Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Identifikasi Gaya Art Deco Dalam Arsitektur Kolonial Kota Malang Sebagai Dasar Perancangan Gedung Perpustakaan Digital
AbstrakKota Malang merupakan kota terbesar kedua di jawa timur setelah kota Surabaya, hal ini tidak terlepas dari efek dibukanya jalur kereta api Surabaya – Malang pada tahun 1878. Lalu ditahun 1903, Belanda memberlakukan UU Desentralisasi yang membuat kota Malang resmi menjadi Kotamadya pada tanggal 1 April 1914. Dalam upaya mengembangkan kota, Pemerintah kotamadya Malang langsung menunjuk Thomas Karsten seorang arsitek dari Belanda untuk merancang tata kota Malang, Dari tahun 1917 sampai 1929, rencana ini dilaksanakan se (Mulyadi, Witjaksono, & Fathony, 2020)cara bertahap dari bouwplan I sampai bouwplan VIII. perkembangan arsitekturnya tidak terlepas dari pengaruh luas arsitektur kontemporer, yang pada saat itu di eropa berkembang dengan pesat bangunan bergaya Art Deco. Setelah sekian lama negara Indonesia merdeka, Ciri bangunan berkonsep Art Deco masih dapat dijumpai di sejumlah bangunan peninggalan kolonial, khususnya di kota Malang hingga saat ini. Kawasan heritage Kayutangan dijadikan oleh pemerintah kota sebagai kawasan wisata sejarah dengan berbagai bentuk bangunan yang dijadikan sajian utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dari bangunan-bangunan peninggalan Belanda, khususnya dikota Malang, guna dijadikannya acuan penulis untuk menarik benang merah desain yang dapat diaplikasikan kedalam perancangan gedung perpustakaan digital kota Malang
Pemodelan Klasifikasi Lama Waktu Pencapaian Jabatan Fungsional Lektor Kepala menggunakan Optimizer Parameter Support Vector Machine
ABSTRAKPemenuhan dosen dengan jabatan fungsional lektor kepala dan guru besar menjadi sangat penting dalam memperoleh akreditasi unggul bagi perguruan tinggi. Salah satu upaya pemenuhan dengan melakukan klasifikasi dosen dari sisi lama waktu pencapaian jabatan fungsional lektor kepala dari lektor pada Universitas Sebelas Maret dibagi menjadi tiga, yaitu cepat, sedang, dan lambat. Variabel yang digunakan dalam klasifikasi antara lain usia, tempat studi, lama studi, international research, sertifikasi dosen, jabatan structural dan bidang ilmu dari staf pengajar. Penelitian ini melakukan klasifikasi menggunakan algoritma Support Vector Machine dengan dataset sejumlah 520 data. K-fold Cross Validation digunakan untuk membagi dataset menjadi data latih dan data uji, dengan k=5. Hasil pengujian model diperoleh rata-rata akurasi terbaik menggunakan Support Vector Machine sebesar 86.39% dengan Optimizer Parameter sedangkan rata-rata akurasi Support Vector Machine tanpa parameter sebesar 80.92%.Kata kunci: klasifikasi, jabatan fungsional, Support Vector Machine, K-fold Cross Validation ABSTRACTThe fulfillment of lectures on achieving associate professor and professor position holds tremendous significance for gaining excellent institution Accreditation Predicate. Sebelas Maret Univesity took measures to achieve this objective by carrying out thorough the classification on the length of achieving associate professor from instructor position and split into 3 grades namely fast, medium and slow. The features used for conducting the classification are age, place of study, the length of the study, the amount of international publication, lecturer certification, lecturer’s structural position and field of study. In this study, the Support Vector Machine algorithm was utilized to classify a dataset consisting of 520 data. To ensure reliable results, K-fold Cross Validation was applied to divide the dataset into training and test data, with k=5. The evaluation of the model's performance revealed that the Support Vector Machine achieved an impressive average accuracy of 86.39%. In contrast, the average accuracy of the Support Vector Machine to 80.92% without parameters.Keywords: classification, associate lectures position, support vector machine, K-fold Cross Validatio
Evaluasi Algoritma Pembelajaran Terbimbing terhadap Dataset Penyakit Jantung yang telah Dilakukan Oversampling
AbstrakPenyakit jantung mengalami peningkatan setiap tahunnya dan menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, terutama pada usia produktif. Pola makan yang tidak seimbang dan gaya hidup tidak sehat menjadi faktor penyebab prevalensi penyakit jantung yang tinggi. Bidang ilmu kedokteran mulai beradaptasi dan mengandalkan model prediksi otomatis berbasis komputer untuk diagnosis secara tepat dan akurat. Data tentang penyakit jantung seringkali memiliki ketidakseimbangan, yaitu jumlah data pada kelas minoritas lebih kecil daripada kelas mayoritas. Oleh karena itu, teknik oversampling seperti SMOTE dan ADASYN digunakan untuk menangani masalah ini. Hasil dari penelitian ini Algoritma Random Forest Classifier menjadi model perbandingan