Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
    6019 research outputs found

    Framing the Future of Education: Capitalizing the Past, Shaping the Present

    No full text
    Efforts to enhance English language teaching in Indonesia have targeted various aspects of the teaching-learning process. However, this session will concentrate specifically on one crucial factor: the teacher. The focus is based on the understanding that the effectiveness of English instruction is largely influenced by the qualifications and capabilities of the teachers delivering the lessons. A key strategy for improving teacher quality is through in-service teacher training programs. In this session, the presenter will share insights from the LAPIS-EIEP project, which offers valuable lessons on best practices for teacher development. One of the most effective practices highlighted in the project was the integration of both language skills and practical teaching methodologies in the training sessions. This dual approach helped ensure that teachers not only developed their own language proficiency but also gained practical skills for classroom management and lesson delivery. To further enhance the learning experience, the program included peer teaching and supervisory school visits, which provided opportunities for reflective teaching and constructive feedback. These elements allowed teachers to assess and improve their teaching practices in real-time, leading to more effective and meaningful professional development. The session will demonstrate how these practices contributed to the participants' growth as educators and improved their teaching outcomes

    Adaptation of Four Strawberry Varieties at a Land Altitude of 900 Meters ASL with Different Shade

    No full text
    Strawberries are herbaceous plants originating from sub-tropical regions. In Indonesia, which is a tropical climate, Strawberries can adapt well to the highlands of more than 1000 meters above sea level. At present, not much is known about strawberry varieties that are able to adapt to the plains below 1000 masl, so it is necessary to do research to find strawberry varieties that are able to adapt to the plains below 1000 masl. This research was conducted on agricultural land at an altitude of 900 masl in the Ngesrepbalong Village area, Limbangan District, Kendal Regency from September to October 2022. The research design used was a Completely Randomized Design with different types of shading. The treatment used is shading in the form of 50% paranet and 70% paranet. Data will be analyzed statistically with ANOVA and descriptive qualitative analysis. The results showed that the four strawberry varieties were able to adapt to an altitude of 900 meters above sea level with 50-70% paranet shade

    The Development of AKSI (Aktualisasi Siswa) Learning Model to Improve Higher Order Thinking Skills of Natural Science in Junior High School

    No full text
    This research aims to develop a valid, practical, and effective Aksi learning model. The research method used is development research with adaptation of Thiagarajan development steps. Based on the results of the needs analysis on the questionnaire given to 15 science teachers in several regions in East Java, educators stated that the students' higher-order thinking skills were not optimal. Higher-order thinking skills show that students have C4, C5, and C6 knowledge abilities. Based on these data it is necessary to develop a learning model that fits the needs, the Aksi learning model. This research aims to develop a valid, practical, and effective Aksi learning model. The research method used is development research with an adaptation of the development steps developed by Thiagarajan. The 4D development model is carried out with 4 research stages namely Define, Design, Develop, and Disseminate. Aksi learning model development research produces data in the form of valid, practical, and effective values. The Aksi learning model has a validity score of 88.10% in the very valid category. The practicality value of the observation of the implementation is 89.24% in the very practical category, the teacher response test was 89,38% in the very practical category, and the student response test was 84.12% in the very practical category. The value of the model's effectiveness is to get an N-gain score for high-level thinking skills, which is 0.7 in the high category

    Pemberdayaan Inovasi Pupuk Organik Cair Jakaba Super untuk Mengoptimalkan Hasil Panen Bawang Merah di Desa Puhkerep, Rejoso, Nganjuk

    No full text
    Langkanya pupuk subsidi dari pemerintah menjadi permasalahan utama bagi petani bawang merah di Desa Puhkerep, Rejoso, Nganjuk. Kondisi ini memaksa para petani untuk membeli pupuk impor di desa lain yang harganya melebihi harga wajar hingga mencapai dua kali lipat. Maka dari itu, peneliti berinisiatif melakukan pemberdayaan pada warga dengan membuat Pupuk Organik Cair (POC) Jakaba Super sebagai alternatif pupuk bagi petani. Tujuan pemberdayaan ini adalah untuk memberikan keterampilan pembuatan POC Jakaba Super guna menekan biaya pengeluaran modal petani sebagai solusi alternatif. Metode yang digunakan adalah metode PAR (Participatory Action Research) untuk menemukan suatu hal serta mengkorelasikan jalannya penelitian terhadap proses perubahan sosial. Pengambilan data menggunakan observasi dengan menggunakan beberapa teknik PAR, yaitu Kalender Musim, Daily Routine, Diagram Venn, Trend and Change, serta Transect, Pohon Masalah dan Pohon Harapan. Sasaran kegiatan ini adalah perwakilan kelompok tani di Dusun Tinampuh, Puhkerep, dan Kentingan. Pemberdayaan berbasis penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu wawancara semi-terstruktur, observasi dan teknik PAR, perencanaan pemberdayaan, implementasi pemberdayaan, monitoring, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu terdapat kemajuan pemahaman warga tentang POC Jakaba Super dan antusiasme warga untuk membuat POC tersebut untuk ke depannya

