Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Inovasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Maros
Kabupaten Maros di Sulawesi Selatan memiliki potensi besar dalam sektor UMKM yang berfokus pada pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan. Artikel ini membahas upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan inovasi UMKM untuk mengatasi tantangan keterbatasan teknologi, informasi, dan akses modal. Pemerintah Kabupaten Maros telah meluncurkan berbagai program untuk mendukung UMKM, termasuk pelatihan keterampilan, skema pembiayaan yang fleksibel, dan fasilitasi pemasaran digital. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, dan organisasi non-pemerintah dinilai sangat penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan keberlanjutan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk dan proses produksi, peningkatan akses modal, serta pengembangan jaringan pasar melalui platform digital merupakan kunci peningkatan daya saing UMKM di Kabupaten Maros. Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, pemberdayaan UMKM diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memberikan dampak positif pada berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi
ANALISIS SPASIAL KEJADIAN TUBERKULOSIS DENGAN ASPEK KESEHATAN LINGKUNGAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUNDURAN KABUPATEN BLORA TAHUN 2021
Abstrac One of the infectious diseases that causes tuberculosis is Mycobacterium tuberculosis, which is still a health problem in Indonesia. The number of Tuberculosis cases in Kunduran District is 28 cases in 2021. The purpose of this study is to spatially analyze the distribution of Tuberculosis cases in the Kunduran Health Center Work Area based on age, gender, education, occupation, smoking habits, alcohol consumption habits, environmental conditions of patients which includes house ventilation, house floor type, house wall type, temperature, house occupancy density, and humidity.Observational research with the interview method is the type of research used in this study. The population in this study were all tuberculosis patients. Tuberculosis patients with complete addresses were used as research samples. Data on pulmonary tuberculosis patients were obtained from the UPTD of the Kunduran Health Center. Respondent identity data obtained from interviews and the location of the coordinates through the Google Maps application. Data analysis was performed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) and Quantum GIS software.The results of the study revealed that the majority of respondents were of productive age (15-64 years) (82.6%), male (60.9%), elementary school education level (56.5%), working (60.9% ), has no history of alcohol consumption (100%), smoking (52.2%), house ventilation that meets the requirements (60.9%), floor of the house that does not meet the requirements (56.5%), walls of the house that do not meet the requirements requirements (52.2%), house temperature that does not meet the requirements (69.6%), occupancy density of houses that meet the requirements (82.6%), humidity that meets the requirements (95.7%). Suggestion: The health office and Puskesmas can provide education on healthy homes and clean and healthy living behavior
KEBHINEKAAN GLOBAL: IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN PANCASILA
Global diversity is one of the important aspects that must be possessed by students. This is stated in the Pancasila Student Profile program. Global diversity will foster a sense of mutual respect, tolerance, and openness to other cultures. Global diversity has four elements, one of which is intercultural communication and interaction. This problem is caused by a lack of understanding of global diversity. The purpose of this study is to see how the application of intercultural communication and interaction as part of global diversity, especially in Pancasila Education. The research method used is a qualitative approach and is descriptive. The application of global diversity, especially the elements of intercultural communication and interaction in Pancasila Education, is in accordance with the provisions of the Ministry of Education and Culture. Meanwhile, from the school side, it is implemented through the title of the P5 work and school activities, namely cultural festivals and cross-cultural discussions. This received a positive response, where students became more confident in appearing in public and representing their respective cultures
