Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Studi Banding Meja Resepsionis Pada Hotel Mercure Di Kota Bandung
Lobi merupakan area vital dalam sebuah hotel karena berperan sebagai titik awal pembentukan kesan pertama (first impression) bagi pengunjung. Area ini tidak hanya merepresentasikan citra dan identitas hotel, tetapi juga memberikan gambaran umum mengenai kualitas dan karakter ruang secara keseluruhan. Di antara elemen-elemen penting di dalam lobi, meja resepsionis menjadi pusat perhatian utama karena merupakan titik interaksi pertama antara tamu dan pihak hotel. Meja ini memegang fungsi strategis, baik secara visual maupun fungsional, meliputi aktivitas administratif tamu serta pengelolaan informasi oleh staf resepsionis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi komparatif terhadap desain meja resepsionis pada tiga hotel Mercure di Kota Bandung, yaitu Grand Mercure Setiabudi, Mercure Nexa Supratman, dan Mercure City Centre. Fokus kajian meliputi aspek bentuk, warna, material, dan prinsip ergonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Melalui studi ini, diharapkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai estetis dan fungsional dari desain meja resepsionis dalam konteks interior hotel. Kata kunci: meja resepsionis, bentuk, warna, material, ergonomi, hote
Mengukur Kesuksesan Sistem Informasi Satuan Kredit Kemahasiswaan (SIMSKK) menggunakan Model DeLone McLean
AbstrakSistem Informasi Satuan Kredit Kemahasiswaan (SIMSKK) yang digunakan untuk mengelola aktivitas non-akademik mahasiswa dan mendukung capaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengukur kesuksesan implementasi SIMSKK menggunakan Model DeLone dan McLean (2003) yang mencakup kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih. Data diperoleh melalui kuesioner online kepada 97 mahasiswa aktif (ditentukan dengan rumus Slovin) dan dianalisis dengan SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa kualitas informasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna (t = 7,691; p < 0,001) dan kepuasan pengguna signifikan terhadap manfaat bersih (t = 26,528; p < 0,001). Sebaliknya, kualitas sistem dan layanan tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas informasi dan layanan agar SIMSKK memberi manfaat optimal bagi mahasiswa.Kata kunci: Model Delone dan McLean, sistem informasi kredit kemahasiswaan, SEM-PLS, kepuasaan pengguna, manfaat bersih AbstractThe use of the Student Credit Information System (SIMSKK) to manage students’ non-academic activities and support learning outcomes. This study aims to measure the success of SIMSKK implementation using the DeLone and McLean Information System Success Model (2003), which includes system quality, information quality, service quality, user satisfaction, and net benefits. Data were collected through an online questionnaire distributed to 97 active students (determined using Slovin’s formula) and analyzed with SEM-PLS. Results show that information quality significantly affects user satisfaction (t = 7.691; p < 0.001), and user satisfaction significantly impacts net benefits (t = 26.528; p < 0.001). Conversely, system quality and service quality have no significant effect. The study highlights the importance of enhancing information quality and service to maximize SIMSKK benefits.Keywords: DeLone and McLean Model, Student Credit Information System, SEM-PLS, statisfaction, net benefit
Penerapan K3 di PT Daya Inovasi Mandiri
ABSTRAKPT Daya Inovasi Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur dan jasa dalam memproduksi komponen-komponen utama pada turbin. Permasalahan yang dialami perusahaan saat ini yaitu kurangnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berdasarkan permasalahan tersebut penulisan ini bertujuan untuk menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khususnya dibagian lantai produksi agar dapat mengurangi adanya kecelakaan kerja yang dialami oleh operator. Dengan menggunakan metode wawancara, kuesioner, dan 5W+1H untuk menentukan penyebab terjadinya kecelakaan kerja dan juga usulan perbaikan di perusahaan. Selanjutnya dengan melakukan pembaharuan Standar Operasional Prosedur (SOP), pembuatan visual display yang nantinya akan diletakkan di dekat setiap mesin, dan sosialisasi kepada operator yang bekerja di setiap mesinnya sehingga diharapakan dapat membantu perusahaan dalam mengurangi terjadinya kecelakaan kerja. Setelah itu dilakukan penyebaran kuesioner evaluasi terhadap operator untuk melihat penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Berdasarkan hasil kuesioner tersebut dapat disimpulakan bahwa penerapan K3 di PT Daya Inovasi Mandiri terjadi perubahan yang lebih baik karena operator mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah dibuat, merasa aman dan terlindungin saat bekerja.Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); 5W+1H; Standar Operasional Prosedur (SOP); Visual DisplayABSTRACTPT Daya Inovasi Mandiri is a company engaged in manufacturing and services in producing major components in turbines. The problem experienced by the company today is the lack of implementation of Occupational Safety and Health (OHS). Based on these problems, this paper aims to implement Occupational Safety and Health (OHS), especially on the production floor in order to reduce work accidents experienced by operators. By using interviews, questionnaires, and 5W+1H methods to determine the causes of work accidents and also proposed improvements in the company. Furthermore, by updating the Standard Operating Procedure (SOP), making visual displays which will be placed near each machine, and socialization to operators who work on each machine so that it is expected to help the company in reducing the occurrence of work accidents. After that, an evaluation questionnaire was distributed to operators to see the application of Occupational Health and Safety (K3). Based on the results of the questionnaire, it can be concluded that the application of OHS at PT Daya Inovasi Mandiri has changed for the better because operators follow the Standard Operating Procedures (SOP) that have been made, feel safe and protected while working.Keywords: Occupational Safety and Health (OHS); 5W+1H; Standard Operating Procedure (SOP); Visual Displa
Revealing the Invisible: Eksplorasi Augmented Reality/Virtual Reality terhadap Kerusakan Ekosistem Sungai Cikapundung
ABSTRAKPengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan proyek kerjasama antara Desain Komunikasi Visual, Informatika dan Komunitas Braga Heritage yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya kerusakan lingkungan melalui sebuah proyek seni inovatif yang memanfaatkan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR). Metode yang digunakan dalam penyelesaian proyek ini adalah partisipatory, dimana masyarakat setempat dilibatkan dalam proyek pembuatan AR dan VR ini, sehingga pesan yang disampaikan bersifat “dari mereka untuk mereka.” Metode ini dilakukan dengan melibatkan 32 orang anak kelas 1 hingga kelas 6 SD yang berasal dari daerah setempat untuk menggambar mengenai pengetahuan mereka tentang sampah dan banjir. Sebanyak 16 gambar dipilih untuk direspon menjadi karya AR dan VR, gambar-gambar tersebut dijadikan sebagai image tracker AR dan ide pembuatan VR animasi 3D 360∘. Data statistik pengguna yang disediakan oleh Spark AR menunjukkan bahwa 2 karya AR tersebut diakses sebanyak lebih dari 2000 kali, 3 karya diakses lebih dari 100 kali, dan 3 karya diakses lebih dari 50 kali. Sedangkan VR animasi 360∘ menyentuh sisi emosional pengguna, dimana mengingatkan pada kejadian banjir yang mereka alami.Kata kunci: sampah, banjir, edukasi, partisifatif, media AR/V
KAJIAN EFISIENSI IPAL PABRIK KELAPA SAWIT BERDASARKAN PARAMETER FISIKOKIMIA AIR
Pabrik kelapa sawit menghasilkan limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada PT. X di Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat dirancang untuk menurunkan kadar pencemar utama, seperti Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solids (TSS), pH, minyak dan lemak, serta nitrogen total. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi pengolahan limbah cair pada unit IPAL, khususnya kolam anaerobik dan aerobik dengan menganalisis penurunan parameter COD, BOD, TSS, pH, minyak dan lemak, serta nitrogen total. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel yang diambil dari kedua kolam tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem IPAL mampu menurunkan COD sebesar 90,11%, minyak dan lemak sebesar 88,89%, BOD sebesar 86,59%, dan TSS sebesar 76,53%, yang dikategorikan sebagai sangat efisien hingga efisien. Namun, pengolahan terhadap parameter nitrogen total belum menunjukkan hasil yang optimal, dengan tidak efisiensi atau kurang <20%. Ketidakefektifan ini disebabkan oleh faktor teknis, seperti rusaknya sebagian aerator dan pendangkalan kolam akibat akumulasi lumpur, yang berdampak pada waktu tinggal limbah yang tidak mencukupi. Oleh karena itu, perbaikan sistem aerasi dan pemeliharaan kolam secara berkala diperlukan guna meningkatkan efektivitas pengolahan secara menyeluruh
Quality of Service (QoS) Analysis of the Internet Network at Diskominfo Bengkayang Regency
