Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
LEGAL RESPONSES AND CHALLENGES IN ADDRESSING SEXUAL VIOLENCE IN CONTEMPORARY INDONESIAN SOCIETY: A FOCUS ON POLICY GAPS AND VICTIM PROTECTION
This study critically examines Indonesia's high rate of sexual violence in relation to modern law. Despite legal efforts, the issue remains alarming. Using a juridical-empirical approach and qualitative-critical-descriptive analysis.The study finds that crime and punishment are rooted in social philosophy. The liberalization of sexual behavior based on consent weakens social, customary, and religious norms, creating a criminogenic environment. This trend is seen in modern countries. Indonesia's Law Number 12 of 2022 on Sexual Violence Crimes legalizes consensual relations, ignoring customary and religious laws, which fosters a criminogenic atmosphere. Strengthening cultural and religious values is a strategic solution to combat this growing crisis. Sexual violence, often committed by close individuals such as boyfriends, is prevalent in educational institutions, including religious ones. The actual rate of sexual violence is much higher than reported, highlighting the urgent need for effective intervention and cultural reinforcement to address this escalating issue
EFFORTS AND ROLE OF THE TOURISM DEPARTMENT IN TOURISM IN DEMAK DISTRICT BASED ON DEMAK REGIONAL REGULATION NUMBER 5 OF 2019
Tourism is all activities related to tourism and is multidimensional and multidisciplinary in nature which emerges as a manifestation of the needs of each person and country as well as interactions between tourists and local communities, fellow tourists, the Government, Regional Government and entrepreneurs. In this thesis, the researcher is concerned with the efforts and role of the Tourism Department in tourism in Demak Regency.Theaim of this main problem is to find out the efforts and role of the Tourism Department in Tourism in Demak RegencyThe Tourism Office in its efforts to develop tourism in Demak Regency has gone well but has not been optimal in several strategies. Strategies that have bee n successful include increasing religious tourism and have not yet integrated it with other tourism potentia
THE INFLUENCE OF BRAND IMAGE AND BRAND TRUST ON UNIQLO BRAND LOYALTY IN THE 2019 BATCH OF MANAGEMENT STUDENTS OF BUANA PERJUANGAN KARAWANG UNIVERSITY
This research aims to investigate the impact of brand image and brand trust on brand loyalty. The approach used in this research is quantitative. The population of this research is Management students Class of 2019 who have purchased Uniqlo products, with a sample size of 92 respondents using a saturated sample. Primary data was obtained through distributing questionnaires to respondents. Data analysis was carried out using multiple linear regression analysis using SPSS version 25 software. The research results showed that brand image and brand trust both had a partially positive and significant influence on brand loyalty. And brand image and brand trust have a positive and significant influence simultaneously on brand loyalty. It is hoped that future researchers can add additional variables which theoretically also influence brand loyalty. It is recommended for companies to be able to maintain product quality, raw material quality, level of honesty in resolving consumer problems so that consumer satisfaction can be created. The ultimate goal is to increase loyalty from Uniqlo customer
STUDI EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN KOMPUTER PYTHON BERBASIS LOKAKARYA MODEL KOOPERATIF ANTARA TIPE JIGSAW DENGAN TIPE INVESTIGASI KELOMPOK
ABSTRAK Untuk penelitian studi efektifitas pembelajaran pemrograman komputer Python ini digunakan model pembelajaran lokakarya. Model pembelajaran yang dipilih adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan tipe Investigasi Kelompok. Beda kedua model itu ialah pada tipe Jigsaw pengelompokkan terdapat kegiatan pengelompokkan mahasiswa dalam dua tahap, sedangkan pada tipe Investigasi Kelompok pengelompokkan mahasiswa itu hanya satu tahap. Masalah yang diteliti adalah model pembelajaran manakah yang lebih efektif di antara kedua tipe itu. Untuk menemukan jawaban atas jawaban masalah itu dilakukan penelitian eksperimen yang membandingkan kedua tipe pembelajaran tersebut di FPMIPATI Universitas PGRI Semarang, Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi Program S1, semester 1 tahun ajaran 2023-2024. Untuk penelitian digunakan satu kelas mempunyai jumlah mahasiswa 35 orang dibagi menjadi dua kelompok, di kelompok yang satu pembelajarannya dilakukan dengan lokakarya tipe Jigsaw, sedangkan di kelompok yang kedua dilakukan dengan lokakarya tipe Investigasi Kelompok. Dari hasil kerja mahasiswa kedua kelompok itu diperoleh data skor nilai yang dinyatakan dengan angka. Data itu dihitung secara stastitik dengan uji T untuk menentukan perbandingan keefektifan kedua lokakarya itu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran pemrograman