Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
    6019 research outputs found

    Integrasi Literasi Numerasi dalam Pembelajaran melalui Pelatihan Deep Learning bagi Guru SMP di Kota Semarang

    No full text
    Indonesia tengah menghadapi tantangan pendidikan yang kompleks, ditandai dengan rendahnya capaian literasi dan numerasi siswa, sebagaimana tercermin dari hasil PISA 2023 yang menempatkan Indonesia pada peringkat rendah di antara 81 negara. Salah satu upaya strategis pemerintah untuk menjawab tantangan tersebut adalah penerapan deep learning dalam Kurikulum Merdeka, yang menekankan pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi hambatan, terutama keterbatasan pemahaman guru dalam merancang perangkat pembelajaran berbasis deep learning. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SMP Negeri 14 Semarang dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi pembelajaran berbasis deep learning yang terintegrasi dengan literasi dan numerasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop, bimbingan teknis, simulasi pembelajaran, serta pendampingan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif melalui seminar interaktif, praktik penyusunan modul ajar, dan evaluasi berbasis kuesioner skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap konsep deep learning, kemampuan menyusun perangkat pembelajaran inovatif, serta keterampilan mengintegrasikan literasi dan numerasi ke dalam praktik kelas. Seluruh aspek pelaksanaan, mulai dari materi, fasilitator, hingga dampak pelatihan, memperoleh kategori “sangat baik”, menandakan efektivitas program dalam memperkuat kapasitas guru

    Pendampingan Upaya Peningkatan Keterampilan Literasi Peserta Didik SDN Ganggangtingan dalam Implementasi Program Kampus Mengajar

    No full text
    Keterampilan literasi peserta didik di SDN Ganggangtingan masih tergolong rendah. Keadaan tersebut sejalan dengan kondisi perpustakaan dan mading sekolah yang tidak lagi difungsikan sebagai fasilitas literasi peserta didik. Tujuan kegiatan pengabdian ini ialah untuk mengupayakan peningkatan keterampilan literasi peserta didik. Metode pelaksanaan dilakukan dengan tahap observasi dan analisis situasi, penyusunan rencana kegiatan dan pendampingan program, serta evaluasi kegiatan. Program pengabdian ini dilakukan mulai Februari—Juni 2023 melalui implementasi program Kampus Mengajar angkatan 5. Program pendampingan yang dilakukan meliputi (a) revitalisasi perpustakaan, (b) revitalisasi mading sekolah, (c) gerakan literasi sekolah, (d) lomba kelas bersih dan berliterasi (berseri), serta (e) pendampingan bimbingan belajar. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai AKM literasi peserta didik dari 31% menjadi 76% dengan nilai 65 meningkat menjadi 85. Hal positif yang tampak pada peserta didik yaitu sikap positif peserta didik yang rajin ke perpustakaan, disiplin dalam pengisian konten mading, serta partisipasi dan antusiasme peserta didik dalam mengikuti lomba kelas berseri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan yang dilakukan dikatakan berhasil. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan tetap dilanjutkan oleh pihak sekolah sehingga tetap dapat memfasilitasi peserta didik dengan lingkungan yang mendukung terciptanya budaya berliterasi

    Penerapan Manajemen Risiko dalam Aplikasi Maxim: Pendekatan ISO 31000 untuk Menjamin Keberlanjutan Layanan

    No full text
    Risk management is a crucial aspect in the success of digital application management, including Maxim, which is an online transportation service. This study aims to analyze the implementation of risk management in the Maxim application with the ISO 31000 approach and qualitative methods. The steps in the study include risk identification, risk analysis, risk evaluation, and implementation of mitigation plans based on the ISO 31000 framework. Data were collected through interviews with related parties, document reviews, and operational observations of the application. The results of the analysis show that the main risks in the Maxim application include technical disruptions, user data leaks, and reputation risks due to inconsistent services. With the ISO 31000 systematic approach, this study offers strategic recommendations to mitigate these risks, ensure operational sustainability, and increase user trust in the Maxim application

    NARRATIVE THERAPY UNTUK MEMPERKUAT IDENTITAS REMAJA INDONESIA DI TENGAH PENGARUH MEDIA SOSIAL: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR

