Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
    6019 research outputs found

    Alih Kode dan Campur Kode dalam Saluran Youtube Tasya Farasya

    No full text
    The purpose of this study is to describe the form and factors that influence the occurrence of code switching and code mixing. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data collection technique in this study is the free-of-talk (SBLC) listening technique. Presentation of data in descriptive form using ordinary words. The results of this study are the first, the type of code switching that occurs in Tasya Farasya's YouTube channel. Second, the types of code mixing that occur on Tasya Farasya's YouTube channel are divided into two, namely internal code mixing and external code mixing. Third, the factors that cause code switching include; ) speakers; (2) interlocutor; (3) limited language equivalents; (4) maintain prestige; and (5) the custom of a particular field. The factors that cause code mixing include (1) changing the topic of conversation (2) limited language equivalents; (3) speakers; (4) speech partners; and (5) maintain prestige. Circumstances based on the place and atmosphere as well as the object of the conversation change in various situations with the interlocutorKeywords: code switching, code mixing, speech eventsAbstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud dan faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Penyajian data dalam bentuk dekriptif dengan menggunakan kata-kata biasa. Hasil penelitian ini ialah pertama ialah, jenis alih kode yang terjadi dalam saluran YouTube Tasya Farasya. Kedua, jenis campur kode yang terjadi dalam saluran YouTube Tasya Farasya terbagi menjadi dua, yaitu campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Ketiga, faktor-faktor penyebab terjadinya alih kode meliputi; 1) penutur; (2) lawan tutur; (3) keterbatasan padanan bahasa; (4) menjaga gengsi; dan (5) kebiasaan bidang tertentu. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode meliputi (1) perubahan topik pembicaraan (2) keterbatasan padanan bahasa; (3) penutur; (4) mitra tutur; dan (5) menjaga gengsi. Keadaan yang didasarkan pada tempat dan suasana serta objek pembicaraan berubah dalam berbagai situasi dengan lawan tutur. Kata kunci: alih kode, campur kode, peristiwa tutu

    Tinjauan Budaya Jawa dalam Kumpulan Puisi Orang-Orang Kalang Karya Setia Naka Andrian

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah Mendiskripsikan budaya Jawa dalam kumpulan puisi Orang-Orang Kalang karya Setia Naka Andrian. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan teknik pustaka/dokumentasi. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif agar memberikan gambaran yang jelas mengenai analisis budaya Jawa dalam kumpulan puisi Orang-Orang Kalang karya Setia Naka Andrian. Penyajian hasil analisis menggunakan penyajian informal. Hasil penelitian ini menggunakan 4 teori untuk menganalisis kumpulan puisi Orang-Orang Kalang karya Setia Naka Andrian. 4 teori tersebut antara lain tradisi budaya Jawa, akulturasi budaya Jawa, ciri-ciri budaya Jawa, dan ruang lingkup budaya Jawa. Terdapat 2 puisi yang akan dianalisis yaitu Upacara Obong, dan Ewuh. Budaya Jawa dan tradisi kalang memiliki banyak kesamaan tetapi juga terdapat penambahan seperti upacara obong untuk memperingati kematian dan tradisi ewuh

    Penggunaan Preposisi dalam Teks Deskripsi pada Jawa Pos dan Kompas sebagai Alternatif Bahan Ajar Kelas VII di SMP

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna penggunaan preposisi dalam teks deskripsi pada Jawa Pos dan Kompas serta mendeskripsikan alternatif bahan ajar preposisi dalam teks deskripsi pada Jawa Pos dan Kompas kelas VII di SMP. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini 1) terdapat bentuk penggunaan preposisi tunggal yang terdiri atas preposisi dasar, preposisi berprefiks serta preposisi berprefiks dan bersufiks, serta terdapat bentuk penggunaan preposisi gabungan yang terdiri atas preposisi berdampingan dan preposisi berkorelasi, 2) terdapat makna penggunaan preposisi, 3) ketidaktepatan penggunaan preposisi di dan pemborosan kata, dan 4) kesesuaian koran Jawa Pos dan Kompas dalam teks deskripsi dengan empat aspek kriteria pemilihan bahan ajar, yaitu aspek kurikulum, aspek bahasa, aspek kepentingan peserta didik, dan aspek grafika

    Penerapan Metode Mind Mapping dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Peserta Didik Kelas VIII SMP N 02 Tegowanu

