Jurnal Mikologi Indonesia (JMI - Perhimpunan Mikologi Indonesia, Mikoina)
Not a member yet
    62 research outputs found

    Analisis Kekerabatan Jamur Ordo Agaricales Berdasarkan Karakter Morfologi di Kawasan Kamojang (Berdasarkan Data Sekunder)

    Full text link
    Lima belas spesies jamur Agaricales di Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Kamojang, Jawa Barat, koleksi Arko et al. (2017), memiliki beragam karakter morfologi. Jamur tersebut telah dianalisis hubungan kekerabatannya dengan taksonomi numerik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi literatur dengan menganalisis data sekundernya menggunakan program SPSS 26.0. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan kekerabatan terdiri dari lima kelompok. Hubungan kekerabatan terdekat yaitu Marasmius sp. 1 dan Marasmius sp. 2 dengan nilai kemiripan sebesar 97,8%. Hubungan kekerabatan terjauh yaitu Armilaria sp. dan Schizophyllum commune dengan nilai kemiripan sebesar 39%. Karakter morfologi penentu hubungan kekerabatan ialah karakteristik lamela, tangkai, dan volva. Kata k

    Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) Gigaspora spp sebagai pupuk hayati pada pembibitan Mete (Anacardium occidentale L.)

    Full text link
    Cendawan yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman membentuk simbiosis mutualisme adalah Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA). Salah satu jenis CMA yang dapat digunakan untuk pupuk hayati adalah Gigaspora sp. yang dapat diinokulasikan sebagai pupuk untuk meningkatkan pertumbuhan benih jambu mete (Anacardium occidentale L.). Penelitian tentang peran Gigaspora sp. indigenus Bali hasil propagasi diberikan dalam bentuk spora dan propagul telah dilakukan di Rumah kaca. Perlakuan inokulum yang di coba adalah empat kombinasi propagul dan spora Gigaspora sp. dan satu sebagai kontrol (tanpa Gigaspora sp. maupun propagul). Jumlah spora Gigaspora sp. yang diinokulasikan adalah 150 spora dan jumlah propagul CMA adalah 0 (tanpa propagul Gigaspora sp.), 12,5; 25, dan 37,5 gram. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak Lengkap (RAL) dengan 5 ulangan sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan terdiri dari 3 polibeg sebagai subunit sehingga total unit percobaan adalah (5×5×3) = 75 polibeg. Paramater yang diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, berat kering brangkasan, berat kering akar, kolonisasi CMA pada perakaran, dan serapan P pada jaringan tanaman. Penelitian dilakukan di laboratorium dan di rumah kaca sampai tanaman mete berumur 90 hari (3 bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi spora Gigaspora sp. dan campuran propagul 12,5; 25 dan 37,5 gram menghasilkan pengaruh yang berbeda nyata (

    Pengaruh Media Pembawa dalam Perbanyakan Spora Fungi Mikoriza Arbuskula

    No full text
    Fungi mikoriza arbuskula (FMA) memiliki simbiosis mutualisme dengan lebih dari 80% spesies tumbuhan terestrial. Material pembawa yang sering dilaporkan efektif digunakan sebagai bahan pembawa inokulan FMA adalah zeolit. Akan tetapi, zeolit harganya lebih mahal dibandingkan material pembawa lain seperti pasir dan arang sekam. Upaya yang dapat dilakukan untuk perbanyakan spora dan mengurangi penggunaan zeolit yaitu mengombinasikan zeolit dengan material pembawa lain berbasis bahan baku lokal dan ekonomis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor (komposisi material pembawa dan jenis FMA) dengan pola 4×2 dan empat ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa material zeolit + pasir (1:1) dan zeolit + tanah (1:1) sama efektifnya dengan zeolit 100% untuk perbanyakan spora Acaulospora tuberculata dan Gigaspora gigantea. A. tuberculata menunjukkan tingkat kolonisasi akar (62.68%) lebih tinggi dibandingkan G. gigantea (50.80%) pada semua material pembawa. Tidak ada interaksi yang signifikan antara jenis material pembawa dan jenis spora FMA terhadap jumlah spora dan infeksi akar

