Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
    1717 research outputs found

    Influence of Data Scaling and Train/Test Split Ratios on LightGBM Efficacy for Obesity Rate Prediction

    Get PDF
    AbstrakNormalisasi adalah proses yang tidak dapat dilewatkan dalam data mining yang membantu menyesuaikan nilai atribut data ke skala yang sama. Dalam konteks data mining, perbedaan skala antar atribut dapat menyebabkan kesalahan dalam pemodelan atau interpretasi hasil. Penggunaan normalisasi dalam pra-pemrosesan masih diperdebatkan, terutama ketika menggunakan algoritma dari kelompok pohon keputusan.  Penelitian ini membandingkan model dengan data yang dinormalisasi dan tidak dinormalisasi dengan menggunakan metode normalisasi, MinMaxScaler, MaxAbsScaler, dan RobustScaler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model LightGBM tanpa normalisasi memiliki tingkat akurasi sebesar 96,6 dalam mengklasifikasikan tingkat obesitas pada data saat ini. Tidak hanya normalisasi yang mempengaruhi hasil klasifikasi, tetapi juga jumlah rasio antara data pelatihan dan pengujian. Penelitian menunjukkan bahwa semakin besar persentase data yang digunakan untuk pelatihan, semakin tinggi tingkat akurasinya. Pada dataset obesitas, rasio 80:20 memiliki akurasi hingga 97%.Kata kunci: Decision Tree, LightGBM, Obesitas, Data Mining, KlasifikasiAbstractNormalization is an essential process in data mining that helps adjust the values of data attributes to the same scale. In data mining, differences in attribute scales can lead to errors in modeling or interpreting results. Normalization in preprocessing is still debated, particularly when using algorithms from the decision tree family. This study compares models with normalized and non-normalized data using normalization methods such as MinMaxScaler, MaxAbsScaler, and RobustScaler. The results show that the LightGBM model without normalization achieved an accuracy rate of 96.6% in classifying obesity levels in the current dataset. Not only does normalization affect classification results, but the ratio between training and testing data also plays a role. The study indicates that the larger the percentage of data used for training, the higher the accuracy rate. In the obesity dataset, an 80:20 ratio resulted in an accuracy rate of up to 97%.Keywords: Decision Tree, LightGBM, Obesity, Data Mining, Classificatio

    Perancangan Aplikasi Tracer Study berbasis Web berdasarkan Kriteria IKU

    Get PDF
    ABSTRAKJurusan Teknik Elektro dan Komputer Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memiliki sistem informasi untuk mengelola kegiatan administrasi dan akademik, yang dinamakan dengan SIATEK. Namun, sistem tersebut belum memiliki fitur tracer study untuk mengelola data lulusan, sehingga pemetaan profil lulusan yang berkualitas berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 belum tercapai. Penelitian ini bertujuan merancang modul tracer study berbasis web untuk Jurusan Teknik Elektro dan Komputer UNG. Metode Lean Software Development (LSD) untuk meningkatkan efisiensi waktu penelitian. Pengujian menggunakan metode blackbox equivalence partitions dengan menguji fungsionalitas 9 form dan 2 menu dengan 58 skenario perlakuan. Hasil pengujian menghasilkan 11 fitur yang diuji memberikan respon dari sisi fungsional berjalan dengan lancar dan sesuai dengan spesfikasi yang ditetapkan. Hasil penelitian ini adalah website tracer study yang sudah memenuhi kriteria IKU 1, mencakup kriteria pekerjaan, kelanjutan studi, dan kewirausahaan. Implementasi metode LSD terbukti efektif dalam merancang modul tracer study dengan waktu hanya dua bulan.Kata Kunci: Tracer Study, Lean Software Development, Indikator Kinerja UtamaAbstractThe Electrical and Computer Engineering Department of Universitas Negeri Gorontalo (UNG) has an information system called SIATEK that manages administrative and academic activities. However, the system does not yet have a tracer study feature to manage graduate data. So, the mapping of quality graduate profiles based on Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 has not been achieved. This study aims to design a web-based tracer study module for the Electrical and Computer Engineering Department of UNG. The Lean Software Development (LSD) method is applied to improve the efficiency of research time. Testing was done using the blackbox equivalence partitions method by testing the functionality of 9 forms and 2 menus with 58 treatment scenarios. The test results showed that the 11 features tested responded to the functional side, running smoothly and following the specified specifications. The result of this study is a tracer study website that has met the KPI 1 criteria, which includes job criteria, continuing studies, and entrepreneurship. The implementation of the LSD method has proven effective in designing a tracer study module in only two months.Keywords: Tracer Study, Lean Software Development, Key Performance Indicato