    No full text
    Perkembangan pesat media sosial telah membawa dampak kompleks terhadap pembentukan identitas remaja Indonesia, baik dari sisi positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis efektivitas narrative therapy sebagai strategi intervensi dalam memperkuat identitas remaja di era digital dengan fokus pada teknik eksternalisasi masalah. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mengkaji artikel jurnal terakreditasi nasional dan internasional dari tahun 2020 hingga 2025 yang relevan dengan topik terapi naratif, media sosial, dan identitas remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memberi pengaruh signifikan dalam proses pembentukan identitas, baik melalui peluang ekspresi diri maupun risiko psikologis. Narrative therapy memberikan pendekatan yang memberdayakan remaja untuk memisahkan diri dari masalah yang dihadapi, membangun narasi diri yang positif, dan meningkatkan resiliensi psikologis. Studi juga mengindikasikan perlunya adaptasi terapi naratif yang kontekstual dengan budaya Indonesia untuk hasil yang efektif. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa narrative therapy, khususnya teknik eksternalisasi, berpotensi kuat menjadi intervensi yang relevan dalam memperkuat identitas remaja Indonesia di tengah pengaruh media sosial yang dominan. Implikasi penelitian mendorong pengembangan model intervensi konseling berbasis narrative therapy yang sesuai dengan karakteristik lokal serta riset lanjutan menggunakan desain eksperimental dan longitudinal

    Analisis Kemampuan Siswa Kelas IV dalam Menyelesaikan Soal Literasi Numerasi

    No full text
    Di abad ke 21, siswa dituntut untuk menguasai ketiga kecakapan yaitu kualitas karakter, kompetensi dan literasi. Agar kecakapan tersebut dapat tercapai, diperlukan kemampuan berpikir dan bernalar. Salah satu literasi yang erat kaitannya dengan kemampuan berpikir dan bernalar adalah literasi numerasi. Penelitian ini dilakukan dengan judul: “Kemampuan Siswa SD Kelas IV dalam menyelesaikan soal literasi numerasi”. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Gunem, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal literasi numerasi. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif, dan dilaksanakan mulai dari bulan februari 2024 sampai Mei 2024 di SDN 1 Gunem, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV sebanyak 27 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan literasi numerasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan 48% siswa berada pada kategori sangat rendah, 0% pada kategori rendah, 26% pada kategori sedang, tinggi 7% dan sangat tinggi 19%, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara umum kemampuan siswa dalam meneleKata kunci: Kemampuan Siswa, Literasi, NumerasiIn the 21st century, students are required to master the three skills, namely the quality of character, competence, and literacy. In order these skills to be achieved, the ability to think and reason is needed. One of literacy that closely related to the ability to thinks and reason is numeracy literacy. This research was conducted with the title: "Ability of Class IV Elementary School Students in solving numeracy literacy questions". This research was conducted at SDN 1 Gunem, Gunem District, Rembang Regency. The aim is to describe students' abilities in solving numeracy literacy problems. This research includes descriptive qualitative research, and it was carried out from Feb 2024 to mey 2024 at SDN 1 Gunem, Gunem District, Rembang Regency. The research subjects were 27 students of class IV. Data were collected through numeracy literacy skills tests and interviews. The results showed that 44% of students were in the very poor category and 26.7% were in the less category, so it can be concluded that in general the students' ability in solving numeracy literacy questions is still low.Keywords: Student skill, literacy, numerac

    THE EFFECT OF ADDITION OF QUARTZ SAND AS A MATERIAL FOR SOIL STABILIZATION REVIEWED FROM CBR VALUE (CALIFORNIA BEARING RATIO)

    No full text
    This study aims to analyze the effect of adding quartz sand as a soil stabilizing agent on CBR (California Bearing Ratio) values. Methods of soil stabilization using quartz sand were investigated to understand the potential for increasing soil carrying capacity. CBR testing was carried out to compare the characteristics of the stabilized soil with that of the original soil. Various percentages of quartz sand addition (0%, 5%, 10%, and 15%) were tested in this study. The CBR test results showed that the addition of quartz sand increased the CBR soil stabilization value compared to the original soil. The results showed that there was a significant increase in soil stabilization and carrying capacity with the addition of quartz sand. However, there is an optimal limit on the proportion of adding quartz sand that gives the highest CBR value, where after reaching a certain point, the increase in the CBR value becomes slower. This research provides insight into the potential use of quartz sand as a soil stabilizing agent in improving soil carrying capacity, which can be applied in infrastructure construction and geotechnical engineering..Keywords: CBR(California Bearing Ratio), Standard Proctor, Quartz San