terbaik dengan akurasi sekitar 90,71%. Penerapan teknik oversampling SMOTE + Random Forest, akurasi dapat meningkat hingga sekitar 94,54% dengan kurva ROC sebesar 98,4%. Model diagnosa yang akurat dapat menjadi media bagi tenaga medis untuk mengambil langkah pencegahan yang tepat dan meningkatkan kualitas perawatan pasien.Kata kunci: ADASYN, Klasifikasi, Pohon Keputusan, Regresi, SMOTEAbstractHeart disease is rapidly increasing in Indonesia and has become the primary cause of death, particularly among those in their productive years. The prevalence of heart disease is due to unhealthy lifestyle choices and an imbalanced diet. The medical field is relying more heavily on computer-based automatic prediction models to ensure precise and accurate diagnoses. However, data on heart disease is frequently imbalanced, with fewer cases in the minority class. To resolve this issue, oversampling techniques such as SMOTE and ADASYN have been implemented. The study demonstrates that the Random Forest Classifier Algorithm is the most effective comparison model, with an accuracy rate of approximately 90.71%. By implementing the SMOTE + Random Forest oversampling technique, the accuracy rate increased to around 94.54%, with a ROC curve of 98.4%. A highly accurate diagnostic model is essential for enabling medical personnel to take appropriate preventive measures and enhance the quality of patient care.Keywords: ADASYN, Classification, Decision Tree, Regresi, SMOT
Penerapan Konsep Green Design Pada Bangunan Rumah di Bandung
Permasalahan lingkungan yang sering terjadi khususnya Global warming merupakan proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Dalam hal ini permasalahan yang sering terjadi adalah Global warming dan juga dampak negatif dari limbah produk yang tidak dapat di daur ulang mulai dari proses produksi hingga hasil akhirnya.Dalam hal ini green design merupakan salah satu cara untuk mengatasi global warming yang terjadi di dalam bangunan. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi tentang dampak penerapan konsep green design pada bangunan rumah di Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif. Penelitian ini memberikan informasi kepada pembaca terutama desainer mengenai respon penghuni terhadap konsep green design pada bangunan rumah di Bandung agar menjadi referensi untuk proyek selanjutnya.Key words: Green design, ramah lingkungan, sustainabl
Penerapan Arsitektur Bioklimatik Pada Save Earth Education Theme Park Di Situ Cileunca, Pangalengan
ABSTRAK Arsitektur bioklimatik tidak hanya memberikan dampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap penghuni bangunan. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip arsitektur bioklimatik dapat diterapkan dalam konteks taman edukasi lingkungan. Penerapan arsitektur bioklimatik dapat memberikan manfaat dalam mengurangi dampak lingkungan, meningkatkan efisiensi energi, dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pengunjung. Berbagai strategi seperti pemanfaatan energi matahari, ventilasi alami, penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan, dan pengaturan tata letak yang memaksimalkan ketersediaan cahaya alami diimplementasikan dalam desain theme park ini. Theme park ini berfungsi sebagai sarana pendidikan tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis komprehensif terhadap proyek-proyek arsitektur bioklimatik yang telah direalisasikan. Dengan demikian, penerapan arsitektur bioklimatik dalam Save Earth Education Theme Park tidak hanya memberikan manfaat lingkungan yang signifikan, tetapi juga berkontribusi pada kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim dan pelestarian alam. Memberikan pandangan tentang bagaimana arsitektur bioklimatik dapat diterapkan dalam proyek-proyek rekreasi dan pendidikan yang bertujuan untuk menginspirasi kesadaran lingkungan dan bertindak sebagai model untuk pembangunan berkelanjutan di masa depan. Kata kunci: bioklimatik, edukasi, theme park ABSTRACT Bioclimatic architecture not only has a positive impact on the environment, but also on the occupants of the building. The purpose of the research is to analyze how the principles of bioclimatic architecture can be applied in the context of an environmental education park. The application of bioclimatic architecture can provide benefits in reducing environmental impacts, increasing energy efficiency, and creating a comfortable environment for visitors. Various strategies such as the utilization of solar energy, natural ventilation, the use of environmentally friendly building materials, and layout arrangements that maximize the availability of natural light are implemented in the design of this theme park. This theme park serves as a means of education about the importance of environmental conservation. The research method used is a literature study and a comprehensive analysis of bioclimatic architecture projects that have been realized. Thus, the application of bioclimatic architecture in Save Earth Education Theme Park not only provides significant environmental benefits, but also contributes to public awareness about climate change and nature conservation. Provides a view on how bioclimatic architecture can be applied in recreational and educational projects that aim to inspire environmental awareness and act as a model for future sustainable development. Keywords: bioclimatic, education, theme park
Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kecamatan Gedebage Melalui Pelatihan Desain Grafis
ABSTRAKGuru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (GTK PAUD) merupakan ujung tombak dan garda terdepan yang akan membimbing proses tumbuhnya insan Indonesia yang cerdas, dan berkarakter. Guru dan tenaga kependidikan semestinya merupakan seorang yang berkarakter tangguh, memiliki kompetensi mendasar serta mampu berdaya saing dan terbuka dalam menerima segala perubahan yang terjadi sangat cepat pada zaman revolusi 4.0 ini. Secara actual, kondisi yang terjadi dilapangan menjabarkan bahwa GTK PAUD, terutama yang berasal dari jalur pendidikan nonformal, memiliki kualifikasi dan kompetensi yang sangat beragam. Berangkat dari kondisi ini, dirancang sebuah kegiatan pendidikan dan pelatihan GTK PAUD yang bertujuan untuk mempersiapkan mereka menjadi pendidik yang lebih professional. Kegiatan dilakukan secara tatap muka dan ditambah dengan pemberian tugas mandiri. Pada bagian akhir kegiatan, peserta memberikan saran dan umpan balik terkait kebermanfaatn dan kesesuain materi pelatihan untuk meningkatkan kompetensi GTK PAUD di Kecamatan Gedebage. Dari 38 responden yang mengisi umpan balik, terlihat tingkat kesesuai materi yang diberikan terhadap kebutuhan mitra sangat baik, yaitu sebesar 90,79%. Sejalan dengan hal tersebut, peserta juga berpendapat bahwa materi yang diberikan selama pelatihan sangat bermaanfaat untuk mendukung proses peningkatan kompetensi para GTK PAUD, dengan tingkat kebermanfaatan sebesar 92,11%.ABSTRACTTeachers and Education Personnel for Early Childhood Education (GTK PAUD) are the frontline leaders who will steer the process of developing intellectual and character-driven Indonesians. Teachers and education personnel should be individuals with strong character, basic competences, and the ability to be competitive and open to all changes that occur at a rapid pace in this era of revolution 4.0. Actually, the actual conditions explain GTK PAUD emerging from non-formal education, qualifications, and competencies that are highly various. Based on this circumstance, a GTK PAUD education and training activity was created with the goal of preparing them to become more professional instructors. Face-to-face activities are carried out, and independent assignments are added. At the end of the program, participants completed suggestions and feedback on the usefulness and suitability of the training materials for improving GTK PAUD competency in Gedebage district. According to the feedback from 38 respondents, the level of compliance of the material offered to the needs of partners was extremely good, at 90.79%. In line with this, participants believed the training material was highly effective to support the process of growing GTK PAUD competency, with a usefulness rate of 92.11 percent
Prakiraan Hujan menggunakan Metode Random Forest dan Cross Validation
AbstrakCuaca hujan adalah salah satu unsur iklim yang tinggi keragamannya, membuat pola sebaran hujan disetiap daerah cenderung tidak menentu. Akibatnya informasi akan kondisi cuaca hujan yang diberikan tidak tepat, maka perlu dilakukan prakiraan hujan yang akurat untuk dapat mengantisipasi kondisi cuaca hujan yang tidak menentu. Dengan menggunakan data historis cuaca, serta penggunaan model machine learning dapat diterapkan untuk analisis permasalahan prakiraan hujan. Menggunakan metode random forest dengan komponen hyperparamter e_estimator dan max_depth serta teknik cross validation untuk menghasilkan kinerja model yang optimal. Lalu mengevaluasi kinerja model menggunakan matriks MSE, RMSE dan MAE. Data cuaca BMKG digunakan rentang tahun 2015-2021 dengan jumlah 2557 data yang dimana dibagi menjadi 80% data latih dan 20% data uji. Hasil pengujian model random forest dengan nilai n_estimator : 100, max_depth : None, dan cross validation : 3 menghasilkan kinerja paling optimal. Dengan menghasilkan matriks evaluasi nilai MSE : 0,086, RMSE : 0,290 dan MAE : 0,186. Serta dalam pengujian aplikasi penentuan kondisi hujan dari 30 kasus data menghasilkan persentase 60%.Kata kunci: Prakiraan Hujan, Machine Learning, Random Forest, Cross ValidationRainy weather is one of the climate elements that has high diversity, making the pattern of distribution of rain