komputer Python dengan lokakarya model tipe Jigsaw lebih efektif daripada tipe Investigasi Kelompok.Kata Kunci: studi efektifitas pembelajaran pemrograman komputer Python, lokakarya, model kooperatif tipe Jigsaw, model kooperatif tipe Investigasi ABSTRACT For research on the effectiveness of learning Python computer programming, a workshop learning model was used. The learning models chosen are Jigsaw type cooperative learning model and Group Investigation type. The difference between the two models is that in the Jigsaw type grouping there are student grouping activities in two stages, while in the Investigation Group type the student grouping is only one stage. The problem under study is which learning model is more effective between the two types. To find the answer to the problem, an experimental research was conducted that compared the two types of learning at FPMIPATI PGRI Semarang University, Department of Information Technology Education S1 Program, semester 1 of the 2023-2024 academic year. For the research, one class had a total of 35 students divided into two groups, in one group the learning was carried out with a Jigsaw type workshop, while in the second group it was carried out with a Group Investigation type workshop. From the work of the students of the two groups, data on score scores were obtained expressed by numbers. The data was calculated statistically with a T test to determine the comparison of the effectiveness of the two workshops. The results of this study show that learning Python computer programming with Jigsaw-type model workshop is more effective than Group Investigation type. Keywords: study of Python computer programming learning effectiveness, workshops, Jigsaw type cooperative models, Investigation type cooperative model
Upaya Peningkatan Kemampuan Kerjasama Pada Mata Pelajaran Ipa Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Dikelas Vi Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama peserta didik melalui model Problem Based Learning pada mata pelajaran IPA kelas VI SDN Karangrejo 02 Semarang, yang berlatarbelakang masih banyak peserta didik kelas VI SDN Karangrejo 02 Semarang belum mampu melakukan kerjasama yang baik. Dalam pembelajaran peserta didik cenderung belajar secara mandiri tanpa melakukan diskusi ataupun melakukan tanya jawab bersama dengan peserta didik lain. Khususnya Pelajaran IPA yang semestinya sangat memerlukan kerja sama dalam belajar untuk mencapai tujuan semaksimal mungkin. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model Problem Based Learning pada mata pelajaran IPA dapat meningkatkan kerjasama peserta didik kelas VI SDN Karangrejo 02 Semarang. Berdasarkan lembar observasi kerjasama peserta didik menunjukkan adanya peningkatan, terbukti dari kegiatan prasiklus hasil perhitungan rata-rata 54,81, pada siklus I dengan hasil perhitungan rata-rata 66,24 meningkat, kemudian pada siklus II meningkat dengan hasil perhitungan rata-rata 83,62. Tingkat keberhasilan mencapai dengan kualifikasi Sangat Baik (SB) dengan kategori Berhasil. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa melalui model Problem Based Learning pada mata pelajaran IPA dapat meningkatkan kerjasama peserta didik kelas VI SDN Karangrejo 02 Semarang
Aplikasi Catatan Ibadah Harian untuk Anak Usia Dini Berbasis Android
Perangkat mobile tidak hanya berfungsi sebagai media elektonik yang hanya untuk berkomunikasi, melainkan perangkat mobile juga sangat bermanfaat bagi pendidikan. Pesatnya pengguna perangkat mobile yang kian bertambah, hal tersebut juga mendorong penggunaan perangakat mobile untuk berbagai lini kehidupan. Pengguna perangkat mobile tidak hanya dari kalangan dewasa tetapi juga merambah sampai ke anak-anak. Tidak hanya mengalami disfungsi prioritas terhadap waktu dalam bermain dan bersosialisasi serta belajar, dampaknya juga merambat ke kehidupan spiritual anak, dapat dilihat dari anak-anak yang juga mulai malas beribadah dan memilih menghabiskan waktu mereka menghadapi layar perangkat mobile yang membuat penasaran, hal ini tentu menimbulkan banyak dampak negatif bagi perkembangan psikologis anak dan menghambat pertumbuhan anak usia dini dan mengakibatkan anak-anak menjadi jauh dari Tuhan serta menumpulkan spiritualitas anak. Pada penelitian ini, akan mencoba memberikan solusi serta pendekatan yang lebih modern untuk mengarahkan aktivitas ibadah anak dan juga kegiatan sehari-hari anak. Aplikasi ini dibuat dengan basis Android. Dengan aplikasi ini kami harapkan anak menjadi lebih memperhatikan waktu ibadah harian, sehingga dapat menepis efek negatif yaitu disfungsi prioritas waktu terutama dalam kegiatan ibadah harian anak. Harapan anak dapat tepat waktu dalam beribadah dengan sangat menyenangan dengan menggunakan smartphone
Diagnosa Penyakit BrownSpot dan LeafBlast Pada Tanaman Padi dengan MobileNetV2 dan TensorFlow-Lite
