Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
    6019 research outputs found

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH IPAS SISWA KELAS V SD NEGERI GROWONG LOR 01 JUWANA

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran IPAS dirasakan masih rendah. Terutama pada materi cahaya dan sifat siswa masih kurang untuk menghafal contoh dari sifat-sifat cahaya serta siswa masih kesulitan untuk menyelesaikan soal uraian menggunakan indikator kemampuan pemecahan masalah, sehingga hasil belajar siswa kurang memenuhi dari nilai KKM mata pelajaran IPAS adalah 70. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran make a match terhadap kemampuan pemecahan masalah IPAS siswa kelas V SD Negeri Growong Lor 01. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimental Designs bentuk One-Group Pretest-Posttest Design . Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah dalam bentuk tes ringkasan. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji perenang awal berupa analisis deskriptif, uji normalitas, dan uji Paired Sample T-Test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran make a match terhadap kemampuan pemecahan masalah kelas V SD N Growong Lor 01. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis menggunakan Uji Paired Sample T-test diperoleh bahwa nilai Sig. 0,000 0,05 yang berarti terdapat pengaruh pada perlakuan model pembelajaran Make A Match untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah kelas V SD N Growong Lor 01

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL BERBANTU MEDIA PHET TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MATERI PECAHAN KELAS III SDN SUGIHREJO 01 PATI

    No full text
    Penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi serta menarik siswa untuk berperan aktif di dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL berbantu media PhET terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika materi pecahan kelas III SDN Sugihrejo 01 Pati. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang menggunakan Pre experimental design dengan jenis one group pretest- posttest design. Populasi yang dijadikan objek pada penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Sugihrejo 01 Pati. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 siswa dengan menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu sampling jenuh. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Setelah dilakukan analisis data hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) pengaruh penggunaan model pembelajaran PBL berbantu media PhET (x) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika materi pecahan (y) kelas III SDN Sugihrejo 01 Pati sangat signifikan. Dengan hasil penelitian mengalami peningkatan yaitu dari hasil pretest dan posttest mengalami perbedaan. Rata-rata pretest adalah 57,5 dan rata-rata posttest adalah 87,5 serta presentase ketuntasan belajar klasikal siswa mencapai 92%. Hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan hasil analisis uji t yaitu thitung sebesar 8,618 dan ttabel sebesar 2,201 dengan taraf signifikan 5%, sehingga nilai thitung > ttabel yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Kata Kunci: Model Pembelajaran PBL, Media PhET, Kemapuan Pemecahan Masalah Matematik

    PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT RESMI MELALUI METODE BIMBINGAN INTENSIF BAGI KELAS VI SEMESTER II DI SD NEGERI 01 PONOLAWEN KECAMATAN KESESI KABUPATEN PEKALONGAN

    No full text
    Keterampilan penulisan surat resmi oleh siswa yang lemah menjadi akibat atas waktu pembelajaran yang dialokasikan untuk menulis cenderung sedikit. Sehingga mengakibatkan kurang maksimalnya keterampilan menulis siswa. Dalam pembelajaran menulis siswa, pengetahuan dan pengalaman yang didapat masih kurang. Setelah jenjang sekolah berhasil ditamatkan, terdapat kekhawatiran siswa belum memiliki kemampuan terhadap penggunaan bahasa guna keterampilan menulis yang benar dan tepat. Pada pembelajaran menulis, siswa kurang mendapat pemahaman hakikat menulis, saat mendapat kesempatan menulis surat resmi, mutu tulisan cenderung tidak dipentingkan oleh siswa, termasuk bahasa yang digunakan akibat terlalu fokus pada sistematika penulisan surat resmi. Dari paparan tersebut peneliti ingin mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode bimbingan intensif pada kelas VI.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 01 Ponolawen dengan jumlah 26 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui instrumen penelitian dengan menggunakan lembar soal dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik simpulan keterampilan guru dalam pembelajaran meningkat dilihat dari silklus I memperoleh 50 % dan dalam siklus II meningkat menjadi 87,5 % Dengan Metode Bimbingan Intensif dapat meningkatkan keterampilan Menulis surat Resmi pada pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VI SD Negeri 01 Ponolawen. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa dari pembelajaran siklus I dengan persentase ketuntasan belajar 73,62 % menjadi 92,29% pada persentase ketuntasan pembelajaran siklus II.Kata Kunci: Surat Resmi, menulis, keterampilan gur

