Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Penerapan Tema Festive Pada Kosambi Chic Avenue Di Segitiga Emas Kosambi Bandung
ABSTRAK Segitiga Emas Kosambi di Bandung merupakan kawasan strategis dengan berbagai tantangan, seperti kepadatan penduduk, minimnya ruang hijau, dan kemacetan lalu lintas yang cukup parah. Selain itu, nilai properti di kawasan ini belum meningkat secara optimal, meskipun memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas ekonomi dan gaya hidup. Sebagai solusi, kawasan ini akan dirancang proyek bangunan komersial dengan tema arsitektur festive yang mengusung konsep "Kosambi Chic Avenue Sebagai Destinasi Urban Stylish dan Inovatif" yang berfokus pada bangunan komersial mall fashion. Bangunan ini didesain secara vertikal untuk menghemat lahan, sekaligus mengintegrasikan ruang publik hijau, area retail, dan kafe guna menciptakan suasana yang lebih hidup. Elemen arsitektur yang diterapkan mencakup warna cerah, pencahayaan interaktif, serta desain atraktif yang dinamis dan inklusif. Dengan adanya proyek ini, Kosambi Chic Avenue diharapkan menjadi pusat perbelanjaan yang memenuhi kebutuhan gaya hidup modern yang inovatif, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta menyediakan ruang kota yang lebih nyaman dan ramah bagi masyarakat, baik untuk berbelanja, bersantai, maupun berinteraksi sosial. Kata kunci: arsitektur festive , bandung, bangunan komersial, chic avenue, segitiga emas kosambi. ABSTRACT The Kosambi Golden Triangle in Bandung is a strategic area facing several challenges, such as high population density, a lack of green spaces, and severe traffic congestion. Additionally, property values in this area have not yet increased optimally, despite its great potential as a hub for economic and lifestyle activities. As a solution, a commercial building project will be developed with a festive architecture theme, embracing the concept of "Kosambi Chic Avenue as a Stylish and Innovative Urban Destination." This project will focus on a fashion mall, designed vertically to optimize land use while integrating green public spaces, retail areas, and cafes to create a more vibrant atmosphere. The architectural elements will feature bright colors, interactive lighting, and dynamic, inclusive designs. With this project, Kosambi Chic Avenue is expected to become a shopping center that meets the needs of a modern and innovative lifestyle, stimulates local economic growth, and provides a more comfortable and welcoming urban space for the community—whether for shopping, relaxing, or social interaction. Keywords: festive architecture, bandung, commercial building, chic avenue, segitiga emas kosamb
Pengaruh Beban Dinamik pada Stabilitas Lereng Batuan dengan Pendekatan Numerik 3 Dimensi Menggunakan Model Hoek-Brown dan Mohr Coulomb
ABSTRAKIndonesia terletak pada wilayah Ring of Fire Pasifik yang ditandai dengan aktivitas tektonik dinamis. Selain itu, data historis menunjukkan bahwa tanah longsor dan gempa bumi merupakan dua fenomena yang paling sering terjadi, dengan frekuensi hampir setiap tahun. Stabilitas lereng batuan memiliki tantangan yang menarik untuk diteliti, terutama dengan pendekatan Metode Numerik. Dua kriteria material yang umum digunakan dalam analisis batuan adalah Hoek-Brown (HB) untuk batuan heterogen dan Mohr-Coulomb (MC) untuk material tanah-batuan homogen. