Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
    6019 research outputs found

    Pengaruh Literasi Keuangan, Pengelolaan Uang Saku dan Kontrol Diri Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Semarang

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku konsumtif mahasiswa yang belum maksimal, seperti lietasi keuangan pada mahasiswa yang masih rendah, pengelolaan uang saku belum baik dan benar serta mahasiswa belum mampu mengorol dirinya akan suatu hal. Tujuan penelitian ini 1) Untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, 2) Untuk mengetahui pengaruh pengelolaan uang saku terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, 3) Untuk mengetahui pengaruh kontrol diri terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, 4) Untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, pengelolaan uang saku dan kontrol diri terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Semarang, 2) pengelolaan uang saku berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Semarang, 3) kontrol diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Semarang. Uji simultan (Uji F) pada pengaruh literasi keuangan (X1), pengelolaan uang saku (X2), dan kontrol diri (X3) berpengaruh dan signifikan terhadap perilaku konsumtif (Y).Kata Kunci : Literasi Keuangan, Pengelolaan Uang Saku, Kontrol Diri dan Perilaku Konsumtif

    Pengaruh Timang Berdasar Waktu Terhadap Hasil Keterampilan Sepak Sila Dalam Permainan Sepak Takraw Pada Klub Fighter Takraw Wonosobo

    No full text
    Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di Wonosobo Fighter Takuro Club, kemampuan pemain Shira Takuro Fighters Wonosobo masih belum memadai. Meski sedang berlatih, terlihat keterampilan sepak bola mereka masih kurang bagus. Pengamatan mengungkapkan bahwa 50% data kinerja Sila masih hilang.Penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode two-group before-after test. Rancangan penelitian ini mencakup semua proses yang diperlukan untuk perencanaan dan pelaksanaan.Berdasarkan nilai pretest dan posttest latihan timang berdasar waktu dengan nilai Sig. (2-tailed) p (0,003) dari (0,05), dan nilai pretest hasil tersebut Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara variabel awal dan akhir.Pada simpulan penelitian ini yaitu, Hasil penelitian menunjukan nilai Sig. (2-tailed) p (0,003) dari (0,05). Dengan adanya peningkatan latihan timang berdasar waktu sebesar 8% Dengan hasil pretest 66.43 dan hasil posttest 77.86

    Pengaruh Media Pembelajaran Audio Visual Dan Media Cetak Terhadap Hasil Belajar Senam Lantai (Guling Depan) Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Taman Kecamatan Taman Pemalang

    No full text
    Latarbelakang penelitian didasari karena banyaknya siswa yang belum bisa melakukan gerakan guling depan, bahkan ada yang merasa takut melakukan guling depan sehingga tidak dapat berguling sama sekali. Maka, perlu adanya pembaharuan pemilihan media pembelajaran di SMP Negeri 6 Taman. Rumusan masalahnya adalah seberapa besar pengaruh media pembelajaran audio visual dan media cetak terhadap hasil belajar senam lantai khususnya materi guling depan pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Taman.Metode penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dengan jenis penelitian quasi eksperimen dan teknik pemberian tes sebelum perlakuan dan setelah perlakuan. Sampelnya adalah siswa kelas VII A dan VII B SMP Negeri 6 Taman menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil pengujian membuktikan bahwa penerapan media pembelajaran audio visual dan media cetak (X) memberikan pengaruh terhadap hasil belajar (Y). Berdasarkan hasil sebelum diberikan media pembelajaran audio visual dan media cetak terdapat 25 (39,68%) peserta didik yang nilainya tuntas dan 38 (60,32%) peserta didik yang nilainya belum tuntas. Sedangkan setelah diberikan media pembelajaran audio visual dan media cetak sebanyak 48 (76,19%) peserta didik yang tuntas dan 15 (23,81%) siswa yang hasil nilanya belum tunta

    Pengaruh Penggunaan Video Animasi Pada Passing Bawah Bola Voli Untuk Menigkatkan Keterampilan Siswa SDN 1 Karas Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang

    No full text
    Siswa sulit memahami materi pada saat pembelajaran online sehingga menyebabkan hasil belajar passing bawah bola voli berkurang. Rumusan masalah kajian ini ialah apakah penggunaan video animasi berpengaruh Pada kemampuan passing bawah bola voli. Tujuan dari kajian ini ialah guna memahami pengaruh penggunaan video animasi untuk memberikan peningkatan kemampuan passing bawah bola voli untuk murid Sdn 1 Karas, Sedan, Rembang.Metode penelitian yang dipergunakan ialah metode kajian kuantitatif serta dengan jenis metode kajian pre-exsperimental. Desain kajian ini ialah one group pretest-posttest. Sample yang dipergunakan yaitu siswa SDN 1 Karas Rembang. Populasinya memakai seluruh siswa kelas 6 sejumlah 19 anak.Sesuai dengan uji normalitas memiliki signifikansi hitung senilai 0,049 dan 0,009. Uji homogenitas senilai 0,267. Output paired sample t test kelompok pretest-posttest passing bawah bola voli didapat t = -8,958, sig. (2-tailed) 0,0000,05.Simpulan dari kajian ini ialah terdapat peningkatan diantara sebelum di adakan treatment dan sesudah diberi perlakuan, nilai peningkatannya senilai 250,1 dengan presentase senilai 9,2 %. Saran, media visual untuk bisa dipergunakan pada saat pembelajaran bola voli untuk memberikan peningkatan kemampuan passing bawah