    KEEFEKTIAN MODEL PJBL (PROJECT BASED LEARNING) BERBASIS STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING AND MATHEMATICS)) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA TEMA 6 KELAS V SD NEGERI GAYAMSARI 02 KOTA SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) berbasis STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) terhadap hasil belajar siswa tema 6 kelas V SDN Gayamsari 02 Kota Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SDN Gayamsari 02. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dipilih kelas VA. Data yang digunakan evaluasi berupa soal pilihan ganda. Analisis data menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test) dan uji N Gain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar tema 6 meningkat setelah diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) berbasis STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics). Dengan hasil uji t berpasangan yaitu 0,00 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa Ha diterima. Hasil analisa uji N Gain mendapatkan 0,7161. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model PjBL (Project Based Learning) berbasis STEM mencapai efektif. Kata Kunci: Keefektifan, PjBl, STEM, hasil belaja

    Pengaruh Model Pembelajaran PBL Berbasis STEM Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi IPA Tema 7 Subtema 1 Kelas V SD Negeri 02 Sokawangi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based-Learning (PBL) berbasis STEM terhadap hasil belajar siswa pada materi Tema 7 Subtema 1 Kelas V SD Negeri 02 Sokawangi kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian penelitian kuantitatif dengan menggunakan design penelitian Pre-Eksperimental Design dengan bentuk One Group Pretest- postest Design. Populasi penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas V SDN 02 Sokawangi dengan jumlah 21 peserta didik menggunakan Non Probability Sampling dengan teknik sampling jenuh. Data penenlitian ini diperoleh melalui tes (pretest dan posttest) , wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar kognitif dan pemahaman konsep mengalami peningkatan yaitu hasil pretest dan posttest mengalami perbedaan. Rata-rata pretest adalah 59, presentase ketuntasan belajar siswa mencapai 29%. Rata-rata posttest adalah 78, presentase ketuntasan belajar siswa mencapai 95%. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan hasil analisis uji t yaitu t hitung = 7,87970 dan t tabel = 2,08 dengan taraf signifikan 5% seingga t hitung t tabel yang artinya ditolak dan diterima

    KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTU MEDIA VIDEO KARTUN TERHADAP PEMAHAMAN SISWA PADA PEMEBELAJARAN TEMA 8 KELAS II SDN BOLOAGUNG 02 KAYEN KABUPATEN PATI

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi belum digunakannya model pembelajaran dan media pembelajaran khusus pada pembelajaran Tema 8 Keselamatan di Rumah dan Perjalanan SDN Boloagung 02 Kayen yang mengakibatkan kurangnya partisipasi aktif peserta didik dan tidak memperhatikan penjelasan guru mengakibatkan pembelajaran kurang menarik dan terkesan membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh model pembelajaran PBL berbantu media video kartu terhadap pemahaman peserta didik kelas II SDN Boloagung 02 Kayen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen desain. Desain penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan model one group pre-test post-test design yang digunakan dalam satu kelompok subjek. Hasil penelitian setelah mendapat perlakuan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik dilihat dari hasil pretest dan posttest. Nilai rata-rata pretest yaitu 49,47, dan posttest sebesar 91,17. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya t hitung sebesar 10,69584 dan untuk mengetahui t tabel dengan nilai signifikan 5% didapatkan sebesar 2,120. Jadi nilai t hitung t tabel yang artinya H0 di tolak dan Ha di terima. Berdasarkan hail penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan pemahaman peserta didik dilihat dari hasil pretest dan posttest bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu media video kartun menunjukkan keefektifan terhadap peningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran kelas II SDN Boloagung 02 Kayen.Kata Kunci: Problem Based Learning, Video Kartun, Pemahaman Sisw

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN ARTICULATE STORYLINE 3 PADA ASPEK KOGNITIF MATA PELAJARAN IPAS HARMONI DALAM EKOSISTEM KELAS V SD NEGERI KLUMPIT

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh media yang digunakan dalam pembelajaran IPAS masih kurang optimal. Hal ini menjadi salah satu penyebab minimnya pemahaman materi yang diterima oleh peserta didik. Maka perlu adanya pengembangan media pembelajaran interakti yang mampu meningkatkan pemahaman dalam belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan media pembelajaran pada mata pelajaran IPAS serta menganalisis kelayakan media pembelajaran interaktif berbasis android menggunakan Articulate Storyline 3. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini adalah guru kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data berupa angket validasi ahli konstruksi, angket validasi ahli isi, angket validasi ahli praktisi konstruksi, dan angket validasi praktisi isi. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran mendapat skor rata-rata dari ahli konstruksi yaitu 98%, ahli isi yaitu 95,33%, ahli praktisi konstruksi yaitu 96,33%, dan ahli praktisi isi yaitu 97,33% dengan kategori kualifikasi kevalidan sangat baik. Jadi, dapat dikatakan bahwa media pembelajaran berbasis android menggunakan Articulate Storyline 3 valid dan layak digunakan dalam pembelajaran IPAS Harmoni dalam Ekosistem kelas V sekolah dasar

