Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
    1717 research outputs found

    Perancangan Pusat Perbelanjaan Bahan Bangunan Melalui Pendekatan Arsitektur Industrial di Kota Bandung

    Get PDF
    ABSTRAK Pusat perbelanjaan bahan bangunan adalah fasilitas komersial yang menyediakan berbagai material konstruksi terintegrasi. Kota Bandung, proyek Material Builder Center yang terletak di Jalan Ahmad Yani menawarkan lokasi strategis dengan aktivitas perdagangan tinggi, memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri konstruksi di kawasan ekonomi yang berkembang pesat ini. Proyek ini mengusung pendekatan Arsitektur Industrial dengan material mentah seperti beton ekspos, baja, dan kayu. Menggunakan konsep Open Space, desainnya mengutamakan efisiensi logistik, optimalisasi sirkulasi, serta estetika yang menarik, memberikan kenyamanan bagi pengguna dalam ruang yang luas dan fungsional. Metodologi penelitian ini mencakup persiapan, survei lokasi, studi teknis, perancangan konsep, dan desain teknis. Analisis SWOT digunakan untuk menilai potensi dan tantangan. Zonasi tapak terbagi menjadi empat area utama: publik, atrium, privat, dan service & pengelola, untuk efisiensi operasional dan pengalaman belanja yang nyaman. Proyek ini bertujuan menjadi pusat perbelanjaan bahan bangunan inovatif di Bandung, menyediakan produk berkualitas, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan konsep arsitektur yang efisien dan estetis, Material Builder Center diharapkan menjadi model pusat perbelanjaan yang fungsional dan terpercaya. Kata kunci: arsitektur industrial, open space, pembelanjaan modern, pusat perbelanjaan bahan bangunan ABSTRACT A building material shopping center is a commercial facility offering an integrated range of construction materials. In Bandung, the Material Builder Center project, located on Jalan Ahmad Yani, provides a strategic location with high trade activity, catering to both the community and the construction industry in this rapidly growing economic area. The project adopts an Industrial Architecture approach, featuring raw materials like exposed concrete, steel, and wood. The Open Space concept prioritizes logistical efficiency, circulation optimization, and aesthetics, ensuring user comfort in a spacious and functional environment. The research methodology includes preparation, site survey, technical study, concept design, and technical design. A SWOT analysis is used to evaluate potential and challenges. The site is zoned into four key areas: public, atrium, private, and service & management, aiming for operational efficiency and a pleasant shopping experience. This project aspires to be an innovative building materials center in Bandung, offering quality products, improving customer experiences, and contributing to sustainable development. With a functional and aesthetic architectural design, it is expected to become a model shopping center. Keywords: industrial architecture, open space, modern shopping, building material shopping cente

    Penerapan Tema Arsitektur Biofilik Melalui Lanskap Pada Bangunan Rumah Susun Natura Harmoni Residences Kota Bandung

    Get PDF
    ABSTRAK Perencanaan rumah susun di Kota Bandung terkadang mengabaikan aspek keselarasan dengan alam yang berdampak pada kualitas hidup penghuninya, terutama di tengah pertumbuhan penduduk yang pesat dan keterbatasan lahan yang tersedia. Arsitektur biofilik hadir sebagai solusi untuk menghubungkan manusia dengan lingkungan alami dalam menciptakan ruang hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi konsep arsitektur biofilik pada lanskap bangunan Natura Harmoni Residences, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap pendekatan kualitatif dengan lima tahap penelitian, yaitu identifikasi masalah dan persoalan, pengumpulan data primer dan sekunder terkait keadaan tapak, studi literatur, studi banding, studi kelayakan, dan perancangan skematik objek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur biofilik melalui integrasi elemen ruang hijau, sirkulasi udara, dan pencahayaan alami berhasil menciptakan keharmonisan antara manusia dan alam. Pemanfaatan elemen seperti penanaman pohon, vegetasi, kehadiran air, taman veltikultur dan taman vertikal tidak hanya berfungsi sebagai pengontrol, tetapi juga membantu menyerap polusi dan menciptakan ruang interaksi sosial yang mendukung kesehatan serta kesejahteraan penghuni secara holistik.Kata kunci: arsitektur, biofilik, rumah susun, lanskap  ABSTRACT The planning of flats in Bandung City sometimes ignores aspects of harmony with nature that have an impact on the quality of life of its residents, especially in the midst of rapid population growth and limited available land. Biophilic architecture comes as a solution to connect humans with the natural environment in creating a healthier and more sustainable living space. This research aims to examine the implementation of the biophilic architecture concept in the Natura Harmoni Residences building landscape, and evaluate its effect on a qualitative approach with five research stages, namely problem and issue identification, primary and secondary data collection related to site conditions, literature studies, comparative studies, feasibility studies, and object schematic design. The results showed that the application of biophilic architecture principles through the integration of green space elements, air circulation, and natural lighting succeeded in creating harmony between humans and nature. The utilization of elements such as tree planting, vegetation, the presence of water, velticulture gardens and vertical gardens not only functions as a controller, but also helps absorb pollution and create social interaction spaces that support the health and well-being of residents holistically. Keywords: architecture, biophilic, apartment building, landscap

