Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
    6019 research outputs found

    The Relationship between Social Support and Well-Being in Elementary School in Singkawang

    No full text
    The objectives of this study are: 1) to describe the level of social support in students at SD Negeri 15 Singkawang, 2) to describe the level of well-being in students at SD Negeri 15 Singkawang, 3) to examine the relationship between social support and well-being in students at SD Negeri 15 Singkawang. This type of research is quantitative correlation design. The population of this study were all students in grades V and VI of SD Negeri 15 Singkawang, totaling 76 students. The population was sampled using saturated sampling technique, the sample used was 76 students. Data collection techniques in this study with questionnaire and scale research instruments. The Social Support Questionnaire amounted to 37 statements, the validity value was in the range of 0.329-0.881 while the reliability value α was 0.945 and the Well-being Scale amounted to 26 statements, the validity value was in the range of 0.305-0.801 while the reliability value α was 0.903 with yes and no answer options. The data analysis techniques used are percentage and correlation. The results showed that the level of student social support was in the low category (57.15%), meaning that students did not get optimal social support from those closest to them while following the learning process at school. The results of the level of well-being of students are in the low category (59.41%), meaning that students have not fully felt happiness or well-being

    Summative Assessment Reconstruction on Negotiation Text for the Tenth Grade in Vocational School

    No full text
    The purpose of this research was to determine the quality of summative assessment tests in three modules of negotiation texts class X SMK at the vocational level. The quality of the questions is very influential on the results of achieving the learning objectives of students as a basis for determining class increase or graduation from educational units. This research was conducted by analyzing (1) assessment qualifications in the module, (2) the level of difficulty of the questions, and (3) the cognitive level of the questions. The method used in this study is qualitative method with techniques by interviews and literature studies. The results showed that the application of summative assessment at SMKN 1 Bangil used more C4 reaching 50%. In addition, the difficulty level of the questions is categorized as good because the medium level has reached 50%. At SMKN 2 Purwosari shows more dominant use of C2 in the form of understanding of problems that have been learned in previous learning. This indicates the need for cognitive improvement in the problem to achieve balance. In addition, the difficulty level of the questions is categorized as good because the medium level has reached 50%. Furthermore, in the SMKN 2 Jepara module, more operational verbs use to apply (C3) and create (C6) which reaches a percentage of 26.7%. Through this analysis, there are several problems that have not been balanced in difficulty and cognitive levels and there needs to be reconstruction to achieve better student learning outcomes

    Pengembangan Powerpoint For Android Dengan Model Think Talk Write Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa

    No full text
    Seiring berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ikut mempengaruhi perkembangan media pembelajaran. Media pembelajaran adalah satu penentu keberhasilan belajar siswa. Pemanfaatan teknologi android selama ini bukan hanya dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi, atau sekedar hiburan tetapi saat ini dapat dikembangkan untuk media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan powerpoint for android dengan model Think Talk Write untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa SMP N 1 Pucakwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dan jenis penelitian yang digunakan adalah ADDIE. (1) Analyze, analisis kebutuhan siswa menunjukkan siswa membutuhkan media pembelajaran. (2) Design, produk yang dihasilkan pada penelitian ini media powerpoint for android. (3) Development, media yang dikembangkan kemudian divalidasi oleh ahli media 84%, ahli materi 82%, dan ahli desain pembelajaran 85% sehingga dikatakan valid. (4) Implementation, tanggapan siswa di kelas VII C tingkat pencapaian 89% berada pada kategori praktis. (5) Evaluation, data dalam penelitian ini terdiri dari data awal berupa nilai yang diperoleh melalui nilai pretest dan data akhir berupa nilai yang diperoleh melalui posttest. Hasil dari posttest kedua kelas dilakukan uji kesamaan dua rata-rata (uji-t pihak kanan) didapat diperoleh dan karena Karena maka H0 ditolak dan H1 diterima diterima sehingga dikatakan efektif. Jadi, dapat disimpulkan pembelajaran menggunakan Powerpoint for Android dengan model Think Talk Write untuk meningkatkan pemahaman konsep dikatakan valid, praktis, dan efektif daripada model pembelajaran konvensional

