Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Lighting System Optimisation Design using Solatube with GA-PID Controller
ABSTRAKSolatube adalah sebuah sistem pencahayaan ruangan yang digunakan untuk menghemat listrik yang dihasilkan dari energi yang tidak terbarukan. Namun, jumlah sinar matahari yang masuk ke ruangan melalui Solatube belum diatur. Tujuan riset ini adalah menghasilkan intensitas cahaya yang lebih stabil pada 350 Lux sepanjang hari selama 24 jam. Penelitian ini mencoba merancang sistem optimasi pencahayaan dengan metode desain eksperimental berbasiskan pengendali PID. Sistem terdiri dari sebuah mikrokontroller, sebuah sensor cahaya dan beberapa motor dengan penggeraknya. Penalaan parameter PID dimulai dengan metode Ziegler-Nichols dan mengoptimalkannya dengan metode Algoritma Genetika (GA). Hasil terbaik diperoleh dengan metode GA dengan jumlah populasi 50, dengan nilai Kp = 0.105210, Ki 0.052901, dan Kd = 0.046443, dengan waktu tuning 94 detik. Nilai penghematan dalam penggunaan energi listrik adalah 22,07% per tahun.Keywords:Â Solatube, Pencahayaan Lampu, Pengendali PID, Algoritma Genetika (GA), Pengehamatan EnergiABSTRACTA Solatube is a daylight system that used to save electricity generated from nonrenewable energy sources. However, the amount of solar entering the room via the Solatube had not been controlled. The goal of the research is maintaining a more consistent light intensity of 350 Lux for 24 hours. The study attempts to create a lighting optimization system based on an experimental design based on a PID controller. The system consists of a microcontroller, a light sensor, some motors and drivers. The PID parameter is tune beginning with the Ziegler-Nichols method and optimizing it with the Genetic Algorithm (GA) approach. The GA approach produced the best results with a population of 50, a Kp value of 0.105210, a Ki of 0.052901, a Kd of 0.046443, and a tuning time of 94 seconds. The annual savings value of using electrical energy is 22.07%.Keywords: Solatube, Lighting Lamps, PID Controllers, Genetic Algorithm (GA), Energy Savin
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Potong Ayam PD.X
ABSTRAKKebutuhan daging, khususnya daging ayam setiap tahun terus meningkat. Tahun 2020 kebutuhan daging ayam sebesar 56.090 ton, tahun 2021 sebanyak 62.708 ton. Peningkatan tersebut menyebabkan semakin banyak rumah potong ayam (RPA) di Kota Pontianak. RPA PD.X merupakan satu diantara rumah potong ayam yang berada di Kota Pontianak dan belum memiliki IPAL untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan. Limbah cair RPA mengandung zat organik yang tergolong tinggi sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Sampel diambil dengan menerapkan metode grab sample pada pukul 11.00 WIB, selanjutnya sampel air limbah akan diuji di Laboratorium Baristand Kota Pontianak. Debit limbah cair RPA PD.X yang direncanakan sebesar 36 m3/hari. Karakteristik limbah cair RPA PD.X yaitu BOD 317 mg/l, COD 873 mg/l, TSS 160 mg/l, minyak dan lemak 6,9 mg/l, suhu 28,3oC, serta pH 6,23. Kadar BOD, COD, dan TSS melebihi standar baku yang sudah ditentukan yaitu Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 02 Tahun 2011. Hasil dari perencanaan ini dipilih unit pengolahan yang terdiri atas bar screen, bak ekualisasi, bak sedimentasi awal, bak biofilter aerob, serta bak sedimentasi akhir dengan total luas lahan yang diperlukan sebesar 10 m2. Total biaya yang diperlukan sebesar Rp. 26,304,507.51,-.Kata Kunci: Biofilter Aerob, Limbah Cair, Rumah Potong AyamABSTRACTThe consumption of meat, specifically chicken meat, is increasing regularly. A total of 56,090 tons of chicken meat will be required in 2020, and 62,708 tons in 2021. More chicken slaughterhouses (RPA) were built in Pontianak City as a result of this increase. One of the chicken slaughterhouses in Pontianak City, RPA PD.X, does not yet have a WWTP to handle the liquid waste it produces. RPA liquid waste contains a lot of organic stuff and could harm the environment. The grab sample method was used for sampling, and the wastewater