Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Bertipe Higher Order Thinking Skills Ditinjau Dari Gaya Belajar Dan Gaya Kognitif
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal bertipe HOTS ditinjau dari gaya belajar dan gaya kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case studies). Subjek penelitian adalah 6 siswa dari XII MIPA 3 SMA Negeri 2 Brebes. Pemilihan subjek penelitian berdasarkan hasil pengisian angket gaya belajar siswa menggunakan instrumen angket gaya belajar dan hasil tes gaya kognitif menggunakan instrumen Matching Familiar Figures Test (MFFT). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes dan wawancara yang selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Siswa dengan gaya belajar visual dan gaya kognitif reflektif memenuhi empat indikator kemampuan penalaran matematis; (2) Siswa dengan gaya belajar visual dan gaya kognitif impulsif memenuhi tiga indikator indikator kemampuan penalaran matematis; (3) Siswa dengan gaya belajar auditori dan gaya kognitif reflektif memenuhi empat indikator kemampuan penalaran matematis; (4) Siswa dengan gaya belajar auditori dan gaya kognitif impulsif memenuhi tiga indikator kemampuan penalaran matematis; (5) Siswa dengan gaya belajar kinestetik dan gaya kognitif reflektif memenuhi enam indikator kemampuan penalaran; (6) Siswa dengan gaya belajar kinestetik dan gaya kognitif impulsif memenuhi lima indikator kemampuan penalaran matematis
Peningkatan hasil belajar matematika melalui penerapan Discovery Learning dengan konsep niteni, nirokke, nambahi di kelas IX-B SMPN 4 Salatiga
Penelitian ini berawal dari permasalahan rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas IX-B materi SPLDV semester I pada tahun ajaran 2023/2024 yang masih berada di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 75. Dari 32 siswa hanya 5 siswa atau 15,6% yang mencapai KKM. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu menerapkan discovery learning dengan konsep 3N (Niteni, Nirokke, Nambahi) untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IX-B semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IX-B SMPN 4 Salatiga dengan jumlah 32 siswa. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulan bahwa melalui penerapan discovery learning dengan konsep 3N (Niteni, Nirokke, Nambahi) dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Meningkatnya hasil belajar ini dipengaruhi oleh strategi dalam menerapkan discovery learning denga konsep 3N (Niteni, Nirokke, Nambahi) selama 2 siklus atau 6 pertemuan. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar siswa sebelum tindakan didapati hanya 5 siswa atau 15,6% mencapai KKM dengan nilai rata-rata keseluruhan 59,5. Kemudian pada siklus I siswa yang mencapai KKM meningkat 17 siswa atau 53,13% dengan nilai rata-rata keseluruhan 59,5. Siklus II meningkat sebanyak 27 siswa atau 84,37% mencapai KKM dengan nilai rata-rata keseluruhan 89,22
Analisis Kemampuan Bernalar Siswa pada Pembelajaran Matematika Materi Persamaan Kuadrat ditinjau dari Gaya Berpikir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan bernalar siswa kelas X SMAN 1 Polokarto pada pembelajaran matematika pokok bahasan persamaan kuadrat ditinjau dari gaya berpikir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan berjumlah 4 siswa yang mewakili masing-masing gaya berpikir yaitu Sekuensial Konkret, Sekuensial Abstrak, Acak Konkret, dan Acak Abstrak. Pengumpulan data menggunakan tes pengolahan informasi, tes kemampuan penalaran, dan wawancara. Adapun pemeriksaan keabsahan data yang digunakan yaitu menggunakan Triangulasi Metode. Hasil penelitian ini adalah siswa dengan gaya berpikir sekuensial konkret tidak memenuhi indikator penalaran, siswa hanya mampu pada tahap mengajukan dugaan saja. Siswa dengan gaya berpikir sekuensial abstrak telah memenuhi seluruh indikator penalaran. Siswa mampu dalam mendalami informasi dalam soal. Siswa dengan gaya berpikir acak konkret tidak memenuhi indikator penalaran, siswa tidak menuliskan informasi yang terdapat dalam soal dan siswa acak abstrak tidak memenuhi indikator penalaran, siswa tidak menuliskan informasi dalam soal dengan lengkap
Tindak Tutur Ilokusi dan Perlokusi dalam Novel Orang-Orang Oetimu Karya Felix K. Nesi