The rapid growth in internet usage in recent years has placed significant demands on network service quality. Technological developments and increasingly complex communication needs have made it important to improve the Quality of Service (QoS) of internet networks at Diskominfo Bengkayang Regency. Optimal Quality of Service is essential to support critical applicationssuch as video conferencing, streaming, and other real-time applications. Obstacles such as high latency, low throughput, and lack of prioritization in traffic management can hinder the user experience and reduce service effectiveness. By optimizing QoS, not only does it ensure that critical services receive the appropriate priority, but it also improves the overall efficiency of network resource usage. The involvement of this prioritization scheme in the network infrastructure provides a holistic solution, combining a deep understanding of latency, throughput, and prioritization needs. All of this is done in an effort to optimize QoS so that users can enjoy a good experience when using internet access
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Karyawan Perumdam Tirta Darma Ayu dalam Mendorong Kepatuhan Pelanggan
ABSTRAKKepatuhan pelanggan merupakan aspek penting dalam menjamin keberlanjutan operasional dan keuangan PDAM, termasuk di PERUMDAM Tirta Darma Ayu Indramayu. Berbagai permasalahan seperti tunggakan pembayaran, sambungan ilegal, dan rendahnya pemahaman pelanggan terhadap kewajibannya menunjukkan perlunya peningkatan kompetensi karyawan, khususnya dalam hal komunikasi persuasif dan edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi karyawan PERUMDAM Tirta Darma Ayu dalam mendorong kepatuhan pelanggan melalui pelatihan berbasis model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Materi pelatihan meliputi pengantar kepatuhan pelanggan, peraturan terkait, teknik penanganan pelanggan, survei kepatuhan, serta analisis data. Pelatihan dilaksanakan menggunakan pendekatan andragogi dan metode partisipatif seperti diskusi, studi kasus, dan roleplay. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan perbandingan pretest dan posttest, serta tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelaksanaan pelatihan. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam membekali karyawan dengan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pelanggan secara lebih sistematis dan berkelanjutan. Kata kunci: Kepatuhan Pelanggan, Kompetensi Karyawan, Pelatihan, Model ADDI
Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Menjadi Biogas: Optimasi Laju Pertumbuhan Bakteri Dalam Produksi Gas HCHO dan TVOC
ABSTRAKPenelitian fundamental mengenai produksi gas HCHO dan TVOC dapat digunakan sebagai parameter untuk menentukan laju pertumbuhan bakteri dalam proses fermentasi limbah cair tahu. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi optimasi produksi biogas dari limbah cair tahu melalui fermentasi anaerobik. Limbah cair tahu dihasilkan dari berbagai tahap proses pembuatan tahu dan mengandung senyawa nitrogen dan fosfat yang tinggi, menyebabkan bau tidak sedap dan potensi eutrofikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu optimal untuk fermentasi biogas berada pada kisaran 20-35°C, dengan suhu optimal dalam digester sekitar 28°C. Pengukuran pH menggunakan pH meter menunjukkan bahwa kondisi optimal pH untuk produksi biogas adalah pada hari ke-4 dengan nilai 10,9. Bakteri metanogen yang dominan dalam fermentasi biogas lebih efisien pada kondisi pH basa. Kinerja fermentasi dan produksi biogas dipengaruhi oleh perubahan pH dan suhu. Kecepatan fermentasi menunjukkan peningkatan pada awal proses, tetapi cenderung menurun setelah beberapa hari karena berkurangnya sumber nutrisi. Berdasarkan analisis linearitas, peningkatan laju fermentasi memiliki hubungan yang cukup signifikan dengan produksi biogas, namun masih memerlukan penyesuaian kondisi lingkungan. Penelitian ini memberikan pemahaman penting dalam optimasi produksi biogas dari limbah cair tahu dengan mempertimbangkan faktor-faktor pH dan suhu, yang dapat berkontribusi pada lingkungan yang lebih berkelanjutan.Kata kunci: Tahu, Limbah, Bakteri, Gas, OptimasiABSTRACTFundamental research of HCHO and TVOC gas production can serve as a parameter for determining the bacterial growth rate in the fermentation process of tofu liquid waste. So, this study aims to identify the optimization of biogas production from tofu liquid waste through anaerobic fermentation. Tofu liquid waste is generated from various stages of the manufacturing process and contains high nitrogen and phosphate compounds, causing an unpleasant odor and potential eutrophication. The results showed that the optimal temperature for biogas fermentation is 20-35°C, with the optimal temperature in the digester around 28°C. The pH meter measurement