    PENGARUH MODEL PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS V SDN 1 TAMBAHREJO

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model problem solving terhadap hasil belajar matematika kelas V di SDN 1 Tambahrejo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model penelitian One Group Pretest Posttest Design. Dalam penerapan model pembelajaran problem solving siswa mampu memahami materi lebih mudah, berani unjuk diri untuk menyelesaikan soal di papan tulis, lebih aktif dalam pembelajaran, dan sangat antusias saat melakukan diskusi kelompok. Hasil belajar siswa dalam penelitian ini diukur dengan berpedoman nilai pretest dan posttest sebanyak 21 siswa. Rata-rata pada nilai pretest 44,8 terdapat 2 peserta didik yang tuntas dan 19 peserta didik tidak tuntas. Sedangkan nilai rata-rata posttest sebesar 76,2 dimana 17 peserta didik tuntas dan 4 peseta didik tidak tuntas. Berdasarkan data penelitian diatas menunjukan bahwa adanya peningkatan sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model problem solving berpengaruh pada peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif Kata Kunci: model pembelajaran, problem solving, hasil belajar

    ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PAPAN PERKALIAN PADA MATERI PERKALIAN KELAS II SDN ANGKATAN LOR 03 KABUPATEN PATI

    No full text
    Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah (1) ada siswa yang kesulitan dalam mata pelajaran perkalian, (2) ada siswa yang tidak bisa mengerjakan perkalian, (3) ada siswa yang tidak senang dengan pelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis media papan pekalian pada materi perkalian kelas II SDN Angkatan Lor 03 Kabupaten Pati dan untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan media papan perkalian pada materi perkalian kelas II SDN Angkatan Lor 03 Kabupaten Pati . Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi,angket,wawancara dan dokumentasi dengan siswa kelas II SDN Angkatan Lor 03 Kabupaten Pati yang berjumlah 27 siswa, Dapat dijelaskan bahwa media papan perkalian mampu meningkatkan belajar siswa dengan hasil presentase pada angket mencapai 85,19% dengan jumlah peserta didik 23 anak mencapai kriteria sangat baik, 11,11% dengan jumlah peserta didik 3 anak mencapai kriteria baik dan 3,70% dengan jumlah peserta didik 1 anak.Kata Kunci: 1 atau lebih kata atau frase yang penting, spesifik, atau representatif bagi artikel in

    MEMBUAT HERBARIUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENGEMBANGKAN SOFT SKILLS SISWA KELAS IV SD N 2 KRASAK

    No full text
    Materi bagian tubuh tumbuhan di sekolah masih dirasa sulit bagi siswa. siswa-siswanya belum memahami prosedur pembuatan herbarium dari tumbuhan. Pembuatan herbarium yang ada di sekolah tersebut perlu dikembangkan agar pembelajaran berjalan lebih efektif. Untuk mengetahui kemampuan membuat herbarium untuk mengembangkan soft skills siswa sebagai media pembelajaran IPAS di SD N 2 Krasak. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N 2 Krasak yang berjumlah 18 orang. Hasil penelitian terbagi menjadi 2 kali pertemuan tatap muka di kelas. Penelitian ini menggunakan strategi pembelajaran project best learning sebagai model pembelajarannya, yang mana lebih banyak melibatkan peserta didik berperan aktif di dalam kelas dengan berdiskusi kelompok dan presentasi. Metode pembagian kelompok yang digunakan oleh pengajar adalah metode acak.membuat herbarium sebagai media pembelajaran IPAS untuk mengembangkan soft skills siswa kelas IV SD N 2 Krasak melalui 7 indikator yang dinilai memaksimalkan keterampilan berkomunikasi, berpikir kritis dan memecahkan masalah, kerja sama tim, belajar sepanjang hayat dan manajemen informasi, memiliki jiwa kewirausahaan, etika moral dan profesional serta keterampilan kepemimpinan. Hasil persentase 7 indikator yang dinilai melalu lembar observasi pada pertemuan I dengan nilai 70,2% dan pertemuan II mengalami perkembangan dengan nilai 89,7%

    267

    full texts

    6,019

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas PGRI Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