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur ilokusi dan perlokusi dalam novel Orang-orang Oetimu karya Felix K. Nesi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian tindak tutur ilokusi dan perlokusi tuturan tokoh dalam novel Orang-orang Oetimu karya Felix K. Nesi ditemukan 45 data tindak tutur ilokusi dan 5 data tindak tutur perlokusi. Tindak tutur ilokusi dalam novel Orang-orang Oetimu karya Felix K. Nesi, meliputi (1) tindak tutur representatif tedapat 6 data tuturan, (2) tindak tutur direktif terdapat 23 data tuturan, (3) tindak tutur ekspresif terdapat 7 data tuturan, (4) tindak tutur komisif terdapat 5 data tuturan, (5) tindak tutur deklaratif terdapat 4 data tuturan. Tindak tutur perlokusi dalam novel Orang-orang Oetimu karya Felix K. Nesi, meliputi (1) mendorong terdapat 2 data tuturan, (2) menipu terdapat 1 data tuturan, (3) menakut-nakuti terdapat 1 data tuturan dan (4) membujuk terdapat 1 data tuturan
Memfasilitasi Keterampilan Berpikir Kritis pada Anak Usia Dini: Strategi Komunikasi Guru
AbstractCritical thinking skills are a crucial aspect that needs to be instilled from an early age in the 21st-century era. This research aims to explore teacher communication strategies in facilitating the development of critical thinking skills in early childhood. The research method employed is qualitative, utilizing a literature review. Literature sources were obtained through the search for relevant research articles related to the presented topic. In conducting this literature review, a series of stages were undertaken, starting from the identification, screening, and eligibility processes, which are integral parts of this research. The analysis of the literature review reveals that the use of teacher communication strategies through the utilization of five language continua, including visually looking on, non-directive statements, questions, directive statements, and physical intervention, can create an environment where children can independently inquire, analyze, and evaluate information. This can effectively facilitate the development of critical thinking skills in early childhood. As a recommendation, the researcher suggests the necessity of teacher professionalism development in communication to facilitate critical thinking skills in early childhood. Further research is also recommended to evaluate the effectiveness of using the five language continua in enhancing critical thinking skills in early childhood.Keywords: early childhood education; critical thinking skills; teacher communication; 21st-century skillsAbstrakKeterampilan berpikir kritis merupakan aspek penting yang perlu ditanamkan sejak dini pada era abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi komunikasi guru dalam memfasilitasi perkembangan keterampilan ber-pikir kritis pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan mengunakan literature review. Sumber literatur diperoleh melalui pencarian artikel penelitian yang relevan dengan topik yang akan disajikan. Dalam melaksanakan literature review ini, dilakukan serangkaian tahapan, mulai dari proses identification, screening dan eligibility sebagai bagian integral dalam penelitian ini. Hasil analisis dari literature review menjelaskan bahwa penggunaan strategi komunikasi guru dengan menggunakan lima kontinum bahasa, yang meliputi visually looking on, non-directive statement, question, directive statement, dan Physical Intervention, mampu menciptakan lingkungan di mana anak-anak dapat secara mandiri bertanya, menganalisis, dan mengevaluasi informasi. Hal ini dapat memfasilitasi pengembangan keterampilan berpikir kritis pada anak usia dini. Sebagai rekomendasi, peneliti menyarankan perlunya pengembangan profesionalisme guru dalam hal komunikasi untuk memfasilitasi keterampilan berpikir kritis pada anak usia dini, dan adanya penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan lima kontinum bahasa dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada anak usia dini.Kata kunci: pendidikan anak usia dini; keterampilan berpikir kritis; komunikasi guru; keterampilan abad-2
Pengembangan Video Pembelajaran untuk Mengenalkan Kosakata Etika untuk Anak Usia Dini
AbstractIt requires a long process to introduce character education, because it is difficult to change a person's character. Self-habituation can start from applying the words sorry, please, thank you and permission in everyday life. The aim of this research is to improve video-based learning media to introduce ethics to young children as an innovative, effective learning tool and help children understand ethical concepts in a more fun and interesting way. This research applies research and development research and development methods and uses ADDIE. The subjects of this research were 13 people, 1 material and media expert, 2 kindergarten teachers as respondents and 10 early childhood children who were the test objects. The data collected was in the form of research instrument sheets using qualitative descriptive techniques. Then processed using quantitative descriptive techniques. From the media