    Penguatan Karakter Pesepakbola Muda Sebagai Upaya Pembekalan Menuju Atlet Profesional

    No full text
    Banyak faktor yang memengaruhi untuk meraih prestasi olahraga secara maksimal. Baik faktor internal maupun eksternal atlet itu sendiri. Selain kemampuan teknis seperti fisik dan teknik, ada juga yang tidak kalah penting adalah mental. Mental di sini lebih berkaitan ke karakter seorang atlet dalam menjalani sebagai atlet profesional. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pelatih kepala di SSB PBJ didapat bahwa seluruh siswa wajib bersepatu saat berangkat latihan. Namun masih banyak karakter seorang atlet profesional yang perlu dikuatkan lagi sebagai upaya lebih menyiapkan mereka ke depan seperti pengaturan pola istiraha, pola makan, respek terhadap wasit dan lawan, peningkatan nilai religi dan sebagainya. Tujuan pengabdian ini adalah, adanya peningkatan pemahaman penanaman karakter bagi tim pelatih; adanya peningkatan pemahaman penanaman karakter kepada para orang tua siswa SSB PBJ; adanya peningkatan pemahaman bagi siswa bagaimana menjadi seorang atlet profesional. Instrumen yang digunakan yaitu angket kuesinoer karakter. Secara garis besar metode pelaksanaan dibagi mejadi tiga tahap yaitu, persiapan, pelaksanaan dan monitoring dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi analisis situasi, dialog dengan mitra, dan kesepakatan kerjasama. Pelaksanaan program pelatihan dengan cara pemaparan materi, diskusi dan pendampingan. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan setelah pelatihan dilakukan untuk mengetahui keberhasilan program dengan meminta peserta melalukan posttest. Hasil pengabdian ini menunjukkan rata-rata tingkat pemahaman karakter sebesar 82,1

    Praktik Baik dalam Pengajaran Tata Bahasa BIPA

    No full text
    Salah satu kompetensi yang perlu dikuasai oleh pemelajar BIPA dalam belajar bahasa Indonesia adalah kompetensi linguistik. Kompetensi linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kode linguistis secara akurat. Salah satu kemampuan yang perlu dikuasai dalam kompetensi linguistis adalah kompetensi yang berhubungan dengan gramatikal atau tata bahasa. Kemampuan gramatikal atau tata bahasa ini sering dipandang oleh kebanyakan pemelajar BIPA sebagai kemampuan yang lebih sulit dikuasai dibandingkan dengan kemampuan yang lain, seperti membaca, berbicara, menulis, dan menyimak, padahal kemampuan dalam tata bahasa menjadi dasar bagi kemampuan empat keterampilan berbahasa tadi. Begitu juga bagi pengajar BIPA, tata bahasa sering dianggap sebagai bidang yang lebih sulit diajarkan daripada empat keterampilan berbahasa. Tidak jarang pengajar BIPA menghindari penjelasan yang berkaitan dengan aspek ketatabahasaan apalagi jika yang dihadapi adalah pemelajar BIPA yang berada pada tingkat (level) lanjut. Makalah ini hendak menyajikan praktik baik dalam pengajaran tata bahasa BIPA. Diharapkan bahasan ini dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi pengajar BIPA yang mengajarkan tata bahasa atau yang karena tugasnya harus menjelaskan aspek-aspek ketatabahasaan BIPA. Yang dimaksud dengan praktik baik di sini adalah bagaimana cara memahamkan konsep tata bahasa bahasa Indonesia kepada pemelajar BIPA dengan mudah. Pembahasannya akan ditinjau dari segi sifat linearitas bahasa, sifat bahasa yang berpola, konteks, dan teknik penyajia

    Diksi dalam Lirik Lagu Ngilmu Pring Karya Jogja Hiphop Foundation: Kajian Stilistika

    No full text
    The purpose of this study was to determine the use of diction and its function in the lyrics of the song Ngilmu Pring by the Jogja Hiphop Foundation. This study used a descriptive qualitative method. The research data are in the form of phrases, words, and sentences in the lyrics of the song Ngilmu Pring by the Jogja Hiphop Foundation. Data collection techniques used in this study used inventory, read-listening, and recording techniques

