Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Analyzing the Relationship between Tourism Development and Societal Economic Growth: A Case Study of Alamendah Village, Rancabali District
ABSTRACTTourism innovation plays an important role in advancing regional progress, since the tourism sector impact economic growth and income enhancement. Nevertheless, many villages often face challenges, including insufficient community empowerment and knowledge. Therefore, innovation in tourism development is required. This study investigates the correlation between tourism development innovation and the economic growth of the community in Alamendah Village which is measured by community incomes. This study used a mixed method with population research of approximately 23,870 people and a total sample of 100. Data collection involves the distribution of questionnaires and interviews.Keywords: Tourism Innovation, Economic Growth, Correlation
Mapping of Dengue Fever Disease Based on Satellite Images (Case Study: Bandung City, West Java)
AbstrakKota Bandung merupakan salah satu pusat perekonomian di Indonesia, hal tersebut berdampak terhadap laju kependudukan yang terus meningkat setiap tahunnya. Dampak tersebut berbanding lurus dengan banyaknya penggunaan lahan yang digunakan untuk pemukiman. Apabila dampak tersebut dibiarkan, maka akan timbul masalah perkotaan seperti kemacetan, banjir, tanah longsor, dan wabah penyakit. Salah satu yang paling berbahaya adalah munculnya wabah penyakit yang dapat disebabkan oleh berbagai macam organisme salah satunya adalah nyamuk. Nyamuk dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti malaria, chikungunya dan demam berdarah. Khusus penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus paling banyak menimbulkan kasus penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penyakit demam berdarah di Kota Bandung Tahun 2018 berbasis citra satelit dengan bantuan Sistem Informasi Geografis model Weighted Linier Combination. Menggunakan parameter curah hujan, suhu, tutupan lahan dan elevasi di Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa daerah dengan tingkat kerawanan tinggi di Kota Bandung mencapai persentase 41,1 %, daerah kerawanan sedang 52,1%, dan daerah kerawanan rendah 6,8%Kata kunci: demam berdarah, pengindraan jauh, sistem informasi geografisΒ AbstractBandung City is one of the economic centres in Indonesia. Consequently, it has an impact on the population rate, which increases every year. The impact is also directly proportional to the amount of land used for settlement. There are some urban problems, such as congestion, floods, landslides, and some epidemic diseases. One of the most dangerous is DBD, which can be caused by various types of organisms, one of which is mosquitoes. It can cause various diseases, such as malaria, chikungunya, and dengue. Dengue fever is caused by Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes, and most cases cause diseases caused by mosquitoes. This study aims to map the dengue fever distribution in Bandung city in 2018 based on satellite imagery with the help of the Geographic Information System Weighted Linear Combination model. Using parameters of rainfall, temperature, land cover, and elevation in the city of Bandung. The results of this study show that areas with a high level of vulnerability in Bandung reached a percentage of 41.1%, moderate vulnerability areas were 52.1%, and areas of low vulnerability were 6.8%..Keywords: dengue fever, remote sensing, geographic information syste
SITENAR CERYA as an Innovation in English Language Learning at SMP Stella Matutina Salatiga: Merging Technology and Folktales
This study investigates the integration of SITENAR CERYA as an innovative approach to enhancing English language learning at SMP Stella Matutina Salatiga. SITENAR CERYA combines traditional folktales with modern technology to create an interactive learning experience. Employing qualitative implementation methods, including interviews, focus groups, and classroom observations, this activity examines participants' perceptions and experiences with SITENAR CERYA. The evaluation revealed that 85% of students reported increased engagement with English learning, and 90% of teachers noted a significant improvement in students' cultural appreciation and language acquisition. Furthermore, quizzes conducted during the activity showed an average 20% increase in students' language proficiency. These findings highlight the effectiveness of merging cultural heritage with technology in educational settings, offering valuable implications for future language teaching practices
UNSUR BUDAYA LOKAL (SUNDA) PADA DESAIN INTERIOR LOBBY HOTEL MERCURE BANDUNG NEXA SUPRATMAN