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kinerja kriteria HB dan MC dalam pemodelan stabilitas lereng batuan di bawah pengaruh beban dinamik melalui simulasi numerik dengan PLAXIS 3D pada tiga variasi kemiringan lereng (1:1, 3:1, 5:1) menggunakan data gempa bermagnitudo 6,54. Hasil menunjukkan nilai faktor keamanan (FK) yang relatif serupa dengan selisih 9,68% - 24,03%. Namun, analisis deformasi mengungkap perbedaan signifikan, khususnya pada arah vertikal (uy) dengan selisih mencapai 93,94%, sementara deformasi horizontal (ux) lebih konsisten. Disimpulkan bahwa meskipun kedua model dapat dikorelasikan untuk analisis stabilitas berdasarkan FK, respons deformasi mereka, terutama secara vertikal, sangat berbeda.Kata kunci: lereng, batuan, dinamik, numerik, faktor keamanan ABSTRACTIndonesia is situated within the Pacific Ring of Fire, characterized by dynamic tectonic activity. Historical data further indicates that landslides and earthquakes are among the most frequently occurring natural phenomena, happening almost annually. The stability of rock slopes presents a compelling challenge for research, particularly through a numerical modeling approach. Two material criteria commonly used in rock analysis are Hoek-Brown (HB) for heterogeneous rock masses and Mohr-Coulomb (MC) for homogeneous soil-rock materials. This study aims to analyze and compare the performance of the HB and MC criteria in modeling the stability of rock slopes under dynamic seismic loading. This was conducted through numerical simulation using PLAXIS 3D on three slope variations (1:1, 3:1, 5:1) employing earthquake data with a magnitude of 6.54. The results show relatively similar values for the factor of safety (FS), with a difference of 9.68% to 24.03%. However, deformation analysis revealed a significant difference, particularly in the vertical direction (uy) with a discrepancy of up to 93.94%, while horizontal deformation (ux) was more consistent. It is concluded that although the two models can be correlated for stability analysis based on FS, their deformation responses, especially in the vertical direction, are vastly different.Keywords: rock slope, dynamic, numerical, spun pile, factor of safety
PEMANFAATAN WASTE STATION REKOSISTEM DALAM UPAYA PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK DI LINGKUNGAN KERJA
Produksi sampah meningkat setiap hari. Di Tangerang Selatan, akumulasi sampah tahunan mencapai 369.177,50 ton pada 2023. Pengelolaan sampah sulit dilakukan sendiri, terutama dengan volume besar. Sebagai institusi pendidikan, Universitas Terbuka (UT) berkomitmen mengatasi masalah lingkungan melalui gerakan UT Go Green sejak 2010. Namun, sistem pengelolaan sampah anorganik di UT belum optimal. Dibutuhkan kerja sama dengan pihak eksternal, seperti Rekosistem. Penelitian ini bertujuan menjadikan UT pelopor dalam memanfaatkan waste station Rekosistem untuk mengelola sampah di lingkungan FKIP UT. Penelitian berlangsung selama tiga bulan, dari September hingga November 2024, dengan metode kuantitatif. Sampel yang dianalisis adalah sampah plastik anorganik, menggunakan statistik deskriptif. Pengelolaan sampah di FKIP UT dilakukan melalui pemilahan (sort), pengemasan (pack), dan pengiriman (drop). Sampah telah dikirimkan dua kali ke waste station Rekosistem yang berlokasi di Hero Supermarket, Lebak Bulus, dan Kemang, Jakarta Selatan, dengan total 5,1 kg. Jika dibandingkan dengan total sampah 10 hari, yaitu 58 kg, jumlah ini masih kecil. Namun, waste station Rekosistem terbukti membantu mengurangi sampah anorganik di lingkungan kerja
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN KUALITAS AIR DI DAS CITARUM HULU
Kualitas air penting untuk mengevaluasi kelayakannya bagi kebutuhan domestik, industri, pertanian dan lingkungan. Seiring waktu, kualitas air mengalami degradasi, yang dipengaruhi oleh penggunaan lahan termasuk badan air, hutan, permukiman dan pertanian serta konfigurasi penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak perubahan penggunaan lahan terhadap kualitas air di Sungai Citarum Hulu dengan daerah tangkapan Wangisagara, Koyod, Cisirung dan Nanjung. Hasil studi menunjukkan terjadi perubahan penggunaan lahan dan parameter DHL, suhu, pH, TSS, NH3-N, BOD, COD, DO, NO3-N dan klorin bebas mengalami efek spasial dan temporal. Regresi linear berganda mengidentifikasi hubungan antara variabel penggunaan lahan dan satu variabel kualitas air. DHL dan klorin bebas berkorelasi negatif dengan hutan, sedangkan DO berkorelasi positif. Permukiman berkorelasi positif dengan COD, BOD, dan suhu. Pertanian berkorelasi positif dengan NO3-N, NH3-N, dan TSS, namun negatif dengan DO. Badan air berkorelasi negatif dengan suhu dan positif dengan klorin bebas. Analisis menunjukkan CONTAG berkorelasi positif dengan BOD dan negatif dengan DO, sementara LSI berkorelasi negatif dengan COD, dan ED berkorelasi negatif dengan klorin bebas. Analisis redundansi menunjukkan daerah tangkapan air Cisirung menghasilkan varians terbaik dibanding lainnya
