Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
Etnomatematika dalam merangkai teratai manik-manik khas suku Dayak Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu
Perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan budaya masyarakat tidak terlepas dari unsur-unsur matematika Matematika dan budaya merupakan dua komponen yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Budaya masyarakat lokal (tradisional) masih terabaikan dalam pembelajaran. Sedangkan pengetahuan awal siswa dibentuk oleh lingkungan sebelum mereka kesekolah. Guru harus mengenal budaya lokal sebagai pengetahuan informal siswa sebelum menerapkannya dalam pembelajaran disekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas fundamental matematis dalam merangkai Teratai manik-manik khas suku Dayak Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu dan mengetahui konsep matematika yang terdapat didalamnya. Jenis penelitian yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang pengrajin Teratai manik-manik suku Dayak Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat aktivitas fundamental matematis dan konsep matematika dalam merangkai Teratai manik-manik khas suku Dayak Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu. Aktivitas fundamental matematis yang terdapat dalam aktivitas merangkai Teratai manik-manik yaitu menghitung-membilang (counting), mengukur (measuring), menempatkan (locating), mendesain (designing), bermain (playing), dan menjelaskan (explaining). Sedangkan konsep matematika yang termuat dalam aktivitas merangkai Teratai manik-manik khas suku Dayak Seberuang yaitu konsep peluang materi kombinasi dan permutasi, bilangan asli, aritmatika sosial, pengukuran panjang, himpunan, geometri bangun datar lingkaran, segitiga, dan belah ketupat.Kata kunci: Etnomatematika, Teratai Manik, Dayak Seberuan
Pengaruh pendekatan pendidikan matematika realistik (PMR) berbasis pembelajaran differensiasi terhadap koneksi matematis SD kelas 1
Penelitian ini dilatar belakangi dengan mata pelajaran matematika yang selalu ditemui mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi dengan kemampuan-kemampuan yang perlu dikuasai oleh peserta didik diantaranya yakni kemampuan koneksi matematis. Beragamnya kemampuan peserta didik kelas 1 sd Al Islam Pengkol Jepara dan dikung dengan adanya implementasi kurikulum merdeka, perlu adanya pembelajaran yang dilakukan dengan differensiasi. Kemampuan mengoneksikan konsep matematika dan didukung dengan pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu alternatif dalam penelitian ini unntuk membiasakan dan menanamkan kemampuan koneksi matematis dalam pembeajaran matematika. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi PMR berbasis pembelajaran berdiferensiasi, ada tidaknya perbedaan penggunaan PMR berbasis pembelajaran berdiferensiasi dengan pembelajaran konvensional, ada tidaknya pengaruh serta seberapa besar pengaruh PMR terhadap koneksi matematis. Penelitian dengan jenis eksperimen melalui pendekatan Quasi Experimental Group Design serta menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design ini menggunakan populasi seluruh peserta didik kelas 1 dengan mengacu pada teknik nonprobability sampling melalui pendekatan purposive sampling. Sehingga didapatkan jumlah sampel kelas eksperimen (1A) 24 peserta didik dan kelas kontrol (IB) 19 peserta didik. Hasil penelitian yang didapatkan pengimplemenasian PMR Berbasis pembelajaran berdiferensiasi mengacu pada diferensiasi konten dengan adanya data perbedaan hasil antara penggunaan PMR Berbasis pemeblajaran berdiferensiasi dengan pemeblajaran konvensional. Selain itu, PMR Berbasis pembelajaran berdiferensiasi mempunyai pengaruh terhadap koneksi matematis sebesar 21,2%
Penerapan Pembelajaran Guided Discovery Learning dengan Laboratorium Virtual terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa
The low level of science process skills, lack of variety of learning models, and limited laboratory facilities are the problems that underlie this research. This research uses quantitative research with the pre-experimental method with one group pretest-posttest research design. The sampling technique used was a non-probability sampling technique with a purposive sampling type with the sample used in this study was 32 students of class VIII C UPT SMP Negeri 22 Gresik in the 2021-2022 academic year. Data collection techniques through science process skills tests, student response questionnaires, and observation of learning implementation. The result showed that: 1) the paired sample t-test analysis obtained a significance of 0.000 0.05 and t count -t table with (-64,266 -2,0395), indicating that there were differences in students' science process skills before and after the application of the guided discovery learning model with a virtual laboratory on students' science process skills. 2) The test of students' science process skills after the application of the guided discovery learning model with a virtual laboratory was 71% in the high category. Based on these results, it can be conclution that there are differences in students' science process skills before and after the application of guided discovery learning with virtual laboratories
