Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
    6019 research outputs found

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI PADA MATERI BANGUN DATAR KELAS IV SDN 1 NGAMBAKREJO GROBOGAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik pada materi bangun datar kelas IV SDN 1 Ngambakrejo Grobogan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 22 peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa tes numerasi berbentuk pilihan ganda. Analisis data menggunakan uji one sample t test dan uji paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi pada materi bangun datar kelas IV SDN 1 Ngambakrejo Grobogan. Rata-rata posttest sebesar 74,32 lebih tinggi dari KKM 70 (sig. (2-tailed) 0,041 0,05) menunjukkan ketuntasan belajar, dan hasil uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (sig. (2-tailed) 0,000 0,05). Pembelajaran berbasis proyek yang diintegrasikan dengan budaya lokal terbukti dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep matematika secara kontekstual

    ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV MENGACU PADA BUKU GURU DAN BUKU SISWA

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya pemakaian media pembelajaran oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kebutuhan media pembelajaran apa saja yang diperlukan pada saat pembelajaran matematika di kelas IV. Peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Teknik analisis data penelitian kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian menganalisis buku guru dan buku siswa berdasarkan tiga kriteria yaitu beban kognitif, multimedia dan konstruktivisme dan di dua sekolah dasar bahwa kebutuhan media pembelajaran matematika kelas IV sangat beragam dan bergantung pada materi yang diajarkan. Sebagian besar materi membutuhkan media konkret agar peserta didik lebih mudah memahami konsep yang disampaikan. Media pembelajaran tidak hanya membantu peserta didik dalam memahami materi yang abstrak tetapi juga membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, aktif dan menyenangkan. Selain itu, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan media pembelajaran yang tersedia serta sulitnya peserta didik memahami isi buku tanpa bimbingan guru

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL ANYAMAN BAMBU PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS VI SEKOLAH DASAR

    No full text
    Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis kearifan lokal kriya anyam pada materi persendian manusia didasari oleh kebutuhan akan media pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa. Media yang diberikan sering kali kurang mampu memfasilitasi pemahaman konsep yang kompleks seperti Persendian Pada Manusia, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi. Dalam pengembangan ini juga mengangkat nilai seni agar siswa tetap mengetahui seni lokal yang ada di indonesia, materi IPAS persendian pada manusia ini digabungkan dengan kesenian kriya anyam sebagai alat peraga konkrit dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbantuan canva dan kriya anyam pada materi sendi pada manusia serta mengetahui kelayakan media tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa. Media pembelajaran berbasis kearifan lokal kini semakin diperlukan untuk memfasilitasi pembelajaran yang interaktif dan menarik. Canva dipilih sebagai platform karena kemudahannya dalam pembuatan desain yang visual dan menarik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (RD) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli materi, ahli media, guru kelas serta uji coba pada siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan terdiri dari lembar penilaian kelayakan media oleh para ahli, angket respon guru kelas dan kuesioner respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan penilaian sangat layak dari ahli materi dengan presentase 95% kategori Sangat layak digunakan dan ahli media dengan presentase 98% kategori sangat layak digunakan, penilaian guru kelas VI SDN Tlogosari Wetan 01 dengan presentase 95% ketegori sangat layak digunakan, serta respon siswa mendapatkan persentase 90%. Oleh karena itu perolehan skor rata-rata yang memenuhi kriteria kelayakan. Selain itu, hasil uji coba kepada siswa menunjukkan bahwa media pembelajaran berbantuan Canva ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep Persendian Pada Manusia. Serta siswa dapat memberikan respon positif terhadap media yang interaktif dan mudah dipahami dengan diperoleh penilaian respon siswa mendapat persentase 90%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbantuan Kriya Anyam pada materi persendian pada manusia ini layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan media pembelajaran berbasis digital lainnya yang inovatif dan menarik

