Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
Peningkatan Pemahaman Edukasi Seksual Guru SD Melalui Pop-Up Book Digital
Situasi pelecehan seksual di Kulon Progo semakin buruk dengan adanya pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) yang memicu perubahan sosial dan ekonomi. KKG Gugus 1 Kapanewon Temon menghadapi beberapa permasalahan: (1) minimnya pengetahuan guru dan siswa tentang bentuk dan jenis pelecehan seksual, (2) belum tersedianya sumber belajar bermuatan edukasi pencegahan pelecehan seksual di perpustakaan sekolah, (3) rendahnya kompetensi literasi digital guru, dan (4) belum adanya program KKG yang bertujuan untuk income generating. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdi menawarkan solusi berupa sosialisasi dan pendampingan mengenai edukasi pencegahan pelecehan seksual melalui pop-up book digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan guru tentang edukasi seksual untuk siswa di SD yang awalnya 56% meningkat menjadi 90%
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA PAPINKA (PAPAN PINTAR MATEMATIKA) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS III B SDN KARANGANYAR GUNUNG 02 SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui penerapan model Problem Based Learning dengan media papan pintar matematika. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan desain Mc. Taggart berbentuk spiral yang memiliki empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas III B SDN Karanganyar Gunung 02 yang berjumlah 23 peserta didik. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, tes serta dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komparatif atau teknik analisis data dengan perbandingan antara pra siklus, siklus I dan siklus II. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini yaitu 80% ketuntasan dengan nilai KKM 70. Berdasarkan hasil penelitian ini pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dengan media papinka (papan pintar matematika) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil ini terbukti setelah peneliti menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dengan media papinka (papan pintar matematika) persentase ketuntasan belajar peserta didik mengalami peningkatan pra siklus sebesar 17 % sedangkan pada siklus I mengalami peningkatan 57 % dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 87% dari 23 peserta didik
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF IPAS MELALUI MODEL PBL BERBANTUAN MEDIA "PA ROSSI-PAPAN PROSES FOTOSINTESIS" PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SDN BUGANGAN 03
Hasil belajar kognitif sebagian besar peserta didik kelas IV SDN Bugangan 03 masih rendah dari Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang telah ditetapkan, yaitu 80. Hal ini dikarenakan pembelajaran masih berpusat pada Teacher Centered dan kurangnya penggunaan media pembelajaran baik media elektronik berupa power point, tayangan video pembelajaran, maupun media yang konkrit, sehingga peserta didik masih kesulitan memahami konsep IPAS. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui upaya meningkatkan hasil belajar kognitif IPAS peserta didik SDN Bugangan 03. Penelitian ini dilakuakn di kelas IV A SDN bugangan 03 dengan jumlah 27 peserta didik. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara kolaboratif. Penelitian terdiri dari pra siklus, siklus I, siklus II, dan siklus III. Tahapan tiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 7,41% dinyatakan sudah mencapai KKTP pada pembelajaran pra siklus. KKTP yang ditentukan yaitu 80. Kemudian pada siklus I ketercapaiannya meningkat menjadi 29,63%, pada siklus II meningkat menjadi 77,78%, dan meningkat pada siklus III menjadi 88,89% dengan kategori sangat baik dan memenuhi kriteria ketuntasan. Capaian rata-rat ahasil belajar kognitif peserta didik pada pra siklus mencapai 552,59 dan meningkat pada siklus I menjadi 65,55 kemudian meningkat kembali pada siklus II menjadi 82,22 dan meningkat kembali pada siklus III menjadi 86,66. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa upaya meningkatkan hasil belajar kognitif IPAS melalui model PBL berbantuan media Pa Rossi-Papan Proses Fotosintesis di kelas IV SDN Bugangan 03 dapat meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik
JURIDICAL ANALYSIS OF CHILD AND WIFE NEGLIGENCE IN THE HOUSEHOLD BASED ON SUPREME COURT RULING NO.528K/PID.SUS/2019
A household consists of a husband and wife and their dependents. There are many cases when family members commit violence against each other. For example, when a husband or father fails to provide for his family, this is considered household neglect. This research uses a Normative Juridical methodology, which utilizes secondary sources such as books, journals and online sources to compile its findings.Criminals who commit acts of domestic neglect against their wives and children can be prosecuted and sentenced to criminal sentences that are not in accordance with the demands of the Public Prosecutor. This is the crux of the problem. The second way to look at this issue is from a legal perspective, when the judge considers the sentence imposed in the case. Supreme Court judges consider the evidence of defendants and witnesses when handing down sentences. Although the author believes that the punishment imposed by this decision is fair, the author also believes that this term does not discourage violators. As the author argues, it is the judge's responsibility to consider the material and mental well-being of the victi