Echinoderms as a Bioindicator of Water Quality of Weda Waters, Central Halmahera District
Echinoderms are deposit feeders that digest most of the sediment. Echinoderms are also good aquatic bioindicators, because Echinodermata are relatively calm or have low mobility, so they are highly influenced by environmental factors. This study aimed to determine the community structure of Echinoderms and their distribution relationship with several aquatic physico-chemical factors. Echinodermata sampling was carried out using the belt transect method using three stations. Data were collected in the form of the number of echinoderms in the transect and physico-chemical parameters of the waters including temperature, salinity, turbidity, pH, dissolved oxygen, ammonia, nitrite, and nitrate. From the results of research at three station points in the waters of Weda waters, 9 species of Echinodermata were found, namely Protoreaster nodosus, Linckia laevigata, Culcita novaeguineae, Diadema setosum, Diadema savigny, Echinometra mathaei, Tripneusteus gratilla, Holothuria atra, Holothuria edulis which were grouped into 3 classes, 4 orders, 6 families, and 7 genera with a total of 139 individuals. The diversity index of Echinodermata in Weda waters was classified as moderate with an average value of 1.05, the uniformity index was classified as moderate with an average value of 0.56, and the average dominance index value was 0.28 meaning that no species dominate
Peningkatan Kualitas PAUD Melalui Kearifan Lokal Angklung
Anak usia dini berada dalam masa emas perkembangan diri yaitu masa di mana fisik dan otak anak sedang berada dalam masa pertumbuhan terbaiknya karena otak manusia mempunyai batas waktu perkembangannya atau biasa disebut "windows of opportunity" yaitu periode ketika otak memerlukan stimulan jenis-jenis masukan tertentu untuk menciptakan atau menstabilkan struktur yang bertahan lama. Memanfaatkan potensi sekitar atau kearifan lokal yang ada yaitu angklung diharapkan mampu menstimulus perkembangan kecerdasan secara lebih optimal pada siswa PAUD, khususnya kecerdasan musikal. Pelatihan Angklung untuk para guru dan siswa PAUD menggunakan metode yang mudah dan menyenangkan dengan menggunakan metode sederhana yang dikembangkan Saung Angklung Udjo Bandung. Agar angklung juga menjadi keunggulan PAUD maka diadakan perubahan kurikulum dengan menambahkan jam pelajaran seni musik menjadi lebih banyak. Pada kegiatan ini juga diadakan kunjungan pada Saung Angklung Udjo untuk menambah wawasan dan motivasi para siswa dan guru untuk bermain angklung. Selain menstimulus kecerdasan musikal, pembelajaran musik angklung ini dapat menstimulus kecerdasan motorik siswa. Para siswa PAUD sangat antusias dan mampu menyerap pembelajaran musik angklung ini seperti terlihat pada output kegiatan ini yaitu video pertunjukan angklung siswa PAUD
Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Pengupasan Bawang Pengusaha Coto Makassar
Indonesia merupakan negara agraris dengan sumber daya alam yang melimpah khususnya pada rempah-rempah. Salah satu rempah-rempah yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia adalah bawang. Bawang merupakan salah satu komoditi yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat, khususnya pada olahan bahan makanan (kuliner). Bawang terdiri dari beberapa jenis seperti bawang merah, bawang putih dan bawang bombai. Salah satu jenis makanan yang membutuhkan bawang adalah makanan khas Makassar yaitu coto Makassar. UMKM rumah makan coto mengolah bawangnya secara mandiri dan menggunakan metode tradisional. Proses pengolahannya terdiri dari tahap (1) pengupasan, (2) pencacahan, dan (3) penggorengan. Rata-rata kebutuhan bawang untuk UMKM rumah makan coto Makassar berkisar 50 kg/hari dan membutuhkan waktu pengupasan selama 12 jam. Program PkM ini menggunakan metode Research and Development. Hasil dari PkM ini adalah:(1) mesin pengupas bawang sederhana yang dapat diimplementasikan di UMKM rumah makan coto Makassar, (2) efisiensi waktu pengupasan 4 jam 10 menit untuk 50kg bawang atau berkisar 65.27%, dan (3) penerapan teknologi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada UMKM rumah makan coto Makassar
Interest in Students' Entrepreneurship Building Engineering Education Program