and material expert trials, the results were 100%, which means very good, the respondents' trials got 98% results, which was categorized as very good, and the results of the observation trials on children got 97%, which means very good. It can be stated that video-based learning media with the theme of introducing ethics for young children is suitable for use as an introduction to the words sorry, please, thank you and permission in learning. The research results also show that the use of songs in learning videos can increase children's understanding of ethical vocabulary. By combining musical and visual elements in media, children can easily remember the ethical concepts taught. These findings not only provide insight into the development of learning media that are more effective in conveying moral values to children, but also underline the importance of a creative approach in designing learning content to be more appropriate and to attract the target audience of children. Keywords: Early Childhood; Video-Based Learning Media; Character buildingAbstrakMembutuhkan proses yang lama untuk mengenalkan pendidikan karakter, karena sulit untuk merubah karakter seseorang. Pembiasaan diri dapat dimulai dari penerapan kata maaf, tolong, terima kasih, dan permisi dalam keseharian. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan media pembelajaran berbasis video untuk mengenalkan kosakata etika pada anak usia dini untuk, sebagai alat pembelajaran yang inovatif, efektif serta membantu anak memahami konsep etika secara lebih menyenangkan dan menarik. Penelitian ini menerapkan metode penelitian dan pengembangan (research dan development) dan mempergunakan ADDIE. Subjek penelitian ini berjumlah 13 orang, 1 ahli materi dan media, 2 guru TK sebagai responden dan 10 orang anak usia dini yang menjadi objek uji coba. Data yang dikumpulkan berupa lembar instrumen penelitian yang menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Kemudian diolah menggunakan teknik deskripstif kuantitatif. Dari uji coba ahli media dan materi memperoleh hasil 100% yang artinya sangat baik, uji coba responden mendapatkan hasil 98% yang berkategori sangat baik, dan hasil uji coba observasi pada anak mendapat hasil 97% yang artinya sangat baik. Dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran berbasis video dengan tema mengenalkan kosakata etika untuk anak usia dini layak digunakan sebagai pengenalan kata maaf, tolong, terima kasih, dan permisi pada pembelajaran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan lagu dalam video pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap kosa kata etika. Dengan memadukan unsur musikal dan visual dalam media, anak-anak dapat dengan mudah mengingat konsep etika yang diajarkan. Temuan ini tidak hanya memberikan insight pada pengembangan media pembelajaran yang lebih efektif dalam menyampaikan nilai-nilai moral kepada anak-anak, tetapi juga menggaris bawahi pentingnya pendekatan kreatif dalam merancang konten pembelajaran agar lebih sesuai dan menarik bagi target audiens anak-anak.Kata kunci: Anak Usia Dini; Media Pembelajaran Berbasis Video; Pendidikan Karakte
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Papan Jurang Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas II SDN Karanganyar Gunung 02
Penelitian bertujuan menganalisis penerapan model Problem Based Learning berbantuan media Papan Jurang untuk meningkatkan hasil belajar matematika. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas II di SDN Karanganyar Gunung 02 dengan subjek penelitian 27 siswa. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus yang setiap silus terdiri dari 2 pertemuan. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Model Problem Based Learning dan Media Papan Jurang. Sedangkan, variable bebas adalah Hasil Belajar Matematika. Tahap penelitian terdiri dari: perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan tes setiap siklus. Teknik analisis data yakni teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbukti hasil tes awal atau prasiklus dari 27, 6 siswa persentase 22% (Tuntas) dan 21 siswa persentase 73% (Tidak Tuntas). Mengalami peningkatan pada hasil tes siklus I memperoleh 12 siswa persentase 44,4% (Tuntas) dan 15 siswa persentase 55,6% (Tidak Tuntas. Sedangkan, pada siklus II dilakukan refleksi sehingga mengalami peningkatan dari siklus I dengan capaian ketuntasan 22 siswa persentase 81,5% (Tuntas) dan 5 siswa persentase 18,5% (Tidak Tuntas). Dengan itu dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Papan Jurang dapat meningkatkan hasil belajar Matematika khususnya pada aspek pengetahuan di kelas II SDN Karanganyar Gunung 02
