Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT DENGAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SDN 02 REJOSARI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PBL
Bahasa merupakan alat yang dapat menyatukan dalam ilmu dan pendidikan. Kemampuan mempelajari bahasa memerlukan kemampuan dalam membaca. kecepatan membaca seseorang ada perbedaanya, yaitu intensitas waktu dan pemahaman informasi yang diperoleh. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Menganalisis kemampuan membaca cepat dan membaca pemahaman pada siswa kelas 4 SD Negeri 02 Rejosari dengan menggunakan metode PBL dan untuk Mengetahui faktor- faktor yang memengaruhi kemampuan membaca cepat dengan membaca pemahaman di kelas 4 SD Negeri 02 Rejosari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Setting penelitian dilaksanakan di SDN 02 Rejosari kecamatan Semarang Timur Kota Semarang dengan teknik pengumpulan data berupa triangulasi menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa siswa kelas 4 SDN 02 Rejosari kota Semarang kemampuan membaca cepat dan membaca pemahamannya masih dikategorikan dalam kategori rendah, dari 23 siswa di dalam kelas kurang terfokuskan dikarenakan kurangnya pemahaman kata perkata, suasana kelas yang ramai dan sulit kondusif menjadikan siswa kurang konsentrasi di dalam kelas, ada 15 siswa yang kemampuan membaca cepat dan pemahamannya masih dibawah rata-rata selebihnya ada 8siswa yang dapat dikategorikan kemampuan membaca cepat dan membaca pemahamannya dalam kategori cukup. Kurangnya dukungan dari orang-orang terdekat yang merupakan faktor kurangnya konsentrasi atau fokus dalam kegiatan membaca. Adapun hambatan individual siswa yang memengaruhi kemampuan membaca cepat dan membaca pemahaman siswa yaitu kebiasan belajar di lingkungan tempat tinggal siswa, kondisi fisik mental yang kurang mendukung dan kurangnya latar belakang pengetahuan siswa
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN PINTAR BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS II SD
Latar belakang penelitian ini adalah tentang masih rendahnya kemampuan matematis pada siswa kelas II SD. Permasalah pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas II SD. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Hasil penelitian ini pengembangan media papan pintar yang telah dikembangkan telah sesuai dengan karakteristik untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran kelas II SD Supriyadi 02 Semarang dan SD Negeri Purwosari 02 Mijen Semarang, dimana dalam media papan pintar termuat materi pembelajaran yang dikemas secara menarik dalam bentuk visual berbentuk gambar sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi. Pengembangan media papan pintar pada materi penjumlahan bilangann sampai 100 kelas II di sekolah dasar, telah dapat memenuhi kriterian valid berdasarkan validasi oleh kedua ahli materi dan media dengan memperoleh kelayakan materi 98% dan kelayakan media 98% dengan kategori "sangat baik" sehingga sangat layak untuk dapat digunakan dalam pembelajaran. Media papan pintar materi penjumlahan bilangan sampai 100 di sekolah dasar yang telah dikembangkan dapat memenuhi kriteria praktis berdasarkan angket tanggapan guru dan siswa diperoleh presentase tanggapan guru dan siswa rata-rata 81- 100 % dengan kriteria sangat baik serta kategori sangat valid
PENERAPAN METODE PEMBIASAAN UNTUK MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN ANAK USIA 5-6 TAHUN TK MUSLIMAT BULOH II
Dari hasil observasi TK Muslimat Buloh II permasalahan yang sering terjadi adalah. (1) Tingkat hubungan antara orang tua terhadap disiplin anak lemah, salah satu penyebabnya adalah orang tua belum menerpakan perilaku disiplin karena bekerja dan masih beranggapan bahwa anak belum waktunya menerapkan karakter disiplin, contoh mengantarkan anak terlambat masuk sekolah, bila memang terpaksa terlambat masuk sekolah orang tua lebih baik mengantarkan anak ketemu guru dan menjelaskan mengapa anak. terlambat masuk sekolah. (2) Anak bangun ke siangan, permasalah yang sering terjadi adalah anak tidur larut malam disebabkan ada beberapa anak yang kurang disiplin dalam menerapkan jam tidur, seperti anak menonton tv atau bermain hp dan akhirnya tidur larut malam. (3) Anak marah tidak mau masuk ke sekolah, dikarnakan tidur larut malam, anak jadi kurang istirahat, hal ini menyebabkan anak menjadi mudah atau sering mengantuk sepanjang hari, tidak hanya mengantuk sepanjang hari, suasana hati anak juga cenderung kurang baik, mereka tampak kurang semangat dalam menjalani aktivitas sehingga anak mogok dan tidak mau berangkat ke sekolah