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG LISTRIK MELALUI METODE PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DI KELAS VI SDN 2 TLOGOREJOGUWO, KECAMATAN KALIGESING, KABUPATEN PURWOREJO

    No full text
    AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPA. Hal tersebut disebabkan kurangnya pembelajaran yang efektif dalam mengoptimalkan kemampuan dan motivasi siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Apakah model pembelajaran Group Investigasion efektif terhadap motivasi belajar? 2) Apakah siswa dapat mencapai ketuntasan belajar dengan menerapkan Group Investigasion? Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini untuk mengetahui keefetifan model pembelajaran Group Ivestigasion pada listrik melalui group investigasi di SDN 2 Tlogorejoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo dilihat dari ketuntasan belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Populasi siswa SDN 2 Tlogorejoguwo tahun Pelajaran 2023/ 2024 adalah 15 siswa kelas VI dengan menggunakan group investigasion. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes, dokumentasi, observasi. Hasil dari observasi motifasi siswa menunjukkan peningkatan dari hasil nilai dibawah 50 terdapat 20%, hasil nilai diantara 51 sampai 75 terdapat 33,3% dan hasil nilai diatas 75 terdapat 46,7% dengan menggunakan model pembelajaran group investigasi hasil siswa berubah menjadi nilai dibawah 50 terdapat 0%, hasil nilai diantara 51 sampai 75 terdapat 13,3% dan hasil nilai diatas 75 terdapat 86,7%. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah supaya model pembelajaran group investigasi dapat digunakan sebagai salah satu alternatif guru dalam mengajar. AbstractThis research is motivated by the low learning outcomes of science. This is due to the lack of effective learning in optimizing students' abilities and motivation. The problems in this study are 1) Is the Group Investigation learning model effective for learning motivation? 2) Can students achieve learning completeness by implementing Group Investigation? The objectives to be achieved in this study are to determine the effectiveness of the Group Investigation learning model on electricity through group investigations at SDN 2 Tlogorejoguwo, Kaligesing District, Purworejo Regency as seen from learning completeness. This type of research is qualitative research. The population of SDN 2 Tlogorejoguwo students in the 2023/2024 academic year is 15 grade VI students using group investigations. The data in this study were obtained through tests, documentation, and observation. The results of the observation of student motivation showed an increase in the results of scores below 50 there were 20%, the results of scores between 51 to 75 there were 33.3% and the results of scores above 75 there were 46.7% by using the investigation group learning model the results of students changed to scores below 50 there were 0%, the results of scores between 51 to 75 there were 13.3% and the results of scores above 75 there were 86.7%. Based on the results of this study, the suggestion that can be conveyed is that the investigation group learning model can be used as an alternative for teachers in teaching

    KEEFEKTIFAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR (IPAS) PADA SISWA KELAS IV SDN SEMBUNGJARJO 02 SEMARANG

    No full text
    AbstrakLatar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPAS dan motivasi belajar siswa. Hal tersebut disebabkan kurangnya pembelajaran yang efektif dalam mengoptimalkan kemampuan dan motivasi siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Apakah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif terhadap hasil belajar?, 2) Apakah siswa dapat mencapai hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) ?, 3) Apakah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif terhadap hasil belajar (IPAS)? Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada jenis tumbuhan dan fungsinya kelas IV SDN Sembungharjo 02 Semarang dilihat pada hasil belajar.Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Pretest-posttest . Populasi penelitian adalah seluruh siswa SDN Sembungharjo 02 Semarang tahun pelajaran 2024. Sampel yang diambil adalah 30 siswa kelas IV dengan menggunakan Uji Validitas dan Reliabilitas. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes, dokumentasi, observasi .Hasil analisis berdasarkan sebelum penerapan Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) (pretest) nilai rata-rata siswa hanya 48,83 dan saat telah menerapkan Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) (posttest) nilai rata-ratanya menjadi 85,16. Disimpulkan bahwa melalui Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) siswa dapat mencapai ketuntasan hasil belajar. Hasil uji t terhadap hasil belajar t_hitung lebih besar dari t_tabel maka diperoleh (t_hitung=22,878 dan t_tabel= 2,766, maka diperoleh t_hitung t_tabel. 22,878 2,766). Kesimpulannya bahwa Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif terhadap hasil belajar siswa. AbstractThis research was conducted at Daleman State Elementary School located in the Pantura area of Semarang-Demak where the Pantura area is known for its harsh environment and the majority of parents of students who work as factory workers with working hours from morning to night. This research was conducted to determine the learning methods and the role of teachers in building the character of fifth grade students through Pancasila Education learning with. The research was conducted using interview, observation, and documentation methods in descriptive qualitative research. This study found that in Pancasila Education learning, teachers used lecture methods, discussions, questions and answers, and simulations which were used to teach Pancasila values to students. Teachers also act as class managers, supervisors, inspirators, motivators, counselors, explorers, and as substitute parents at school where this is to create a conducive learning atmosphere, provide support, inspire, motivate, and help understand abstract concepts and provide empathetic attention to students. Suggestions that can be conveyed, it is hoped that teachers can improve and develop their competence in using innovative and participatory learning methods, and strengthen their role as role models and motivators for students

    MEDIA PEMBELAJARAN “JAPRIAN” JARI PINTAR PERKALIAN BILANGAN ASLI KELAS 3 SEKOLAH DASAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep perkalian dengan cara yang lebih visual dan interaktif dan meningkatkan pembelajaran yang menarik dan tidak monoton dengan menggunakan media pembelajarran konkret di SD Muhammadiyah 17 Semarang. Jenis Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (RD) dengan tahapan pengembangan ADDIE, yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Hasil penelitian yaitu, menghasilkan produk media pembelajaran “JAPRIAN” Jari Pintar Perkalian Bilangan Asli pada siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 17 Semarang. Untuk menguji media tersebut membuthkan validasi dari ahli media dan ahli materi, hasil dari validasi media memperoleh persentase 93,75% sedangkan hasil dari validasi ahli materi memperoleh persentase 100%. Kemudian untuk menguji keberterimaan media “JAPRIAN” Jari Pintar Perkalian dengan melihat hasil angket tanggapan siswa dan tanggapan guru, angket tanggapan siswa memperoleh persentase sebanyak 85,7% dan angket tanggapan guru memperoleh persentase sebanyak 100%. Sedangkan hasil implementasi media pembelajaran “JAPRIAN” Jari Pintar Perkalian dapat dilihat dari latihan soal yang sudah siswa kerjakan dengan menunjukan hasil presentase sebesar 78,2% siswa dengan nilai 100 dan 34,2% siswa dengan nilai 80. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media “JAPRIAN” Jari Pintar Perkalian layak, valid, dan dapat diterima baik untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas 3 Sekolah Dasar. Berdasarkan penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah supaya media pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu media pembelajaran alternatif guru dalam mengajar.Kesimpulannya produk media pembelajaran “JAPRIAN” Jari Pintar Perkalian yang dikembengkan termasuk dalam kriteria sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran matematika materi perkalian 6 sampai 9

    PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI KURIKULUM MERDEKA PADA MATERI BAGIAN TUBUH TUMBUHAN BERBASIS PROJECT BASED LEARNING PADA FASE B DI SD NEGERI MARGOREJO 02 PATI