PEMBAHARUAN KURKULUM: MATERI, TUJUAN, KOMPETENSI DAN AFEKSI
Pembaruan kurikulum merupakan respons terhadap dinamika globalisasi, perkembangan teknologi, serta kebutuhan akan pendidikan yang lebih holistik dan relevan dengan tuntutan zaman. Pentingnya transformasi kurikulum untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana materi pembelajaran disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan peserta didik, menelaah kembali rumusan tujuan pendidikan agar selaras dengan tuntutan zaman, serta mengidentifikasi kompetensi yang diharapkan tercapai melalui kurikulum yang diperbarui. Metode penelitian yang digunakan Studi literatur untuk menganalisis teori dan model pembaruan dari berbagai tokoh-tokoh seperti UNESCO, Tony Wagner, Pasi Sahlberg, Linda Darling-Hammond, dan Sugata Mitra. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum masa kini harus menekankan keterampilan abad 21, seperti literasi digital, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta etika dan kewirausahaan. Selain itu, pengembangan afeksi melalui kecerdasan emosional, empati, dan pendidikan karakter menjadi aspek esensial dalam menciptakan siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan moral. Dengan demikian, pembaharuan pendidikan menjadi kebutuhan mendesak untuk menyiapkan generasi yang adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi dinamika masyarakat global
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA KURIKULUM MERDEKA DI SMP NEGERI 04 KATEMAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana komunikasi implementasi manajemen pendidikan karakter kurikulum merdeka, (2) mengetahui bagaimana sumber daya implementasi manajemen pendidikan karakter kurikulum merdeka, (3) mengetahui bagaimana disposisi implementasi manajemen pendidikan karakter kurikulum merdeka, (4) mengetahui bagaimana birokrasi implementasi manajemen pendidikan karakter kurikulum merdeka di SMP Negeri 04 Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Propinsi Riau. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) komunikasi pada pendidikan karakter kurikulum merdeka adalah komunikasi intern antara guru dan wali kelas, dengan siswa, dan dengan waka kesiswaan. Komunikasi ekstern dengan komite sekolah, dengan orang tua, dengan Lembaga KPAI, dengan dinas sosial. 2) Sumber daya guru pada pendidikan karakter kurikulum merdeka melalui kegiatan komunitas belajar, pelatihan in house training, serta supervisi kepala sekolah. Salah satu bentuk peningkatan sumber daya guru guna mendukung implementasi kurikulum merdeka pada aspek pendidikan karakter adalah dengan mengikuti kegiatan komunitas belajar. 3) Disposisi atau bentuk dukung dan komitmen guru pada pendidikan karakter kurikulum merdeka diantaranya a) dukungan dan sikap dalam bentuk pembelajaran yang terintegrasi dengan pembiasaan karakter anak; b) dukungan dalam bentuk ide dan gagasan; c) dukungan dalam bentuk sinergitas besama dalam pengawasan peserta didik. 4) Birokrasi pendidikan karakter kurikulum merdeka, mulai dari pendelegasian tugas berdasarkan kompetensi, pembagian sturktur kepengurusan sesuai dengan kebutuhan maupun hierarki kewenangan masing-masing berdasarakan peran, dan aturan main serta mekanisme penangan masalah anak
KONTRIBUSI PERAN KEPALA SEKOLAH DAN PERAN KOMITE SEKOLAH TERHADAP IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG
TANTANGAN DAN STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI IMPLEMENTASI ANBK PADA SDN TEGOWANU 4
Implementasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Sekolah Dasar (SD) menghadapi berbagai tantangan, terutama di sekolah dengan keterbatasan infrastruktur dan literasi digital. Pelaksanaan ANBK di SDN Tegowanu 4 menjadi contoh nyata dari fenomena ini, di mana meskipun telah dilakukan simulasi dan gladi bersih, hambatan seperti ketersediaan perangkat, konektivitas internet, dan beban administratif guru masih mengganggu optimalisasi asesmen. Selain itu, pemanfaatan hasil ANBK untuk perbaikan pembelajaran belum berjalan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan ANBK di SDN Tegowanu 4 serta mengidentifikasi hambatan dan strategi yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis hasil asesmen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ANBK telah dilaksanakan dengan melibatkan guru dan siswa, tantangan utama meliputi keterbatasan perangkat teknologi, konektivitas internet, dan beban kerja guru. Di sisi lain, pemanfaatan hasil asesmen untuk perencanaan pembelajaran belum optimal. Strategi yang direkomendasikan mencakup pelatihan guru dalam analisis hasil ANBK, integrasi data asesmen ke dalam Modul Ajar dan asesmen formatif, serta penguatan peran kepala sekolah dalam manajemen mutu berbasis data. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah dasar dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan ANBK dan kualitas pembelajaran
