Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
Exploration of Cultural Values in the Blarak-Blarak Sempal Game: Semiotics of Riffaterre
This research is motivated by the existence of traditional games, namely the blarak-blarak sempal game. The purpose of this study is to describe the symbols and singing verses in the blarak-blarak sempal game. This study uses qualitative research with a descriptive method. The data taken is in the form of words, phrases, clauses, or sentences from symbols and verses sung by the blarak-blarak sempal game. The results of this study are in the form of signification in symbols and singing verses in blarak-blarak sempal using Riffaterre's semiotic theory, namely matrices, models, variants, hypograms, and heuristic and hermeneutic readings. Based on the semiotic readings of Riffaterre, several symbols such as coconut coir, rotate, hold, leg, and balance were found. In the poems, data such as blarak, inciki, mendal, keplere, sandhung, jekluk, and jenang are found. The symbols and verses of the songs found have significant cultural values such as the value of pleasure or joy, the value of cohesiveness, the value of patience, the value of friendship, the value of leadership, the value of cooperation, the value of togetherness, the value of courage, the value of appreciation, and the value of responsibility. The results of this study reveal various components of cultural values in the blarak-blarak sempal game that show the meaning of interpretation in the symbols and songs sung in the game, especially in the context of Javanese culture
Analysis of Atmospheric Conditions During Heavy Rain Using Adiabatic Lapse Rate in Tangerang City
This study aims to understand the rate of temperature decrease in atmospheric conditions and determine the comparison between atmospheric stability and rainfall in Tangerang City using daily rainfall data and upper air data for the period 2019 to 2023. The data was obtained from Soekarno-Hatta Meteorological Station. The results of the analysis showed that the highest rainfall occurred in February 2020, with a total of 23 rainy days. In addition, lapse rate analysis indicates that atmospheric conditions are in a conditionally unstable state for 25 days. However, there is a difference between the number of rainy days and the number of days with unstable conditions, indicating that atmospheric instability does not always lead to precipitation. This study explains that although rain occurs under unstable atmospheric conditions, not all unstable conditions produce rain. Therefore, this study recommends the need for further studies to understand the complex interactions between meteorological factors that influence heavy rainfall phenomena in the region.Keywords: atmosphere, lapse rate, precipitatio
Kajian Literatur : Penggunaan Simulasi PhET dalam Pembelajaran Fisika
Kajian literatur ini bertujuan untuk mengkaji literatur terkait penggunaan simulasi PhET pada pembelajaran fisika seperti halnya (1) menganalisis model pembelajaran yang paling sesuai untuk dikombinasikan dengan simulasi PhET, (2) mengidentifikasi materi fisika yang paling cocok dan sering menggunakan simulasi PhET dalam pembelajaran, serta (3) mengkaji kemampuan dan keterampilan siswa yang dapat dikembangkan melalui penggunaan simulasi PhET pada pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis data dari artikel jurnal nasional terindeks seperti Google Scholar. Hasil dari kajian literatur ini menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran yang paling sesuai jika diintegrasikan dengan simulasi PhET dalam pembelajaran fisika adalah model Problem Based Learning (PBL), (2) materi yang paling banyak menggunakan simulasi PhET sebagai media ajar virtual adalah elastisitas dan Hukum Hooke, serta (3) penerapan simulasi PhET dalam pembelajaran fisika terbukti dapat meningkatkan keterampilan proses sains, kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan memperdalam pemahaman konsep terhadap materi. Kesimpulannya, simulasi PhET memiliki potensi besar untuk mendukung pembelajaran fisika yang lebih efektif dan interaktif
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pasing Bawah Bola Voli Siswa kelas X SMAN 11 Semarang