    Analisis Life Cycle Cost pada Bangunan Sekolah SMP Islam Al Azhar 17 Pontianak

    Get PDF
    ABSTRAKDalam rangka mendukung program wajib belajar 12 tahun yang telah diterapkan Pemerintah Indonesia, bangunan sekolah membutuhkan metode yang baik dalam pemeliharaannya agar selalu dalam kondisi yang layak guna. Salah satu metode pemeliharaan yang dapat digunakan adalah metode Life Cycle Cost yang mengacu pada ISO 15686:5. Komponen biaya pada Metode LCC yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis biaya konstruksi awal, biaya operasional dan biaya pemeliharaan dan penggantian. Untuk mendukung penggunaan LCC, dilakukan perhitungan indeks kondisi bangunan agar dapat menentukan kondisi bangungan saat ini. Sedangkan untuk kelayakan dari segi investasi, dilakukan perhitungan Net Present Value. Dari hasil penelitian yang direncanakan untuk 25 tahun ke depan, didapatkan nilai biaya konstruksi sebesar Rp7.344.650.553 (39,91%), biaya operasional sebesar Rp7.520.911.599 (40,86%), dan biaya pemeliharaan sebesar Rp3.538.849.941 (19,23%). Total Life Cycle Cost bangunan sekolah adalah sebesar Rp18.404.412.094 (100%). Untuk nilai indeks kondisi bangunan saat ini, didapatkan nilai sebesar 91,054. Yang berarti bangunan masih dalam kondisi baik sekali dan belum membutuhkan penanganan segera. Sedangkan untuk perhitungan NPV bangunan untuk 25 tahun ke depan, didapatkan nilai positif sebesar Rp29.336.060.666. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa investasi bangunan dinyatakan layak atau menguntungkan.Kata kunci: biaya siklus hidup, indeks kondisi bangunan, pemeliharaan bangunan, NPV ABSTRACTIn order to support the 12-year compulsory education program implemented by the Indonesian Government, school buildings require good maintenance so that they are always in a usable condition. One maintenance method that can be used is the Life Cycle Cost method which refers to ISO 15686:5. The cost components of the LCC method used in this research are analysis of initial construction costs, operational costs, and maintenance and replacement costs. To support the use of LCC, a building condition index is calculated to determine the current condition of the building. Meanwhile, for feasibility in terms of investment, Net Present Value is calculated. From the results of research planned for the next 25 years, construction costs amounted to IDR 7,344,650,553 (39.91%), operational costs amounted to IDR 7,520,911,599 (40.86%), and maintenance costs amounted to IDR 3,538,849,941. (19.23%). ). Total Life Cycle Cost of school buildings is IDR 18,404,412,094 (100%). For the current building condition index value, a value of 91.054 was obtained. This means that the building is still in very good condition and does not require immediate maintenance. Meanwhile, for calculating the building's NPV for the next 25 years, a positive value of IDR 29,336,060,666 was obtained. These results can be interpreted as meaning that building investment is declared feasible or profitable.Keywords: life cycle cost, building condition index, building maintenance, NPV 

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proyek Padat Karya Preservasi pada Ruas Jalan Nasional di Pulau Flores-NTT

