Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
The Effect of LAB Color Space with NASNetMobile Fine-tuning on Model Performance for Crowd Detection
In the COVID-19 pandemic, computer vision plays a crucial role in crowd detection, supporting crowd restriction policies to mitigate virus spread. This research focuses on analyzing the impact of using the RGB LAB color space on the performance of NASNetMobile for crowd detection. The fine-tuning process, involving freezing layers in various NASNetMobile base model variations, is considered. Results reveal that the model with LAB color space outperforms model with RGB color space, with an average accuracy of 94.68% compared to 94.15%. From all the test iterations, it was found that the highest performance for the NASNetMobile model occurred when freezing 10% of the layers from the back for both model LAB and RGB color spaces, with the LAB color space achieving an accuracy of 95.4% and the RGB color space achieving an accuracy of 95.1%
TRAFFIC PERFORMANCE ANALYSIS OF SECTIONS JL. PATI RAYA-JUWANA AT THE INTERSECTION OF ALUN-ALUN JUWANA PATI REGENCY USING THE MKJI 1997 METHOD
The signaled interchange at Jl. Pati Raya-Juwana is one of the influential transportation infrastructure for road users who will go to Pati City, Rembang and the industrial center in Juwana. During rush hour the area often has traffic jams. Therefore, this study was carried out with the aim of analyzing signaling intersections, replanning cycle times, knowing the traffic characteristics of the Pati Raya-Juwana road section. Data collection was carried out for 4 days by taking peak hours at 06:30 WIB - 07:30 WIB and 16:00 WIB - 17:00 WIB. Themethod of data retrieval carried out is traffic flow, volume, and cycle time at traffic light. The results of the study were pthere were existing conditions chosen alternative A as the best alternative for replanning traffic cycle time with 2 phases tonario 1 dwith t saturation degree 0.68, queue length 34.83 m and delay 15.06 seconds on the south shortening, then on the western approach for the saturation degree 0.51, queue length 23.51 m and delay of 11.07 seconds, and 0.19 degrees of saturation, a queue length of 12.32 m, and a delay of 11.39 seconds on the north quarter. From the results of the analysis, it can be concluded that the results of the traffic performance evaluation at the Juwana square intersection obtained the highest volume on Monday, July 3, 2023, so it is recommended to reset the traffic cycle time
Sosialisasi Dalam Memperkenalkan Olahraga Petanque di Kota Pekanbaru
Kegiatan PkM ini dilatar belakangi karena olahraga petanque ini masih baru berkembang di Provinsi Riau. Sekolah-sekolah yang tergabung di MGMP PJOK belum ada yang melaksanakan ekstrakurikuler. Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan olahraga petanque yang berasal dari perancis kepada guru MGMP kota Pekanbaru dan mencari bibit-bibit atlet usia junior. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan di Kota Pekanbaru bertempat di SMP Negeri 10 Pekanbaru dengan materi yang diberikan mulai dari sejarah olahraga petanque, Teknik dasar petanque dan teknik bermain. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu dengan pendekatan observasi, diskusi dan praktik langsung. Dari kegiatan yang dilakukan adanya antusias guru PJOK yang bergabung di MGMP Kota Pekanbaru untuk mengembangkan olahraga petanque ini, Para peserta sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi olahraga petanque ini, dan guru - guru MGMP PJOK SMP kota Pekanbaru mulai membuka ektrakurikuler olaharaga petanque disdekoah dengan meminta atlet-atlet senior sebagai pelatih
Sosialisasi Olahraga Tenis Meja Terhadap Pembibitan Atlet Muda di Desa Warulor
Kekurangan pendampingan dari orang dewasa dapat menjadikan anak malas berolahraga dan lebih disibukkan dengan gadget. Permasalahan anak-anak di Desa Waruloor, Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan adalah tingkat ketergantungan gadget yang tinggi, kurangnya pembinaan prestasi atlet di usia muda terutama cabang tenis meja. Solusi yang ditawarkan mitra adalah dengan melengkapi sarana prasaraa dan melakukan pendampingan pelatihan selama 3 bulan. Metode pengabdian yang digunakan adalah service learning. Jumlah sampel dalam pengabdian ini berjumlah 28 anak. Hasil dari pengabdian ini tingkat minat anak dalam bermain tenis meja rata-rata tergolong tinggi dengan jumlah 64,3% tinggi, 25% sangat tinggi dan 10,7% kategori cukup. Sedangkan selama 3 bulan pendampingan jumlah rata-rata kehadiran anak dalam berlatih tenis meja adalah 88,4%. Kesimpulan dari pendampingan ini tingkat olahraga anak-anak menjadi meningkat dan dapat dijadikann pembibitan atlet baru dalam cabang olahraga tenis meja