Kota Bandung, Jawa Barat, memiliki kekayaan budaya Sunda yang menjadi identitas utama dalam perkembangan seni, arsitektur, dan desain interior. Namun, penerapan budaya lokal dalam desain hotel modern masih terbatas dan cenderung hanya bersifat dekoratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan unsur kesenian budaya Sunda pada desain interior lobby Hotel Mercure Nexa Bandung Supratman. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi lapangan, wawancara singkat, serta studi literatur untuk mengidentifikasi elemen budaya lokal yang terintegrasi dalam interior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan unsur Sunda terlihat pada penggunaan bentuk dasar geometris (persegi, segitiga, lingkaran) yang memiliki makna filosofis dalam babasan dan paribasa Sunda, penerapan anyaman tradisional, serta pemilihan warna simbolis seperti hitam, hijau, biru, kuning, dan ungu. Meskipun hotel ini berkonsep modern, penerapan elemen budaya Sunda memberikan identitas lokal yang memperkuat citra Bandung sebagai kota budaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi budaya lokal dalam desain interior hotel sebagai strategi pelestarian nilai tradisi sekaligus peningkatan daya tarik pariwisata.Kata Kunci: desain interior, budaya Sunda, hotel, lobby, identitas loka
Pengaruh Ergonomi Meja dan Kursi Terhadap Tingkat Produktivitas dan Kenyamanan Pengunjung di Arah Coffee Bandung
Ergonomi meja dan kursi pada coffee shop memiliki peran penting dalam menciptakan kenyamanan sekaligus mendukung produktivitas pengunjung. Pemilihan dan penggunaan furnitur harus disesuaikan dengan kebutuhan serta aktivitas pengunjung agar berfungsi secara optimal. Penerapan ergonomi yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti gangguan kesehatan, rasa tidak nyaman, berkurangnya produktivitas, hingga pengalaman negatif terutama bagi pengunjung yang menggunakan coffee shop sebagai tempat bekerja. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan meja dan kursi di Arah Coffee Bandung serta dampaknya bagi pengunjung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei, observasi, dan wawancara terhadap pelanggan. Analisis juga melibatkan pengukuran aspek ergonomi, meliputi tinggi meja, ketinggian kursi, dan desain furnitur yang memengaruhi kenyamanan. Hasil penelitian menunjukkan sejauh mana faktor ergonomi memengaruhi pengalaman pengunjung. Rekomendasi diberikan untuk perbaikan desain furnitur agar kenyamanan meningkat. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pemilik dan pengelola coffee shop dalam mengoptimalkan pengalaman pelanggan.Kata kunci: ergonomi, meja dan kursi, coffee shop, kenyamanan, produktivitas, desain interior
Polarimetric Calibration for Ground-based Synthetic Aperture Radar based on Point Target Approach
ABSTRAKKalibrasi polarimetri (PolCal) dari citra radar aperture sintetis berbasis darat (GB SAR) sangat penting dalam aplikasi analisis spasial empiris. Studi ini menyajikan prosedur pra-pemrosesan dan metode kalibrasi untuk memperoleh citra kompleks polarisasi tunggal dengan kualitas tinggi yang terkalibrasi. Pemrosesan data GB SAR menjadi citra kompleks tunggal diterapkan dalam riset ini. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan kalibrasi polarimetri eksternal pada radar gelombang kontinu frekuensi bertahap (SFCW) di pita frekuensi C yang dihasilkan oleh perangkat VNA menggunakan satu trihedral dan dua dihedral CR dengan sudut kemiringan yang berbeda. Setelah pra-pemrosesan, teknik kalibrasi yang diterapkan menunjukkan ketidakseimbangan saluran antara saluran polarisasi yang berbeda (co-pol and cross-pol) dapat diatasi dengan baik.Kata kunci: Kalibrasi Polarimetri, Radar Apertur Sintetis Berbasis Darat (GB SAR), Ketidakseimbangan SaluranΒ ABSTRACTPolarimetric calibration (PolCal) of ground-based synthetic aperture radar (GB SAR) images is critical in empirical spatial analysis applications. This study provides the preprocessing procedures and calibration method required for obtaining highqualityΒ calibrated polarimetric single-look complex imagery. The technique of converting GB SAR data into single-look complex images is examined. This work aimed to perform an external polarimetric calibration of the C-band steppedfrequency continuous wave (SFCW) radar produced by VNA employing single trihedral and two dihedral CRs with varying tilt angles. After preprocessing, the calibration technique profoundly enhances channel imbalance between different polarization channels (co-pol and cross-pol).Keywords: Polarimetric Calibration, Ground-based synthetic aperture radar (GB SAR), Channel Imbalanc
Pengujian Parameter Algoritma Genetika dan Feed-Forward Neural Networks pada Permainan Ular Klasik
