Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
NILAI MORAL DALAM NOVEL LANGKAH KAKI KARYA SHINEMINKA DAN ALTERNATIF RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI TINGKAT SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dalam novel Langkah Kaki karya Shineeminka dan alternatif rencana pelaksanaan pembelajarannya nilai moral dalam novel Langkah Kaki karya Shineeminka di tingkat SMP. Metode pengumpulan data yang digunakan kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini diperoleh dari mengidentifikasi nilai moral pada novel dan mencocokan dengan teori yang ada.Hasil analisis data akan disajikan dalam bentuk deskriptif.Hasil analisis data ditemukan 61data. Berdasarkan hasil data tersebut, maka novel Langkah Kaki karya Shineeminka dapat dimanfaatkan sebagai alternatif rencana pelaksanaan pembelajaran di tingkat SMP. Khususnya untuk menerapkan nilai moral di kehidupan
Nilai Moral Kumpulan Cerpen Mata yang Enak Dipandang Karya Ahmad Tohari sebagai Alternatif Bahan Ajar pada Peserta Didik Kelas XI SMA
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai moral yang terdapat dalam kumpulan cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari, dan mendeskripsikan penerapan kumpulan cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari sebagai alternatif bahan ajar pada peserta didik kelas XI SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan, yaitu: (1) terdapat tiga jenis nilai moral dalam kumpulan cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari; (2) kumpulan cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari sesuai dengan kriteria bahan ajar sastra yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat diketahui bahwa nilai moral kumpulan cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar pada peserta didik kelas XI SMA
Studi Analisis Kesiapan Penguatan Relevansi Lembaga PAUD Sebagai Fase Pondasi Kurikulum Merdeka
AbstractThe success of achieving the independence curriculum is determined by the level of early childhood education. The purpose of this study was to determine the readiness of each element of the PAUD institution in relevance as the foundational phase of the independent curriculum. This study uses a survey method and is supported by a qualitative approach to translate the data from research findings with a sample of 9 (nine) PAUD institutions in Wonosobo District with Cluster Random Sampling selection based on distance from the city center and 9 (nine) Heads of Research Subjects. Institutions/Schools, 18 (Eighteen) Teachers, and 45 (Forty-five) Guardians of Students and Students. The research instruments are: 1) Interview Sheets for Teachers, Heads of Institutions/Schools, Guardians of Students and Students, 2) Questionnaires for Teachers, Heads of Institutions/Schools, and Parents of students. The results of the study show the readiness of each element of the PAUD institution, starting from the school institutions, teachers, parents of students in implementing an independent curriculum that is oriented to the learning outcomes of PAUD according to what is mandated by the government.Keywords: Readiness; early childhood institution; "freedom" curriculum AbstrakKeberhasilan terwujudnya capaian kurikulum merdeka ditentukan dari tingkat pendidikan anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kesiapan tiap elemen lembaga PAUD dalam relevansi sebagai fase pondasi kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan metode survey serta di dukung dengan pendekatan kualitatif untuk menerjemahkan data-data hasil temuan penelitian dengan sampel penelitian 9 (Sembilan) Lembaga PAUD di Kabupaten Wonosobo dengan pemilihannya secara Cluster Random Sampling berdasar jarak dari pusat kota dan Subjek penelitiannya 9 (Sembilan) Kepala Lembaga/Sekolah, 18 (Delapan Belas) Guru, dan 45 (Empat Puluh Lima) Wali Murid dan Murid. Instumen penelitiannya adalah: 1) Lembar Wawancara untuk Guru, Kepala Lembaga/Sekolah, Wali Murid dan Siswa, 2) Angket untuk Guru, Kepala Lembaga/Sekolah, dan Orang Tua siswa. Hasil penelitian menunjukan adanya kesiapan setiap elemen lembaga PAUD, mulai dari Pihak Lembaga sekolah, guru, wali murid dalam menerapkan kurikulum merdeka yang berorientasi pada capaian pembelajaran PAUD sesuai yang diamanatkan oleh pemerintah.Kata kunci: Kesiapan; Lembaga PAUD; Kurikulum Merdek
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Case Method Pada Mata Kuliah Seminar PAUD