EFFECTIVENESS OF OBJECTION INSTITUTIONS IN RESOLVING TAX DISPUTES
Taxes have an important role in state revenue, but tax disputes often arise between taxpayers and the Direktorat Jendral Pajak (DJP). The dispute resolution mechanism through the objection institution regulated in the legislation faces challenges related to independence and effectiveness. This study uses a normative juridical method with a descriptive approach to analyze the mechanism and effectiveness of objection institutions in handling tax disputes. The results of the study show that although the objection procedure has been established, most of the objection applications are rejected, this raises doubts about the independence of the institution due to the inequality of position between the taxpayer and the DJP which affects the effectiveness of the objection institution. The conclusion of this study emphasizes the need for reforms to increase transparency and fairness in the objection process to be more effective in resolving tax disputes
Sudut Pandang Konsumer, Supervisor, dan Design Engineers Mengenai Sistem Plumbing Perumahan
Sistem perpipaan (plumbing) adalah sistem saluran air pada sebuah gedung atau rumah yang terdiri dari air bersih, air limbah, dan air hujan. Mengingat pentingnya hal ini, pengetahuan tentang sistem plambing perlu dimiliki oleh setiap stakeholder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi konsumen, pengawas, dan pengetahuan perencana terhadap sistem plambing pada perumahan rakyat dan juga untuk mengetahui kondisi sistem plambing yang terpasang pada perumahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan data primer berdasarkan hasil survei terhadap pengembang perumahan rakyat di Solo, dan Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan konsumen tentang sistem plambing pada bangunan rumah kurang baik. Sementara itu, pengetahuan perencana dan pengawas rumah tentang sistem perpipaan sudah baik. Perencana dan pengawas bangunan tahu bahwa ada peraturan dan standar mengenai sistem dan peralatan plambing. Namun, standar nasional SNI 8153:2015 tentang sistem plambing belum sepenuhnya diterapkan diperumahan. Penyediaan rumah dengan harga terjangkau berdampak pada penggunaan peralatan dan sistem plambing. Karena pertimbangan biaya produksi pembangunan dan harga jual rumah, Spesifikasi Peralatan yang digunakan belum dapat secara optimal memenuhi standar yang ada
ANALISIS KENYAMANAN TERMAL RUANG DOSEN FAKULTAS TEKNIK DAN INFORMATIKA
Kota Semarang memiliki iklim tropis dengan pola musim penghujan dan kemarau. Rata - rata suhu tahunan di Kota Semarang sebesar 28ËšC. Suhu tertinggi yang pernah terjadi di Kota Semarang adalah 39ËšC. Kenyamanan termal merupakan salah satu hal penting untuk memberikan kenyamanan pada manusia. Kegiatan produktifitas di dalam ruangan tentu memerlukan suhu yang nyaman.Ruang Dosen berfungsi sebagai ruang kerja bagi dosen yang dilengkapi dengan meja kerja dan kursi kerja untuk masing - masing dosen. Salah satu hal penting yang dibutuhkan dalam memaksimalkan kinerja dosen yaitu kenyamanan termal di dalam ruangan.Penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif dengan metode deskriptif dan evaluatif. Penelitian menggunaka aplikasi CBE Thermal Comfort Tool dengan hasil hasil pengukuran Ruang Dosen FTI yang direkam setiap 10 menit dari pukul 06:00 - 18.00 WIB dapat kita lihat temperatur rata-rata di dalam ruangan yaitu 27,325 ËšC dan rata-rata kelembaban yaitu 59 %RH. Suhu dan kelembaban tertinggi pada pukul 06:00- 07:00 WIB yaitu suhu 28,2 ËšC, kelembaban 62,6 %RH. The city of Semarang has a tropical climate with rainy and dry season patterns. The average annual temperature in Semarang is 28ËšC. The highest temperature that has ever occurred in the city of Semarang is 39 C. Thermal comfort is one of the important things to provide comfort to humans. Productivity activities in the room certainly require a comfortable temperature.The Lecturer Room functions as a workspace for lecturers which is equipped with work desks and chairs for each lecturer. One of the important things needed to maximize lecturer performance is thermal comfort in the room.In this study, the authors used quantitative methods with descriptive and evaluative methods. Research using the CBE Thermal Comfort Tool application with the results of measurements of the FTI Lecturer Room recorded every 10 minutes from 06:00 - 18:00 WIB we can see the average temperature in the room is 27.325ËšC and the average humidity is 59% RH. The highest temperature and humidity at 06: 00-07: 00 WIB, namely temperature 28.2 ËšC, humidity 62.6% RH
Dimensi Ruang Duduk Penonton pada Tribun Stadion Citarum Semarang