AbstrakKonfigurasi parameter yang tepat sangat penting untuk memaksimalkan kinerja dari sebuah algoritma. Algoritma genetika dan neural networks memerlukan pemilihan parameter yang sesuai dalam penggunaannya. Pada permainan ular, performa diukur dari score dan efisiensi runtime. Penelitian ini menguji parameter untuk menemukan konfigurasi optimal bagi kedua algoritma. Permainan ular digunakan sebagai model eksperimen karena metrik kinerja yang jelas, seperti score yang didapat dan beberapa rintangan yang ada. Sebanyak 60 eksperimen dilakukan untuk membandingkan jumlah generasi dan populasi, mutation chance, dan jumlah neuron pada hidden layer. Hasil penelitian menunjukkan konfigurasi dengan generasi lebih besar dari populasi adalah yang paling optimal, menghasilkan score setara dengan generasi dan populasi yang sama besar, namun dengan runtime lebih efisien. Mutation chance 0.1% merupakan yang terbaik dibandingkan dengan 0.2% sampai 0.5%. Selain itu, hidden layer dengan 16 neuron lebih efisien dibandingkan 24 neuron, baik dari segi score maupun runtime.Kata kunci: Algoritma genetika, neural networks, Permainan ular klasikAbstractΒ Appropriate parameter configuration is crucial to maximizing algorithm performance. Genetic algorithms and neural networks require careful parameter selection. In the game of Snake, performance is measured by score and runtime efficiency. This research tests parameters to find optimal configurations for both algorithms. Snake serves as an experimental model due to clear performance metrics such as score and various obstacles. Sixty experiments compare generation and population sizes, mutation chances, and neuron counts in hidden layers. Findings indicate that configurations with larger generations than populations are optimal, yielding scores similar to equal-sized generations and populations but with more efficient runtime. A 0.1% mutation chance outperforms rates of 0.2% to 0.5%. A hidden layer with 16 neurons proves more efficient than 24 neurons in both score and runtime aspects.Keywords: Genetic algorithm, neural networks, classic snake gam
PELΓK: Deep-touch-pressure (DTP) Sensory Vest to Reduce Anxiety
AbstrakMahasiswa dapat mengalami beragam pengalaman selama proses pembelajaran di kampus, termasuk situasi yang dapat menimbulkan stress. Penelitian ini merangkum penggunaan metode Deep Touch Pressure (DTP) atau tekanan di titik tertentu yang diterapkan pada produk rompi untuk membantu mengurangi kecemasan yang dialami oleh mahasiswa. DTP adalah salah satu metode terapi yang memberikan sensori taktil/sentuhan dan tekanan pada titik tertentu pada tubuh, yang diperoleh melalui media seperti bahan kain berpemberat, untuk memberikan efek pelukan sehingga membantu proses penyembuhan fisik dan emosi yang dialami oleh individu. Perancangan ini menawarkan ide teknologi adaptif β asistif berupa rompi sensori dengan metode DTP untuk memunculkan efek menenangkan. Untuk memenuhi kebutuhan dari mahasiswa yang mengalami gangguan belajar spesifik dan atau mahasiswa yang didiagnosa dengan kebutuhan khusus serta yang mengalami kecemasan dalam situasi tertentu di perkuliahan adalah tujuan utama dilakukannya penelitian ini. Metode pendekatan desain diaplikasikan dalam proses penelitian, dimulai dari observasi kebutuhan, ideasi, proses sketsa alternatif desain, dan ujicoba purwarupa rompi sensori yang melibatkan mahasiswa. Rompi DTP sebagai teknologi adaptif-asistif divalidasi menggunakan metode Visual Analogue Scales yang diisi oleh mahasiswa partisipan. Hasil perancangan ini menjadi solusi untuk membantu menenangkan kecemasan, memberikan stimulasi positif dalam regulasi emosi diri, terutama dalam situasi pembelajaran yang kompetitif. Hasil dari perancangan ini ini juga menjadi media pendukung Unit Layanan Disabilitas Itenas Bandung, yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun dosen dan civitas akademika yang mengalami gangguan kecemasan.Β Kata kunci: rompi deep-touch pressure vest, adaptif, teknologi asistif, rompi sensori, disabilitasΒ AbstractIn the learning process on campus, students could experience pressuret hat could cause anxiety if not treated well. This research comprises one potential approach in applying DTP (deep touch pressure) as an adaptive technology vest product to help students through their anxiety. Deep touch pressure (DTP) is a type of tactile sensory input obtained through physical action by using pressure interventions to help students' physical and emotional healing process. Designing a sensory vest with the deep-touch-pressure method (DTP/weighted vest) aims to provide a calming effect. To solve the needs of the students who experience specific learning difficulties