisan buku ajar menulis teks eksplanasi bagi peserta didik menggunakan model Mind Mapping pada kelas 6 tema 3 di SD Negeri Pudak Payung 01.Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau bisa disebut dengan Research and Development (RnD). Prosedur penelitian dan pengembangan ini melakukan penerapan prosedur ADDIE. Model ini terdiri dari lima tahapan utama sesuai dengan singkatannya yaitu (A)nalysis, (D)esain, (D)evelopment, (I)mplementation, dan (E)valuation. Kelima tahapan ini dalam model ADDIE diterapkan secara sistematis dalam desain pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan buku ajar menulis teks eksplanasi menggunakan metode mind mapping kelas 6 tema 3 di SD Negeri Pudak Payung 01 dapat disimpulkan bahwa produk buku ajar menulis teks eksplanasi menggunakan metode mind mapping pada kelas 6 tema 3 di SD Negeri Pudak Payung 01. buku ajar menulis teks eksplanasi menggunakan metode mind mapping ini mencakup cover, daftar isi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, Latihan soal dan daftar pustaka. Buku ajar menulis teks eksplanasi menggunakan metode mind mapping menghasilkan nilai dari ahli materi dan ahli media sebesar 100%.Buku ajar menulis teks eksplanasi menggunakan metode mind mapping memperoleh respon guru sebesar 85%. Berdasarkan hasil tersebut maka, buku ajar menulis teks eksplanasi menggunakan metode mind mapping dapat diterima peserta didik dalam pembelajara

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS MATERI PENGUKURAN UNTUK SISWA KELAS II SDN BUMIAYU 02 WEDARIJAKSA PATI

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada kemampuan penalaran matematis. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) apakah ada perbedaan kemampuan penalaran matematis pretest dan posttest setelah menggunakan model pembelajaran jigsaw pada materi pengukuran untuk siswa kelas II SD Bumiayu 02 Wedarijaksa Pati?, 2) apakah hasil kemampuan penalaran matematis siswa mencapai KKM dengan menerapkan model pembelajaran jigsaw pada materi pengukuran untuk siswa II SDN Bumiayu 02 Wedarijaksa Pati?. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain pre-experimental design bentuk one-grup pre-tes-post-tes design. Populasi penelitian ini di kelas II SDN Bumiayu Wedarijaksa Pati tahun ajaran 2024/2025. Pengambilan sampel hanya satu kelas dan teknik sampling yang digunakan jenuh karena populasi kurang dari 30 orang. Teknik analisisi data ini berupa uji normalitas, uji paired sample t-test dan hasil kemampuan penalaran. Berdasarkan perhitungan diperoleh rata-rata prettes yaitu 29,14 dan rata-rata posttest 71,14. Pada saat prettes belum ada yang tuntas dan 14 siswa tidak tuntas dengan ketuntasan belajar klasikal 0%. Setelah dilakukan posttest terdapat 10 siswa yang tuntas dan 4 siswa yang belum tuntas dengan ketuntasan klasikal 78%. Hal tersebut diperkuat oleh hasil analisis uji paired sample t test dengan nilai Sig. 0,0000,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada kemampuan penalaran matematis materi pengukuran untuk siswa kelas II SDN Bumiayu 02 Wedarijaksa Pati

    267

    full texts

    6,019

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas PGRI Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