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mencapai yang di inginkan dalam penelitian adalah peningkatan kemampuan berhitung siswa kelas II SD melalui media pembelajaran berbentuk video animasi.Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Media pada penelitian pengembangan ini harus melalui subjek penilai berupa validasi ahli media, ahli materi, angket tanggapan guru, dan angket tanggapan siswa agar memperkuat validasi media. Hasil pengembangan berupa media pembelajaran video animasi untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa. Media video animasi dinyatakan valid yang dibuktikan dengan hasil validasi oleh ahli media pembelajaran sebesar 64%, validasi ahli materi sebesar 88%. Media pembelajaran video animasi juga dinyatakan praktis dengan dibuktikan dengan hasil tanggapan guru sebesar 90% dan dari tanggapan siswa sebesar 100%. Tingkat keefektifan media terhadap kemampuan berhitung siswa kelas II menunjukkan adanya peningkatan pada hasil post-test yang telah diuji menggunakan pengujian T-test. Dari nilai pre-test 58 dan post-test 88 dapat disimpulkan bahwa kemampuan berhitung siswa di katakana meningkat setelah menggunakan media video animiasi pembelajaran
The Influence of Grammarly Application to Improve Students' Writing Skills in Recount Text
Writing proficiency in English is crucial for students, yet errors often occur in their written narratives. This study investigated how the use of Grammarly Application can enhance students' narrative texts. Employing an experimental quantitative research design, the study conducted random sampling among students from a State Middle School in Batubara. The experimental group comprised 31 students who used Grammarly Application, while the control group had 31 students without access to the tool. Pre- and post-tests using writing samples were employed to collect data. The independent sample T-test was utilized to test the hypothesis that Grammarly impacts students' writing skills, yielding a significant result of 0.000 0.05. These findings reject the null hypothesis (Ho) and support the alternative hypothesis (Ha), indicating that Grammarly Application effectively improved students' narrative writing abilities. This study suggested that teachers can utilize Grammarly Application to enhance English writing instruction, enabling students to self-assess and revise their written work more effectively. Grammarly facilitates teachers' provision of constructive feedback and correction on students' writing, thereby enhancing overall writing proficiency in English classrooms. In addition to facilitating self-assessment and revision, Grammarly empowers students with instant feedback on grammar, style, and clarity, fostering a deeper understanding of English language conventions. This automated assistance allows teachers to focus more on higher-order writing skills, such as organization and argumentation, further enriching the learning experience and improving students' overall writing competence in Englis
IMPLEMENTASI PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 1 DI SD 3 LORAM WETAN KUDUS
Profil Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Dalam hal ini, pelaksanaan Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dilakukan pada siswa kelas 1 SD 3 Loram Wetan Kudus. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Keabsahan data dikumpulkan menggunakan teknik triangulasi. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa implementasi profil pelajar Pancasila pada pendidikan Pancasila kelas 1 di SD 3 Loram Wetan menunjukkan komitmen yang serius dari pihak sekolah dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan karakter siswa. Strategi pembelajaran yang diterapkan, seperti pembelajaran tematik dan kegiatan ekstrakurikuler yang telah membantu siswa untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kedepannya untuk meningkatkan Implementasi Profil Pelajar Pancasila sebaiknya memperkuat kerjasama antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Guru dapat terus meningkatkan kreativitas dalam menyajikan materi ajar yang menarik dan relevan, serta menerapkan metode pengajaran yang beragam untuk menjaga keterlibatan siswa dalam pembelajaran
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING MELALUI TUTOR SEBAYA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MATERI KPK DAN FPB KELAS V SD NEGERI 1 KEDALON
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) melalui tutor sebaya terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dalam materi KPK dan FPB pada kelas V SD Negeri 1 Kedalon. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tutor seabaya sebagai sumber belajar selain guru tetapi teman sebayanya yang pandai dan paham materi. Permaslahan yang peneliti angkat yaitu keterampilan berpikir kritis siswa kelas V pada materi KPK dan FPB. Peneliti menggunakan penelitian kuantitatif. Tempat dilaksanakannya penelitian yaitu di SD Negeri 1 Kedalon, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah peserta didik kelas V SD Negeri 1 Kedalon. Sampel dari penelitian ini berjumlah 15 dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design jenis sampling jenuh dengan memakai semua anggota populasi. Hasil uji hipotesis berupa uji-t memperlihatkan bahwa nilai Thitung = 43,02 Ttabel = 1,76. Maka disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil nilai pretest dan posttest serta menunjukkan bahwasannya penggunaan model Problem Based Learning melalui tutor sebaya berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis materi KPK dan FPB kelas V SD Negeri 1 Kedalon
