Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality Berkonteks Etnomatematika Pada Candi Borobudur
Media pembelajaran merupakan alat yang digunakan untuk membantu dalam proses belajar mengajar. Kurangnya implementasi media pembelajaran yang menarik membuat siswa bosan dengan suasana belajar. Mengakibatkan kurangnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Augmented reality adalah salah satu bentuk media yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran di era sekarang. Bentuk dari AR sendiri mengimplementasikan dunia maya ke dalam dunia nyata. Pembelajaran matematika akan lebih menyenangkan apabila bisa dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis AR yang berkonteks etnomatematika pada candi borobudur. Adanya keterkaitan konteks candi borobudur dengan AR akan membantu siswa dalam proses pembelajaran matematika pada materi barisan dan deret. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa media yang dihasilkan mendapat kelayakan sebesar 88% berdasarkan angket respon siswa, validasi kelayakan media 87% dan kelayakan materi 94% dari validator ahli, terjadi rata-rata hasil belajar media AR yang lebih baik dibanding pembelajaran secara konvensional, terjadi keaktifan belajar siswa sangat baik pada saat menggunakan media AR
Profil Kemampuan Berpikir Aljabar Pada Materi Kubus dan Balok Ditinjau dari Kemadirian Belajar Siswa SMP
Kemampuan berpikir aljabar siswa perlu dikembangkan melalui pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan berpikir aljabar siswa SMP kelas VIII dalam menyelesaikan soal kubus dan balok ditinjau dari kemandirian belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dikelas VIII E SMP N 3 Semarang yang dipilih berdasarkan hasil tes angket. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan tes angket kemandirian belajar dari 32 siswa kelas VIII dipilih 6 siswa yang terdiri dari 2 subjek dengan kemandirian belajar lemah, 2subjek dengan kemandirian belajar kuat, dan 2 subjek dengan kemandirian belajar sangat kuat. Instrument yang digunakan pada penelitian yaitu tes angket kemandirian belajar untuk menentukan subjek penelitian, soal kubus dan balok untuk memunculkan kemampuan berpikir aljabar siswa, dan pedoman wawancara. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik yaitu melakukan pengeccekan data yang telah diperoleh dari sumber yang sama menggunakan teknik yang berbeda. Hasil peneltian berdasarkan tes dan wawancara diperoleh 1) subjek dengan kemandirian belajar lemah subjek mampu memunculkan indikator generasional dan indikator transformasional 2) subjek dengan kemandirian kuat subjek mampu memunculkan indikator generasional, indikator transformasional dan indikator level-meta global 3) subjek dengan kemandirian sangat kuat subjek mampu memunculkan indikator generasional, indikator transformasional dan indikator level-meta globa
Penggunaan pendekatan CRT (Culturally Responsive Teaching) pada materi bilangan bulat untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Salatiga
Sebagian besar siswa mengalami kesulitan memahami bilangan bulat, khususnya saat mengoperasikan tanda negatif dan juga penyelesaian masalah kontekstual yang berkaitan dengan bilangan bulat. Oleh karena itu, peneliti merumuskan desain pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan siswa dengan cara menggunakan pendekatan pembelajaran berkaitan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bilangan bulat dengan menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes tertulis. Analisis data menunjukkan bahwa terdapat dampak positif dalam penerapan pendekatan pembelajaran Culturally Responsive Teaching terhadap peningkatan hasil belajar siswa, khususnya pada materi Bilangan Bulat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan berhasil meningkatkan prestasi belajar siswa secara signifikan. Hal ini terbukti dari peningkatan rata-rata nilai dari 73,8 menjadi 87,8
Implementation of the Team Games Tournament (TGT) Cooperative Learning Model to Improve Reading and Comprehension Skills of Wayang Stories
