Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
Cost Performance Evaluation of The Improvement of The Wirosari-Karangasem Road Section, Wirosari District Uses Method (Earned Value Concept)
In construction projects that occur in Indonesia, implementation often experiences delays and cost losses where the realization in the field does not match the planned schedule and planned budget due to several factors that occur, even though a thorough cost plan has been prepared, in practice in the field there are still many problems that arise problems in implementation. So the Earned Value Concept or EVM (Earned Value Method) method is used to overcome this problem to determine the implementation cost performance during the project and the indicators used for analysis include: BCWP (Budget Cost of Work Performance), BCWS (Budget Cost of Work Schedule), ACWP (Actual Cost of Work Performance), SV (Schedule Variance), CV (Cost Variance), SPI (Schedule Performance Index), CPI (Cost Performance Index), ETS (Estimated Temporary Schedule), and EAS (Estimated All Schedule). This research aims to evaluate the cost performance of the Wirosari - Karangasem Subdistrict road section improvement project. Wirosari uses the Earned Value Concept method. This method is used to measure project performance by comparing the value of the results achieved (Earned Value) with the planned value (Planned Value) and target value (Budgeted Cost of Work Performed) from week 1 to week 16 using the Concept Earned Value or EVM (Earned Value Method). From the results of this research, the performance of project implementation costs or calculations is knownCost Performance Index (CPI) Whichcut offweek 16 of 34 weeks in the period 6 to 12 May 2024 was 1.156 and there was no CPI value 1 with Cost Variation (CV) week 16 amounting to IDR 589,440,708.64, so that if the project implementation performance in the weekly reporting remains the same until the project is completed, the estimated costs required to complete the remaining project work orEstimate To Complete (ETC) amounting to IDR 1,294,766,228.89 so that the total estimated project costs required to complete the project work orEstimate At Completion (EAC) is IDR 5,075,881,759.65 and the estimated profit obtained from the project or Variance At Completion (VAC) is IDR 791,424,240.3
IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING DALAM MENGATASI KEKERASAN TERHADAP ANAK: STUDI LITERATUR
Violence against children is an urgent issue in society, potentially causing long-term impacts both physically and psychologically. This study aims to determine the implementation of counseling services in overcoming violence against children. The method used is a literature review by collecting data from various journal articles. The results of this study indicate that counseling services are effective in reducing acts of violence against children and improving children's psychological well-being. The conclusion of this study is that counseling efforts in handling violence against children include psychological trauma recovery, family strengthening, and child protection advocacy. The techniques used vary, such as family therapy, individual and group counseling, and religious values-based approaches. The results showed a decrease in trauma and aggressive behavior, as well as an increase in self-confidence. Thus, counseling services are effective in improving children's psychological well-being.Keywords: Child abuse; counseling services; psychological well-being
Tingkat Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Jakenan
Disiplin dalam sekolah ialah salah satu kewajiban yang wajib dilaksanakan oleh tiap siswa supaya terciptanya kondisi proses pembelajaran yang kondusif serta tercapainya tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kedisiplinan anak SMA di SMAN 1 Jakenan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif studi kasus, yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah pada anak tidak disiplin yaitu yang tidak hadir atau terlambat masuk kelas, tingkat absensi siswa yang tinggi, cara berpakaian yang tidak rapi. Teknik Pengumpulan data yaitu menggunakan skala angket, kemudian dianalisis menggunakan skala linkert. Berdasarkan temuan dari penelitian terkait aspek kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Jakenan awal sampai akhir dapat disimpulkan tingkat kedisiplinan siswa yaitu tinggi sebesar 79%. Tingkat kedisiplinan dipengaruhi aspek kedisiplinan siswa antara lain: aspek disiplin di dalam kelas dengan persentase disiplin 66%, aspek disiplin di lingkungan sekolah kategori sangat tinggi dengan persentase 83,2%, dan disiplin di rumah kategori tinggi dengan persentase 72,3 %. Kata kunci: Kedisiplinan, Belajar, BerpakaianDiscipline in schools is one of the obligations that must be carried out by each student in order to create a conducive learning process and achieve learning objectives. The purpose of this study is to determine the level of discipline of high school students at SMAN 1 Jakenan. This type of research is a qualitative case study research, the informants in this study are undisciplined children who are absent or late to class, high student absenteeism rates, and untidy dress. Data collection techniques use a questionnaire scale, then analyzed using a linkert scale. Based on the findings of the study related to aspects of student discipline at SMA Negeri 1 Jakenan from the beginning to the end, it can be concluded that the level of student discipline is high at 79%. The level of discipline is influenced by aspects of student discipline, including: aspects of discipline in the classroom with a percentage of discipline of 66%, aspects of discipline in the school environment are very high with a percentage of 83.2%, and discipline at home is high with a percentage of 72.3%.Keywords: Ddiscipline, Learning, Dresse