    Kompetisi Pertumbuhan Kapang Dekomposer Asal Jambi pada Media Padat

    Full text link
    Limbah feses merupakan masalah dalam industri peternakan di Indonesia. Pengolahan feses menjadi kompos adalah salah satu jalan pemecahannya. Mikroorganisme khususnya kapang dapat digunakan untuk mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan ketersediaaan unsur hara pada kompos nantinya. Ada 4 jenis isolat kapang asal Jambi yang di seleksi untuk menjadi dekomposer, yaitu Trichoderma asperellum, T. koningiopsis, T. harzianum. dan Gliocladium virens dan 1 isolat Bacillus sp. Di dalam penelitian ini digunakan media agar kentang dekstrosa (Potato Dextrose Agar), untuk menguji mikroorganisme tersebut untuk saling berkompetisi dalam petri. Hasil pengamatan menunjukkan isolat G. virens paling unggul tumbuhnya dari 3 spesies Trichoderma spp. dan Bacillus sp

    Inventarisasi Jamur Makroskopis di Pulau Bawean Jawa Timur

    Full text link
    Pulau Bawean merupakan kawasan suaka alam yang berada di antara pulau Jawa dan Kalimantan. Keadaan topografi kawasan memungkinkan ditemukanya jenis-jenis jamur makroskopis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jamur yang ditemukan di pulau Bawean dan mengetahui apakah jamur yang ditemukan memiliki potensi sebagai pangan maupunobat.Pengambilandatadilakukanmenggunakan metodesurveilangsungdilapangan. Lokasi sampling meliputi kawasan suaka margasatwa (SM) yaitu pinggiran hutan dan daerah aliran sungai yang kawasannya cukup lembap, sampling juga dilakukan diluar kawasan SM yaitu di daerah mangrove. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil 20 jenis jamur. Jamur yang ditemukan berasal dari 2 filum, 5 ordo, 11 famili dan 14 genus. Jamur paling banyak ditemukan di kawasan pinggiran hutan dan daerah aliran sungai yaitu sebanyak 17 jenis. Sedangkan pada daerah mangrove hanya ditemukan 3 jenis jamur. Beberapa potensi yang dimiliki oleh jamur yang ditemukan yaitu sebagai bahan obat, pangan dandapatmeningkatkanlajufermentasi

    Isolasi dan Identifikasi Cendawan Patogen pada Umbi Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott) Pasca Penyimpanan

    No full text
    Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan agribisnis. Pengelolaan OPT pascapanen dan pasca penyimpanan yang tepat dapat mempertahankan kualitas produk yang baik. Infeksi OPT yang sering muncul pada umbi talas adalah cendawan. Adanya jeda waktu dari pemanenan hingga ke tangan konsumen dimungkinkan adanya cendawan yang berasosiasi dengan busuk penyimpanan pada umbi talas tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi cendawan patogen yang terdapat pada umbi talas setelah penyimpanan. Metode yang digunakan adalah identifikasi secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil identifikasi secara morfologi menunjukkan cendawan yang berasosiasi dengan busuk penyimpanan pada umbi talas adalah genus Mucor, Fusarium, dan Alternaria

    Reduksi Logam Merkuri (Hg) Menggunakan Strain Jamur Lokal yang Diisolasi dari Kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin Kuansing, Riau

    Full text link
    Pencemaran lingkungan dari penambangan emas berhubungan dengan kandungan logam berbahaya Hg dari limbah tailing. Aplikasi isolat-isolat jamur di dalam menghilangkan logam berat di dalam air limbah dilaporkan lebih murah dan lebih aman terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan isolat-isolat jamur lokal yang diisolasi dari kawasan penambangan emas tanpa izin, Kuansing, Riau, di dalam mereduksi kandungan Hg pada air limbah penambangan emas. Jamur disiapkan pada medium PDA selama 7 hari dan ditumbuhkan dalam medium air sungai yang mengandung limbah Hg pada kondisi agitasi 150 rpm selama 7 hari. Kemampuan pengurangan logam Hg oleh isolate jamur dianalisis dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat mampu mereduksi kadar Hg pada limbah. Isolat jamur LMBO4 dan Penicillium sp. strain PN6 masing-masing memiliki kemampuan tertinggi untuk mengurangi Hg yaitu 0,0492 mg/L (82%) dan 0,0470 mg/L (78,42%)

    Peranan FMA Glomus sp. dan Pupuk Anorganik terhadap Produktivitas Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) var. Lokal Bali