This research was motivated by students' poor understanding of wayang story material in class VIII A at SMP Negeri 13 Semarang. This is caused by the lack of distribution of Javanese vocabulary used in wayang stories. This research aims to apply the Team Games Tournament (TGT) type cooperative learning model to improve the reading comprehension skills of class VIII A students at SMP Negeri 13 Semarang. The research method used is classroom action research (PTK) Kemimis and McTaggart models. The research subjects were students in class VIII A of SMP Negeri 13 Semarang. There were two data collection techniques used, namely test and non-test. Non-written collection took the form of an interview and written observations using a pretest-posttest. The pretest score is carried out once in pre-cycle activities, and the posttest is carried out twice at the end of each cycle. Quantitative analysis uses Excel to calculate changes through numbers. The results of this research show that in pre-action, the students' average score was 37.41, in cycle I, there was an increase with an average score of 80 and in cycle II, there was another increase of 92.65, so it can be concluded that learning wayang stories uses the Team Games type cooperative learning model. Tournament (TGT) can improve the reading comprehension skills of class VIII A students at SMP Negeri 13 Semarang
Project Delay Factor Analysis Using Fault Tree Analysis (FTA) Method and Rescheduling with Critical Path Method (CPM) in Ducting Manufacturing Projects at PT. FRA
Ducting manufacturing project at PT. The FRA was planned to be completed in 14 days, but was implemented in 19 days and 5 days late. The method to find the cause of project delays is Fault Tree Analysis (FTA), then analyze rescheduling with the Critical Path Method (CPM). The purpose of this study is to identify factors of work delay, determine new steps for project contractors and reschedule with alternative working hours and labor additions. The results of the analysis using the FTA method obtained the main cause of delay in drawing engineering work of 0.0002592 and obtained 4 new steps for project contractors. The results of rescheduling using the CPM method obtained a percentage increase in productivity with the alternative of adding working for 4 hours with a duration of 25% or 6 days faster than the normal duration of 19 days to 13 days and an additional cost of 91.96%, which is Rp. 21,500,000. While the percentage of productivity increase with alternative labor additions with a duration of 38.75% or 5 days faster than the normal duration of 19 days to 14 days and additional costs of 178.57%, namely Rp. 31,200,000. So it can be concluded by using the FTA method the main cause is drawing engineering work and 4 new steps are obtained and using the CPM method alternative scheduling is obtained to increase overtime work hours more effectively and additional costs are not too large, so that the company does not experience delays for future ducting projects
Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Kesegaran Jasmani Siswa Berkebutuhan Khusus
Permainan yang melibatkan aktifitas fisik di SD LB Negeri 1 Palu terlihat tidak variative sehingga siswa tidak begitu termotivasi melakukan karena jenis permainan yang dilakukan masih bersifat konvensional sehingga membutuhkan hal baru. Pengabdian yang bertujuan untuk mensosialisasikan permainan ular tangga yang telah di modifikasi isi dari kolom media permainannya. Metode yang digunakan secara garis besar adalah sosialisasi dengan 4 tahapan yaitu koordinasi dengan pihak terkait, pelaksanaan sosialisasi, praktik permainan, evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman dan praktik yang dilakukan oleh peserta sangat baik nilai rata-rata jawaban pada pre test untuk guru sebesar 67.4 dan siswa 34.2 sedangkan nilai pada post test mengalami peningkatan pemahaman dengan nilai rata-rata 97,5 pada guru dan 51,2 pada siswa. Kepala sekolah, guru dan siswa berharap kegiatan yang berbeda dapat dilakukan kembali di sekolah tersebut. Pemahaman siswa dan guru mengenai konsep permainan tersebut sangat baik sehingga dapat dilakukan dengan baik saat praktek
Penggunaan E-Buletin Dalam Pelestarian Tari dan Seni Barong Pada Paguyuban Perkebar (Persatuan Kepang Barong) Desa Tegorejo
Tujuan dalam pengabdian ini adalah untuk meningkatkan publikasi dan promosi seni tari barongan melalui e-buletin. Permasalahan mitra adalah menurunnya kepedulian dan pelestarian kesenian tari barongan, serta menurunnya pementasan dikarenakan kurangnya sosialisasi. Metode pengabdian ini menggunakan metode SL (Service Learning) dengan 5 tahapan yaitu observasi, penentuan solusi, sosialisasi, praktek dan hasil. Instrumen dalam pengabdian ini menggunakan angket untuk mengetahui kepuasan warga dalam menggunakan e-buletin. Hasil dari pengabdian ini adalah tingkat kepuasan warga dengan menggunakan e-buletin ini adalah tinggi yaitu 80%. Kesimpulan dalam pengabdian ini bahwa e-buletin terbukti dapat meningkatkan sosialisasi dan media promosi untuk melestarikan seni tari barongan. Dengan adanya e-buletin nantinya akan berisi tentang informasi tarian barong, lokasi akan di adakannya pertunjukan sehingga akan banyak penonton yang datang melihat pertunjukan yang akan diselenggarakan tersebut, antusias penerus kesenian tari barong meningkat