    Hierarchical Risk Assessment on the Construction Project of Base Transceiver Station

    Get PDF
    ABSTRAKKonstruksi stasiun pancarima basis menawarkan manfaat substansial, yang meliputi konektivitas ekonomi, perluasan inklusi digital, dan penguatan keberlanjutan bisnis. Namun demikian, hal itu juga menimbulkan spektrum risiko, khususnya di seluruh fase konstruksi. Fase-fase ini terdiri dari beberapa tahap yang saling terkait yang menghadirkan risiko berbeda yang dapat memengaruhi tujuan proyek. Kegagalan dalam menerapkan kontrol risiko yang memadai dapat mengakibatkan keterlambatan, pembengkakan biaya, ketidakpatuhan terhadap peraturan, kerusakan reputasi, atau bahkan kegagalan proyek secara total. Oleh karena itu, penilaian risiko yang ketat dan terstruktur sangat diperlukan untuk memandu pengambilan keputusan yang tepat dan memastikan keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi stasiun pancarima basis di seluruh siklus hidup proyek. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini menggunakan proses hierarki analitik sebagai kerangka kerja pengambilan keputusan untuk mengklasifikasikan dan memprioritaskan risiko proyek secara hierarkis. Analisis tersebut mengungkap bahwa risiko fisik memiliki bobot keseluruhan tertinggi, yang menggarisbawahi kerentanan operasional yang dihadapi selama fase konstruksi.Kata kunci: penilaian risiko, stasiun pancarima basis, proses hierarki analitik ABSTRACTThe construction of base transceiver stations offers substantial benefits, including the promotion of economic connectivity, the expansion of digital inclusion, and the reinforcement of business continuity. Nevertheless, it also introduces a spectrum of risks, particularly throughout the construction phases. These phases comprise multiple interrelated stages, each of which presents distinct risks that can affect project goals. Failure to implement adequate risk controls may result in delays, cost overruns, regulatory non-compliance, reputational damage, or even complete project failure. Therefore, a rigorous and structured risk assessment is indispensable for guiding informed decision-making and ensuring the successful execution of base transceiver stations development project across the entire project lifecycle. To address this challenge, the study employed the analytical hierarchy process as a decision-making framework for classifying and prioritizing project risks in a hierarchical manner. The analysis reveals that physical risks hold the highest overall weight, underscoring the operational vulnerabilities faced during the construction phase.Keywords: risk assessment, base transceiver stations, analytical hierarchy process

    Kajian TMB (Trans Metro Bandung) sebagai BRT (Bus Rapid Transit) dalam Tujuan Transportasi Berkelanjutan di Indonesia

    Get PDF
    ABSTRAKTransportasi berkelanjutan di Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017, mencerminkan komitmen negara terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 17 tentang kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. Trans Metro Bandung (TMB) sebagai Bus Rapid Transit (BRT) adalah strategi utama untuk mengatasi tantangan mobilitas perkotaan di Kawasan Cekungan Bandung, seperti kemacetan dan polusi udara. Studi ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods) untuk mengevaluasi penerimaan dan tantangan sistem TMB, dengan menekankan pentingnya kemitraan yang efektif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan penerimaan positif terhadap kenyamanan dan keandalan TMB, meskipun masih terdapat permasalahan seperti keterlambatan dan efisiensi sistem pembayaran. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan oleh pemangku kebijakan dalam meningkatkan fasilitas dan layanan TMB serta mendorong transportasi berkelanjutan di Indonesia.Kata kunci: transportasi berkelanjutan, bus rapid transit (BRT), kemitraan untuk SDGs ABSTRACTSustainable transportation in Indonesia, as mandated in Presidential Regulation Number 59 of 2017, reflects the country's commitment to the Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDG 17 on partnerships for sustainable development. Trans Metro Bandung (TMB) as a Bus Rapid Transit (BRT) is the main strategy to overcome urban mobility challenges in the Bandung Basin Area, such as congestion and air pollution. The study uses a mixed-methods approach to evaluate the acceptability and challenges of the TMB system, emphasizing the importance of effective partnerships between government, the private sector, and society. The results of the study show positive acceptance of the convenience and reliability of TMB, although there are still problems such as delays and payment system efficiency. The resulting recommendations are expected to be used by policymakers in improving TMB's facilities and services and encouraging sustainable transportation in Indonesia.Keywords: sustainable transportation, bus rapid transit (BRT), partnerships for SDG