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pekerja, faktor penghambat proyek padat karya dan nilai produktivitas proyek padat karya preservasi di ruas Jalan Nasional (Ruas Bts. Kota Ruteng – Km.210 – Sp. Bajawa – Malanuza – Gako) yang melintasi tiga Kabupaten yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Ngada sepanjang 124,86 km; telah dilaksanakan pada Desember 2022 sampai dengan Februari 2023. Data yang diperoleh dari hasil wawancara responden di lapangan, diolah dan ditabulasi dengan menggunakan Microsoft Excel; kemudian dilakukan model pendekatan ekonometri dengan analisis regresi linier berganda melalui aplikasi JaSP (Jeffrey’s Amazing Statistics Program) sebagai alat bantu. Hasil penelitian pada proyek padat karya preservasi Ruas Jalan Nasional di Pulau Flores dapat disimpulkan bahwa: 1) Umur, tingkat pendidikan formal, jenis kelamin, pengalaman melaksanakan pekerjaan dengan metode sejenis adalah faktor yang mempengaruhi karakteristik pekerja. 2) Cuaca, kearifan lokal, lokasi topografi yang curam dan jenis tanah yang cadas, manajemen material proyek, perubahan volume dan desain pekerjaan, serta masalah dengan pihak lain merupakan faktor penghambat. 3) Faktor hambatan yang tidak menentu, namun dapat berjalan dengan baik apabila dikerjakan oleh perkerja sebanyak 29 orang karena dapat menghasilkan nilai produktivitas sebanyak 8,23 km.Kata kunci: jalan, proyek padat karya, faktor pengaruh, produktivitas ABSTRACTThe purpose of this study is to analyze the characteristics of workers, inhibiting factors of labor-intensive projects and the productivity value of preservation of labor-intensive projects on national roads (Bts. Ruteng - Km.210 - Sp. Bajawa - Malanuza - Gako) that cross three districts, namely Manggarai, Manggarai Timr and Ngada along 124.86 Km, has been carried out from December 2022 to February 2023. The data to be obtained from the results of respondents' interviews in the field are processed and tabulated using Microsoft Excel then an econometric approach model is carried out using multiple linear regression analysis through the JaSP application (Jeffrey’s Amazing Statistics Program) as an auxiliary. The results of research on labor-intensive projects of national road preservation on the island of Flores can be concluded that:1) Age, level of formal education, gender, experience of carrying out work with similar methods are factors that influence the characteristics of workers. 2) Weather, local wisdom, steep topographic location and rocky soil type, project material management, changes in the volume and design of work, and problems with others are inhibiting factors. 3) The obstacle factor in the project is uncertain, but can run well if done by 29 workers because it can produce a productivity value of 8.23 Km.Keywords: road, labor-intensive projects, influence factors, productivit

    The Analytical Design and Implementation of Inverted Pendulum Control System using Linear Quadratic Regulator

    Get PDF
    ABSTRAKMakalah ini menyajikan proses rancang bangun sistem kendali pendulum terbalik dengan menggunakan metode LQR. Model sistem diperoleh dengan melakukan analisis free body diagram dari sistem pendulum terbalik kemudian setelah diperoleh model sistem dilanjutkan dengan membuat persamaan ruang keadaan yang selanjutnya digunakan untuk sistem kendali LQR di mana energi yang digunakan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Digunakan 10 skenario untuk mendapatkan kriteria perancangan yang diinginkan. Penentuan skenario yang tepat dapat dilakukan dengan simulasi MATLAB sehingga dapat dilihat tanggapan sistem dengan menentukan koefisien matriks Q dan matriks R yang tepat. Melalui beberapa pengujian dapat ditunjukkan bahwa untuk menjaga pendulum tetap stabil diperlukan pengaturan energi yang tepat.Kata kunci: LQR, MATLAB, pendulum terbalik, variabel keadaan ABSTRACTThis paper presents the design process of an inverted pendulum control system using the LQR method. The system model is obtained by analyzing the free body diagram of the inverted pendulum system, then after obtaining the system model, proceed with creating a state space equation which is then used for the LQR control system where the energy used can be adjusted according to needs. 10 scenarios were used to obtain the desired design criteria. Determining the right scenario can be done using MATLAB simulation so that the system response can be seen by determining the correct Q matrix and R matrix coefficients. Through several tests it can be shown that to keep the pendulum stable it requires proper energy settings.Keywords: LQR, MATLAB, inverted pendulum, state-variabl