AbstrakThis study aims to develop case-based teaching material for PAUD seminar courses. The development of this teaching material uses the Borg Gall model using ten stages of development that are adapted to research. Based on the results of the validity test using the Aiken V formula, it was found that the average result was 0.76, which means that media experts and material experts provide scores that tend to be consistent. However, it is necessary to improve the presentation of cases that students need to analyze. The results of the expert test ICC analysis obtained a result of 0.625 which indicated that the experts agreed in giving a value so that the results were valid. The trial was carried out on a sample of 23 students in early childhood education department with an average result of 3.69, which mean a good category so that it is suitable for use as teaching material in PAUD seminar coursesKata kunci: PAUD seminars; research and development, case method AbstractTujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berbasis kasus pada mata kuliah seminar PAUD. Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model BorgGall dengan menggunakan sepuluh tahapan pengembangan yang disesuaikan dengan penelitian. Berdasarkan hasil uji validitas menggunakan formula Aiken V ditemukan hasil rerata 0,76 yang berarti bahwa ahli media dan ahli materi memberikan nilai yang cenderung konsisten, Namun perlunya perbaikan dalam penyajian kasus yang perlu dianalisis mahasiswa. Hasil analisis ICC uji ahli memperoleh hasil 0,625 yang menunjukkan bahwa para ahli sepakat dalam memberi nilai sehingga hasilnya valid. Uji coba dilakukan pada sampel 23 orang mahasiswa program studi PGPAUD dengan hasil rerata 3,69 dengan kategori baik sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar pada mata kuliah seminar PAUD. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi dosen-dosen PAUD untuk mata kuliah seminar PAUDKeywords: seminar PAUD; penelitian dan pengembangan, case metho
PENGARUH MINAT BACA DAN PERAN DOSEN PEMBIMBING TERHADAP KEBERHASILAN PENULISAN TUGAS AKHIR
Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji apakah ada terdapat pengaruh minat baca dan peran dosen pembimbing secara parsial maupun simultan terhadap keberhasilan penulisan tugas akhir. Penelitian dilakukan di AMIK Tunas Bangsa Pematangsiantar dengan mengambil sampel 78 orang dari 369 orang populasi dengan perhitungan menggunakan rumus Slovin. Metode yang digunakan adalah metode survey dan pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi, wawancara, dan membagikan kuisioner menggunakan skala Likert sebagai alat pengukurnya. Teknik pengambilan sample dengan menggunakan purposive sampling yaitu teknik pengambilan sample sumber data dengan pertimbangan tertentu, teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis lenier berganda. Dalam menganalisi data digunakan beberapa teknik analsis deskriptif untuk mengetahui sebaran jawaban responden terhadap keseluruhan konsep yang diukur, analisis kuantitatif dengan menggunakan angka-angka dan perhitungan dengan metode statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa minat baca secara partial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan tugas akhir, nilai thitung ttabel (3,167 1,991), peran dosen pembimbing secara partial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan tugas akhir, nilai thitung ttabel (2,915 1,991), minat baca dan peran dosen pembimbing secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan tugas akhir dimana nilai Fhitung Ftabel yaitu (20,094 3,12
MANAJEMEN TEACHING FACTORY DALAM PENINGKATAN MUTU KONSENTRASI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO
ABSTRAKLatar belakang masalah bahwa tujuan SMK adalah mencetak sumber daya manusia lulusan SMK yang kompeten dan siap memasuki ke DUDIKA serta menciptakan lapangan kerja sendiri. Maka SMK dituntut mampu memebekali lulusannya dengan kompetensi yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan di DUDIKA. Kenyataannya data tingkat pengangguran terbuka berdasarkan tingkat pendidikan dari Badan Pusat Statistik (BPS) tanggal 9 November 2022 menyatakan tahun 2021 pengangguran dari lulusan SMK paling tinggi yaitu 11,13%. Kompetensi yang dipelajari di sekolah belum sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan di DUDIKA. Maka perlu adanya link match antara sekolah dengan DUDIKA, salah satu programnya adalah penerapan teaching factory. Dalam tata kelola teaching factory, perlu ada manajemen teaching factory yang baik sehingga bisa meningkatkan mutu konsentrasi keahlian di SMK. Untuk itu SMK Negeri 2 Bawang Kabupaten Banjarnegara menerapkan manajemen teaching factory yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan untuk meningkatkan mutu konsentrasi keahlian. Tujuan penelitian ini berdasarkan pada fokus dan sub fokus penelitian adalah mendeskripsikan dan menganalisis manajen teaching factory yang meliputi perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan pengawasan untuk meningkatkan mutu Konsentrasi Keahlian Teknik Audio Video SMK Negeri 2 Bawang Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan) meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa perencanaan (planning) teaching factory secara umum sudah dilaksanakan dengan baik. Organisasi (organizing) teaching factory sudah dilaksanakan sesuai SOP. Pelaksanaan (actuating) sudah dilaksanakan sesuai SOP. Pengawasan (controlling) secara umum sudah dilakukan dengan baik. Temuan dari penelitian ini adalah dalam perencanaan belum ada perencanaan keterserapan lulusan di DUDIKA. Produk berupa lampu LED dan speaker aktif baru memenuhi 3 Capaian Pembelajaran (CP) dari 5 CP di KOSP Kurikulum Merdeka. Produk tersebut juga sudah menghantarkan pencapaian kompetensi pada skema KKNI level II kompetensi keahlian Teknik Audio Video. Tata kelola pemasaran produk teaching factory belum menggunakan BLUD. Dalam pelaksanaannya, produk belum dibuat secara kontinyu, penerapan budaya 5R belum dilaksanakan semuanya di Konsentrasi Keahlian Teknik Audio Video SMK Negeri 2 Bawang. Kata kunci: manajemen teaching factory, produk, kompetensi