Pelatihan Penerapan Model Pendidikan Gerak Pada Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar
Salah satu aspek yang menunjukan kemampuan pedagogis guru PJOK adalah penerapan model pembelajaran yang khas dalam PJOK. Dalam hal ini, ialah model pendidikan gerak yang dikenal sebagai model pembelajaran yang dominan kepada aspek psikomotorik yang mana proses pendidikan melalui gerak. Fenomena yang kami temukan bahwa Sebagian guru-guru PJOK masih belum memahami dengan baik esensi dari model pendidikan gerak tersebut. Padahal belajar gerak merupakan hal yang mendasar dan penting terhadap keterampilan gerak yang lebih kompleks. Peserta didik diharapkan memiliki keterampilan gerak yang mapan, sehingga di jenjang selanjutnya, dalam hal ini penguasaan cabang olahraga tertentu yang tentunya pola gerak yang lebih kompleks, mereka bisa melakukan dengan baik dan benar. Oleh sebab itu, kami menggunakan metode mensosialisasikan terlebih dulu terkait pentingnya penerapan model pendidikan gerak pada mata Pelajaran PJOK. Kemudian, melakukan pelatihan terhadap mitra pengabdian agar mampu menerapkan model pendidikan gerak di kelasnya masing-masing. Melalui pengabdian ini kami hasil pelatihan menunjukan bahwa guru-guru PJOK sangat terbantu untuk meningkatkan kemampuan pedagogisnya melalui pelatihan ini, sebab selama ini belum ada pelatihan khusus model pendidikan kebugaran kepada guru-guru PJOK di kabupaten Polewali Mandar
Pelatihan Weight Training pada Performa Sprint, Vertical Jump, dan Strength Pemain Sepakbola Wanita
Meskipun pola aktivitas permainan sepakbola dominan adalah sifat aerobik, tetapi kekuatan otot, power, dan kecepatan merupakan ciri fisiologis yang penting untuk melakukan sprint, jump, tackling, dan tendangan dalam sepakbola. Faktanya program weight training maupun kombinasi dengan plyometric training mampu menghasilkan peningkatan performa sprint, jump, dan strength. Oleh karena itu, program weight training yang tepat perlu diterapkan untuk dapat meningkatkan perkembangan fisik pemain sepakbola. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada pemain sepakbola wanita terkait pentingnya weight training. Metode pengabdian dilakukan dengan sosialisasi, pendampingan, dan pelatihan weight training. Mitra pengabdian adalah pemain sepakbola wanita, berjumlah 20 pemain. Evaluasi dilakukan pada pengetahuan serta performa sprint, vertical jump, dan strength yang dinilai sebelum dan sesudah pelatihan. Instrumen yang digunakan adalah angket pengetahuan, 20m sprint test, countermovement jump test, dan squats test. Hasil dari pengabdian ini adalah pengetahuan peserta meningkat dari pretest 17.05±2.72 menjadi 32.80±2.78 saat posttest. Pretest sprint dengan kecepatan 4.15±0.18 detik meningkat menjadi 3.57±0.19 detik saat posttest. Jump mulai dengan ketinggian pretest 54.71±1.78 cm meningkat menjadi 57.30±1.81 cm saat posttest. Pretest strength dengan squat sebanyak 24.05±6.69 kali meningkat menjadi 42.10±9.20 kali saat posttest. Sehingga disimpulkan bahwa pengetahuan dan performa pemain sepakbola wanita mengalami peningkatan
SIMULASI EFEK POROSITAS STACK TERHADAP PERFORMA PENDINGIN TERMOAKUSTIK SATU TAHAP PADA SUHU 0 C BERBASIS FORTRAN95
Sistem pengkondisian udara dan refrigerasi menjadi kebutuhan yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak industri modern yang menggunakan mesin pendingin (refrigerator) untuk membantu menjaga kestabilan suhu dari overheating dan mencegah produk agar terhindar dari serangan kotoran maupun serangga. Akan tetapi, sistem refrigerasi yang digunakan di industri masih menggunakan sistem refrigerasi kompresi uap dan menggunakan refrigerant freon chlorofluorocarbon (CFC) dan hydroclorofluorocarbon (HCFC) yang sekarang menjadi pengganti CFC karena dinilai sebagai gas yang tidak berbahaya bagi lapisan ozon. Oleh karena itu dibutuhkan pendingin termoakustik yang dibangkitakan oleh mesin termoakustik satu tahap. Penelitian ini dilakukan secara numerik dan menggunakan pemprograman fortran95. Dalam penelitian ini, simulasi efek porositas stack terhadap performa pendingin termoakutik yang dibangkitkan oleh mesin termoakustik satu tahap pada suhu 0°C berbasis Fortran95 telah dilakukan. Dari variasi nilai porositas 0,37 - 0,97 ditemukan bahwa porositas stack yang cukup optimal untuk meningkatkan kinerja pendingin termoakustik pada suhu 0°C adalah nilai porositas 0,97. Dari pengaruh nilai porositas 0,97 diperoleh dua hasil yang berpengaruh besar pada performa pendingin termoakustik ini. Hasil yang pertama, pada nilai porositas 0,97 diperoleh suhu pemanasan terendah adalah 490K atau 217°C. Suhu ini sesuai yang diharapkan dalam penggunaan limbah panas dari PLTP yang kurang dari 225°C sebagai sumber energi di dalam mesin. Hasil yang kedua, pada nilai porositas 0,97 diperoleh nilai efisiensi total sistem pendingin dengan nilai efisiensi 4,1%