in each area tends to be erratic. As a result, the information on rainy weather conditions provided is not correct, it is necessary to make accurate rain forecasts to be able to anticipate erratic rainy weather conditions. Using historical weather data, as well as the use of machine learning models can be applied to analyze rain forecasting problems. Using the random forest method with hyperparameter components e_estimator and max_depth and cross-validation techniques to produce optimal model performance. Then evaluate the performance of the model using the MSE, RMSE, and MAE matrices. BMKG weather data is used for the 2015-2021 range with a total of 2557 data which is divided into 80% training data and 20% test data. The results of testing the random forest model with a value of n_estimator: 100, max_depth: None, and cross-validation : 3 produce the most optimal performance. By producing an evaluation matrix of MSE values: 0.086, RMSE: 0.290, and MAE: 0.186. As well as in testing the application to determine rain conditions from 30 cases of data, it produced a percentage of 60%.Keywords: Rain Forecasting, Machine Learning, Random Forest, Cross Validatio
Studi Eksperimental Pengaruh Variasi Panjang Polypropylene Fibre terhadap Performa Beton
ABSTRAKSalah satu inovasi untuk meningkatkan performa beton adalah penambahan serat, seperti serat polypropylene. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi panjang serat polypropylene terhadap kinerja beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workability beton mengalami pengurangan akibat serat yang mengalami kekusutan terutama pada serat makro. Selain itu diamati juga terjadi peningkatan kuat tekan beton diakibatkan terjadinya peningkatan mechanical bonding. Kuat tarik belah dan lentur murni beton tidak mengalami perubahan signifikan dengan penambahan serat. Namun, Penambahan serat terbukti dapat membantu mengurangi pelebaran retak secara efektif. Penambahan serat pada campuran beton meningkatkan mekanisme keruntuhan beton dengan menyediakan daktilitas yang lebih baik terutama pada serat mikro. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi efektif dan ekonomis untuk meningkatkan kinerja beton dengan penambahan serat polypropylene.Kata kunci: beton serat, serat Polypropylene, slump, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur murni, daktilitas betonABSTRACTAn innovative way to improve concrete performance could be the addition of fibers, such as polypropylene fibers. This research aims to study the effect of polypropylene fiber length variation on concrete performance. The results showed that the workability of concrete was reduced due to fiber tangling, especially in macro fibers. In addition, it was also observed that there was an increase in the compressive strength of concrete due to an increase in mechanical bonding. The split tensile and flexural strength of concrete did not change significantly with the addition of fibers. However, fiber addition was found to help reduce crack widening effectively. The addition of fibers to the concrete mix improves the collapse mechanism of concrete by providing better ductility especially in the case of micro fibers. This research is expected to provide an effective and economical solution to improve the performance of concrete with the addition of polypropylene fibers.Keywords: fiber concrete, Polypropylene fibre, slump, compressive strength, split tensile strength, pure flexural strength, concrete ductilit
Mentoring and Literacy on the Use of a Chlorophyll Measurement Device for Farmers in Sumbersari Village, Bandung District
Farmers in Sumbersari village, located in Bandung district, were in great need of assistance in effectively managing their paddy fields to ensure the production of high quality and high yield rice. One crucial factor that significantly impacts it is the proper application of urea fertilizer based on the conditions of the paddy plants, which can be determined by measuring the chlorophyll content present in the leaves of paddy plants. Therefore, mentoring and literacy activities were held to educate farmers on the utilization of a chlorophyll content measuring device which is the result of research previously conducted by the Faculty of Engineering, Universitas Kristen Maranatha so that farmers are able to measure the precise amount of fertilizer that must be applied in accordance to the needs of their paddy plants. The mentoring methods covered socialization, demonstration, and hand-on practice with the measuring device. As the result, all farmers became proficient in using the measuring device that had previously been developed. The device’s size and weight are appropriately designed making it convenient for farmers to carry the device the fields and measure the chlorophyll content in the leaves of paddy plants