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BURSA KERJA KHUSUS DI SMK NEGERI 11 SEMARANG
Permasalahan yang muncul yaitu masih adanya alumni yang belum bekerja sehingga mengganggur. Kemudian penelusuran alumni (tracer studi) kurang berjalan dengan baik sehingga belum terdata dalam database BKK dengan baik, dan kerjasama dengan DUDI dalam hal perekrutan tenaga kerja lebih sering memiliki durasi jangka pendek. Fokus dari penelitian ini implementasi manajemen bursa kerja khusus di SMK Negeri 11 Semarang dari fungsi manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan BKK di SMK Negeri 11 Semarang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Desain penelitian kualitatif melalui tiga tahapan yaitu: orientasi, eksplorasi fokus, dan analisis data. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Analisis data dengan tiga langkah: reduksi data, menyajikan data, dan menarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Sekolah dan Ketua BKK dalam melaksanakan implementasi manajemen BKK yaitu: 1) Perencanaan implementasi manajemen bursa kerja khusus dengan meliputi perencanaan analisis kebutuhan, sosialisasi kegiatan dan penentuan sumber/pendanaan program BKK. 2) Pengorganisasian implementasi manajemen bursa kerja khusus dengan meliputi penugasan kerja implementasi manajemen bursa kerja khusus, 3) Pelaksanaan implementasi manajemen bursa kerja khusus dengan meliputi koordinasi struktur organisasi BKK, pertemuan rutin dan penelusuran alumni, 4) Pengawasan implementasi manajemen bursa kerja khusus dengan melakukan standarisasi pelayanan dan evaluasi pelaksanaan program BKK. Simpulan Implementasi manajemen bursa kerja khusus telah dilakukan melalui langkah-langkah atau prosedur yang sesuai dengan prinsip manajemen yang terdiri dari empat kegiatan yaitu, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Penulis menyarankan agar kepala sekolah diharapkan lebih memperhatikan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan. Guru diharuskan untuk selalu siap dalam pelaksanaan kegiatan.Kata Kunci: Bursa Kerja Khusus, Manajemen, Implementasi Manajemen BKK AbstractThe problem that arises is that there are still alumni who have not worked so that they are unemployed. Then tracer studies of alumni (tracer studies) are not going well so they are not properly recorded in the BKK database, and cooperation with DUDI in terms of recruiting workers often has a short term duration. The focus of this research is the implementation of special job market management at SMK Negeri 11 Semarang City of management functions include planning, organizing, implementing and supervising BKK at SMK Negeri 11 Semarang. The research approach used is qualitative. Qualitative research design goes through three stages: orientation, focus exploration, and data analysis. Data collection techniques are interviews, observation and documentation. This study uses a triangulation technique. Data analysis with three steps: data reduction, presenting data, and drawing conclusions. The results of the study show that the school principal and the head of the BKK in carrying out the implementation of BKK management are: 1) Planning for the implementation of the special job market management which includes planning for needs analysis, socialization of activities and determining sources/funding for the BKK program. 2) Organizing the implementation of the management of the special job market by including work assignments for the implementation of the management of the special job market. 3) Implementation of the management of the special job market by covering the coordination of the BKK organizational structure, regular meetings and tracing alumni, 4) Supervising the implementation of the management of the special job market by carrying out service standardization and evaluation of BKK program implementation. Conclusion Implementation of special job market management has been carried out through steps or procedures in accordance with management principles which consist of four activities namely, planning, organizing, implementing and supervising. The author suggests that school principals are expected to pay more attention in terms of planning, organizing, implementing and supervising. Teachers are required to always be ready in carrying out activities.Keywords: Special Job Fairs, Management, BKK Management Implementatio
PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK, MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP DAN MTs DI KECAMATAN SUBAH DAN PECALUNGAN KABUPATEN BATANG
The formulation of the problem in this research is 1) is there any effect of academic supervision on the performance of SMP and MTs teachers in Subah and Pecalungan Districts, Batang Regency, 2) is there an effect of work motivation on the performance of SMP and MTs teachers in Subah and Pecalungan Districts, Batang Regency, 3) is there any effect of academic supervision and work motivation on the performance of teachers in SMP and MTs in Subah and Pecalungan Districts, Batang Regency.This study uses a quantitative correlation approach. Data mining using a questionnaire instrument. The research locations were public junior high schools and MTs in Subah and Pecalungan sub-districts. Test Instrument is a test of validity and reliability. Prerequisite test using normality test, linearity test, multicollinearity test, homogeneity test. Data analysis used correlation test, simple linear regression test and multiple linear regression test.The results of the study (1) the effect of academic supervision on the performance of SMP and MTs teachers in Subah and Pecalungan Districts, Batang Regency. Based on the Fcount value of 134.127 Ftable 3.93 with a significance value of 0.000 0.05. which means H0 is rejected and Ha is accepted. The hypothesis which reads "there is an influence of academic supervision on teacher performance in SMP and MTs in Subah and Pecalungan Districts, Batang Regency" is accepted. (2) the effect of work motivation on the performance of SMP and MTs teachers in Subah and Pecalungan Districts, Batang Regency. Based on the Fcount value of 148.330 Ftable 3.93 with a significance value of 0.000 0.05. which means H0 is rejected and Ha is accepted. The hypothesis which reads "there is an influence of work motivation on teacher performance in SMP and MTs in Subah and Pecalungan Districts, Batang Regency" is accepted. (3) the effect of academic supervision and work motivation on teacher performance in SMP and MTs in Subah and Pecalungan Districts, Batang Regency. Based on the Fcount value of 81.128 Ftable 3.08 with a significance value of 0.000 0.05. Which means H0 is rejected and Ha is accepted. In other words, the hypothesis that reads "there is an influence of academic supervision and work motivation on teacher performance in SMP and MTs in Subah and Pecalungan Districts, Batang Regency" is accepted
PEMESANAN PRODUK SOUVENIR BERBASIS WEB
Pagar Alam City is known as a tourist city. Apart from being rich in ancient relics in the form of megalith stones, Pagar Alam is also famous for its natural beauty. This city makes agricultural tourism a direction for developing the people's economy, one of which is a business that sells souvenirs, where tourists from inside and outside always buy souvenirs as souvenirs for relatives and friends. The problem with ordering at this shop is that it still uses a manual system so the data entered is not computerized. In this research, a web-based souvenir product ordering application will be created. The programming languages used to create this program are Php and MySQL with the help of Visual Studio Code, Adobe Photoshop and Xampp tools. The research method used is the waterfall method which has stages such as the user requirements analysis stage, system design stage, implementation stage, verification stage, and finally the maintenance stage. The final result of this research is the creation of an application that can solve data processing problems quickly, precisely and accurately which is connected to a database, making it easier to create orders and recapitulate monthly order reports quickly and at any time if needed
Kajian Etnolinguistik: Leksikon Dalam Tradisi Adat "Pau Kaka Bapa" di Balukhering, Lewolema, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur Tahun 2023
This study aims to describe the lexicon in the traditional tradition of "Pau Kaka Bapa" ini Balukhering village, Lewolema District, East Flores Regency, East Nusa Tenggara. This type of research is descriptive qualitative. Data Collection was carried out by observing and recording through observastion and interview methods. The data analysis technique, 31 lexicons were found. The lexicon obtained is categorized into lexicon forms in the customary tradition, namely word forms and phrase forms. Furthermore, the meaning of the lexicon is found to have lexical meaning and denotative meaning. The function of language in the traditional tradition of "Pau Kaka Bapa", is categorized into 5 language functions namely Regulatory language functions, Representational language functions, interactional language functions, personal language functions, and finally the Heuristic language function. KEY WORDS: customary tradition; lexicon; language function; meanin