samples were then analysed at the Baristand Laboratory in Pontianak City. RPA PD.X liquid waste will be discharged at a 36 m3/day rate. RPA PD.X wastewater's characteristics BOD 317 mg/l, COD 873 mg/l, TSS 160 mg/l, oil and grease 6.9 mg/l, temperature 28.3 C, pH 6.23. The levels of BOD, COD, and TSS are higher than the established norms,Regional Regulation of the Province of East Kalimantan Number 02 of 2011. The final processing unit, with a total necessary land area of 10 m2, was chosen based on the results of this plan. It consists of bar screens, equalization tanks, initial sedimentation tanks, aerobic biofilter tanks, and storage tanks for final sedimentation. Rp 26,304,507.51 is the total price.Keywords: Biofilter Aerob, Wastewater, Chicken Slaughterhous
Laju Deforestasi Hutan Akibat Aktivitas Pertambangan di Provinsi Kalimantan Timur
ABSTRAKDeforestasi hutan merupakan salah satu masalah terjadinya efek gas karbon dan perubahan iklim pada level global. Tak terkecuali di Indonesia, deforestasi hutan menjadi masalah serius yang memberikan dampak negatif bagi kualitas lingkungan hidup. Berbagai aktivitas ekonomi yang berada di kawasan hutan menjadi penyebab tingginya laju deforestasi hutan di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dikaji secara komprehensif penyebab utama terjadinya deforastasi hutan agar dapat dirumuskan tindakan maupun kebijakan yang dapat mengurangi laju deforestasi hutan. Penulis menggunakan pendeketan DPSIR (Driving Forces, Pressure, State, Impact, Response) sebagai kerangka konseptual. Pendekatan secara kualitatif berdasarkan studi literatur dari berbagai sumber dipergunakan oleh penulis untuk mendeskripsikan masalah secara menyeluruh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis menemukan bahwa kegiatan pertambangan memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan laju deforestasi hutan di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur. Perlu dilakukan tindakan dan kebijakan berorientasi lingkungan untuk menyelesaikan tantangan tersebut agar dapat mengatasi laju deforestasi yang terjadi di Indonesia.Kata kunci: deforestasi, hutan, pertambangan, lingkunganABSTRACTDeforestation is one of the problems caused by the effects of carbon gases and climate change at the global level. Indonesia is no exception. Deforestation is a severe problem that harms environmental quality. Various economic activities located in forest areas are the cause of the high rate of deforestation in Indonesia. Studying the prominent causes of deforestation is necessary to formulate actions and policies to reduce the deforestation rate. The author uses the DPSIR (Driving Forces, Pressure, State, Impact, Response) approach as a conceptual framework. The author uses a qualitative approach based on literature studies from various sources to describe the problem comprehensively. Based on the research conducted, the authors found that mining activities significantly contributed to increasing the rate of deforestation in Indonesia, especially in East Kalimantan. It is necessary to take environmentally oriented actions and policies to resolve these challenges to overcome Indonesia’s deforestation rate.Keywords: deforestation, forest, mining, environment
Penerapan Tema Arsitektur Organik Pada Rancangan Archaios Museum Di Goa Pawon
ABSTRAK Di kawasan Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, terdapat sebuah gua alami dan situs purbakala. Di Gua Pawon, ditemukan kerangka manusia purba yang konon merupakan nenek moyang orang Sunda. Adapun pertanyaan yang diajukan adalah tidak adanya tempat untuk menyimpan peninggalan purbakala tersebut, maka diusulkan untuk membangun museum arkeologi yang dapat dijadikan sebagai wadah bagi benda-benda tersebut untuk mengedukasi pengunjung, terutama bagaimana manusia pertama membuat sejarah. Diwariskan secara turun-temurun, penambahan fasilitas pariwisata untuk daya tarik museum arkeologi yang diusulkan diharapkan dapat menjadi salah satu sumber ekonomi bagi masyarakat di sekitar museum. Metode yang digunakan dalam perancangan adalah melakukan observasi