showed that the optimal pH condition for biogas production was on day 4, with a value of 10.9. The dominant methanogen bacteria in biogas fermentation are more efficient in alkaline pH conditions. Fermentation performance and biogas production were affected by changes in pH and temperature. Fermentation speed increased at the beginning of the process but tended to decrease after a few days due to the reduction of nutrient sources. Based on linearity analysis, increasing fermentation rate has a significant relationship with biogas production but still requires adjustment of environmental conditions. This study provides important insights into optimizing biogas production from tofu wastewater by considering pH and temperature factors, which can contribute to a more sustainable environment.Keywords: Tofu, Waste, Bacteria, Gas, Optimizatio
Validasi dan Perbandingan Metode QuEChERS EN 15662:2008 dan AOAC 2007.01 untuk Analisis Residu Pestisida pada Kentang (Solanum tuberosum L.) Menggunakan LC-MS/MS
ABSTRAKResidu pestisida pada kentang dapat membahayakan kesehatan jika melebihi batas aman, sehingga diperlukan metode analisis yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi metode QuEChERS EN 15662:2008 dan QuEChERS AOAC 2007.01 untuk analisis residu dimethoate dan methidathion. Hasil menunjukkan metode QuEChERS EN 15662:2008 memiliki koefisien determinasi (R²) sebesar 1 dan 0,9966, menunjukkan linearitas yang sangat baik dengan LoD dan LoQ masing-masing 0,000003 μg/kg dan 0,000009 μg/kg untuk dimethoate, serta 0,000003 μg/kg dan 0,000008 μg/kg untuk methidathion, menunjukkan sensitivitas tinggi. Metode QuEChERS AOAC 2007.01 memiliki R² sebesar 0,9888 dan 0,9858, menunjukkan linearitas yang sangat baik dengan LoD dan LoQ 0,0028 μg/kg dan 0,0094 μg/kg untuk dimethoate, serta 0,1221 μg/kg dan 0,4069 μg/kg untuk methidathion, menunjukkan sensitivitas lebih rendah. Hasil validasi menunjukkan metode QuEChERS EN 15662:2008 lebih optimal untuk analisis dimethoate dan methidathion, sementara QuEChERS AOAC 2007.01 lebih baik untuk dimethoate tetapi kurang sensitif terhadap methidathion.Kata kunci: Kentang, LC-MS/MS, QuEChERS, Residu Pestisida, Validasi MetodeABSTRACTPesticide residues in potatoes can be harmful to health if they exceed safe limits, so an accurate analysis method is needed. This study aims to validate the QuEChERS EN 15662:2008 and QuEChERS AOAC 2007.01 methods for dimethoate and methidathion residue analysis. Results showed the QuEChERS EN 15662:2008 method had a coefficient of determination (R²) of 1 and 0.9966, showing excellent linearity with LoD and LoQ of 0.000003 μg/kg and 0.000009 μg/kg for dimethoate, respectively, and 0.000003 μg/kg and 0.000008 μg/kg for methidathion, indicating high sensitivity. The QuEChERS AOAC 2007.01 method had R² of 0.9888 and 0.9858, showing excellent linearity with LoD and LoQ of 0.0028 μg/kg and 0.0094 μg/kg for dimethoate, and 0.1221 μg/kg and 0.4069 μg/kg for methidathion, showing lower sensitivity. Validation results showed that the QuEChERS EN 15662:2008 method was optimal for dimethoate and methidathion analysis, while QuEChERS AOAC 2007.01 was better for dimethoate but less sensitive for methidathion.Keywords: Potato, LC-MS/MS, QuEChERS, Pesticide Residues, Method Validatio
Simulasi Remaining Life Low Pressure Rotating Blade PLTU Batubara 600 MW
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara merupakan jenis pembangkit yang memanfaatkan energi kinetik dari uap panas dalam bumi untuk diubah menjadi energi mekanik oleh turbin dan diubah menjadi energi listrik oleh generator. Pada tahun 2024 turbin PLTU batubara dengan kapasitas 600 MW dilakukan pengecekan pada turbin LP-2 dan ditemukan crack pada 11 blade L-1 yang telah beroperasi selama lebih kurang 27 tahun. Retak pada blade diduga akibat fatigue yang diakibatkan beban dinamis yang diterima oleh blade. Tujuan penelitian ini untuk menentukan sisa umur pakai blade pada kondisi normal, startup dan shutdown, serta blade yang telah mengalami crack. Untuk mengetahui sisa umur pakai blade yang mengalami crack dilakukan simulasi dengan menggunakan metode Finite Element Analisys. Hasil simulasi menunjukkan (1) Sisa umur pakai dari 11 blade yang dianalisa memiliki nilai 0, yang berarti tidak dapat digunakan karena sudah memasuki zona fracture. (2) Turbin tidak bisa dioperasikan dalam kondisi blade yang mengalami retak. Adapun rekomendasi yang dapat diberikan (1) Pada saat simulasi dilakukan perlu perangkat yang memadai untuk mencegah terjadinya eror pada saat simulasi sedang berlangsung. (2) Dilakukan pemeriksaan dan pendukung lainnya di laboratorium untuk memvalidasi hasil simulasi yang telah dilakukan