PENERAPAN MEDIA STIK ES KRIM UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujan untuk meningkatkan aktivitas hasil belajar matematika materi penjumlahan dan pengurangan menggunakan alat peraga stik es krim. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi pada setiap siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Karangrejo 02 Semarang yang berjumlah 12 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media stik es krim dapat meningkatkan aktivitas hasil belajar matematika untuk siswa kelas I. nilai rata-rata untuk prasiklus mencapai 58% dan mengalami peningkatan pada siklus I yaitu 72% dengan aktivitas belajar 66% masuk kriteria aktif. Pada siklus II meningkat kembali menjadi 87% dengan aktivitas belajar 85% masuk kriteria sangat aktif. Peningkatan juga terjadi pada presentase ketuntasan siswa pada pra siklus hanya 3 atau 25% siswa yang tuntas, pada siklus I meningkat menjadi 5 atau 42% yang tuntas, dan pada siklus II sejumlah 11 siswa atau 92%
Prototipe Rekam Medis Elektronik untuk Mendukung Platform Satu Sehat
Di masa sekarang, ketika teknologi informasi berkembang dengan pesat, semua sektor akan menghadapi perubahan tersebut secara menyeluruh dan berkesinambungan, sehingga fasiltas yankes diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perubahan untuk mempermudah serta mempersingkat dalam pertukaran data dan informasi tidak terkecuali rumah sakit sebagai bidang pusat pelayanan di bidang kesehatan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah prototype formulir rekam medis elektronik yang dapat terkoneksi dengan apelikasi satu sehat. Dalam pengembangan prototipe digunakan metode SDLC ( sistem development life cycle), prototyping serta penggunaan usecase diagram untuk menggambarkan interaksi antar pengguna. Dalam pengembangan sistem diperoleh hasil Pada tahap comunication penulis berkomunikasi dengan fasyankes klinik juga memperhatikan alur procedure penjelasan di website satu sehat yang kemudian menerapkan perancangan RME dengan memperhatikan kebutuhan data dan informasi dari plaform satu sehat dari Kementerian Kesehatan, yang terdiri dari form input, form antrian pasien, form Rekam medis, dan form laporan. Berdasarkan hasil pengujian sistem diperoleh hasil pengujian kompabilitas dilakukan dengan menggunakan website powermapper.com. Dari pengujian terdapat 11 page yg teruji dan untuk kompability browser pada ISO masih harus diperbaiki. Sebaiknya digunakan data dari fasyankes untuk ujicoba sistem agar pengembangan sistem sesuai dengan kebutuhan data fasyankes
STRATEGI PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA KELAS IV DI SD NEGERI KEMIJEN 03
Konteks penelitian yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah strategi dalam penguatan profil pelajar Pancasila. Dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila ini mengacu pada strategi yang dilakukan oleh guru. Penguatan profil pelajar Pancasila ini dilakukan melalui pembiasaan dan projek yang ada di sekolahan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana strategi penguatan profil pelajar Pancasila di kelas IV SD Negeri Kemijen 03? (2) Bagaimana kendala dan hasil dari penguatan profil pelajar Pancasila pada anak kelas IV SD Negeri Kemijen 03?. Jenis penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti guna mendapatkan data-data penelitian adalah metode observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Pada penelitian ini difokuskan pada strategi penguatan profil pelajar Pancasila kelas IV di SD Negeri Kemijen 03. Hasil penelitian yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan angket bahwa di SD Negeri Kemijen 03 memiliki dua strategi dalam penguatan profil pelajar Pancasila, yang pertama melalui kegiatan pembisaan yang telah diterapkan di sekolah dan yang kedua adalah dengan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Pembiasaan tersebut dapat dilihat dari aktivitas mereka yang ada di sekolahan. dimulai dari awal masuk lingkungan sekolah sampai keluar lingkungan sekolah. Sedangkan untuk projek dilakukan dengan beberapa kegiatan yang telah dirancang guru untuk mewujudkan dimensi yang ada pada profil pelajar Pancasila Dari penelitian ini, saran yang saya sampaikan untuk sekolah adalah sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif serta sarana dan prasarana yang mendukung, lalu sekolah juga mampu memberikan penjelasan lebih detail mengenai projek penguatan profil pelajar Pancasila kepada orang tua siswa sehingga tidak ada kendala yang muncul dimana anak dilarang mengikuti beberapa kegiatan di sekolah karena cemas, dan hal ini menyebabkan terkendala dalam mewujudkan dimensi profil pelajar Pancasila pada diri anak melalui proje