    Implementasi Teknologi Pengolah Kerupuk untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi UD. Sumber Rejeki

    No full text
    Industri rumah tangga kerupuk ikan Pamurbaya merupakan salah satu UMKM kelompok usaha kreatif yang bergerak dalam pembuatan kerupuk ikan sebagai salah satu jajanan khas Kota Surabaya. Kerupuk ikan Pamurbaya dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang dalam skala nasional dan bahkan internasional. Akan tetapi dalam prosesnya, mitra masih memiliki beberapa permasalahan yang laik untuk didukung dan dikembangkan terutama dalam aspek produksi dan pemasaran. Urgensi pelaksanaan program ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan dalam proses produksi seperti proses pengadukan adonan dan pemotongan ulenan yang juga masih dilakukan dengan cara manual. Kondisi ini mempengaruhi kualitas, kuantitas dan keseragaman produk kerupuk ikan. Padahal kebutuhan pasar lokal untuk kerupuk ikan Pamurbaya dinilai sangat tinggi. Tujuan utama dari pelaksanaan PKM yang diusulkan ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami mitra dari aspek produksi. Dampak dari penyelesaian permasalahan ini, tim pengusul menargetkan naiknya kapasitas produksi mitra. Dengan adanya penyelesaian permasalahan dalam aspek produksi dan pemasaran tersebut, diharapkan UMKM kerupuk ikan Pamurbaya dapat menjadi salah satu ikon jajanan khas Surabaya yang unggul. Hilirisasi teknologi pengaduk adonan kerupuk telah berhasil meningkatkan kapasitas produksi sebanyak lima kali atau mencapai kapasitas 500%. Sedangkan peningkatan kapasistas pemotongan ulenan mencapai 250%. Hal ini didorong oleh adanya hilirisasi teknologi dan juga pelatihan yang diberikan dalam program ini. Selain peningkatan kapasitas produksi, semua responden juga telah menyatakan dengan sangat setuju bahwasanya terjadi peningkatan pada hasil adonan yang lebih merata dan cepat kalis. Begitu juga dengan hasil potongan yang lebih halus serta keseragaman potongan yang lebih baik

    Upaya Peningkatan Kesadaran Pedagang Terhadap Pengolahan Limbah di Desa Senganan Tabanan

    No full text
    Pemilahan limbah di warung-warung sekitar Desa Senganan belum terkelola dengan baik. Dimana setiap warung belum memiliki tempat pembuangan limbah yang baik. Pedagang masih menggunakan plastik dan juga barang bekas seperti kardus untuk menampung limbah non-organik yang nantinya mereka bakar dengan limbah organik di belakang rumah. Tujuan umum pada kegiatan ini adalah untuk mengetahui cara meningkatkan kesadaran pedagang warung dalam pemilahan limbah di area warung Desa Senganan. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi pemilahan limbah non-organik dan pembagian tempat sampah ke warung-warung. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan kepada pemilik warung belum melakukan pemilahan limbah dengan baik. Limbah non-organik masih digabung dengan limbah organik. Banyak limbah non-organik yang masih berserakan seperti botol minum kemasan dan bekas jajanan yang dibungkus plastik. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah sosialisasi dan pemberian tempat sampah berupa nilai ekonomis dari pemanfaatan limbah non-organik terkhusus limbah yang berbahan plastik yang bisa dijadikan sebagai hasil kerajinan. Selain itu, limbah non-organik seperti plastik, botol kemasan dan lainnya dapat dikumpulkan kemudian ditukar ke pengepul setempat dan dapat menghasilkan nilai ekonomis serta dapat ditukar juga dengan barang yang lebih bermanfaat seperti ember

    Keefektifan modul pembelajaran materi segiempat ditinjau dari pemahaman konsep dan kemampuan literasi peserta didik