REVOLUSI DIGITAL DAN RASIONALITAS ILMIAH: TINJAUAN FILSAFAT ILMU TERHADAP METODE PEMBELAJARAN MODERN
Revolusi digital telah membawa perubahan fundamental dalam dunia pendidikan, mendorong munculnya metode pembelajaran modern yang lebih cepat, fleksibel, dan berbasis teknologi. Namun, transformasi ini juga menimbulkan tantangan serius, baik secara epistemologis maupun etis. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara kritis dinamika tersebut melalui pendekatan filsafat ilmu, dengan fokus pada rasionalitas ilmiah, validitas pengetahuan, dan integrasi nilai dalam proses pembelajaran. Menggunakan metode studi pustaka (library research), tulisan ini mengkaji kontribusi filsafat terhadap pemahaman paradigma keilmuan dari era positivisme hingga konstruktivisme digital, serta mengeksplorasi cara-cara etis dan rasional dalam merancang metode pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi namun tetap sahih secara ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode pembelajaran modern cenderung terjebak dalam efisiensi instrumental tanpa disertai kedalaman reflektif, sehingga berisiko kehilangan orientasi nilai dan tujuan pendidikan yang humanistik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan filosofis yang menyeluruh guna menyeimbangkan aspek teknis dan etis dalam sistem pembelajaran digital. Artikel ini menyarankan perlunya integrasi antara teknologi, rasionalitas ilmiah, dan tanggung jawab etis sebagai landasan transformasi pendidikan yang berkelanjutan dan bermakna
Eksplorasi etnomatematika dalam menentukan hari sakral di Keraton Kasepuhan Cirebon
Education and culture are two inseparable elements and even mutually support one another. Because culture is a unified whole and is one of the factors that influeence the existence of education, It even applies in a society and education is a fundamental need for every individual in society, Ethomatematics exists to bridge the gap between culture and education, especially in learning mathematics. The purpose of this study was to determine the pattern of calsulating sacred days and their relation to learning mathematics. This reseach is a qualitative type with an ethographic approach method. The data obtained from the results of inteviews with informants, namely expert figures in determining sacred day at the Kasepuhan Palace in Cirebon. Based on the rearch results obtained, there is a pattern for calculating sacred days by adding up the naktu or value of the year, day, market and mont, each of which has a different naktu or value. One of the mathematical elements contained in the pattern of calculating sacred day is the concept of addition and modulo aritmatic. So that the results of the exploration can be linked to the concept of mathematical material
Edukasi Pengetahuan Asupan Cairan dan Status Hidrasi untuk Sekolah Sepak Bola
Dalam bidang olahraga, khususnya sepak bola, pemahaman atlet mengenai gizi dan hidrasi berperan penting dalam menentukan performa dan kesehatan mereka. Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat berdampak negatif pada berbagai aspek kinerja atlet, termasuk kemampuan kognitif dan pembuatan keputusan selama pertandingan. Studi ini dirancang untuk menilai efektivitas program edukasi gizi dalam meningkatkan pengetahuan atlet muda di SSB Kancil Mas Karawang perihal pentingnya hidrasi yang baik. Penelitian menerapkan metode pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan tingkat kesadaran atlet setelah mengikuti sesi edukasi. Hasil dari intervensi tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman mereka tentang gizi olahraga, khususnya terhadap aspek hidrasi, dengan peningkatan rata-rata sebesar 26,6 poin antara skor pre-test dan post-test. Peningkatan ini juga terlihat dalam implementasi praktik hidrasi dalam aktivitas olahraga sehari-hari mereka. Kesimpulannya, program edukasi yang dirancang dengan baik dapat menjadi pendekatan dalam menginformasikan atlet muda mengenai pemenuhan hidrasi yang tepat untuk mendukung peningkatan performa atletik. Diharapkan selanjutnya untuk terus mengembangkan edukasi ini dengan melibatkan lebih banyak atlet, serta menilai dampaknya dalam jangka panjang untuk melihat efektivitasnya pada performa olahraga