Degradasi Nilai-nilai Keluarga: Pentingnya Pola Asuh Anak dan Pembentukan Karakter
Degradasi nilai-nilai keluarga menjadi isu signifikan dalam masyarakat modern, ditandai dengan penurunan moral dan etika pada generasi muda akibat pengaruh globalisasi, teknologi, dan perubahan pola hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak serta faktor-faktor yang menyebabkan degradasi nilai-nilai keluarga. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari wawancara dengan tiga responden yang menerapkan pola asuh berbeda: otoriter, demokratis, dan holistik. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh yang demokratis dan konsisten cenderung menghasilkan karakter anak yang stabil dan kuat, sedangkan pola asuh otoriter atau permisif memiliki risiko membentuk karakter yang kurang matang. Tantangan utama dalam menjaga nilai-nilai keluarga meliputi pengaruh media sosial, perubahan peran gender, dan tekanan ekonomi. Selain itu, komunikasi terbuka dalam keluarga serta lingkungan rumah yang positif menjadi faktor kunci dalam membentuk karakter anak yang tangguh dan berintegritas.Kata kunci: Degradasi; Pola Asuh; Keluaga
STUDI LITERATUR KETERGANTUNGAN EMOSIONAL MAHASISWA FATHERLESS
Fenomena fatherless atau ketidakhadiran sosok ayah dalam kehidupan anak menjadi isu yang semakin menonjol di Indonesia. Mahasiswa yang tumbuh dalam kondisi fatherless sering kali mengalami tantangan psikologis yang kompleks, salah satunya berupa ketergantungan emosional. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara kondisi fatherless dengan kecenderungan ketergantungan emosional pada mahasiswa. Melalui telaah pustaka dari berbagai sumber nasional dan internasional, ditemukan bahwa ketidakhadiran ayah dalam masa perkembangan individu berdampak pada pembentukan regulasi emosi, harga diri, dan kemampuan menjalin relasi sosial. Ketergantungan emosional pada mahasiswa fatherless dapat muncul dalam bentuk kebutuhan akan validasi, rasa aman, serta kesulitan mengambil keputusan secara mandiri. Temuan ini mempertegas pentingnya pemahaman terhadap aspek emosional mahasiswa yang mengalami fatherlessness sebagai landasan dalam perancangan intervensi psikososial dan layanan bimbingan di perguruan tinggi.Kata kunci: fatherless; ketergantungan emosional; mahasiswa; perkembangan psikologis; studi literaturThe phenomenon of fatherlessness, or the absence of a father figure in a child's life, has become an increasingly prominent issue in Indonesia. Students who grow up in fatherless conditions often experience complex psychological challenges, one of which is emotional dependence. This literature review aims to examine the relationship between fatherlessness and the tendency toward emotional dependence in students. Through a review of various national and international sources, it was found that the absence of a father during an individual's developmental period impacts the formation of emotional regulation, self-esteem, and the ability to establish social relationships. Emotional dependency in fatherless students may manifest as a need for validation, a sense of security, and difficulty making decisions independently. These findings emphasize the importance of understanding the emotional aspects of students experiencing fatherlessness as a foundation for designing psychosocial interventions and counseling services in higher education institutions. Keywords: fatherlessness; emotional dependency; students; psychological development; literature revie
Dampak Strict Parents Terhadap Perilaku Remaja
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pola asuh strict parents terhadap perilaku sosial remaja, baik dampak positif maupun negatifnya. Pola asuh strict parents ditandai dengan kontrol tinggi, aturan ketat, dan harapan disiplin yang tinggi dari orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dengan wawancara mendalam pada tiga responden berusia 18-20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh strict parents memiliki dampak positif, seperti membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, fokus pada pencapaian tujuan, dan menjauhkan anak dari pengaruh negatif. Namun, dampak negatifnya mencakup pembatasan eksplorasi diri, menurunnya kemandirian dan kepercayaan diri, serta potensi gangguan kesehatan mental dan hubungan sosial. Kesimpulannya, meskipun pola asuh ini dapat memberikan manfaat tertentu, fleksibilitas dalam pengasuhan diperlukan untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada orang tua, pendidik, dan konselor untuk mengadopsi pola asuh yang lebih responsif dan seimbang.Kata Kunci : Pola asuh strict parents, Perilaku sosial remaja, Dampak positif dan negati
Peningkatan Kemandirian Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 1 Plantungan Dipengaruhi Peran Orang Tua