    MEANING MAKING BY A THIRD-GRADE DYSLEXIC STUDENT THROUGH DIGITAL STORYTELLING IN ENGLISH LEARNING

    No full text
    Dyslexia affects approximately 10–20% of the global population, yet it remains widely misunderstood and frequently misidentified by educators. Characterized by difficulties in phonological processing, dyslexia poses significant challenges within traditional, text-heavy English instruction. However, many dyslexic learners exhibit strengths in visual, spatial, and creative domains. This single-case qualitative study investigates how a third-grade student with dyslexia constructed meaning through Digital Storytelling (DST) in the context of English learning. Through two personal and autobiographical digital narratives, the participant employed multimodal tools; including images, narration, and visual sequencing, to convey meaning rooted in lived experience. The findings reveal that DST functioned as a cognitive scaffold, reducing extraneous cognitive load and facilitating expressive, schema-based communication. Her strong preference for realism and visual representation over fictional or abstract content illustrates the principles of Cognitive Load Theory (CLT), Dual Coding Theory, and Multimodal Discourse. This study underscores the pedagogical value of DST as a learner-centered, inclusive approach that leverages dyslexic students’ cognitive strengths to support comprehension, retention, and language development in early English education

    TEACHING ON THE FRONTLINES: VOICES OF FUTURE EDUCATORS IN KAMPUS MENGAJAR PROGRAM BATCH 7

    No full text
    This study aims to explore the experiences of English Education pre-service teachers who participated in the Kampus Mengajar Batch 7 program. Data were collected through semi-structured interviews with seven participants using qualitative phenomenological methods. Then, thematic analysis was used to analyze the data. The results revealed six main themes: challenges in teaching and program implementation, stress and obstacles during the program, strategies to overcome obstacles, self-development as prospective educators, the relationship between theory and practice, and understanding the reality of education. Key challenges included lack of confidence in teaching, poor school facilities, weak internet connectivity, and limited support from schools. Nevertheless, participants developed strategies such as time management, communication, and teamwork to adapt to field conditions. The study concludes that despite the various obstacles, the Kampus Mengajar program provides valuable learning experiences that contribute to students' professional growth and understanding of the educational field in real contexts

    Karakteristik Kimia dan Sensori Getuk dengan Substitusi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)

    No full text
    Singkong dapat diolah menjadi berbagai produk pangan, salah satunya adalah getuk. Singkong memiliki kandungan pati hingga 65-70% namun memiliki kandungan protein yang rendah. Kebutuhan protein menjadi sangat penting karena masih menjadi masalah utama gizi sehingga perlu dilakukan pengembangan getuk sebagai camilan sehat yang bergizi dengan substitusi sumber protein nabati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi kacang tanah dan kacang merah terhadap karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar, daya cerna protein, kadar karbohidrat dan energi) dan karakteristik sensori hedonik (warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan) pada getuk. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 kali ulangan dengan perlakuan P0 (kontrol), P1 dengan substitusi 30% kacang tanah dan P2 dengan substitusi 30% kacang. Data di analisis menggunakan Analisys Of Varian (ANOVA) dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil yang diperoleh yaitu substitusi sumber protein nabati dari kacang tanah (P1) dan kacang merah (P2) sebesar 30% dapat meningkatkan kadar protein pada getuk sebesar 6,03% dan 5,07%. Substitusi kacang tanah (P1) dan kacang merah (P2) berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar serat kasar, dan daya cerna protein dibandingkan getuk kontrol (P0). Hasil uji sensori terhadap getuk yang disubstitusi oleh kacang tanah (P1) tidak berbeda nyata terhadap aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan apabila dibandingkan dengan getuk kontrol (P0), yang menunjukkan getuk tersebut dapat diterima oleh konsumen

    IMPLEMENTATION OF URGENT REASONS FOR MARRIAGE DISPENSATION APPLICATIONS IN THE JUDGES' CONSIDERATIONS AT THE BOJONEGORO RELIGIOUS COURT

    No full text
    Early marriage is a significant issue in Indonesia, especially for young women, with efforts such as granting marriage dispensations for couples underage by law. This study examines the application of urgent reasons in marriage dispensation requests at the Bojonegoro Religious Court and how judges consider these factors in their decisions. Using empirical legal research, data was collected through interviews with judges and analysis of regulations like Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 and Law No. 16 of 2019. Findings reveal that common urgent reasons include premarital pregnancy, relationships resembling marriage, and having children before marriage. However, reasons based on closeness, though frequent, don’t meet legal criteria but are considered based on the couple's physical and mental readiness. Key obstacles in applying urgent reasons involve legal, law enforcement, societal, and cultural factors. The study recommends enhancing oversight and educating the public on the consequences of early marriage

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas PGRI Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