Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI MUZARAAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN BREBES
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada ketimpangan tingkat kesejahteraan antara pemilik lahan dengan pengolah lahan. Data didapat dari wawancara kepada petani bawang merah di kabupaten Brebes baik sebagai pemilik lahan mauoun sebagai penggarap lahan. Hasil penelitian ini yaitu implementasi sistem muzaraah yaitu menerapkan sistem kerja sama atau bagi hasil dengan istilah mara. Mara yaitu bagi hasil antar petani penggarap dengan pemilik lahan. sistem mara yang sering dipakai adalah mara 8 dan mara 10. Pendapatan petani bawang merah naik dan selalu untung setelah menggunakan sistem muzaraah yang dikenal dengan istilah mara. Petani bawang merah di Kabupaten Brebes yang menerapkan sistem muzaraah mengalami kesejahteraan. Dibuktikan dengan total penerimaan yang lebih besar daripada total biaya dan analisis imbangan penerimaan dan biaya atau R/C yang lebih dari 1. Diketahui R/C petani bawang merah di Kabupaten Brebes adalah sebesar 1,53. Ini berarti setiap 1 rupiah biaya yang dikeluarkan dalam usahatani bawang merah akan diperoleh penerimaan sebesar 1,53 rupiah. Nilai R/C rasio yang lebih dari satu menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Kabupaten Brebes layak untuk diusahakan dan dikembangkan. Ukuran kesejahteraan yang dipakai adalah dari tingkat pendapatan yang terdiri dari analisis pendapatan usaha tani dan analisis imbangan penerimaan dan biaya.Kata Kunci: muzaraah, kesejahteraan, pendapatan, penerimaan biay
LEGAL LIABILITIES OF DOCTORS IN MEDICAL LAW PERSPECTIVE
Doctors are a noble profession that must be protected from wrongful criminalization because of their duty to save human lives. This does not mean that doctors have absolute legal immunity and cannot be prosecuted if it is proven that they violated the patient's rights. The goal of this article is to examine the doctor's legal liabilities through the perpespective of medical law. Through library research, the issues are analyzed using a normative and conceptual approach to primary and secondary legal materials. As a type of contract, the relationship between doctors and patients is governed by law. As a result, a doctor can face legal consequences under both criminal and civil law. In terms of criminal law, a doctor who fails to perform his duties and profession in accordance with procedures may be subject to a number of Criminal Code provisions, particularly if the patient dies as a result of his negligence. Furthermore, any unlawful act that harms a third party gives rise to a civil law obligation on the person who unintentionally caused the injury to make up for the harm. If an intentional or negligent act results in a damage to or disability of a limb, the victim is entitled to compensation for the costs of healing as well as compensation for losses brought on by the injury or disabilit
THE ROLE OF THE TRAFFIC POLICE REGARDING ROAD USERS WHO OBTAIN PRIMARY RIGHTS UNDER ARTICLE 134 OF LAW NUMBER 22 OF 2009 IN KUNINGAN DISTRICT
This study aims to determine the role of the Traffic Police regarding road users who have primary rights in Kuningan District. This type of qualitative research with a juridical-empirical approach. The subject of this study is the Head of Traffic Operations Development Affairs at the Kuningan Police, while the object of this research is the role of the Traffic Police regarding road users who obtain primary rights in Kuningan District. Data collection methods are interviews and documentation. The validity of the data used is triangulation technique. Data analysis techniques namely data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that the role of the Traffic Police regarding road users who have primary rights in Kuningan Regency, whether firefighters, ambulances, first aid vehicles, cavalcades, and convoys and/or vehicles for certain purposes, are Preventive and Repressive. Preventive is a prevention effort before violations occur in the form of escorts, patrols, and outreach through Dikmaslantas. Repressive measures are taken when prevention cannot be overcome in the form of giving warnings, fine
ANALISIS KEBUTUHAN PENANGANAN SIMPANG EMPAT JALAN KARANGAWEN KM-18 DI KABUPATEN DEMAK