The purpose of this study to determine the interest in entrepreneurship and factors inhibiting entrepreneurship for students. The study was conducted on Education courses State University Of Medan Building Engineering, Faculty of Engineering in 2019. The research method is a method of ex post facto. The sampling technique is purposive random sampling and using Taro Yamane formula. Sample of 118 students who have attended entrepreneurship courses. The instrument used was a closed questionnaire Likert scale with a reliability coefficient of 0.90 and for the deepening of the data used an open questionnaire. The data analysis technique used descriptive statistics. Results found is the tendency of student interest in entrepreneurship Building Engineering Education courses classified as high category (66%), and 2.54% of the students have entrepreneurship. The high interest in entrepreneurship students also reflected on the desire of students to start college entrepreneurship (20.34%). Nevertheless, interest in entrepreneurship students of Building Engineering Education will remain a concern professors and functionaries in the Faculty of Engineering make efforts to increase student interest in entrepreneurship because there is still a 34% student interest in entrepreneurship classified as a low category. The results of this study are very beneficial to universities and professors to improve the quality of teaching entrepreneurship courses
Pelatihan Sistem Pertanian Terpadu di Desa Sumberahayu Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan
Pelatihan Sistem Pertanian Terpadu di Desa Sumberahayu, melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan BEM FPMIPATI UPGRIS, mewakili upaya kolaboratif untuk mendorong pertanian berkelanjutan dan partisipatif di tingkat desa. Pelatihan ini menggabungkan pengetahuan akademis mahasiswa dengan pengalaman praktis petani dalam mengintegrasikan aspek pertanian, peternakan, dan lingkungan. Fokus utama adalah memberdayakan masyarakat desa melalui pendidikan, pelatihan, dan aksi nyata. Mahasiswa sebagai agen perubahan memainkan peran sentral dalam menyampaikan pengetahuan tentang pertanian terpadu kepada petani. Melalui pendekatan partisipatif, mereka memfasilitasi diskusi, demonstrasi lapangan, dan interaksi yang memungkinkan transfer pengetahuan yang efektif. Sementara itu, pelatihan ini juga memperkuat peran organisasi kemahasiswaan sebagai jembatan antara universitas dan masyarakat desa. Pengukuran hasil keberhasilan menggunakan pre test dan post test yang akan dideskripsikan. Hasilnya, masyarakat Desa Sumberahayu mengalami peningkatan kemampuan dan pengetahuan mengenai pelatihan sistem pertanian terpadu
Bangkitkan Semangat, Ciptakan Peluang dengan Berwirausaha di Masa Pandemi
Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk memberi motivasi kepada siswa-siswa SMK Negeri 2 Tegal khususnya siswa kelas 3 yang akan menghadapi kelulusan agar mereka mempunyai semangat untuk memulai berwirausaha terutama di masa pandemi ini. Metode kegiatan pengabdian ini yaitu presentasi, pemberian motivasi, ice breaking, serta sesi tanya jawab dan diskusi. Materi yang akan disampaikan yaitu mengenai konsep kewirausahaan, cara mendirikan usaha, strategi pemasaran, dan dampak bisnis alih teknologi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah tumbuhnya semangat para siswa untuk berwirausaha yang dilihat dari peran aktif siswa dalam bertanya dan diskusi terkait kewirausahaan
Pelatihan Penyusunan Program BK Masa Pandemi Covid-19 bagi Guru BK MTs di Kabupaten Probolinggo
Selama menjalankan tugasnya di masa pandemi COVID-19, guru bimbingan dan konseling MTs mendapatkan berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi. Berdasarkan dari hasil wawancara dengan Ketua MGBK MTs maka diperoleh data bahwa ada permasalahan utama yang dihadapi oleh guru bimbingan dan konseling yaitu kesulitan dalam menyusun program BK pada masa pandemi COVID-19. Guru bimbingan dan konseling MTs membutuhkan pelatihan penyusunan program bimbingan dan konseling masa pandemi COVID-19. Metode pelatihan penyusunan program bimbingan dan konseling masa pandemi COVID-19 meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil pelatihan. Peserta pelatihan mengisi angket kepuasan yang dapat dijadikan sebagai evaluasi dan umpan balik pelatihan pengembangan program BK masa pandemi COVID-19 bagi Guru BK MTs di Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan dari hasil evaluasi proses angket evaluasi pelatihan, maka dapat disimpulkan bahwa peserta merasa sangat puas dan mendapatkan manfaat dari kegiatan pelatihan yang diselenggarakan. Adapun hasil evaluasi hasil menunjukkan bahwa peserta pelatihan mampu menyusun program bimbingan dan konseling dengan baik dan benar