Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
Pendampingan Usaha Mikro dalam Peningkatan Produksi dan Perbaikan Teknik Pengemasan Produk Teh Fermentasi Kombucha
Pengabdian kepada masyarakat “Program Dosen Pendamping Wirausaha Masyarakat” telah dilaksanakan pada kelompok Usaha Mikro Kecil “Huma Fermentasi” di Kota Palangka Raya. Usaha produk teh fermentasi ini terbilang masih baru namun cukup banyak peminatnya di Kota Palangka Raya. Pembuatan teh fermentasi membutuhkan waktu 7-14 hari. Mitra hanya mampu memproduksi sebanyak 1-2 kali dalam setiap waktu fermentasi dengan produksi rata-rata 30-40 botol atau sekitar 7,5-10 liter pada setiap periode fermentasi. Selain itu pengemasan produk fermentasi dari mitra masih menggunakan bahan baku plastik yang belum diketahui sertifikasi food grade-nya. Proses pemberian label (labeling) dan penyegelan (sealing) masih manual, serta tidak ada pemberitahuan aturan konsumsi. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu mitra dalam meningkatkan produksi dengan lebih efektif dan efisien serta pengemasan yang sesuai dengan standar pengelolaan pangan. Metode kegiatan terdiri dari: (1) peningkatan produksi secara kuantitatif, (2) peningkatan produksi secara kualitatif, dan (3) perbaikan teknik pengemasan produk. Hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan antara lain meliputi: (1) penambahan sarana penunjang, (2) membangun kerjasama dengan supplier, (3) mengikutsertakan mitra dalam pelatihan pembuatan kombucha, (4) pendampingan produksi kombucha, (5) administrasi usaha mitra, (6) melatih teknik pengemasan, dan (7) monitoring dan evaluasi dilakukan pada bulan ke-1 setelah intervensi, setiap 2 minggu sekali
Peran Kampung Batik Cibuluh dalam Penguatan Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan UMKM Lokal Bogor
Kampung Batik Cibuluh di Kota Bogor, Jawa Barat, bukan hanya menjadi destinasi wisata budaya, tetapi juga pusat penggerak ekonomi kreatif berbasis UMKM. Keberadaannya berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui produksi batik khas, diversifikasi produk turunan, serta pembukaan lapangan kerja baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Kampung Batik Cibuluh dalam memperkuat ekonomi kreatif lokal, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pengembangan UMKM batik, serta merumuskan strategi keberlanjutan usaha. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam dengan pengrajin batik, pengelola UMKM, dan perangkat desa, serta observasi lapangan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik dan matriks SWOT untuk mengeksplorasi faktor internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi ekonomi kreatif Kampung Batik Cibuluh terlihat dari meningkatnya pendapatan masyarakat, penguatan peran perempuan dalam usaha kreatif, serta diversifikasi produk batik ke berbagai bentuk fashion dan kerajinan. Namun, terdapat tantangan berupa keterbatasan akses modal, kurangnya promosi digital, serta persaingan ketat dengan batik printing. Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya strategi branding kolektif, penguatan kapasitas digital UMKM, serta kemitraan lintas sektor untuk menjamin keberlanjutan usaha batik lokal
Lampu Penerangan Tenaga Surya untuk Pendayagunaan Panggung Kesenian Desa Tulusbesar Tumpang Malang
Dinas Pariwisata Kabupaten Malang telah menetapkan Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang sebagai Desa Binaan Wisata Seni Budaya. Desa ini juga menjadi salah satu desa mitra Politeknik Negeri Malang. Beberapa sarana kesenian telah berdiri di desa ini, salah satunya adalah panggung kesenian. Akan tetapi, panggung kesenian tersebut belum memiliki penerangan yang memadai sehingga belum dapat digunakan pada malam hari. Untuk lebih meningkatkan pemanfaatan panggung kesenian dan mencegah terjadinya aktivitas negatif pada malam hari, maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemasangan lampu penerangan bertenaga surya. Lampu dipasang setinggi 5m di sisi kanan dan kiri panggung masing-masing berdaya 1500W 5500mAH berukuran 18x63cm. Untuk mempercepat pengerjaan dan turut serta memberdayakan UMKM setempat, maka dilakukan pembangunan dan pemasangan tiang lampu dengan melibatkan Las AHADD yang ada di desa tersebut. Berdasarkan hasil angket kepada enam responden warga desa, diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan pengabdian telah terlaksana sesuai sasaran, mampu memberikan solusi, dan mitra merasa puas dengan hasil pengabdian
Implementasi Kontrol Temperatur untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi dan Kualitas Minyak Kelapa Murni pada Kelompok Usaha Maloppo