    No full text
    Modul pembelajaran salah satu sumber belajar matematika yang dapat membantu peserta didik untuk memahami suatu konsep dan melatih kemampuan literasi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan modul pembelajaran materi segiempat ditinjau dari pemahaman konsep dan kemampuan literasi dari peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen berbentuk posttest only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Yogyakarta, dengan sampel kelas VII G sebagai kelas ekperimen dan kelas VII E sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan cara berupa wawancara, observasi, dan tes. Teknik analisis data yang utama menggunakan uji hipotesis dengan statistik uji mann whitney yang diawali dengan uji prasyarat. Hasil prayarat diperoleh data tidak normal namun homogen. Berdasarkan hal tersebut kemudian data diolah menggunakan teknik analisis non-parametrik. Hasil analisis uji Mann Whitney diperoleh Uhitung = 383,5 untuk pemahaman konsep dan Uhitung = 387,0 untuk kemampuan literasi. Hasil tersebut lebih besar dari Utabel yaitu 177. Dengan demikian, kesimpulan hasil dari penelitian ini adalah tidak ada keefektifan penggunaan modul pembelajaran berbasis kontekstual materi segiempat dan bangun gabungan ditinjau dari pemahaman konsep dan kemampuan literasi peserta didik SMP Negeri 2 Yogyakarta. Hasil ini diduga disebabkan faktor lingkungan belajar peserta didik yang kurang mendukung dalam belajar. Peserta didik kurang maksimal dalam bekerja kelompok dan kurang memperhatikan saat presentasi

    Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) matematika materi bangun datar dengan pengintegrasian budaya lokal permainan Cenge'-Cenge'

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan LKPD Matematika SD/MI yang valid, praktis dan efektif. Kearifan lokal yang dimaksud dalam penelitian ini adalah permainan tradisional Cenge'-Cenge' yang ditemui pada kota Manado. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan menggunakan model evaluasi formatif Tessmer yang terdiri dari dua tahap pengembangan yaitu tahap analisis pendahuluan dan tahap evaluasi formatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV MIN 2 Manado. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes, hasil belajar, observasi, dan wawancara. Ahli telah melakukan validasi pengembangan LKPD dengan menggunakan konteks kearifan permainan tradisional lokal dengan hasil penilaian dari ahli materi, ahli media dan ahli bahasa. Divalidasi oleh Ahli, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) matematika termasuk dalam kategori sangat baik dan hasil uji coba menunjukkan bahwa SW memenuhi kriteria praktis dan berpotensi berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan dan hasil belajar matematika siswa MI/SD

    Desain Bahan Ajar Kinematika Gerak Berbasis Konflik Kognitif Mengintegrasikan Program Tracker

    Get PDF
    Physics subjects often cause difficulties for students in understanding abstract concepts so that misconception often occur, including misconceptions about motion kinematics. Solution of problems is to develop teaching material that can improve conceptual understanding and remediate misconceptions about motion. This study aims to determine the validity of cognitive conflict-based physics teaching materials using the tracker program on motion kinematics so as to improve conceptual understanding and remediate misconceptions in high school students. This type of research is development research by following the Plomp development procedure. This research is limited to two stages, namely preliminary research and prototyping phase until the validity of product. The results of preliminary research indicate that there is misconception in the concept of motion kinematics. The teaching material is designed according to the cognitive conflict model syntax and in the third syntax there is an experiment using the Tracker program. The results of the validity test by 3 physics lecturers obtained an average validation of 0.807. The results off this study state that the teaching materials are in very valid criteria in terms of content, presentation, language, and appearance.Keywords: Cognitive Conflict, Tracker Program, Misconception

    Penerapan Ekonomi Hijau dan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di Pedukuhan Jaranan, Tempelan Kabupaten Bantul

    No full text
    Sampah merupakan salah satu permasalahan kompleks diseluruh negara termasuk Indonesia yang mencakup masalah kebersihan, lingkungan dan juga sosial yang berdampak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Sistem pengolahan sampah di masyarakat umumnya masih dilakukan dengan pembuangan sampah di tempat pembuangan sampah tanpa dipilah terlebih dahulu. Pedukuhan Jaranan Tempelan merupakan salah satu pedukuhan di Banguntapan Bantul, di mana di penampungan sampah sementara terkumpul sampah sebesar 24,06 m3 per hari yang terdiri dari sampah rumah keluarga, sampah pertanian dan sampah industri kecil. Sampah tersebut sebenarnya masih mempunya nilai ekonomis dan dapat dijadikan sumber penghasilan bagi masyarakat. IST AKPRIND Yogyakarta melalui program Pengabdian kepada Masyarakat/PkM, memiliki komitmen untuk berkolaborasi dengan mitra Kelompok Peduli Sampah (KPS) Merpati membuat inovasi teknologi pengolahan sampah organik. Sampah plastik menjadi cacahan plastik melalui proses mekanisasi dan dijual secara curah dengan menerapkan pertumbuhan ekonomi hijau (Green Economy) dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut dengan mitra Kelompok Peduli Sampah (KPS) Merpati RT 05/ RW 39 Jaranan yang diketuai oleh Ibu Tri Handayani Rahayu. Program telah dilaksanakan antara lain membangun inovasi teknologi pengolahan sampah organik, pengolahan sampah plastik, budi daya lele sistem bioflok dan rumah pengolahan peduli sampah terpadu yang juga menjadi Laboratorium Lapangan Pengelolaan Sampah Pemukiman IST AKPRIND

    267

    full texts

    6,019

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas PGRI Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