lapangan, yaitu meninjau lapangan secara langsung dan mengumpulkan data dengan membaca jurnal dan artikel. Studi literatur dan studi banding pada bangunan yang selaras dengan bangunan yang diusulkan. Informasi dan data yang dikumpulkan, diolah dan disusun kemudian diidentifikasi sebagai pedoman yang dapat digunakan sebagai acuan dalam proses perencanaan bangunan. Berdasarkan pertanyaan dan data yang diperoleh, analisis menghasilkan desain bangunan yang mengadopsi pendekatan organik, yaitu dengan menerapkan eksterior dan interior bangunan yang mampu selaras dengan alam, seperti bangunan yang mengikuti kontur dan desain yang selaras dengan alam untuk menampung penemuan-penemuan yang bisa diselamatkan. Kata kunci: arsitektur organik, cipatat, museum ABSTRACT Located in Gunung Masigit Village area, Cipatat District, West Bandung Regency, there is a natural cave and archaeological site. In Pawon Cave, an ancient human skeleton was found which is said to be the ancestor of the Sundanese. The question posed is that there is no place to store these ancient relics, so it is proposed to build an archaeological museum that can be used as a place for these objects to educate visitors, especially how the first humans made history. Inherited from generation to generation, the addition of tourism facilities for the attraction of the proposed archaeological museum is expected to be one of the economic resources for the community around the museum. The method used in the design is to conduct field observations, namely to review the field directly and collect data by reading journals and articles. Literature studies and comparative studies on buildings that are in line with the proposed building. Information and data that are collected, processed and compiled are then identified as guidelines that can be used as a reference in the building planning process. Based on the questions and data obtained, the analysis results in building designs that adopt an organic approach, namely by applying buildings that are able to be in harmony with nature, such as buildings that follow contours and designs that are in harmony with nature to accommodate salvageable inventions. Keywords: organic architecture, cipatat, museu
PEMILIHAN ALTERNATIF JARINGAN DISTRIBUSI AIR MINUM DI KAWASAN PERKOTAAN BETUN KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Kawasan Perkotaan Betun terletak di Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara timur yang dihuni oleh 23.058 jiwa pada tahun 2021 belum memiliki jaringan perpipaan distribusi air minum. Sebanyak 57,87% penduduk masih menggunakan sumber air minum bukan jaringan perpipaan tidak terlindungi. Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan sistem jaringan perpipaan air minum agar masyarakat terlayani oleh sumber air minum yang terlindungi dengan pemanfaatan air baku dari 7 Mata Air menggunakan bangunan penyadap mata air dan debit minimum sebesar 50 liter/detik yang akan ditampung di reservoir dan di distribusikan kepada masyarakat melalui Jaringan Perpipaan. Kebutuhan air minum dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk serta fasilitas sosial ekonomi, dengan periode perencanaan selama 20 tahun sampai tahun 2042. Total kebutuhan air minum rata-rata yang di proyeksikan pada tahun 2042 adalah 21,12 l/dtk. Perencanaan ini, menggunakan 3 buah alternatif jalur yang selanjutnya dianalisis jalur yang paling sesuai dengan metode dan kriteria teknis Permen PUPR 27/2016. Metode yang dianalisis adalah Pugh Matrix dan Weighted Ranking Technique (WRT). Pipa yang digunakan dalam perencanaan yaitu Polyvinyl Chloride tipe AW (untuk aliran bertekanan) dengan variasi diameter pipa sebesar 32 mm sampai 267 mm. Estimasi Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan sebesar Rp10.416.950.133
Sistem Pemantauan dan Kendali Penyiraman pada Budi Daya Buah Jambu Biji Kristal berbasis Internet of Things