    No full text
    The purpose of this study is to describe the application of the mind mapping method in learning to write poetry for class VIII students of SMP N 02 Tegowanu in the 2021/2022 academic year. The method in this study uses a descriptive qualitative approach. The population in this study were all eighth grade students of SMP N 02 Tegowanu in the 2021/2022 academic year. The sample in this study was class VIII C which was taken using simple random sampling technique. The data collection technique used is a test in the form of poetry writing skills using the mind mapping method and non-test in the form of observation and interviews. The results of the application of the mind mapping method in learning to write poetry for class VIII students of SMP N 02 Tegowanu in the 2021/2022 academic year obtained the highest score of 95 and the lowest score of 75, with the percentage of students' average score of 85%. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan metode mind mapping dalam pembelajaran menulis puisi pada peserta didik kelas VIII SMP N 02 Tegowanu tahun pelajaran 2021/2022. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP N 02 Tegowanu tahun pelajaran 2021/2022. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII C yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes berupa keterampilan menulis puisi menggunakan metode mind mapping dan nontes berupa observasi dan wawancara. Hasil penerapan metode mind mapping dalam pembelajaran menulis puisi pada peserta didik kelas VIII SMP N 02 Tegowanu tahun pelajaran 2021/2022 diperoleh nilai tertinggi 95 dan nilai terendah yang didapatkan 75, dengan presentase nilai rata-rata peserta didik 85 %

    Analisis Gaya Bahasa Lirik Lagu Iwan Fals pada Album Iwan Fals in Love sebagai Alternatif Pembelajaran Puisi Kelas X SMA

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya salah satu ketrampilan berbahasa yang harus dikuasai peserta didik yaitu dalam ketrampilan mengolah bahasa dengan menggunakan gaya bahasa. Maka dari itu, penelitian ini menciptakan alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia yang mampu memberikan ekspresi lebih terhadap suatu karya dengan pembahasan gaya bahasa pada lirik lagu. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud gaya bahasa yang terdapat dalam lirik lagu karya Iwan Fals pada album Iwan Fals In Love sebagai alternative pembelajaran puisi kelas X SMA. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menganalisis lirik lagu Iwan Fals pada album Iwan Fals In Love yang dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil analisis data dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat 4 jenis gaya bahasa dalam10 kategori. Kategori pertama yaitu Perumpamaan 3 (tiga) gaya bahasa, selanjutnya Metafora 21 (dua puluh satu), Personifikasi 11 (sebelas), Alegori 7 (tujuh), Hiperbola10 (sepuluh), Litotes 6 (enam),Alusi 18 (delapan belas), Gradasi 3 (tiga). Epizeukis 1 (satu), dan yang terakhir Anafora terdapat 14 (empat belas) gaya bahasa. Keseluruhan terdapat 94 gaya bahasa yang dapat dianalisis dari lirik lagu Iwan Fals pada album Iwan Fals In Love

    PENGARUH MOTIVASI KERJA GURU, BUDAYA SEKOLAH, DAN KETERAMPILAN MANAJER TERHADAP MUTU SMK NEGERI DI KABUPATEN JEPARA

    No full text
    AbstrakMutu sekolah tidak hanya dilihat dari nilai dalam rapor mutu sekolah, tetapi juga dapat dilihat dari proses pendidikan di dalamnya sehingga mampu menghasilkan siswa yang kompeten serta lulusan yang dapat terserap di dunia kerja. Mutu sekolah dapat dipengaruhi beberapa faktor yaitu motivasi kerja guru, budaya sekolah, dan keterampilan manajer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja guru, budaya sekolah, dan keterampilan manajer terdahadap mutu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di Kabupaten Jepara. Populasi dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran produktif SMK negeri di Kabupaten Jepara sebanyak 230 orang, dengan jumlah sampel 139 orang. Teknik sampling menggunakan proporsional random sampling dengan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian korelasi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data mengunakan analisis deskriptif, uji persyaratan dan uji hipotesis dengan analisis regresi linier sederhana dan regresi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh motivasi kerja guru, budaya sekolah, keterampilan manajer terhadap mutu SMK negeri di kabupaten Jepara baik secara terpisah maupun bersama-sama.Kata Kunci: motivasi kerja guru, budaya sekolah, keterampilan manajer, mutu sekolah

    PENGARUH PERAN KOMITE SEKOLAH, PERAN KEPALA SEKOLAH, DAN PENGELOLAAN PEMBIAYAAN SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH SMP DAN MTs