    Isi dan Makna Puisi Kluwung Karya Soewardi Baroto Martono: Pendekatan Pragmatik

    No full text
    Javanese people or rather Javanese ethnic groups, culturally and anthropologically, are people who in their daily lives use the Javanese language with various kinds of dialects from generation to generation. According to Kodiran (1981: 322), the Javanese cultural area covers the entire central and eastern part of the island of Java. An example of a Javanese literary works are also still quite a lot. Geguritan is a literary creation in the form of poetry which is usually sung with a very melodious song (Pupuh). This study takes as an example a literary work of poetry entitled Kluwung by Soewardi Baroto Martono. To find this literary work, the author uses a pragmatic approach that views literary works as a means to convey certain goals to the reader. This study also aims to find out the content and meaning of everyday life in Soewardi Baroto Martono's Kluwung poetry

    Kegiatan Kokurikuler Mendukung Pendalaman Materi Siswa di SMA Negeri 1 Jakenan

    No full text
    Co-curricular activities are activities carried out outside curricular and extracurricular hours. This study aims to discover that co-curricular activities support the deepening of student material. The method used in this study is a qualitative method of experimentation. The data in this study collected data using field experiments. As for data management using content analysis. In this study, the author found four co-curricular activities that can support the deepening of student material: MOPDB (NewStudent Orientation Period), GLS (School Literacy Movement), Adiwiyata School, and Study Tour. These activities have been proven to support the deepening of student material inside and outside the student subject matter and foster good character for students

    PERANAN FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM PEMBENTUKAN MORALITAS GENERASI MUDA

    No full text
    Dalam pendidikan, terdapat suatu hal yang sangat penting yaitu filsafat. Pendidikan sendiri tidak dapat dipisahkan dari moral setiap individu. Penanaman, pengembangan, dan pembentukan akhlak yang mulia dalam diri seseorang dikenal sebagai pendidikan moral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana filsafat pendidikan berkontribusi pada pembentukan moralitas generasi muda, hubungan antara filsafat, pendidikan, dan moral. Kemudian, cara pendidikan mengubah perilaku manusia, pentingnya pendidikan dan apa yang menyebabkan generasi muda mengalami krisis moral. Metode penelitian yang digunakan adalah peninjauan literatur jurnal, yaitu pencarian literatur internasional dan nasional dengan menggunakan Google Cendekia dan Science Direct. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa diperlukan pendekatan pendidikan efektif yang berorientasi pada nilai-nilai luhur kemanusiaan untuk mengatasi krisis moral yang dihadapi generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan moral diharapkan dapat menghasilkan individu yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga bermoral dan sesuai dengan norma dan harkat kemanusiaan. Kata Kunci: filsafat, pendidikan, mora

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN PELAKSANAAN (AKTUATING) EDUPRENEURSHIP DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)

    No full text
    Penelitian ini berlatarbelakang penyelenggaraan program edupreneurship sebagai upaya sekolah dalam menjawab kebutuhan masyarakat khususnya peserta didik yakni membekali peserta didik dengan ketrampilan/skill karena sebagai sekolah menengah umum non kejuruan sebagian besar lulusannya memilih untuk bekerja. Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen edupreneurship dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi manajemen eduprenership yang memfokuskan pada pelaksanaan (actuating). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan jenis penelitian studi kasus, yakni mengkaji penyelenggaraan program edupreneurship di SMA Theresiana Weleri Kabupaten Kendal. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelaksanaan (actuating) edupreneurship di SMA Theresiana Weleri Kabupaten Kendal dapat dilaksanakan dengan baik, menitikberatkan pada usaha yang dilakukan sekolah secara kreatif/inovatif; sesuai visi misi dan tujuan sekolah, melibatkan tenaga profesional dari DU/DI, melibatkan tim internal dan eksternal sekolah, serta materi dan penjadwalan yang jelas serta mengacu pada prinsip-prinsip penyelenggaraan program edupreneurship. Hal ini menunjukkan bahwa program edupreneurship tidak hanya dapat dilaksanakan di sekolah menengah kejuruan yakni SMK namun juga dapat dilaksanakan di jenjang sekolah menengah umum yakni SMA. Kata kunci: Manajemen, edupreneurs, actuating

    267

    full texts

    6,019

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas PGRI Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