    Full text link
    Produktivitas tanaman kedelai (Glycine max var. Lokal Bali) dapat ditingkatkan melalui pemupukan. Salah satu pupuk hayati yang bisa diaplikasi sebagai pendamping pupuk anorganik adalah fungi mikoriza arbuskula (FMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan FMA Glomus sp. dan pupuk NK terhadap produktivitas tanaman kedelai lokal Bali. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Taksonomi Tumbuhan/Mikologi dan Shading house Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan Racangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu (A) Tanah steril (kontrol) atau tanpa inokulasi FAM dan pupuk NK; (B) Tanah steril, 50 spora Glomus sp.; (C) Tanah steril, 50 spora Glomus sp. dan pupuk NK 5 g; (D) Tanah steril, 50 spora Glomus sp. dan pupuk NK 10 g; (E) Tanah steril, 50 spora Glomus sp. dan pupuk NK 15 g. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, berat kering tajuk, berat kering akar, jumlah polong isi dan polong hampa, berat basah dan berat kering polong, dan persentase kolonisasi FMA Glomus sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 50 butir spora Glomus sp. dan pupuk NK 5 g pada perlakuan C berperan meningkatkan produktivitas tanaman kedelai terlihat pada jumlah polong isi sebanyak 51 polong per tanaman yang berbeda nyata secara statistik dan memiliki berat kering sebesar 9,10 g, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumuhan tanaman kedelai

    Produksi Konsentrat Pakan Ruminansia dari Kulit Kopi dan Dedak yang Difermentasi dengan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus)

    No full text
    Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menentukan penambahan dedak yang optimal bagi remediasi limbah kulit kopi oleh jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) untuk menghasilkan sumber pakan ruminansia. Media kulit kopi diberi penambahan dedak dengan variasi persentase 0%, 25%, 50%, dan 75% dari total keseluruhan berat kering substrat. Media ditambahkan Ca(OH)2 sebanyak 1-2 gram dan air sebanyak 130 ml untuk mencapai pH media sebesar 6-7 dan kelembapan 55%-60%. Media dimasukkan ke dalam botol kultur dan disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 121°C dan tekanan 1,5 atm. Bibit jamur tiram pada media jagung sebanyak 10 gram dikultivasi pada setiap variasi substrat. Kondisi inkubasi diatur pada suhu 23°C-25°C dalam keadaan gelap. Panjang miselium jamur tiram diukur setiap 5 hari. Kadar kafein, tanin, protein, lemak, dan abu diukur setiap 20 hari. Hasil penelitian menunjukkan media campuran kulit kopi dan dedak dengan persentase 25% kulit kopi dan 75% dedak dapat mengoptimalkan degradasi senyawa beracun pada kulit kopi dan meningkatkan kandungan protein miselium jamur. Kultivasi jamur tiram putih pada kombinasi media tersebut dapat mengurangi kadar kafein sebesar 7,3% dan tanin sebesar 79%, serta meningkatkan kadar protein sebesar 8%. Pemanfaatan kombinasi limbah ini dapat mengurangi polutan dan menghasilkan produk sumber pakan ruminansia yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia

    Identifikasi Morfologi Rhizopus pada Oncom Hitam dari Berbagai Daerah di Indonesia

    Full text link
    Oncom hitam merupakan produk fermentasi asli Indonesia yang dibuat dari bungkil kacang tanah sebagai substrat dan kapang Rhizopus spp. Sebagai agen fermentasi. Rhizopus yang berperan pada proses pembuatan oncom hitam perlu diketahui identitasnya serta dikonservasi sehingga dapat berguna untuk pengembangan fermentasi makanan yang aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi Rhizopus pada oncom hitam. Sampel diambil dari beberapa pasar tradisional di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Identifikasi Rhizopus dilakukan dengan pendekatan morfologi bentuk spora, kolumela, dan rizoid serta panjang sporangiofor, dan dengan pendekatan fisiologi pada suhu pertumbuhan 33, 42, 46, 48, dan 5°C pada medium agar-agar dekstrosa kentang. Identifikasi dilakukan mengikuti “A Monograph of Rhizopus”. Rhizopus yang berhasil diisolasi dari sampel oncom hitam ialah sebanyak 13 galur yang terdiri atas R. arrhizus var. delemar (R. delemar), R. arrhizus var. tonkinensis (R. oryzae), dan R. microsporus var. chinensis. Ketiganya merupakan varietas Rhizopus yang pertama kali dilaporkan ada pada oncom hitam

    54

    full texts

    62

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mikologi Indonesia (JMI - Perhimpunan Mikologi Indonesia, Mikoina)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