    Visible Light-based Outdoor Navigation Systems for Visually Impaired People

    Get PDF
    ABSTRAKDalam penelitian ini dilakukan perancangan dan implementasi prototipe alat bantu orientasi dan mobilitas bagi tunanetra pada media perlintasan, khususnya zebra cross dengan menggunakan sistem Visible Light Communication (VLC). Perangkat yang diimplementasikan adalah prototipe zebra cross yang terdiri atas rangkaian pemancar VLC dan rangkaian penerima VLC. berupa prototipe tongkat bagi tunanetra. Pada penelitian ini, evaluasi sistem mempertimbangkan parameter jarak, sudut, dan kondisi lingkungan di zebra cross. Pengukuran juga mempertimbangkan intensitas cahaya pada kondisi siang hari dan malam hari. Berdasarkan hasil pengukuran diketahui bahwa sistem mempunyai kinerja yang baik, dengan tegangan keluaran maksimum sebesar 4,88 volt pada jarak 10 cm dengan sudut 90°, dengan hasil optimal didapatkan pada pada malam hari dengan tegangan 3,88 volt.Kata kunci: Outdoor, Visible Light Communication (VLC), Tunanetra, Zebracross ABSTRACTIn this paper, the design and implementation of prototypes of orientation and mobility aids for the visually impaired in outdoor environments, especially zebra crossings, were carried out using the Visible Light Communication (VLC) system. The devices implemented are a zebra crossing prototype in which there are a VLC transmitter circuit and a blind prototype stick, which includes a VLC receiver circuit. The system evaluation considers parameters the distance, angles, and environmental conditions in the zebra crossing. The measurement was carried out for two types of environmental conditions, i.e., conditions during the day and night. Based on the measurement results, it was found that the system has a good performance, with a maximum output voltage of 4.88 volts at a distance of 10 cm with an angle of 90°, while the system has a better result at night with an output voltage value of 3.88 volts.Keywords: Outdoor, Visible Light Communication (VLC), Visually Impaired, Zebra Cros

    Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menggunakan Teknologi Maximum Power Point Tracking (MPPT) dan Zeta Converter

    Get PDF
    ABSTRAKSistem kendali MPPT hendak mengendalikan penciptaan serta penyimpanan energi sistem PV menggunakan DC-DC boost converter. Perancangan dan pembuatan alat zeta converter berhasil dilakukan dengan menggunakan mikrokontroller arduino untuk menaikkan tingkat effisiensi daya keluaran pada PLTS berhasil dilakukan dengan baik. Keluaran tegangan serta arus yang dihasilkan oleh MPPT dengan memakai zeta converter relatif efektif dan effisien dibuktikan dengan daya keluaran PLTS yang memiliki tingkat effisiensi yang stabil setiap pengambilan data, dan tingkat effisiensi yang dihasilkan juga relatif tinggi yaitu 92%. Perhitungan yang dilakukan adalah dengan cara mengambil data arus dan tegangan pada MPPT tanpa zeta converter dan dengan zeta converter yang telah dihitung melalui perhitungan duty cycle. Adapun nilai duty cycle yang dihasilkan adalah 0,243 atau 24% dan arus input maximal yang dihasilkan setelah perhitungan adalah 5,34 Ampere.Kata Kunci: PLTS, MPPT, Zeta Converter, Arduino ABSTRACTUsing a DC-DC boost converter, the MPPT management system will manage the generation and storage of PV system energy. The zeta converter was designed and manufactured successfully utilizing an Arduino microcontroller to boost the efficiency level of output power in PLTS. The voltage and current output produced by MPPT utilizing a zeta converter is relatively effective and efficient. The voltage and current output produced by MPPT using a zeta converter is relatively effective and efficient, as proven by the PLTS output power which has a stable efficiency level every time data is taken, and the resulting efficiency level is also relatively high, namely 92%. The calculations carried out are by taking current and voltage data on the MPPT without a zeta converter and with a zeta converter which has been calculated through duty cycle calculations. Meanwhile, the resulting duty cycle value is 0.243 or 24% and the maximum input current produced after calculation is 5.34 Amperes.Keywords: PLTS, MPPT, Zeta Converter, Arduin