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan membangun sistem Internet of Things (IoT) untuk pengendalian penyiraman otomatis pada perkebunan Jambu Biji Kristal di Pondok Paman Petani, Pontianak. Sistem ini memantau kelembaban tanah dan mengatur kendali penyiraman melalui aplikasi Android. Sistem ini diaplikasikan pada dua tanaman Jambu Biji Kristal. Hasil eksperimen menunjukkan sensor resistive soil moisture memiliki error rata-rata 0,97% dan 0,98% untuk dua tanaman Jambu Biji Kristal. Waktu respon katup solenoid valve pada penyiraman tanaman pertama adalah 1,35 detik saat terbuka dan 1,33 detik saat tertutup. Pada tanaman kedua, waktu respon katup saat terbuka adalah 1,41 detik dan saat tertutup adalah 1,32 detik. Waktu respon pompa air untuk dinyalakan adalah 1,38 detik dan untuk dimatikan adalah 1,31 detik. Dari hasil pengujian, sistem yang diusulkan dapat digunakan untuk memantau kelembaban tanah dan mengatur penyiraman.Kata kunci: Jambu Biji Kristal, Penyiraman, Internet of Things, Android ABSTRACTThis research aims to develop an Internet of Things (IoT) system for automated irrigation control in the Crystal Seed Guava plantation at Pondok Paman Petani, Pontianak. The system monitors soil moisture and regulates irrigation control through an Android application. This system was applied to two Crystal Seed Guava plants. The experimental outcomes reveal that the resistive soil moisture sensor has an average error of 0.97% and 0.98% for two Crystal Seed Guava plants, respectively. The solenoid valve response time for the first plant during irrigation is 1.35 seconds when open and 1.33 seconds when closed. For the second plant, the valve response time when open is 1.41 seconds and when closed is 1.32 seconds. The water pump activation response time is 1.38 seconds, while the deactivation response time is 1.31 seconds. From the test results, the proposed system can be used to monitor soil moisture and regulate watering.Keywords: Crystal Seed Guava, Irrigation, Internet of Things, Androi
Ektraksi Fitur menggunakan Regular Expression pada Naïve Bayes Classifier untuk Analisis Sentimen
AbstrakRegular expression atau regex merupakan metode ekstraksi fitur yang menemukan substring pada sebuah teks yang cocok dengan harapan dapat meningkatkan kompleksitas waktu atau akurasi dengan melakukan preprocessing teks. Permasalahan praproses teks salah satunya kurang memperhatikan ektraksi fitur untuk proses klasifikasi sentiment, sehingga akurasi yang diperoleh kurang optiomal. Inovasi utama dari pendekatan penelitian ini yaitu mengembangkan pengklasifikasi teks berbasis ekspresi reguler sehingga menghasilkan performance kinerja algoritma yang baik. Tahapan penelitian ini, yaitu pengumpulan dataset lalu mengklasifikasikan sentiment dengan Naïve Bayes dan dalam praproses teks dilakukan ektraksi fiitur regular expression. Hasil rata-rata akurasi yang dihasilkan dengan ekstraksi ciri sebesar 88,05% dan yang tidak menggunakan 79,26% sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan ekstraksi fitur pada praproses dapat meningkatkan akurasi sebesar 8,08% dari 1000 data latih dan 400 data uji. Kata kunci: ekstraksi fitur, regex, regular expression, substringAbstractRegular expression or regex is a feature extraction method that finds matching substrings in a text in hopes of increasing time complexity or accuracy by preprocessing the text. One of the problems with text preprocessing is the lack of attention to feature extraction for the sentiment classification process, so the accuracy obtained is not optimal. This research stage begins with collecting a dataset and then classifying sentiment using Naïve Bayes, which pre-processes the text by extracting features with regular expressions. The main innovation of this research approach is to develop a text classifier based on regular expressions so as to produce good algorithm performance. The average accuracy produced by feature extraction is 88.05% and 79.26% is not used, so it can be concluded that the use of feature extraction in pre-processing can increase accuracy by 8.08% from 1000 training data and 400 test data.Keywords:  extraction feature, regex, regular expression, substrin
Introduction to Cloud Computing Fundamental for Teachers and Students of SMK Negeri 1 Karangdadap Kabupaten Pekalongan