The development of transportation in Demak Regency has an impact on increasing the movement of people, goods, and services. This is also very demanding for the improvement of transportation facilities and infrastructure in Demak Regency. This study aims to determine the performance of the uncited intersection of field conditions based on the 1997 MKJI guidelines, from the results of research in the field and the calculation of the Karangawen interchange interchange km 18 that the busiest traffic occurred on Sundays at 17.30-17.45 with a total traffic flow value of 1269 smp / hour, and obtained analytical data With an intersection capacity value of 1372.8 width of the interchange approach 2,821 fak tor road median adjustment with value 1, faktor city size adjustment with value 1, faktor road environment type adjustment by 0.85 faktor left turn adjustment by 1.170 faktor turn right adjustment by 0.233 Minor road ratio misrepresentation factor of 0.726 with a saturation degree of 0.924 interchange traffic delay of 56.54 seconds/smp, main road traffic delay of 13.66 seconds/smp, minor road traffic delay of 61.67 seconds/smp, interchange geometry delay of 4, interchange delay of 60.54 Seconds/smp and queue opportunity for lower limit of 21.26 And queue opportunity for upper limit of 34.249.So the Karangawen km 18 intersection needs improvement at the intersection because it is seen from the value of the degree of saturation based on MKJI guidelines if the saturation value 0.75 then there is a need for interchange improvement
PERENCANAAN STRUKTUR BAJA PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KABUPATEN TEGAL
This thesis is planned in accordance with the regulations that apply to buildings including the Building and Structural Design Grading Regulations (SNI - 1727 -2013) Development Planning Guidelines for Houses and Buildings (PPPURG 1987) Procedures for Planning Steel Structures for Buildings (SNI-03) 1729-2015) Procedures for Planning Earthquake Resistance for Buildings (SNI 03 - 1726 - 2012) Procedures for calculating concrete structures for buildings (SNI 03-2847-2013). In this planning data analysis uses manual calculations assisted by excel and SAP 2000 v.14 programs and steel design calculations using the LRFD method. This plan uses a concrete roof plate with a thickness of 10 cm and a floor plate with a thickness of 12 cm. Calculation of columns and beams using SAP 2000 v.14 obtained column dimensions K1 = 350x350 K2 = 300x300 K3 = 250x250 and for BI = 350x175 and B2 = 300x150. In this plan, the foundation used is a mini pile foundation with a circular shape with a diameter of 40 cm, a depth of subgrade 7.2 m with a pile length of 6 m.Keywords: building regulations, SAP 2000 v.1
PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE FULL COSTING DALAM UPAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN PRODUKSI PENGGILINGAN PADI TRI JAYA MANUNGGAL DEMAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing dalam upaya pengambilan keputusan produksi penggilingan padi Tri Jaya Manunggal Demak. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder dan sumber data primer, dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan wawancara. Teknik analisa yang digunakan adalah memperhitungkan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing. Analisis harga pokok produksi beras Pandangwangi menghasilkan kesimpulan bahwa produksi dengan penggunaan beras A di harga terendah menghasilkan GPM yang sangat besar. Namun, beras di harga terendah tidak menjamin memiliki kualitas yang baik sehingga produksi tidak mungkin dilakukan dengan bahan baku tersebut. Produksi dengan penggunan beras A di harga tengah menghasilkan GPM yang cukup besar sehingga perusahaan dapat memutuskan untuk melakukan produksi dengan bahan baku tersebu
ANALISIS SANITASI PASAR IKAN REJOMULYO BERMUTU HIGIENIS
Kota Semarang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam sektor perikanan. Kota ini memiliki wilayah laut dengan pantai sepanjang kurang lebih 36,63 km. Sayangnya pengelolaan potensi perikanan ini belum optimal karena terdapat beberapa hambatan, salah satu hambatan yang terjadi yaitu di Pasar ikan Rejomulyo lama Semarang atau yang sering disebut Pasar Kobong . Pasar ikan Rejomulyo menjadi pusat grosir ikan di wilayah Semarang, namun sayangnya kondisi pasar sangat memprihatikan mulai dari tempat pelelangan, lapak, sanitasi, drainase maupun pengelolaan limbah. Sanitasi merupakan peran penting untuk mendukung kehigienisan kondisi pasar maupun kualitas ikan yang dijual. Dalam hal ini diharapkan pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi bangunan pasar yang sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan No 519/MENKES/SK/VI/2018, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di bidang perikanan. Semarang City is one of the cities in Indonesia which has great potential in the fisheries sector. This city has a sea area with beaches along approximately 36.63 km. Unfortunately the management of this fishery potential is not optimal because there are several obstacles, one of the obstacles that occurs is the Rejomulyo Lama Fish Market in Semarang or what is often called the Kobong Market. The Rejomulyo fish market has become a fish wholesale center in the Semarang area, but unfortunately the market conditions are very concerning starting from the auction site, stalls, sanitation, drainage and waste management. Sanitation plays an important role in supporting the hygiene of market conditions and the quality of fish sold. In this case, it is hoped that the government can pay more attention to market building conditions in accordance with Minister of Health regulation No 519/MENKES/SK/VI/2018, to increase economic growth in the fisheries sector