and/or students diagnosed with special needs when they experience anxiety in certain situations on campus is this researchβs main objective. The design approach method was applied in this research process, starting with observation, interviews, ideation, sketching design alternatives, and prototype testing of sensory vest products involving students. The DTP Vest as an adaptive-assistive technology was validated using the Visual Analogue Scales method completed by student participants. The results of this design provide a solution to help calm anxiety, offering positive stimulation in self-emotional regulation, especially in competitive learning situations. The outcomes of this design also serve as a supporting media for the disability service unit at Itenas Bandung, which can be utilized by students, lecturers, and the academic community experiencing anxiety dysregulations.Keywords: deep-touch pressure vest, adaptive, assistive technology, sensory vest, disabilit
Integrasi PMSG dan DC-DC Buck-Boost Converter untuk Meregulasi Tegangan Keluaran menggunakan STM32VET407
ABSTRAKEnergi terbarukan saat ini banyak digunakan sebagai sumber energi baru ramah lingkungan. Imbasnya, sumber energi terbarukan dikembangkan secara signifikan seperti mikrohidro. Mikrohidro adalah alat yang mengkonversikan energi air menjadi energi listrik. Dalam sistem ini, mikrohidro terhubung dengan permanent magnet synchronous generator (PMSG) dan menghasilkan energi listrik tiga fasa dengan skala kecil. Untuk menghasilkan energi listrik yang stabil dan memiliki efisiensi tinggi, diperlukan penyearah dioda tiga fasa dan konverter DC-DC. Penelitian ini mengusulkan DC-DC Buck-Boost Converter dengan peregulasi tegangan keluaran. Dari hasil uji coba simulasi dan implementasi perangkat keras menggunakan microcontroller STM32VET407 sistem dapat berjalan baik, dimana tegangan keluaran selalu sesuai dengan referensi yang diinginkan.Kata kunci: Mikrohidro, Permanent Magnet Synchronous Generator (PMSG), Konverter DC-DC, DC-DC Buck-Boost converterΒ ABSTRACTRenewable energy is currently widely used as a new source of environmentally friendly energy. As a result, renewable energy sources are significantly developed such as micro hydro. Micro hydro is a device that converts water energy into electrical energy. In this system, the microhydro is connected to a permanent magnet synchronous generator (PMSG) and produces three-phase electrical energy on a small scale. To produce stable and high-efficiency electrical energy, a three-phase diode rectifier and a DC-DC converter are required. This research proposes a DC-DC Buck-Boost Converter equipped with output voltage regulation. From the results of simulation trials and hardware implementation using the STM32VET407 microcontroller, the system can run well, it is evident that theΒ output voltage is always in accordance with the desired reference.Keywords: Micro hydro; Permanent Magnet Synchronous Generator (PMSG), DCDC converter, DC-DC Buck-Boost converte
Sistem Otomatisasi Tong Sampah dengan Pemanfaatan Solar Panel berbasis Arduino
ABSTRAKPenelitian ini membahas mengenai rancang bangun sebuah sistem inovatif yang mengotomatisasi proses membuka dan menutup tong sampah dengan memanfaatkan panel surya dan platform Arduino. Penlitian ini dilatar belakangi oleh rasa malas untuk membuang sampah karena harus bersentuhan langsung dengan tong sampah. Alat ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah, mengurangi kontaminasi silang, serta mengurangi interaksi manusia dengan permukaan tong sampah. Penelitian ini memaparkan tahap desain, pengembangan, dan implementasi alat otomatis yang melibatkan perakitan perangkat keras, pengaturan program, dan instalasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ini mampu membuka dan menutup tong sampah secara andal dengan tingkat keberhasilan lebih dari 95% dalam berbagai kondisi cuaca.Kata kunci: panel surya, arduino, tong sampahΒ ABSTRACTThis research discusses the design of an innovative system that automates the process of opening and closing trash bins using solar panels and the arduino platform. The study is motivated by the reluctance to dispose of garbage due to the need for direct contact with the trash bin. The device is designed to improve waste management efficiency, reduce cross-contamination, and minimize human interaction with the trash bin's surface. The research presents the stages of hardware assembly, program configuration, and system installation for the automatic device. The research results demonstrate that the device reliably opens and closes the trash bin with a success rate of over 95% under various weather conditions.Keywords: solar panels, arduino, trash bin