The purpose of this study is the influence of the Teams Games Tournament (TGT) type cooperative model on volleyball bottom passing learning outcomes. This study is a quantitative research that uses an experimental approach with a Teams Games Tournament (TGT) type cooperative learning model. The sampling technique applied is purposive sampling. This study uses a test as an instrument, the test used is the Brumbach Forearm Pass Wall Volley Test. The normality test, homogeneity test, and hypothesis test are the analyses used in this study. Information was obtained that in volleyball underpass skills before the Teams Games Tournament (TGT) type cooperative learning, the lowest score was 40, the highest score was 90, and the average was 65. In the lower passing skills after the Teams Games Tournament (TGT) type cooperative learning, the lowest score was 50, the highest score was 100, and the average was 77. This is also proven based on the comparison of the significance value obtained a score of 0.000 less than the reference of the significance norm of 0.05. The category of the level of learning outcomes of passing volleyball under Class X of SMA Negeri 11 Semarang before being given cooperative learning treatment of the Teams Games Tournament (TGT) type. Based on the results of the study, the conclusion in this study is that the application of learning using Teams Games Tournament (TGT) type cooperative learning to bottom passing in volleyball games in grade X students of SMA 11 Semarang increased by an average of 17.51%
Identifikasi Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Kelas X SMA Negeri 11 Semarang Melalui Pembelajaran Cultularry Responsive Teaching (CRT) dan Teaching at The Right Level (TARL)
The purpose of this research is to identify the learning motivation and learning outcomes of physical education, sports and health subjects in grade X students of SMA Negeri 11 Semarang through a game learning model based on Cultularry Responsive Teaching (CRT) compared to Teaching at The Right Level (TARL). This research is categorized as a quantitative research that uses a survey design approach. The sampling technique applied is purposive sampling. The sample of this study is 62 students in class X.4 and class X.2. The instruments in this study used 2 instruments, namely questionnaires and tests. Descriptive statistics, and hypothesis tests are some of the analyses used in this study. The results of the study obtained information that in the aspect of motivation there was a difference in the average score of 4.83. The results of the differential test showed that the score of 0.001 was less than 0.05, meaning that there was a significant difference in learning motivation between the game learning group based on Cultularry Responsive Teaching (CRT) and the Teaching at The Right Level (TARL) learning model. Meanwhile, the learning outcomes differed in average score of 17.82. The result of the test with a score difference of 0.001 is less than 0.05, meaning that there is a difference in the learning outcomes of Cultularry Responsive Teaching (CRT) with the Teaching at The Right Level (TARL) learning model. learning motivation and learning outcomes of physical education, sports and health in grade X students of SMA Negeri 11 Semarang experienced significant differences from learning games based on Cultularry Responsive Teaching (CRT) with Teaching at The Right Level (TARL) learning. Learning motivation in the high category of Cultularry Responsive Teaching (CRT)-based game learning group and the teaching at The Right Level (TARL) learning model group of 63 are also included in the high category
Peningkatan Literasi Digital di Kalangan Siswa Internasional Melalui Pelatihan Microsoft Office
Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan digital siswa di Sekolah Kebangsaan Syeikh Mohd Idris Al-Marbawi, Malaysia. Masalah utama yang dihadapi sekolah ini adalah kurangnya akses siswa terhadap komputer dan aplikasi dasar seperti Microsoft Word. Melalui pelatihan intensif yang diberikan oleh Universitas Muslim Indonesia, siswa dibekali dengan keterampilan dasar penggunaan komputer dan aplikasi Microsoft Word. Pelatihan mencakup pengenalan perangkat keras dan perangkat lunak, serta praktik penggunaan fitur Microsoft Word, mulai dari dasar hingga fitur lanjutan seperti Word Art dan pengaturan kolom.Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan digital siswa sesudah pelatihan. Selain itu, sebagai luaran dari program ini, panduan pengantar komputer yang dapat digunakan oleh siswa secara berkelanjutan. Program ini berhasil meningkatkan literasi digital siswa dan diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain. Tantangan yang dihadapi adalah tingkat pemahaman siswa yang beragam, namun hal ini diatasi dengan sesi pendampingan dan konsultasi intensif
Bimbingan Teknis Kolaborasi Multipihak dalam Pengembangan Ketersediaan Pakan Sapi Pedaging melalui Focus Group Discussion di Kabupaten Konawe