    Peranan Guru Sebagai Evaluator Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan MA Negeri 1 Kota Semarang

    No full text
    Hal yang melatarbelakangi penelitian ini yaitu masih ada sebagian guru yang kurang optimal dalam melaksanakan peranannya sebagai evaluator. Masih terdapat guru PPKn yang jarang melakukan evaluasi di setiap akhir pembelajaran. Sedangkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 BAB V Pasal 41 yang menjelaskan evaluasi meliputi: a. evaluasi hasil belajar peserta didik, dan b. evaluasi sistem pendidikan. Sebagaimana yang dijelaskan hasil belajar dilakukan oleh pendidik. Hal tersebut tidak lepas dari peran guru sebagai evaluator yang harus dilakukan secara terencana dan sistematis karena digunakan sebagai alat untuk keberhasilan atau target yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Fokus penelitian "Peranan Guru Sebagai Evaluator Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan MA Negeri 1 Kota Semarang". Indikator penelitian yaitu (1) Guru merencanakan dan melaksanaan pembelajaran PPKn, (2) Guru memahami tingkat pencapian tujuan evaluasi pembelajaran PPKn,(3) Guru merancang alat instrumen sesuai dengan RPP (4) Guru memahami kelebihan dan kekurangan alatyang digunakan dalam evaluasi (5) Guru melaporkan hasil evaluasi peserta didik baik dari pemberian skor dan penentuan hasil pencapaian. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Adanya kesesuaian dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran seperti kalender akademik, program tahunan, program semester, silabus, RPP. (2) Tujuan evaluasi terlihat dari cara guru mengetahui perkembangan kemampuan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. (3) Merancang alat instrument evaluasi baik teknik tes maupun teknik non tes. (4) Faktor pendukung dan penghambat pembelajaran PPKn terlihat pada minat peserta didik pada pembelajaran siang hari akan merubah suasana hati dalam menerima pembelajaran. (5) Melaporkan hasi evaluasi pelajaran PPKn di MA Negeri 1 Kota Semarang telah mencakup ranah kognitif, prikomotoik dan afektif. Namun, untuk dokumentasi dan bukti penilaian guru belum lengkap. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peranan guru sebagai evaluator terhadap hasil belajar PPKn MA Negeri 1 Kota Semarang pada prinsipnya sudah dilakukan sesuai tugasnya dalam proses perencanaan dan pelaksanaan, pencapaian tujuan evaluasi, merancang alat instrument evaluasi, mengetahui faktor pendukung dan penghambat, melaporkan hasi evaluasi PPKn.Kata kunci: Peranan Guru, Evaluasi, Hasil belajar, PPK

    Assessment Literacy Profile of Science Teachers in SMAN 1 Gubug

    No full text
    Assessment is an integrated part of the planning and implementation process of learning. The transition from KTSP to the 2013 curriculum is a problem for teachers in applying assessment skills in learning, because teachers still have difficulty implementing authentic assessments and still use assessments in terms of cognitive tests only (Setiadi, 2016). This study aims to determine the literacy profile of science teacher assessments at SMA Negeri 1 Gubug and the assessment used by science teachers. This is because there is no source of research on teacher awareness of assessment in SMA Negeri 1 Gubug. This research uses descriptive quantitative research method, with purposive sampling. The instruments used in this research are the assessment literacy test, interview guidelines, questionnaires, and check list sheets. Based on the results of data analysis and discussion, it can be concluded that the assessment literacy profile of science teachers at SMA Negeri 1 Gubug is based on PAP Type II is in the "Very Low" category (assessment literacy questionnaire) and "Low" category (interview results). The teacher has the highest score with a score of 86% on the aspect of the difficulty of using the assessment, while the lowest score is on the aspect of attitude assessment by getting a score of 18%. The implication of this study is that by knowing the literacy assessment profile, teachers can understand and implement the importance of assessment so that this can be used as a benchmark in improving the quality of learning

    Collaborative Translanguaging Formative Assessment in Mother Tongue-Based Multilingual Education