KAJIAN EFEK DIAMETER STACK TERHADAP PERFORMA PENDINGIN TERMOAKUSTIK YANG DIBANGKITKAN OLEH MESIN TERMOAKUSTIK SATU TAHAP
Sistem pengkondisian udara dan refrigerasi menjadi kebutuhan yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak industri modern yang menggunakan mesin pendingin (refrigerator) untuk membantu menjaga kestabilan suhu dari overheating dan mencegah produk agar terhindar dari serangan kotoran maupun serangga. Akan tetapi, sistem refrigerasi yang digunakan di industri masih menggunakan sistem refrigerasi kompresi uap dan menggunakan refrigerant freon chlorofluorocarbon (CFC) dan hydroclorofluorocarbon (HCFC) yang sekarang menjadi pengganti CFC karena dinilai sebagai gas yang tidak berbahaya bagi lapisan ozon. Oleh karena itu dibutuhkan pendingin termoakustik yang dibangkitakan oleh mesin termoakustik satu tahap. Penelitian ini dilakukan secara numerik dan menggunakan pemprograman fortran95. Dalam penelitian ini, simulasi efek porositas stack terhadap performa pendingin termoakutik yang dibangkitkan oleh mesin termoakustik satu tahap pada suhu 0°C berbasis Fortran95 telah dilakukan. Dari variasi nilai porositas 0,37 - 0,97 ditemukan bahwa porositas stack yang cukup optimal untuk meningkatkan kinerja pendingin termoakustik pada suhu 0°C adalah nilai porositas 0,97. Dari pengaruh nilai porositas 0,97 diperoleh dua hasil yang berpengaruh besar pada performa pendingin termoakustik ini. Hasil yang pertama, pada nilai porositas 0,97 diperoleh suhu pemanasan terendah adalah 490K atau 217°C. Suhu ini sesuai yang diharapkan dalam penggunaan limbah panas dari PLTP yang kurang dari 225°C sebagai sumber energi di dalam mesin. Hasil yang kedua, pada nilai porositas 0,97 diperoleh nilai efisiensi total sistem pendingin dengan nilai efisiensi 4,1%
ANALISIS PERAN PROGRAM SETORAN LITERASI UNTUK KEDEKATAN EMOSIONAL GURU DAN SISWA DI SD NEGERI 02 PENANGGUNGAN KABUPATEN BANJARNEGARA
Konteks penelitian ini yaitu rendahnya literasi anak pasca pandemi Covid-19 di SD Negeri 02 Penanggungan Kabupaten Banjarnegara. Mahasiswa Kampus Mengajar 6 dan guru mengusung setoran literasi untuk meningkatkan literasi dan jadi sarana konseling. Permasalahan pada penelitian ini yaitu bagaimana peran program setoran literasi dalam membentuk kedekatan emosional guru dan siswa di SD Negeri 02 Penanggungan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis peran program setoran literasi dalam membentuk kedekatan emosional siswa dan guru di SD Negeri 02 Penanggungan. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Indikator yang dicari adalah kedekatan emosional guru dan siswa melalui dokumentasi, observasi, kuesioner, dan wawancara. Data akhir dianalisis dengan mendeskripsikan dan menelaah nilai kedekatan emosional yang diperoleh untuk menyimpulkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa kelas VI merasakan kedekatan emosional dengan guru setelah rutin mengikuti setoran literasi. Saran bagi pengajar lain adalah harus mampu mendekatkan diri dengan anak melalui berbagai usaha, misalnya setoran membaca
KEEFEKTIFAN MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SD NEGERI PEDURUNGAN KIDUL 05
Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV dengan materi Wujud Zat dan Perubahannya. Hal ini dikarenakan guru tidak menggunakan model pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah model project based learning efektif terhadap hasil belajar IPAS kelas IV SD Negeri Pedurungan Kidul 05 Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 28 siswa kelas IV SD Negeri Pedurungan Kidul 05 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan 28 siswa kelas IV SD Negeri Pedurungan Kidul 03 sebagai kelas kontrol tidak diberi perlakuan. Sampling yang digunakan penelitian adalah teknik non probability sampling yang merupakan jenis sampling jenuh karena teknik penentuan sampel ini digunakan apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hasil analisis pada aspek pengetahuan berdasarkan dk = n1 + n2 = 28 + 28 2 = 54, a 5%, ttabel = 2.0049 thitung 2.810. Maka thitung ttabel sehingga H0 ditolak. Artinya memiliki perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai postest aspek pengetahuan kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Dapat disimpulkan adanya perbedaan hasil belajar dari kelas eksperimen dan kelas kontrol