Pengenalan Olahraga Woodball Di Kalimantan Barat Terhadap Peningkatan Minat Berolahraga
Munculnya beberapa olahraga baru menjadi alternatif dalam meningkatkan minat olahraga disuatu daerah. Dalam hal ini pengprov woodball Kalimantan barat mencoba untuk mengenalkan woodball sebagai cabang olahraga baru di Kalimantan barat. Harapannya melalui olahraga ini akan menjadi harapan untuk meningkatkan minat berolahraga khususnya woodball. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan ini sebagai bagian dalam memperkenalkan permainan olahraga woodball. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu pemberian informasi dan keterampilan melalui metode ceramah yang dilaksanakan. Objek sasarannya adalah masyarakat baik itu guru, pelatih dan para insan olahraga pada 7 kabupaten/kota yang berada diwilayah Kalimantan Barat diantaranya Kab.Kubu Raya, Kota Pontianak, Kab. mempawah, Kab.Sanggau, Kab. Sambas, Kab. Landak, Kab.Singkawang. Melalui kegiatan pengabdian ini nantinya akan menghasilkan pemahaman masyarakat terkait olahraga woodball dan pembentukan pengurus woodball di beberapa daerah kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Respon positif dari beberapa pengurus KONI provinsi dan juga pengurus provinsi woodball Kalimantan Barat. Kontribusi dalam perkembangan olahraga kedepannya woodball memiliki potensi untuk berkembang di Kalimantan Barat dan meningkatkan minat masyarakat dalam berolahraga melalui olahraga woodball
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN PADA SISWA KELAS V SDN DEMPET 2 DEMAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA di SD Negeri Dempet 2 Demak melalui penerapan pembelajaran berbasis lingkungan. Penelitian melalui pembelajaran berbasis lingkungan menggunakan dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Dempet 2 Demak tahun 2021/2022 yang berjumlah 28 yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan serta guru kelas V. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, diperoleh hasil pengamatan terhadap persentase aktivitas belajar siswa pada saat pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 71,69 % menjadi 82,41% pada siklus II. Demikian pula performans guru pada siklus I mencapai 23 dan meningkat menjadi 32 pada siklus II. Sedangkan persentase hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 67,86 % dengan nilai rata-rata 73,57 dan pada sikus II ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 85,71% dengan nilai rata-rata 79,64. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan pembelajaran berbasis lingkungan telah berhasil meningkatkan hasil belajar IPA di SD Negeri Dempet 2 Demak.Kata kunci: Hasil Belajar';Pembelajaran Berbasis Lingkungan'; Sekolah Dasar'; Performans Guru
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI MEMBANDINGKAN SIKLUS MAKHLUK HIDUP DAN UPAYA PELESTARIANNYA MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa setelah melalui penerapan pembelajaran demonstrasi pada kelas IV SD Negeri 1 Cabeankunti Kecamatan Cepogo kabupaten Boyolali pada mata pelajaran IPA materi membandingkan siklus makhluk hidup dan upaya pelestariannya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri 1 Cabeankunti Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali, dengan jumlah 24 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Data awal yang diperoleh sebelum dilaksanakan tindakan yaitu rata-rata kelas mencapai 52,92 dengan ketuntasan klasikal 41,67%, pada siklus I rata-rata kelas meningkat menjadi 63,54 dan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 66,67%. Pada siklus II rata-rata kelas meningkat menjadi 73,54 dan ketuntasan klasikal semakin meningkat menjadi 87,50%. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Cabeankunti Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali pada mata pelajaran IPA materi membandingkan siklus makhluk hidup dan upaya pelestariannya.Kata Kunci: Hasil Belajar, Siklus Makhluk Hidup, Demonstras