    Sistem Pemantauan Tempat Sampah menggunakan Pemodelan Edge Computing

    Get PDF
    ABSTRAKIoT adalah teknologi yang memanfaatkan konektivitas internet untuk menghubungkan perangkat dan bertukar data. Contoh penerapannya adalah pada sistem pemantauan tempat sampah yang melakukan pemantauan kapasitas sampah dari jarak jauh melalui koneksi internet. IoT memiliki tantangan seperti keterlambatan respons data dan ketergantungan pada internet. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut, dalam penelitian ini diterapkan pemodelan edge computing dengan memanfaatkan edge server. Penggunaan edge server pada sistem dapat memproses dan mengirimkan data dari berbagai tempat sampah. Ketergantungan pada koneksi internet saat melakukan pemrosesan data dari perangkat IoT dapat dikurangi karena edge server melakukan pemrosesan data secara lokal. Pemrosesan dan pengiriman data menggunakan protokol HTTP. Hasil pengujian QoS yang dilakukan dalam penerapan model edge computing pada sistem pemantauan tempat sampah diperoleh nilai rata-rata throughput 1338 bps dan rata-rata delay adalah 115 ms.Kata kunci: Internet Of Things, Pemantauan Tempat Sampah, Edge Computing ABSTRACTIoT is a technology that utilizes internet connectivity to connect devices and exchange data. An example of its application is in a trash bin monitoring system that remotely monitors trash capacity through an internet connection. IoT has challenges such as data response delays and dependence on the internet. Therefore, to overcome these problems, this research applies edge computing modeling by utilizing edge servers. The use of edge servers in the system can process and transmit data from various bins. Dependence on the internet connection when processing data from IoT devices can be reduced because the edge server performs data processing locally. Processing and sending data using the HTTP protocol. The results of QoS testing carried out in the application of the edge computing model in the bin monitoring system obtained an average throughput value of 1338 bps and the average delay is 115 ms.Keywords: Internet of Things, Trash Bin, Edge Computin

    Perancangan dan Pembuatan Alat Sistem Monitoring Temperatur dan Kelembapan Greenhouse dengan Protokol ESP-NOW

    Get PDF
    Pengelolaan greenhouse di daerah Agri Lembang sering kali menghadapi kendala dalam mengontrol temperatur dan kelembapan yang masih dilakukan secara manual. Penggunaan teknologi IoT, khususnya protokol ESP-NOW, dalam pengelolaan greenhouse di Agri Lembang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian dengan otomatis memantau serta mengontrol temperatur dan kelembapan, sehingga mengatasi tantangan perubahan iklim dan meningkatkan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sistem monitoring berbasis IoT menggunakan protokol ESP-NOW. Sistem ini mengkonsumsi arus sebesar 78,67 mA, memungkinkan operasi kontinu selama 24 jam. Komponen utama terdiri dari Wemos D1 Mini, DHT21, Baterai 18650, TP4056, dan DC-DC Step-Up 5V, yang ditempatkan dalam wadah PVC berdiameter 70 mm, dengan tinggi 55mm untuk tutup bawah, dan 30 mm untuk tutup atas, serta PCB titik bolong berukuran 75 mm x 57 mm x 1,65 mm. Hasil pengujian menunjukkan sistem ini tetap dapat mentransmisikan data pada jangkauan 30-45 meter meskipun dalam kondisi terhalang

    SIFAT MEKANIK SILICONE RUBBER SEBAGAI KANDIDAT BAHAN PENGGANTI ALAT LATIHAN SUTURING

    Get PDF
    Kulit manusia memiliki sifat viskoelastik, artinya kulit dapat memanjang ketika ditarik, dan kembali ke posisi semula ketika tarikan dilepas, sifat ini sama dengan sifat elastisitas karet. Karet terus berkembang dan meningkat seiring meningkatnya pertumbuhan kebutuhan alat medis. Karet silikon sebagai kandidat bahan alat latihan suturing/menjahit luka, dengan bahan karet silikon dipilih dari jenis silicone rubber RTV (Room Temperatur Vulcanizing) RTV-48 dan RTV-52. Sifat mekanik dari silicone rubber dari kekuatan tarik, perpanjangan putus menggunakan standar ISO 37 dan kuat sobek menggunkan standar ISO 34-1, sifat mekanik silicone rubber akan diuji menggunakan Mesin UTM / (Universal Testing Machine). Tujuan dari penelitian untuk mengetahui kelayakan karet silikon jenis RTV-48, dan RTV-52 dengan campuran katalis untuk digunakan sebagai kandidat bahan alat latihan menjahit luka. Dari hasil pengujian yang didapatkan pada RTV 48 campuran silicone rubber 150 ml dan 15 ml katalis mempuyai kekuatan tarik yang tertingi di angka 1,89 N/mm2, dan pengujian perpanjangan putus RTV 48 campuran silicone rubber 150 ml dan 10 ml katalis mempuyai yang tertingi di angka 194%,  untuk kuat sobek nilai tertingi didapatkan pada RTV 48 campuran silicone rubber 150 ml dan 10 ml katalis di angka 1,44 N/mm2, sedangkan RTV 48 campuran silicone rubber  150 ml dan 10 katalis menghasilkan modulus elastisitas 1,8 MPa dan 0,6 % regangan

    1,600

    full texts

    1,717

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