    No full text
    AbstrakPendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia serta untuk kemajuan suatu bangsa (Kurniawan, 2019). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis karakteristik dan mengevaluasi kevalidan modul ajar berdiferensiasi Kurikulum Merdeka pada materi Bagian Tubuh Tumbuhan berbasis Project Based Learning pada fase B di SD Negeri Margorejo 02 Pati. Berkaitan dengan muatan yang berisi tujuan, metode, serta hasil penelitian. Penelitian ini menggunakan metode Reasearch adn Development (RD) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis. Design, Development Implementation and Evaluation). Hasil penelitian ini berhasil membuat, mendesain dan memodifikasi modul ajar SD Negeri Margorejo 02 Pati menjadi modul ajar berdiferensiasi khususnya materi bagian Tubuh Tumbuhan pada Fase B menjadi modul ajar berdiferensiasi yang sudah dilengkapi dengan komponen-komponen modul ajar berdiferensiasi pada umumnya, serta dilengkapi dengan desain modul ajar yang menarik. Modul Ajar Berdiferensiasi dapat diterima oleh guru, siswa dan 2 dosen validator. Dari hasil penskoran yang sudah didapat oleh 3 validasi ahli materi 1 dan ahli materi 2 yakni oleh kedua dosen dengan hasil nilai 84,5 dinyatakan valid dan layak digunakan atau diterapkan. Hasil dari rata rata nilai postest dan postest peserta diik dinyatakan meningkat dengan rata rata nilai 85,00. Untuk penerapan pembelajaran berdiferensiasi belum sepenuhnya dan sebagian besar belum memenuhi ketetapan yang ditetapkan. Pembelajaran berdiferensiasi diterapkan pada jenjang Sekolah Dasar, karena pembelajaran berdiferensiasi memerlukan waktu (JP) yang panjang, disamping itu pada penerapan pembelajaran berdiferensiasi memerlukan sarana dan prasarana yang memadai dan dibutuhkan skill ( keterampilan) pendidik yang kompeten. Pada dasarnya pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya diterapkan pada jenjang Sekolah Dasar saja tetapi juga pada jenjang SMP hingga SMA. Disamping itu untuk kelengkapan penulisan modul ajar berdiferensiasi selebihnya sudah lengkap karena sebelumnya ada pedoman dari salah satu sekolah AbstractEducation is one of the important factors in determining the quality of human resources and for the progress of a nation (Kurniawan, 2019). The purpose of this study was to analyze the characteristics and evaluate the validity of the Independent Curriculum differentiated teaching module on the material of Plant Body Parts based on Project Based Learning in phase B at SD Negeri Margorejo 02 Pati. Relating to the content containing the objectives, methods, and results of the study. This study uses the Research and Development (RD) method with the ADDIE (Analysis. Design, Development Implementation and Evaluation) development model. The results of this study succeeded in creating, designing and modifying the teaching module of SD Negeri Margorejo 02 Pati into a differentiated teaching module, especially the material on Plant Body Parts in Phase B into a differentiated teaching module that is equipped with components of differentiated teaching modules in general, and is equipped with an attractive teaching module design. The Differentiated Teaching Module can be accepted by teachers, students and 2 validator lecturers. From the scoring results obtained by 3 validations of material experts 1 and material experts 2, namely by the two lecturers with a score of 84.5, it was declared valid and suitable for use or implementation. The results of the average posttest and posttest scores of students were stated to have increased with an average score of 85.00. The implementation of differentiated learning has not been complete and most have not met the established requirements. Differentiated learning is applied at the Elementary School level, because differentiated learning requires a long time (JP), besides that the implementation of differentiated learning requires adequate facilities and infrastructure and competent educator skills are needed. Basically, differentiated learning is not only applied at the Elementary School level but also at the Junior High School to High School levels. In addition, for the completeness of writing differentiated teaching modules, the rest is complete because previously there were guidelines from one of the schools

    Efektivitas Kegiatan Pembiasaan Terhadap Pembentukan Karakter Anak Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Kalisari