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi capaian prestasi akademik dan non akademik SMP dan MTS yang masih kurang maksimal yang ditandai dengan hasil nilai ujian sekolah masih standar Ketuntasan Minimal, belum mampu meraih berbagai kejuaraan dalam lomba akademik dan non akademik baik tingkat kabupaten, propinsi maupun nasional, masih terdapat siswa lulusan SMP dan MTs yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh komite sekolah terhadap mutu sekolah, (2) pengaruh peran kepala sekolah terhadap mutu sekolah, pengaruh pembiayaan sekolah terhadap mutu sekolah, dan (3) pengaruh komite sekolah, peran kepala sekolah dan pembiayaan sekolah secara bersama-sama terhadap mutu sekolah di SMP dan MTs zona Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian deskriptif korelasional dengan sampel 118 guru yang dipilih secara proporsional random sampling. Pengujian penelitian ini menggunakan program IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan komite sekolah terhadap mutu sekolah dengan persamaan Ŷ = 115,628 + 0,306X1; kekuatan korelasi sebesar 0,633 dengan kontribusi 14,0%; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan pengaruh peran kepala sekolah terhadap mutu sekolah dengan persamaan Ŷ = 53,962 + 0,629X2 ; kekuatan korelasi sebesar 0,567 dengan kontribusi 32,1%; (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan pengaruh pembiayaan sekolah terhadap mutu sekolah dengan persamaan Ŷ = 85,909 + 0,565X3 ; kekuatan korelasi sebesar 0,565 dengan kontribusi 31,9%; (4) ada pengaruh positif dan signifikan komite sekolah, peran kepala sekolah dan pembiayaan sekolah terhadap mutu sekolah dengan persamaan Ŷ = 28,570 + 0,164 X1 + 0,385 X2+ 0,293 X3 dengan kontribusi variabel independen sebesar 43,2 %. Saran pada penelitian ini adalah guru hendaknya meningkatkan kompetensinya untuk lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga dapat menghantarkan peserta didik meraih prestasi dalam upaya peningkatan mutu sekolah. Kepala sekolah hendaknya menguasai kompetensi manajerial, kewirausahaan dan supervisi agar dapat menjalankan peran dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya meningkatkan mutu sekolah. Dinas Pendidikan hendaknya memberi fasilitas berupa workshop dan pelatihan kepada guru, kepala sekolah maupun komite sekolah tentang manajemen berbasis sekolah sebagai salah satu upaya peningkatan mutu sekolah. Kata kunci: Komite Sekolah, Peran Kepala Sekolah,Pembiayaan Sekolah Mutu Sekola

    IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DI SD NEGERI

    No full text
    ABSTRAK Hasil penelitian 1) Perencanaan supervisi yang dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan mutu sekolah di SD Negeri Kalisari 1 Sayung Demak meliputi: pembentukan tim supervisor, pembuatan jadwal supervisi, menyusun program supervisi, penyusunan instrumen supervisi, melakukan sosialisasi program supervisi. Tahap perencanaan ini dibantu oleh tim supervisi. Pada tahap perencanaan ini didesain pada aspek penilaian mutu pembelajaran.2) Proses pelaksanaan supervisi yang dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan mutu sekolah di SD Negeri Kalisari 1 Sayung Demak pertama, praobservasi, kemudian observasi melalui kunjungan kelas, penilaian, pemberian bimbingan dan pengarahan meskipun bimbingan dan pengarahan ini juga melalui beberapa cara baik individu maupun kelompok. Pada pelaksanaan tersebut kepala sekolah dibantu oleh tim supervisi, dari hasil supervisi kemudian akan dilaporkan kepada sejumlah dewan guru dan dilakukan pengarahan bersama untuk meningkatkan mutu pembelajaran.3) Tindak lanjut kegiatan supervisi yang dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan mutu sekolah di SD Negeri Kalisari 1 Sayung Demak dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pembinaan langsung maupun pembinaan tidak langsung. Pembinaan langsung adalah pembinaan yang dilakukan terhadap hal-hal bersifat khusus, yang perlu perbaikan dengan segera dari hasil analisis supervisi. Dan pembinaan tidak langsung adalah pembinaan yang dilakukan terhadap hal-hal bersifat umum yang perlu perbaikan dan perhatian setelah memperoleh hasil analisis supervisi. Saran: kepala sekolah perlu melakuan supervisi secara terjadwal agar guru memiliki kesiapan dahulu