Kelompok Usaha Maloppo merupakan usaha mikro yang bergerak dalam produksi minyak kelapa murni di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Meskipun produk yang dihasilkan telah memiliki sertifikat halal dan berpotensi besar di pasaran, proses produksi masih menggunakan metode tradisional sehingga menyebabkan suhu pemanasan tidak stabil, kualitas produk tidak konsisten, dan masa simpan singkat. Selain itu, pemasaran masih terbatas pada pasar tradisional tanpa memanfaatkan media digital. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan proses produksi serta memperkuat kapasitas pemasaran melalui penerapan teknologi tepat guna dan strategi digital. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan evaporator berbasis IoT mampu meningkatkan konsistensi produk, membuat minyak lebih jernih dan beraroma segar, serta memperpanjang masa simpan hingga dua bulan. Kapasitas produksi juga meningkat sekitar 40%. Dari sisi pemasaran, penerapan digital marketing memungkinkan mitra memanfaatkan media sosial seperti Facebook, WhatsApp Business, dan TikTok untuk promosi dengan konten yang lebih menarik. Perubahan ini memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan interaksi dengan konsumen. Dengan demikian, integrasi teknologi tepat guna dan strategi digital marketing berkontribusi signifikan terhadap pemberdayaan UMKM lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat
Peningkatan Literasi Gizi Seimbang Berbasis Permainan Interaktif Melalui Playbook Nutrition
Literasi mengenai gizi seimbang menjadi hal yang diperlukan sebagai pemahaman dalam pemenuhan gizi bagi anak-anak di masa pertumbuhannya. Literasi gizi seimbang memiliki urgensi yang tinggi dalam mendukung dan menciptakan generasi yang memiliki wawasan, pengetahuan, dan kepekaan terhadap gizi seimbang. Pada usaha untuk meningkatkan literasi, rumah baca seharusnya dapat menjadi peluang yang tepat. Sayangnya, tingkat literasi di Omah Baca Nur Mizan, Kabupaten Magelang mengalami penurunan akibat kurangnya preferensi buku bacaan yang dapat menarik minat anak-anak. Atas permasalahan tersebut, dilakukan wawancara dan observasi untuk mengetahui kebutuhan dari mitra. Pada akhirnya, muncul sebuah inovasi tentang media literasi interaktif untuk meningkatkan minat baca anak-anak di Omah Baca Nur Mizan yang kemudian diberi nama “Play Book Nutrition”. Media literasi ini berisi edukasi tentang gizi seimbang yang disajikan melalui permainan interaktif untuk anak-anak, sehingga memiliki pembeda dari buku-buku konvensional yang telah ada. Play Book Nutrition tidak hanya menjadi buku bacaan semata melainkan dapat melatih kemampuan pemecahan masalah sesuai dengan paradigma belajar masa kini
PENGARUH MINAT BELAJAR SISWA DAN PROSES PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SINGOROJO
Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri siswa maupun dari luar. Dua faktor yang diduga memiliki peran penting adalah minat belajar siswa dan proses pembelajaran. Di beberapa sekolah dasar, masih ditemukan rendahnya capaian akademik siswa yang diduga disebabkan oleh kurangnya minat belajar dan rendahnya kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar siswa dan proses pembelajaran terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar di Kecamatan Singorojo, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD se-Kecamatan Singorojo, dengan jumlah sampel sebanyak 152 siswa yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, korelasi Pearson, dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (koefisien regresi = 0,567; sig. = 0,000), begitu pula dengan proses pembelajaran (koefisien regresi = 0,093; sig. = 0,031). Secara simultan, minat belajar dan proses pembelajaran memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,589, yang berarti 58,9% variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa dan proses pembelajaran merupakan faktor yang penting dan saling melengkapi dalam meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, upaya peningkatan hasil belajar perlu difokuskan pada strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan minat belajar siswa dan memperkuat kualitas proses pembelajaran di kelas
PENGELOLAAN SEKOLAH BERBASIS DIGITAL PADA SEKOLAH PENGGERAK DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
Tujuan penelitian 1) mengetahui perencanaan digitalisasi kinerja sumber daya guru yang memengaruhi efektivitas perencanaan dan pencapaian tujuan pendidikan, 2) mengetahui digitalisasi pengembangan profesional sumber daya guru, 3) mengetahui evaluasi digitalisasi dalam penilaian kinerja sumber daya guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian berlokasi di Sekolah Dasar Negeri Prampelan 1 Kecamatan Sayung Kabupaten Dema pada bulan Mei - Juli 2025. Pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) perencanaan digitalisasi kinerja sumber daya guru memengaruhi efektivitas perencanaan dan pencapaian tujuan pendidikan meliputi a) analisis kebutuhan sekolah; b) Pembentukan tim; c) Perencanaan anggaran; d) Perencanaan sumberdaya manusia; e). perencanaan anggaran; f). perencanaan RKJM, RKT, RKAS. (2) pelaksanaan digitalisasi diantaranya a) Kegiatan pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis digital; b) penggunaan media digital seperti aplikasi WhatsApp, jaringan wifi dan proyektor serta laptop. c) pemanfaatan digital untuk tugas siswa dengan mengembangkan materi dan menjawab soal-soal dari guru yang diselesaikan secara mandiri. (3) evaluasi dan pengawasan digitalisasi dalam penilaian kinerja sumber daya guru diantaranya meliputi pengawasan internal dilakukan kepala sekolah dan pengawas, kemudian pengawasan eksternal dilakukan komite sekolah, dilihat dari teknis pengawasan dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pengawasan langsung yang bersifat teknis dan pengawasan tidak langsung dalam bentuk laporan. Selain itu pengawasan 1) standar penilaian; 2) asesmen; 3) hasil penilaian berupa rapot projek; 4) tindak lanjut dari kegiatan project