The use of cloud computing technology is currently increasingly widespread. The purpose of this community service is to introduce vocational high school students and teachers to cloud computing and implement it to solve computational problems. Participants are introduced to cloud architecture, the advantages of using cloud, various cloud service providers, and different categories of products that the cloud service providers deliver. During the training, participants are provided with the case studies on the use of three products available on Google Cloud Platform (GCP), i.e., Compute Engine, Cloud Storage, and Cloud Vision API. As a result, participants are able to create virtual machines using Compute Engine, publish static web pages using Cloud Storage, and create an application to detect the name and location of a landmark from an image using Cloud Vision API. After this activity, participants are expected to be able to explore other cloud products available and use them to create their own projects
Simple Control System Training for Students and Teachers of Vocational School in Purwakarta
Everyday life depends on control systems. If a system has a good control system, it will give you the results we want. Through the control system, we can change things like temperature, speed, pressure, level, and other physical numbers to the way you want them to be. There are two kinds of control system: open loop control and closed loop control. The open loop control system is the easiest to use because the person controls the system without getting any feedback. While the closed loop control system will get feedback from the system output so that the system will automatically reach the desired state. Teachers and children at vocational school in Purwakarta get to try out open loop and closed loop control system applications during this community service project. This is important so that teachers and students can get the experience in control system application
Implementasi Program Kampus Mengajar Angkatan 4 Dalam Meningkatkan Literasi, Numerasi, Adaptasi Teknologi Siswa
ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa program Kampus Mengajar yang dilakukan di SMP Swasta Bina Satria Medan. Kegiatan PkM tersebut memberi perubahan dalam bidang mengajar, adaptasi teknologi dan administrasi sekolah. Peserta didik dapat belajar dengan aktif dan semangat belajar yang tinggi, baik di dalam kelas, maupun di luar kelas. Pada kegiatan PkM ini juga diberikan informasi yang tidak dapat mereka dapatkan di dalam sekolah dengan melakukan sosialisasi salah satunya mengenai dampak penggunaan teknologi kepada mereka. Diharapkan ke depannya agar sekolah dapat mengembangkan program pendidikan yang baik dan dapat meningkatkan mutu di sekolah. Guru bisa lebih aktif dan kreatif dalam memberikan pelajaran atau melakukan Kegiatan Belajar Mengajar dengan lebih menarik dan memasukkan unsur literasi dan numerasi di dalam mata pelajaran dan materi yang sesuai. Kata kunci: Kampus Mengajar, Merdeka Belajar, Literasi, Numerasi, Adaptasi Teknologi ABSTRACT This community service activity takes the form of the "Kampus Mengajar" program conducted at Bina Satria Private Junior High School in Medan. The PkM activity brings about changes in the areas of teaching, technology adaptation, and school administration. Students are able to actively engage in learning with high enthusiasm, both inside and outside the classroom. The PkM also provides information that students may not acquire within the school, including socialization about the impact of technology on their lives. It is hoped that in the future, schools can develop effective educational programs that enhance the quality of education. Teachers can become more active and creative in delivering lessons or engaging in teaching and learning activities in a more interesting manner, incorporating elements of literacy and numeracy into relevant subjects and materials. Keywords: Kampus Mengajar, Merdeka Belajar, Literacy, Numeracy, Technology AdaptationÂ