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah penyakit LeafBlas dan BrownSpot pada tanaman padi di Indonesia, yang signifikan mengancam ketahanan pangan nasional. Perubahan iklim dan serangan hama telah menyebabkan kegagalan panen, seperti yang dialami oleh petani di Karawang pada tahun 2023. Penelitian ini mengimplementasikan teknologi deep learning menggunakan arsitektur MobileNetV2 untuk mendeteksi penyakit pada tanaman padi dengan akurasi tinggi. Data dikumpulkan dari Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) di Kabupaten Karawang dan melalui proses analisis data, pelatihan model, dan evaluasi performa. Hasil menunjukkan bahwa model MobileNetV2 dapat mengklasifikasikan daun padi dengan tingkat akurasi 95% pada data latih dan 88% pada data validasi. Aplikasi mobile yang dikembangkan mampu memprediksi penyakit dengan akurasi tinggi dan diuji kompatibilitasnya pada beberapa perangkat Android. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, meminimalkan kerugian petani, serta mendukung ketahanan pangan nasional
Analisis Self-esteem pada Korban Phsycal Sexual Harrasment
Ketidaksetaraan gender memainkan peran sentral dalam kasus sexual harassment. Fenomena ini mencerminkan struktur kekuasaan yang melibatkan dominasi satu jenis kelamin terhadap yang lainnya. Wanita sering kali menjadi korban ketidaksetaraan gender ini, Wanita menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk mengalami sexual harassment dibandingkan pria. Sexual harassment terbagi menjadi verbal sexual harassment, non verbal sexual harassment, dan phsycal sexual harassment. Phsycal sexual harassment merupakan salah satu bentuk sexual harassment yang sering terjadi. Maka dari itu ujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk self-esteem pada korban phsycal sexual harassment, untuk mendeskripsikan faktor-faktor pembentuk self-esteem pada korban phsycal sexual harrasment, untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi self-esteem pada korban phsycal sexual harrasment, dan untuk mendeskripsikan dampak self-esteem pada korban phsycal sexual harassment. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif, dengan subjek penelitian satu orang sebagai sumber data primer dan sumber data sekunder menggunakan informan pendukung orang terdekat dari responden. Metode pengambilan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah analisis data deskriptif kualitatif melibatkan tiga tahapan yaitu reduksi data, data display dan penarikan kesimpulan. Kemudian setelah data di analisis, dilanjutkan dengan Uji keabsahan data. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan model triangulasi. Hasil penelitian ini yaitu setelah menjadi korban phsycal sexual harrasment responden menganggap dirinya direndahkan dan memiliki rasa bersalah yang tinggi serta sulit untuk menerima dirinya sendiri. Dapat disimpulkan bahwa responden memiliki self-esteem yang cenderung rendah
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR DEKOMPOSISI MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ALJABAR ELEMENTER
Beberapa masalah perlu diselesaikan dengan dekomposisi. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran kemampuan berpikir dekomposisi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah aljabar elementer. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan langkah-langkah penentuan subjek, pengembangan instrument, pengambilan data, pemaparan data, pengkodean, reduksi data, triangulasi, analisis data, pengkategorian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (60%) mahasiswa dapat melakukan dekomposisi dengan baik, sebagian (27%) mahasiswa dapat melakukan dekomposisi namun tidak teliti, sebagian kecil (13%) mahasiswa tidak dapat melakukan dekomposisi. Kesalahan terjadi karena mahasiswa kurang teliti dalam penggunaan simbol dan tanda sehingga mengacaukan kebermaknaan jawaban
BUKTI PENILAIAN DALAM PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN (UBD)
Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji literatur terkait tahap kedua dalam pendekatan Understanding by Design (UbD), yaitu menentukan bukti penilaian. Data dikumpulkan menggunakan kajian literatur dengan bersumber pada artikel penelitian yang membahas tahap 2 dalam UbD. Proses kajian literatur dilakukan melalui empat tahapan: pemilihan topik, pemilihan artikel yang relevan, analisis isi artikel, serta pengorganisasian penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Menentukan bukti penilaian guru dapat mendesain pertanyaan dalam memilih asesmen autentik yang akan digunakan. 2) Bukti penilaian seperti proyek, portofolio, dan unjuk kerja lebih efektif dibandingkan tes tertulis tradisional dalam mengukur pemahaman siswa. UbD tahap 2 membantu guru dalam menyusun penilaian yang lebih komprehensif, sehingga memungkinkan pengukuran pemahaman siswa yang lebih mendalam. Implementasi yang efektif dari UbD bergantung pada kompetensi guru dalam merancang asesmen yang valid serta dukungan dari institusi pendidikan. Dengan demikian, UbD tahap 2 memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memastikan bahwa penilaian yang dilakukan benar-benar mencerminkan pemahaman siswa