MENENUN BUDAYA MUTU MELALUI LITERASI DIGITAL: INOVASI MANAJEMEN STRATEGIS DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Perkembangan teknologi digital telah menyebabkan perubahan besar dalam sektor pendidikan, yang mengharuskan adanya penyesuaian strategis untuk menciptakan budaya kualitas yang sesuai dengan kebutuhan abad ke-21. Dalam artikel ini, akan dibahas cara mengoptimalkan literasi digital sebagai strategi inovatif untuk membangun dan mengembangkan budaya kualitas di dunia pendidikan. Literasi digital mencakup lebih dari sekadar keterampilan teknis dalam mengakses dan menggunakan teknologi informasi; ini juga menggambarkan kemampuan berpikir kritis, etika dalam dunia digital, dan kolaborasi di ruang maya. Tujuan artikel ini yaitu akan melihat sejauh mana literasi digital dilakukan dengan menenun budaya mutu sehingga berdampak kepada lembaga pendidikan. Metode yang digunakan yaitu studi kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengintegrasian literasi digital dalam pendidikan mampu menciptakan lingkungan belajar yang responsif, partisipatif, dan berfokus pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Oleh karena itu, meningkatkan literasi digital di antara guru, siswa, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk membangun budaya kualitas yang kuat di era digital. Maka kesimpulannya dengan menenun budaya mutu dengan pendekatakan manajemen strategis meningkatkan lembaga pendidikan secara optimal
IMPLEMENTASI PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN KARAKTER BERNALAR KRITIS
Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan dalam membentuk karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, terutama di era globalisasi yang penuh disrupsi informasi. Rendahnya kemampuan bernalar kritis siswa, seperti lemahnya analisis isu kompleks dan kerentanan terhadap hoaks, menjadi fenomena yang mengemuka. Di SMP Negeri 1 Gunungwungkal, implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) belum dievaluasi secara mendalam terkait efektivitasnya dalam mewujudkan karakter bernalar kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi P5 dalam mewujudkan karakter bernalar kritis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah, observasi partisipatif terhadap kegiatan P5, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik (thematic analysis) dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber dan metode digunakan untuk memastikan keabsahan data. Implementasi P5 di SMP Negeri 1 Gunungwungkal menunjukkan dampak positif dalam mengembangkan karakter bernalar kritis siswa, seperti peningkatan kemampuan analisis, evaluasi argumen, dan pengambilan keputusan berbasis data. Namun, tantangan seperti keterbatasan sarana prasarana, waktu, dan kapasitas guru menghambat optimalisasi proyek. Kegiatan P5 yang berbasis kearifan lokal dan kolaboratif, seperti diskusi terpimpin dan proyek lingkungan, terbukti efektif dalam menstimulasi nalar kritis. Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan holistik dan adaptif, serta perlunya pelatihan guru dan pengembangan instrumen asesmen yang terstandarisasi.Kata Kunci : Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5); nalar kritis; pembelajaran kontekstual; pendidikan karakte
MANAJEMEN PROGRAM ADIWIYATA DALAM MENINGKATKAN BUDAYA BERWAWASAN LINGKUNGAN DI MAN 1 LAMPUNG BARAT
Program Adiwiyata adalah inisiatif pemerintah untuk mendirikan sekolah yang sadar lingkungan dan berwawasan budaya melalui pendidikan lingkungan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Program Adiwiyata di MAN 1 Lampung Barat menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Program Adiwiyata meliputi perencanaan (penyusunan RKAS, kurikulum terpadu, dan kader Adiwiyata), organisasi (pembentukan tim dan pembagian tugas), implementasi (pembelajaran terpadu, kegiatan partisipatif, dan jaringan kerja), serta pengawasan (internal dan eksternal). Program ini berhasil meningkatkan budaya ramah lingkungan di sekolah, dengan pencapaian penghargaan Adiwiyata tingkat nasional. Kesimpulan menunjukkan efektivitas manajemen dalam membentuk karakter yang peduli lingkungan, dengan implikasi bagi sekolah lain untuk mengadopsi model serupa guna mendukung pembangunan berkelanjutan