ANALISIS KETERAMPILAN GERAK DASAR PESERTA DIDIK KELAS 2B TEMA 5 DI SDN TLOGOSARI WETAN 01 SEMARANG
Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah pentingnya perkembangan gerak dasar anak dan melakukan pengamatan mengenai kondisi perkembangan gerak dasar siswa pada kelas rendah sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan kemampuan gerak dasar siswa.Permasalahan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2B hanya menerima pembelajaran penjaskes tidak dengan dajarkan pengenalan atau teori terlebih dahulu, sehingga perkembangan keterampilan pada siswa tersebut tidak bisa dinilai perkembangannya.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian adalah siswa kelas 2B dan guru PJOK. Hasil penelitian ini yaitu keterampilan gerak dasar merupakan fondasi tingkah laku manusia dan membantu anak usia dini untuk mempelajari keterampilan baru dalam bidang lainnya. Gerak lokomotor merupakan gerak memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain. Macam-macam gerak lokomotor, yaitu : lari, lompat, loncat, leaping, jingkat, menderap, sliding, skiping, rolling, dan memanjat. Sedangkan gerak non lokomotor merupakan aktivitas yang menggerakkan anggota tubuh pada porosnya dan pelaku tidak pindah tempat. Bentuk-bentuk gerak non lokomotor, yaitu menghindar, meregangkan otot, memutar dan berputar, mengayunkan kaki, bergantung, menarik.Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah senantiasa meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan mengenai gerak dasar lokomotor, nono lokomotor dan manipulatif dengan gaya permainan yang mengedukasi siswa.Kata Kunci: Gerak Dasar, Keterampila
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS MENGGUNAKAN MEDIA GARIS BILANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI NGALIYAN BATANG
Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament Menggunakan media Garis Bilangan terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran matematika kelas IV SD Negeri Ngaliyan Batang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament menggunakan media Garis Bilangan terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran matematika kelas IV SD Negeri Ngaliyan Batang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik analisis data menggunakan analisis awal dan akhir yang menggunakan uji normalitas , uji beda t-test dan uji regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis data yang diujikan diperoleh thitung = 6,48. Kemudian dibandingkan dengan harga ttabelpada db = 29 dan taraf signifikan 5 % adalah 2,045. Kriteria pengujian hipotesis adalah H0 diterima apabila thitung ttabel. Pada hasil perhitungan diperoleh thitung ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada perbedaan rata-rata hasil belajar Pretest dan hasil belajar Post test. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa rata-rata hasil belajar Post test = 79,83 lebih besar dari pada rata-rata hasil belajar Pre test = 57,17. Hasil uji linieritas diperoleh Fhitung = 2,8129 untuk taraf signifikan α = 5% dan dk = (1,28) maka nilai Ftabel = 4,20. Karena Fhitung Ftabel yaitu 2,8129 4,20 maka Ho diterima, sehingga persamaan regresi linier. Serta berdasarkan uji determinasi regresi linier sederhana diperoleh nilai r2 = 0,7811. Hal ini berarti pengaruh aktivitas siswa terhadap hasil belajar siswa sebesar 78% sedangkan 22% dipengaruhi oleh faktor lain.Kata Kunci: Team games Tournament, Media Garis Bilangan, Hasil Belajar
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI BACA TULIS PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI TEGALHARJO 02 PATI
Literasi baca tulis merupakan salah satu dari enam kemampuan dasar literasi yang herus dimiliki oleh siswa, dengan penghapusan Undang-Undang mengenai seleksi masuk Sekolah Dasar melalui tes calistung mengakibatkan pembelajaran baca dan tulis baru dipelajari oleh siswa saat duduk bangku kelas I, sehingga peningkatan kemampuan literasi baca dan tulis dibebankan pada guru kelas I. Literasi baca tulis merupakan salah satu dari enam kemampuan dasar literasi yang harus dikuasai oleh siswa. Literasi baca tulis sering disebut dengan istilah melek aksara, sehingga literasi baca tulis merupakan gerbang utama bagi siswa dalam menuntut ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan kemampuan literasi baca tulis siswa kelas 1 SD Negeri Tegalharjo 02 Pati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam meningkatkan kemampuan literasi baca tulis pada siswa kelas I SD Negeri Tegalharjo 02 Pati. Berdasarkan hasil penelitian terdapat tujuh peran guru dalam meningkatkan literasi baca tulis, antara lain : guru sebagai demonstrator, guru sebagai mediator, guru sebagai fasilitator, guru sebagai pembimbing, guru sebagai pengelola kelas, guru sebagai motivator, dan guru sebagai evaluator