Latar belakang dalam penelitian ini adalah pentingnya peran orang tua terhadap kemandirian belajar siswa di kelas VIII SMP N 1 Plantungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua terhadap kemandirian belajar siswa di kelas VIII SMP N 1 Plantungan. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII di SMP N 1 Plantungan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian berjumlah 30 siswa. Pengambilan data dengan menggunakan skala peran orang tua dan kemandirian belajar siswa. Teknik analisis data dengan menggunakan rxy product moment.Berdasarkan hasil dari penelitian dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepercayaan diri dan penyesuian diri siswa kelas VIII SMP N 1 Plantungan. Hal ini ditunjukkan dari hasil statistik dengan menggunakan uji korelasi pearson product moment memperoleh Hasil ini dibuktikan dengan uji korelasi product moment, diperoleh nilai korelasi rhitung 0,4506. Sedangkan rtabel untuk jumlah sampel adalah 30 dengan taraf signifikansi 5% didapat sebesar 0,361. Oleh karena itu, rhitung ˃ rtabel. Sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh antara peran orang terhadap kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP N 1 Plantungan. Dengan demikian menunjukkan bahwa semakin tinggi peran orang tua siswa maka semakin tinggi pula kemandirian belajar siswa. Saran bagi siswa hendaknya memiliki kemandirian belajar yang baik supaya mencapai hasil yang optimis dan maksimal
Efektivitas model PBL berbantuan komik digital terhadap kemampuan penyelesaian soal cerita matematika
Mathematical story problems are questions with a higher level of difficulty compared to using mathematical models directly. Many students encounter obstacles when understanding and solving story problems. Innovation of learning models and media is essential to develop students' capabilities in resolving mathematical story problems. The model and media that are usable PBL assisted with digital comics. This ressearch was undertaken to asses effectiveness PBL assisted by digital comics on students' abilities in solving story problems. This ressearch applies a statistical framework through the single-group pretest-posttest experimental method. Participant within this research were 24 students of grade 3 of SDN 3 Dermolo. The sample selection technique in this study applied saturated sampling. Data were analyzed through normality testing, homogeneity testing and paired sample t-test. Results obtained from paired sample t-test showed a Sig (2-tailed) value = 0.000, which means it under 0.05. T-count amount obtained was -5.987, which means it exceeded the t-table of 1.717. This research shows the implementing PBL assisted by digitals comics can enhance students' skill in solving story problems. The improvement is observable through the results of the pre-test, post-test and the results of the paired sample t-test which increased
ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS MENGGUNAKAN METODE PICTURE AND PICTURE PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV DI SD NEGERI JEPARA KULON 04
Penelitian ini membahas tentang analisis kemampuan menulis menggunakan metode picture and picture. Latar belakang penelitian ini yaitu peserta didik pada tingkat SD masih mengalami kesulitan dalam menulis menggunakan Bahasa Inggris. Ini disebabkan oleh kurangnya kosakata mereka dalam Bahasa Inggris. Tujuan dari penelitiaan ini adalah 1) untuk menganalisis kemampuan menulis anak dengan metode picture and picture pada pembelajaran Bahasa Inggris Unit 1 ( What are you doing? ) Kelas IV SD Negeri Jepara Kulon 04. 2) Untuk Menganalisis faktor pendukung dan penghambat kemampuan menulis anak dengan metode picture and picture picture pada pembelajaran Bahasa Inggris Unit 1 ( What are you doing? ) Kelas IV SD Negeri Jepara Kulon 04. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini bahwa proses kemampuan siswa dalam menulis Bahasa Inggris dengan menggunakan metode picture and picture berjalan dengan baik dimana siswa menunjukan antusias mereka dalam mengikuti pembelajaran. Hasil menulis dengan menggunakan metode picture and picture sangat baik karena memiliki rata-rata 84 yang termasuk dalam kriteria baik. Faktor pendukung dalam metode ini adalah kemauan dan motivasi siswa karena siswa cenderung lebih aktif terlibat dalam proses menulis. Sedangkan faktor penghambat dalam metode ini adalah pemilihan gambar yang relevan. Berdasarkan dari hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah mengeksplorasi penggunaan jenis gambar dan media visual untuk menentukan jenis gambar yang paling efektif untuk merangsang kreativitas dan ketrampilan menulis siswa
MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI LUAS JAJARGENJANG KELAS V SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN METODE CRI
Penelitian dilatarbelakangi kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran Matematika. Selain itu, beberapa siswa kesulitan memahami materi jajargenjang di sekolah dasar. Tujuan penelitian adalah: (1) untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami pada materi luas jajargenjang siswa kelas V; dan (2) untuk menganalisis penyebab terjadinya miskonsepsi pada materi luas jajargenjang siswa kelas V. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yaitu mendeskripsikan pengalaman atau fenomena yang dialami oleh seseorang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan kredibilitas data dengan trianggulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa teridentifikasi memiliki mikonsepsi sistematis sebanyak 17 kali, miskonsepsi hitung sebanyak 43 kali, miskonsepsi konsep sebanyak 6 kali, dan miskonsepsi terjemahan sebanyak 2 kali. Hasil metode CRI, diketahui siswa tidak paham konsep sebesar 19%, mengalami miskonsepsi sebesar 23%, dan paham konsep sebesar 58%; dan (2) penyebab terjadinya miskonsepsi, yaitu pada siswa dan konteks. Pada siswa terjadi karena siswa masih mengalami kesulitan pemahaman awal materi luas jajargenjang. Beberapa kesulitan dalam memahami materi tersebut. Pada konteks, siswa kesulitan dalam melakukan perkalian. Saran penelitian adalah siswa hendaknya lebih giat dalam latihan menghitung menggunakan perkalian, sehingga dapat mengerjakan soal luas jajargenjang dengan benar