Enhanced Angular Resolution in OEST Radar Using Hybrid APES-MUSIC Algorithm
Limited angular resolution in Overlapped Equal Subarray Transmit (OEST) radar poses a critical challenge in detecting closely spaced targets, especially in complex multi-target environments. This paper evaluates super-resolution MUSIC and APES methods to enhance angular resolution in OEST radar systems with 6 subarrays. Performance analysis was conducted under single and multiple target scenarios: one target at 0.5°, two targets at [0°, 0.5°], and three targets at [–0.5°, 0°, 0.5°]. Both methods achieved accurate angle detection for single and dual-target cases. However, in triple-target scenarios, APES demonstrated superior DoA and RCS estimation precision (up to 0.999) despite higher sidelobes, whereas MUSIC showed reduced RCS accuracy but lower sidelobes. The hybrid APES-MUSIC approach produced sharp spectral peaks, near-unity amplitude response, and minimized sidelobe interference, significantly improving estimation accuracy and stability for this radar in dense multi-target settings
Pengaruh Konfigurasi Batang Tunggal dan Ganda Terhadap Kapasitas Kuda-Kuda Kayu Bengkirai
ABSTRAKPenelitian ini membandingkan efisiensi konfigurasi penampang batang tunggal dan batang ganda terhadap kapasitas struktur kuda-kuda kayu dengan tipe rangka Modified Post Queen bentang 10 m. Analisis dilakukan berdasarkan aspek tegangan, lendutan, dan berat struktur. Jenis kayu yang digunakan adalah kayu Bengkirai yang umum digunakan sebagai material konstruksi bangunan. Perhitunagn struktur mengacu pada kriteria Desain Faktor Beban Ketahanan (DFBK) sesuai SNI 7973-2013 dan SNI 1727-2020. Hasil analisis menunjukkan rasio tegangan tarik dan tegangan tekan pada kuda-kuda batang ganda lebih besar 5,882%-32,496% dan 22,379%-49,333% dibandingkan batang tunggal. Lendutan aktual pada kuda-kuda batang tunggal mencapai 5,018 mm, sementara batang ganda 5,367 mm, keduanya masih memenuhi syarat lenduatan ijin. Sementara untuk berat struktur, batang ganda lebih ringan 16,351% dibandingkan batang tunggal. Secara keseluruhan, kedua jenis kuda-kuda memenuhi standar kekuatan (rasio tegangan) dan kekakuan (lendutan), namun batang ganda lebih unggul dari aspek berat, sehinggal lebih direkomendasikan untuk pengaplikasian struktural.Kata kunci: kuda-kuda kayu, batang tunggal, batang ganda, rasio tegangan, lendutan, berat struktur ABSTRACTThis study compares the efficiency of single-section and double-section configurations in the structural capacity of a 10-meter span wooden truss with a Modified Post Queen frame type. The analysis is conducted based on stress ratios, deflection, and structural weight aspects. Bengkirai wood, commonly used as a construction material, is selected for this study. Structural calculations follow the Load and Resistance Factor Design (LRFD) criteria based on SNI 7973-2013 and SNI 1727-2020. The analysis results indicate that the tensile and compressive stress ratios in the double-section truss are 5.882%-32.496% and 22.379%-49.333% higher, respectively, than those in the single-section truss. The actual deflection of the single-section truss reaches 5.018 mm, while the double-section truss is 5.367 mm, both meeting the allowable deflection limits. In terms of structural weight, the double-section truss is 16.351% lighter than the single-section truss. Overall, both truss configurations meet the strength (stress ratio) and stiffness (deflection) standards, but the double-section truss is superior in terms of weight efficiency, making it more recommended for structural applications.Keywords: wooden truss, single-section, double-section, stress ratio, deflection, structural weigh