    SUPERVISI AKADEMIK DALAM PENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini berfokus kegiatan supervisi. Supervisi akademik dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, dari hasil rapor pendidikan hasil ANBK tahun 2021yang belum memenuhi standar minimal. Fokus penelitian ini adalah supervisi akademik dalam peningkatan mutu Pembelajaran di SD Negeri Brumbung. Tujuan penelitian ini sejalan dengan subfokus penelitian: mendeskripsikan perencanaan supervisi akademik dalam peningkatan mutu di SD Negeri Brumbung, mendeskripsikan pelaksanaan supervisi akademik dalam peningkatan mutu pembelajaran di SD Negeri Brumbung, mendeskripsikan tindak lanjut supervisi akademik dalam peningkatan mutu pembelajaran di SD Negeri Brumbung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori milles and huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan: perencanaan supervisi akademik dilakukan kepala sekolah bersama tim supervisi, pelaksanaan supervisi akademik di SD Negeri Brumbung terdiri dari tiga kegiatan yaitu supervisi perangkat pembelajaran, proses pembelajaran, dan penilaian pembelajaran dan kunjungan kelas, tindak lanjut supervisi akademik berupa penguatan dan penghargaan, teguran yang bersifat konstruktif, dan penyelenggaraan diklat, seminar, pelatihan dan lain-lain. Kegiatan supervisi akademik terbukti mampu meningkatkan mutu pembelajaran di SD Negeri Brumbung. Kata Kunci: Supervisi akademik, Mutu pembelajara

    PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, LINGKUNGAN KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    No full text
    AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Adakah pengaruh positif dan signifikan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Disiplin Kerja Guru?, (2) Adakah pengaruh positif dan signifikan Lingkungan Kerja terhadap disiplin kerja guru?, (3) Adakah pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru?. (4) Adakah pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama Kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru SMP Negeri di sub rayon 04 Kabupaten Demak?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis pengaruh dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap disiplin kerja 2) menganalisis pengaruh dari lingkungan kerja terhadap disiplin kerja guru(3) menganalisis pengaruh motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru (4) menganalisis pengaruh pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap disiplin kerja guru SMP Negeri di Sub rayon 04 Kabupaten Demak. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif, populasi guru SMP Negeri Di Sub Rayon 04 Kabupaten Demak berjumlah 279 orang, dengan sampel 162 orang dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji prasarat dan uji hipotesis yang meliputi analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap disiplin kerja guru, pengaruh lingkungan kerja terhadap disiplin kerja guru , dan pengaruh motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru, dan analisis regresi ganda untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru. Untuk menganalisis data menggunakan fasilitas program SPSS Statistika versi 26. Dari hasil penelitian, variabel kepemimpinan kepala sekolah diperoleh: rata-rata = 159,63, lingkungan kerja diperoleh rata-rata = 76,17, motivasi kerja dengan rata-rata =102,81, sedangkan disiplin kerja diperoleh rata-rata =88,72. Hasil uji prasyarat dari data penelitian diperoleh data berdistribusi normal, homogeny, linier, tidak multikolinier, dan tidak terjadi heteroskedastisasi. Dari uji hipotesis ditemukan (1) tidak terdapat pengaruh positif kepemimpinan kepala sekolah terhadap disiplin kerja guru SMP Negeri di Sub Rayon 04 Kabupaten Demak berdasarkan nilai sig 0.657 0.05, (2) terdapat pengaruh positif lingkungan kerja terhadap disiplin kerja berdasarkan nilai 0.000 0.05, (3) terdapat pengaruh positif motivasi kerja terhadap disiplin kerja berdasarkan nilai sig 0.000 0.05, dan (4) terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja, dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap disiplin kerja berdasarkan nilai R-square dan Adjusted R-Square sebesar 0.930 dan 0.929. Hasil tersebut menunjukkan terdapat pengaruh simultan antara variabel kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja, dan motivasi terhadap disiplin kerja. Dan juga berdasarkan persamaan nilai unstandardized coefficient B dengan persamaan Y= 5.472-0.007X_1+0.845X_2 +0.194X_3 , dengan kekuatan korelasi sebesar 0.964 dengan kontribusi sebesar 93%

    267

    full texts

    6,019

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas PGRI Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