Upaya penguatan ketersediaan pakan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif menjadi langkah penting dalam mendukung keberlanjutan usaha peternakan di suatu wilayah. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan kolaborasi multipihak dalam pengembangan ketersediaan pakan sapi pedaging melalui Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Konawe. Kegiatan FGD ini dilaksanakan selama sebulan, pada bulan Agustus tahun 2025. Lokasi kegiatan dilaksanakan pada salah satu wilayah titik sentra produksi sapi pedaging terbanyak di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu Kabupaten Konawe. Lokasi tersebut menjadi tempat pertemuan atau perwakilan semua stakholder terkait. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan pelaksanaan, meliputi persiapan kegiatan dan pelaksanaan FGD. Data yang diperoleh dari informasi dan survei lapangan akan dianalisis menggunakan metode deskriptif. Metode ini bertujuan untuk menyajikan deskripsi yang sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta, gejala atau kejadian yang diamati. Hasil FGD menunjukkan bahwa Kabupaten Konawe memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan sapi potong, terutama dari sisi ketersediaan lahan, sumber daya alam, dan limbah pertanian sebagai bahan pakan. Namun, masih terdapat kendala seperti rendahnya kualitas pakan, pengelolaan tradisional, serta keterbatasan pengetahuan dan infrastruktur. Strategi yang tepat meliputi pemanfaatan HIP melalui teknologi, integrasi tanaman-ternak, peningkatan kapasitas peternak, serta perlindungan lahan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor, ketahanan pakan ternak dan produktivitas peternakan dapat ditingkatkan secara berkelanj
Pencegahan Stunting pada Balita melalui Edukasi dan Inovasi Pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pisang Barongko sebagai Pangan Lokal untuk Mendukung Tumbuh Kembang Balita di Desa Sidorejo
Tingginya kasus stunting di Desa Sidorejo mendorong dilakukannya program pengabdian masyarakat yang berfokus pada edukasi gizi dan pelatihan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, yaitu pisang Barongko. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua tentang pencegahan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pengukuran status gizi, edukasi interaktif, dan praktik pembuatan serta distribusi PMT. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran dan perubahan positif dalam praktik pemberian makan, meskipun secara statistik tidak signifikan (p = 0,120). Namun, stunting tetap terjadi karena faktor non-gizi seperti pola asuh dan rendahnya partisipasi posyandu. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik yang melibatkan keluarga, layanan kesehatan, dan kebijakan adaptif berbasis budaya untuk menurunkan stunting secara efektif
Simulasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sebagai Bagian Literasi SPAB di SD N Wonolelo 3
Kegiatan pengabdian masyarakat penguatan literasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam manajemen kebencanaan melalui penerapan SPAB di SD Negeri Wonolelo 3 Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Metode pengabdian yang digunakan pada pengabdian ini adalah pendampingan simulasi mitigasi bencana. Fokus dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendampingan pelatihan P3K, pendampingan pemberdayaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan pengadaan alat peraga kebencanaan. Kegiatan dilakukan secara bertahap pada bulan Oktober 2024. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan simulasi P3K ini berdampak pada pengetahuan dan keterampilan guru dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan dan pendayagunaan UKS di sekolah
Pelatihan dan Sosialisasi Aplikasi Berbasis Android untuk Gereja Bethany Lampung dalam Menyongsong Era Digital
Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak signifikan bagi berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor keagamaan. Gereja Bethany Lampung menghadapi tantangan dalam memfasilitasi kebutuhan rohani jemaat yang semakin kompleks di era digital. Untuk mengatasi masalah ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melatih jemaat menggunakan aplikasi berbasis Android, Bethany Lampung App, yang dirancang untuk mempermudah akses pada layanan doa, konseling, dan pendaftaran sakramen. Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 Agustus 2024 yang dihadiri oleh 19 peserta jemaat Gereja Bethany Lampung. Metode yang diterapkan meliputi analisis kebutuhan, perancangan aplikasi, implementasi, pelatihan, serta evaluasi dengan System Usability Scale (SUS). Dari hasil evaluasi, aplikasi ini memperoleh skor rata-rata SUS sebesar 74,7%, menunjukkan penerimaan yang baik di kalangan jemaat. Melalui pelatihan yang interaktif, jemaat Gereja Bethany Lampung mampu memahami dan menggunakan aplikasi dengan efektif. Kegiatan ini berhasil memberikan solusi berbasis teknologi yang relevan dan memperkuat ikatan komunitas gereja, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan jemaat dalam berbagai aktivitas rohani