Threshold Potential Simulation on Grounding System using CYMGround Substation Program
Excessive fault current on a poor grounding system can cause several symptoms such as the appearance of touch and step voltage and affect the grounding resistance value. This study aims to design a grounding system with variations in the number of conductors and embedded rods where that can have a good impact on the grounding system, which can help reduce the occurrence of excessive fault currents and reduce the value of touch voltage and step voltage that appears. The research method used in this study is the Wenner Method (four-point method) where which method is used in simulating a grounding system that affects the variation in the number of conductors and embedded rods using CYMGRD (CYMGround Substation Program) software. The test results show that the maximum touch voltage value is 729.01 Volts and the maximum step voltage value is 2423.88 Volts. The simulation results state that the condition of the grounding system with variations in the number of conductors and embedded rods is stated in a safe condition
Prediksi Kuat Tekan Kolom Beton Persegi dengan Perkuatan FRP Menggunakan Machine Learning
ABSTRAKAnalisis secara teoritis kuat tekan kolom beton persegi dengan perkuatan FRP masih mengandalkan pendekatan seperti yang digunakan untuk kolom lingkaran dengan modifikasi. Sesuai dengan kemajuan teknologi saat ini pendekatan menggunakan machine learning diharapakan dapat memberikan perspektif berbeda sekaligus hasil yang lebih akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan beberapa teknik machine learning untuk memprediksi kuat tekan aksial kolom persegi yang diperkuat dengan FRP dengan berbagai radius kelengkungan pada sudutnya dan membandingkan metode machine learning dengan pendekatan analitik dan mekanik yang sudah ada. Tiga algoritma digunakan dalam pendekatan machine learning: Jaringan Syaraf Tiruan (JST), Categorical Boost (CatBoost), dan M5-Tree. Ensemble Machine Learning membuat kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan tiga model individual JST, CatBoost, dan M5-Tree dengan nilai R-squared sebesar 0,9557. Penggunaan machine learning untuk memprediksi dibandingkan dengan beberapa usulan teori tegangan terkekang, memberikan hasil yang paling mendekati dengan nilai R-squared sebesar 0,8276.Kata kunci: tegangan, kolom beton, FRP, prediksi, pembelajaran mesin ABSTRACTTheoretically analyzing the compressive strength of square concrete columns with FRP reinforcement still relies on the approach as used for circular columns with modifications. In accordance with current technological advances, machine learning approaches are expected to provide a different perspective as well as more accurate results. The objective of this research is to use several machine learning techniques to predict the axial compressive strength of square columns reinforced with FRP with various radii of curvature at the corners and compare the machine learning methods with existing analytical and mechanical approaches. Three algorithms were used in the machine learning approach: Artificial Neural Network (ANN), Categorical Boost (CatBoost), and M5-Tree. The machine learning ensemble performed better than the three individual models JST, CatBoost, and M5-Tree with an R-squared value of 0.9557. The use of machine learning to predict, compared to some proposed confined stress theories, gave the closest results with an R-squared value of 0.8276.Keywords: stress, concrete column, FRP, prediction, machine learnin