    No full text
    Pembentukan karakter siswa melalui kegiatan pembiasaan di sekolah juga dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di lingkungan sekolah. Penting bagi sekolah menyelenggarakan kegiatan pembiasaan secara terencana dan terstruktur guna membentuk karakter siswa yang berkualitas, berintegritas, serta mampu berkontribusi positif dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan pembiasaan terhadap pembentukan karakter anak pada mata pelajaran pendidikan pancasila pada siswa kelas IV SD Negeri Kalisari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengambil data sesuai fakta dilapangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dipergunakan yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan kegiatan pembiasaan efektif terhadap pembentukan karakter cinta tanah air pada anak melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila pada siswa Kelas IV SD Negeri Kalisari. Hal ini dibuktikan dari pembuatan program pembiasaan dan pembelajaran, metode dan strategi yang dipakai oleh guru, guru memberi contoh terhadap siswa, serta timbal balik atau respon siswa yang antusian dalam mengikuti kegiatan tersebut. Hambatan yang dihadapi dalam pembentukan karakter cinta tanah air di SD Negeri Kalisari pada siswa kelas IV adalah faktor lingkungan, faktor teman sebaya dan kesadaran diri siswa. Selain itu terlihat beberapa siswa asyik main sendiri dengan teman sebangku saat pembelajaran berlangsung. Solusi guru meminimalisir kendala pembentukan karakter anak pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Kalisari serta memberikan pemahaman secara intens kepada siswa dan peran guru disini sebagai model contoh oleh siswanya

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS FLIPBOOK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA KELAS IV SDN NGEMPLAK SIMONGAN 01

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis flipbook untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas IV di SDN Ngemplak Simongan 01. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research Development) dengan model pengembangan 4-D (Four D Models) milik Thiagarajan et al. (1976) meliputi define, design, develop, dan dessiminate. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan angket. Dari hasil data menunjukkan bahwa media pengembangan berbasis flipbook memenuhi kriteria kevalidan oleh ahli media memperoleh angka sebesar 97% dan materi memperoleh angka sebesar 98,3%. Uji coba produk melalui hasil angket tanggapan peserta didik memperoleh presentasi angka sebesar 100%, dan hasil kelayakan media melalui penilaian respon guru diperoleh angka sebesar 98,3%. Perolehan mendapatkan hasil 13,00 dengan uji hipotesis taraf signifikan 0,05 (5%) dengan derajat koefisien (dk = 27) menunjukkan nilai 2,052. Dari hasil perolehan nilai atau 13,00 2,052sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Maka dapat dikatakan bahwa media pembelajaran berbasis flipbook dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Bab II "Di Bawah Atap" dinyatakan dinyatakan valid, efektif, dan layak untuk digunakan

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FRACTHEBOX (FRACTION IN THE BOX) DENGAN EVALUASI MELALUI QUIZIZZ UNTUK KELAS IV SD NEGERI KARANGSARI 1

    No full text
    Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dan motivasi belajar matematika materi pecahan akibat keterbatasan waktu guru dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran sehingga pembelajaran tidak efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan dan respon dalam uji coba media pembelajaran FRACTHEBOX pada materi pecahan kelas IV SD Negeri Karangsari 1. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (RnD), dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementastion, and Evaluation). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket, sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan deskripsitif. Hasil penelitian diperoleh bahwa media pembelajaran FRACTHEBOX dinyatakan layak digunakan dengan perolehan presentase skor hasil validasi media sebersar 96,25% dengan kriteria sangat baik dan skor hasil validasi materi sebesar 96,25% dengan kriteria sangat baik. Adapun hasil respon guru sebagai analisis kelayakan media memperoleh presentase sebesar 96% masuk dalam kategori sangat baik, sedangkan perolehan presentase angket respon peserta didik mendapatkan rat-rata sebesar 88,6% dengan katergori sangat baik. Dari hasil yang didapatkan disimpulkan bahwa media pembelajaran FRACTHEBOX layak digunakan. Adapun perolehan rata-rata nilai pre test sebesar 45 dan rata-rata nilai post test sebesar 90, terjadi peningkatan setelah media pembelajaran FRACTHEBOX diimplementasikan. Dengan demikian media FRACTHEBOX dinyatakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik materi pecahan

    267

    full texts

    6,019

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas PGRI Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