Analisis Kebutuhan Ruang pada Bangunan London Aquatic Center
Perkembangan olahraga air di Indonesia ditandai dengan prestasi atlit-atlit akuatik pada ajang perlombaan Asean Games ke IV Tahun 1962. Pada saat itu, Indonesia berhasil menduduki peringkat dua dari klasemen perolehan medali dengan mendapatkan total 51 medali, di bawah Jepang yang memuncaki klasemen.Dari total 51 medali, 9 medali disumbangkan oleh cabang akuatik yang memperlihatkan kemampuan atlet Indonesia yang cukup menjanjikan di cabang ini. Perkembangan akuatik di Indonesia juga berdampak pada pembangunan sarana prasarana yang dapat memenuhi kebutuhan Olahraga Akuatik. Oleh sebab itu, bangunan Akuatik di Indonesia juga perlu memenuhi standar standar Internasional. Maka dari itu perbandingan dengan bangunan Aquatic Internasional perlu diterapkan. Salah satu nya adalah kebutuhan ruang pada bangunan arsitektur terkenal di Kota London yaitu London Aquatic Center. Analisis Perbandingan kebutuhan ruang ini akan berdampak pada pelaku kegiatan dan standar kebutuhan ruang bangunan Aquatic di Indonesia
Kinerja Guru PJOK Terhadap Proses Pembelajaran Berbasis E-Learning Selama Pandemi Covid-19 Di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang
Viki Ramadhan "Kinerja Guru PJOK Terhadap Pembelajaran Berbasis E- Learning Selama Pandemi Covid-19 di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang", Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Keolahragaan, Universitas PGRI Semarang, 2022. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Pandemi Covid-19 yang melanda sehingga peneliti ingin mengetahui tingkat pemahaman Guru PJOK saat melaksanakan e-learning atau daring ini pada mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Beban kerja guru ditambah dengan menyesuaikan bahkan mengganti keseluruhan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya dengan RPP yang memuat e-learning. Kurang maksimalnya e-learning yang diakibatkan oleh kurangnya media pembelajaran karena tidak semua guru memiliki perangkat elektronik yang memadai. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di 10 Sekolah Menengah Pertama yang berada di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang Tahun 2020.Peneliti menggunakan sampel jenuh yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian dengan jumlah guru 20 orang di 10 SMP se-Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.e-learning yang dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran PJOK tetap berjalan baik dalam kategori selalu persentase 0% atau 15 frekuensi, kategori sering persentase 33.33% atau 8 frekuensi, kategori kadang-kadang persentase 10% atau 10 frekuensi, kategori jarang persentase 20.83% atau 5 frekuensi, dan kategori tidak pernah persentase 4.17% atau 1 frekuensi. Berdasarkan hasil tersebut diartikan pembelajaran e-learning untuk PJOK sepenuh nya berjalan baik. Pembelajaran berbasis e-learning pada mata pelajaran PJOK yang dilakukan di masa pandemi Covid-19 efektif dilaksanakan mengingat pembatasan tatap muka yang diberlakukan oleh pemerintah selama pandemi covid-19 berlangsung, sehingga materi tetap tersampaikan meskipun tetap ada kendala yang terjadi saat pembelajaran e-learning berlangsung
Pengaruh Lokasi, Harga dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian di UMKM (Warung Makan Mbak Kun Pantai Empu Rancak Jepara)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknyapersaingan bisnis di era sekarang. Beberapa faktoryang sangat diperlukan untuk menunjangkeberlangsungan bisnis dan memastikan keputusanpelanggan dalam membeli sebuah produk, diantaranyaadalah lokasi, harga, kualitas pelayanan. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh darilokasi, harga, dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian di UMKM Warung Makan Mbak Kun Pantai Empu Rancak Jepara. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuanuntuk menentukan hubungan antara berbagai aspekyang diteliti melalui koefisien korelasi statistik. Pengumpulan data menggunakan kuisioner yang bagikan melalui tautan google form kepada 97 orang yang merupakan pelanggan dari UMKM WarungMakan Mbak Kun Pantai Empu Rancak Jepara. Populasi dalam penelitian ini merupakan pelanggandari UMKM Warung Makan Mbak Kun Pantai Empu Rancak Jepara yang tidak diketahui jumlahnyasedangkan sampel berjumlah 97 orang. Sampelditentukan dengan menggunakan teknik random sampling. Analisis data menggunakan uji asumsiklasik dan uji linearitas berganda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat pengaruh lokasi, harga, dan kualitas pelayanan terhadapa keputusan pembeliandi UMKM Warung Makan Mbak Kun Pantai Empu Rancak Jepara sebesar 85.9%. Hasil penelitianmenemukan bahwa lokasi, harga dan kualitaspelayanan berpengaruh positif signifikan terhadapkeputusan pembelian UMKM Warung Makan MbakKun Pantai Empu Rancak Jepara