    No full text
    This research conducted classroom action research in Grade 1 of a Mother Tongue-Based Multilingual Education (MTB-MLE) program, which aims to promote the use of local languages as mediums of instruction in the early years of education. The study found that Ilokano learners tended to use English more often than Ilokano, which highlighted the importance of supporting their cultural identity and heritage through the MTB-MLE program. The Ilokano-Based Translanguaging Approach to Mother Tongue-Based Multilingual Education (IBTA-MTB-MLE) was developed to support instruction, and a formative assessment strategy called Collaborative Translanguaging Formative Assessment (CTFA) was developed to align with the teaching approach. The study aimed to test the effectiveness of CTFA by preparing four lesson sessions where learners work together to think, talk, write, and give feedback using their full range of linguistic repertoire. After the implementation of CTFA, a pre-test and post-test were conducted to determine the achievement of the Ilokano learners in MTB-MLE. The results showed that the majority of the students moved to higher ranges of score after the intervention, with an increase in mean scores from 20.1 to 25.87. The study highlights the benefits of translanguaging in language education and collaboration in assessment

    The Effectiveness of Problem-Based Learning with Model Eliciting Activities Approach towards Problem Solving Competency

    No full text
    The purpose of this study was to determine whether there was a difference in the average score and the effectiveness of problem based learning with the mathematics model eliciting activities approach to problem solving ability. The type of study is a quantitative research with a quasi experimental design using a pretest-posttest only control group design. The population in this study was class VIII SMPN 5 Jepara in the academic year 2022/2023 which consist of two classes. The sampling technique was carried out by purposive sampling technique, class VIII A was the control class and class VIII B was the experimental class. The data obtained through the pretest and posttest values were then processed by normality test, homogeneity test, T-Test, and N-Gain. The results obtained from the T-Test is a problem based learning model with an approach model of bringing up mathematical activities with a number of respondents 32 students and a mean of 81.22. While the control class taught by conventional learning has 31 students as respondents and the mean is 71.65. The value of t_count = 6.011 and a significance level of 5% obtained t_table = 1.999. Based on the t value, it can be written t_table (5% = 1.999) t_count (6.011), then the results of the data analysis can be said that is rejected and is accepted so that "there is a difference in the average problem-solving ability of students in class that uses the learning problem learning model raises students' mathematical activities. The next test is the N-Gain test. It is found that the experimental class mathematical problem solving is better than the control class, namely the increase in the experimental class has a medium category that is 0.47 and the increase in the control class has a low category that is 0.21 so that it can be said to be increasing and effective

    The Effects of Using Flashcard Learning Media to Improve Reading Comprehension in Children with Dyslexia

    No full text
    Dyslexia is a specific learning disability characterized by difficulties in reading. This study aims to examine the effectiveness of flashcard learning media in improving reading comprehension between ages 8 and 11 in the group of children identified with dyslexia. The current research used one group experimental design with five children as participants. Based on the results of the study, showed that there was an influence of flashcard learning media on improving the reading ability of dyslexic children. The results of data analysis using t-test showed that the post-test score (M=20,8) was significantly higher than the pre-test score (M=10,4). Analyses of the whole sample indicated that levels of reading comprehension had improved. The finding of this study could be discussed that using flashcard learning media had a positive effect on reading comprehension in dyslexia children. The Flashcard media were designed to be colourful and easy to understand could stimulate children's willingness to learn and read

    Pengaruh Kecemasan Matematika dan Self efficacy Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI MA Labuhanhaji Timur

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain tingginya tingkat kecemasan siswa dalam belajar matematika dan kurangnya keyakinan siswa dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di MA Labuhanhaji Timur. Hal tersebut diduga berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa. Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1)Apakah terdapat pengaruh signifikan kecemasan matematika terhadap hasil belajar matematika? 2)Apakah terdapat pengaruh signifikan self efficacy terhadap hasil belajar matematika? 3)Apakah terdapat pengaruh signifikan kecemasan matematika dan self efficacy secara simultan terhadap hasil belajar matematika? Jenis penelitian ini adalah penelitian Ex Post Facto dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MA Labuhan Haji Timur yang terdiri 28 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 28 orang siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel jenuh. Instrumen dalam penelitian ini berupa Angket kecemasan matematikadan angket self efficacy. Data dianalisis menggunakan uji regresi berganda. terdapat pengaruh yang signifikan self efficacy terhadap hasil belajar matematika. Persamaan regresi berganda yang diperoleh Y = 39,695-0,042 X1+0,465 X2 dengan nilai koefisien korelasinya 0,805 yang menunjukkan hubungan yang kuat dan koefisien determinan sebesar 62,25%. Uji kebermaknaan regresi berganda diperoleh F hitung = 51,567 F tabel = 3,37. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan kecemasan matematika dan self efficacy secara simultan terhadap hasil belajar matematika siswa dalam pembelajaran matematika. Sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa kecemasan matematika dan kemampuan diri berpengaruh terhadap hasil belajar

    267

    full texts

    6,019

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas PGRI Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