AbstrakSemarang merupakan salah satu kota terbesar yang mempunyai potensi dalam bidang olahraga sepak bola. Kota semarang sendiri mempunyai dua stadion yaitu stadion jatidiri dan stadion citarum dengan beberapa klub sepak bola. Namun mencermati dari kedua stadion, penulis memutuskan untuk melakukan penelitian terhadap stadion Citarum Semarang, karena pengelolaan dimensi ruang pada tribun yang kurang baik. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan melakukan survey di tribun Citarum Semarang. Pengolahan data sesuai literatur standar tribun dan tahap terakhir membandingkan data dengan standar sesuai Neufert dan Buku Tata Cara Perencanaan Bangunan Stadion. Dari hasil penelitian, beberapa bagian tribun di Stadion Citarum Semarang masih kurang dari standard. Akibatnya penonton merasa tidak nyaman dan membuat penonton tidak memanfaatkan tribun sebagimana mestinya yang membuat tribun semakin rusak. Perbaikan pada tribun sangat diperlukan agar kenyamanan penonton meningkat dan tribun dapat dimanfaatkan dengan baik.Kata Kunci: tribun, sirkulasi, standar AbstractSemarang is one of the largest cities that has potential in the field of soccer. Semarang city itself has two stadiums, namely the identity stadium and the citarum stadium with several soccer clubs. But looking at the two stadiums, the author decided to conduct research on the Citarum stadium in Semarang, because the management of the dimensions of the space in the stands was not good enough. In this study, the authors used a quantitative descriptive method, by surveying the Citarum tribune in Semarang. Data processing in accordance with the standard literature of the stands and the last stage is comparing data with standards according to Neufert and Book of Procedures for Planning Stadium Buildings. From the results of the study, some parts of the stands at the Citarum Stadium in Semarang are still less than standard. As a result the audience felt uncomfortable and made the audience not use the stands as they should, which made the stands more damaged. Improvements to the stands are very necessary so that the comfort of the audience increases and the stands can be utilized properly.Keywords : stands, circulation, standard
Pengaruh Latihan Tendangan Penalti Menggunakan Sasaran Tetap dan Sasaran Berubah Terhadap Akurasi Tendangan Penalti Pada SSB Akademi Sepak Bola Rancaekek
Menurut latar belakang penelitian ini, penalti adalah metode terbaik untuk memasukkan bola atau mencetak gol. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa tendangan pinalti adalah tendangan bebas yang dilakukan dari dalam area pinalti tanpa diganggu oleh pemain lawan. Satu-satunya orang yang berusaha mencegah bola masuk ke gawang adalah kiper. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana latihan tendangan penalti dengan target tetap dan berubah-ubah berdampak pada akurasi tendangan penalti di Akademi Sepak Bola SSB Ranakakek.. Metode penelitianyang digunakan yaitu menggunakan eksperimen kuantitatif dengan dengan pengambilan sampel dilakukan dengan acak. . perolehan penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa lebih baik melakukan latihan tendangan pinalti dengan sasaran yang tetap dibandingkan melakukan latihan tendangan pinalti dengan sasaran yang berbeda.dapat disimpulkan berdasarkan hasil bahwa nilai p-value (sig.) sebesar 0,015 yang berarti nilai signifikansi 0,015 0,05 dapat dijelaskan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan
Pengaruh Aplikasi Basuka Terhadap Hasil Belajar Kognitif Bola Basket Siswa Kelas X SMK NU Kunduran
Sindhung Kuncahya Haryanta Putra "Pengaruh Aplikasi Basuka Terhadap Hasil Belajar Kognitif Bola Basket Siswa Kelas X SMK NU Kunduran" Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Keolahragaan, Universitas PGRI Semarang, 2023.Berkembangnya iptek mendorong guru untuk membuat media pembelajaran berbasis android, yang menjadi dasar penelitian ini. Siswa mungkin lebih tertarik dengan pembelajaran teori bola basket jika inovasi media basuka digunakan untuk meningkatkan daya tarik siswa dalam pelajaran, khususnya bola basket. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana media Basuka mempengaruhi materi teknik dasar bola basket agar hasil belajar siswa kelas X SMK NU Kunduran ditingkatkan.Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif. Siswa di kelas X TKJ 1 dan X OTKP 1 SMK NU Kunduran adalah subjek penelitian ini. menggunakan metode sampling purposive. Dalam penelitian, pengaruh perawatan (perlakuan) tertentu dicari melalui metode analisis eksperimen.Hasil penelitian di SMK NU Kunduran menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Basuka untuk mengajar bola basket memberikan peningkatan nilai rata-rata sebesar 80,32 dibanding sebelum perlakuan kedua yang senilai 70,29. Sedangkan pada uji homogenitas signifikan observasi 0,858, pre test0,797,dan post test 0,712 dengan nilai toleransi0,05 maka varian homogen (sama) ditemukan untuk kedua sampel (eksperimen).Simpulan penelitian ini adalah media pembelajaran basuka memberikan dipengaruhi secara signifikan oleh prestasi akademik siswa. yang ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif selain peningkatan hasil pre-test dan post-test. Saran, penerapan media pembelajaran basukabaik digunakan pada tingkat sekolah menengah pertama atas atau pun sekolah menengah kejuruan terutama pada siswa kelas X SMK NU Kunduran, dikarenakan media pembelajaran ini menekankan kepada kemudahan siswa belajar