    Design and Construction of 100 WP Capacity Tracker Solar Panel using VDI 2206 Method

    Get PDF
    There are main issues in optimizing the energy conversion of solar panels, including (1) the movement of the sun's position and (ii) the best capability of solar panels to capture sunlight, which must be perpendicular to the sun's rays. The objective of this research is to conduct a study into the design and development of a solar panel tracking system, specifically to obtain the effectiveness value of the tracking system. The VDI 2206 method is used in the design, which integrates three main systems: mechanical, electronic, and information technology. Based on the test results, the performance of the solar panel tracker increased by 48.38%. With a tracking system power requirement of 5.51%, the percentage increase in the net energy gain of the tracker solar panel is 40.2% compared to static solar panels. Therefore, solar panel systems equipped with tracking devices are more effective and efficient compared to static solar panels

    Implementasi Metode Analytical Hierarchy Process untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Perekrutan Calon Dosen

    Get PDF
    AbstrakPerekrutan dosen yang berkualitas merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di perguruan tinggi. Namun, proses seleksi ini sering kali kompleks karena melibatkan berbagai kriteria yang harus dipertimbangkan secara objektif. Kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat berdampak pada kualitas tenaga pengajar yang direkrut. Penelitian ini mengimplementasikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perekrutan calon dosen di Institut Teknologi Nasional (Itenas). Metode AHP digunakan untuk menganalisis bobot prioritas dari berbagai kriteria seleksi, seperti kompetensi akademik, pengalaman mengajar, publikasi ilmiah, dan kemampuan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode AHP mampu memberikan peringkat calon dosen berdasarkan bobot prioritas yang telah ditentukan dengan tingkat konsistensi rasio (CR) sebesar 0,077 yang berada dalam batas yang dapat diterima (<0,10). Implementasi metode ini membantu meningkatkan transparansi dan objektivitas dalam proses seleksi, sehingga mendukung institusi dalam memilih kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan akademik dan visi institusi.Kata kunci: perekrutan dosen, sistem pendukung keputusan, analytical hierarchy process, consistency index, consistency ratio AbstractThe recruitment of high-quality lecturers is a strategic step in enhancing the quality of education in higher education institutions. However, the selection process is often complex as it involves various criteria that must be considered objectively. Errors in decision-making can impact the quality of the recruited teaching staff. This study implements the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to support decision-making in the recruitment of prospective lecturers at the National Institute of Technology (Itenas). The AHP method is used to analyze the priority weights of various selection criteria, such as academic competence, teaching experience, scientific publications, and communication skills. The results indicate that the AHP method can rank prospective lecturers based on the predetermined priority weights, with a consistency ratio (CR) of 0.077, which is within the acceptable threshold (<0.10). The implementation of this method helps enhance transparency and objectivity in the selection process, thereby supporting the institution in selecting the most suitable candidates for academic needs and institutional vision.Keywords: lecturer recruitment, decision support system, analytical hierarchy process, consistency index, consistency rati

    TINJAUAN DESAIN INTERIOR BERGAYA ART DECO PADA LOBBY LOUNGE éL HOTEL BANDUNG

    No full text
    Bandung menjadi salah satu kota yang memiliki beragam destinasi wisata mulai dari alam, sejarah, hingga kebudayaan. Hotel dapat menjadi salah satu akomodasi penginapan ketika berwisata, oleh sebab itu hotel dapat dijadikan media untuk memperlihatkan, memperkenalkan, serta menjelaskan kebudayaan yang ada pada suatu daerah kepada wisatawan yang menginap. Salah satu hotel di Bandung yaitu el Hotel Royale Bandung yang merupakan hotel dengan Bintang 4, yang memiliki arsitektural bergaya art deco. Pada sebuah hotel lobby menjadi tempat yang krusial bagi tamu untuk sekedar bersantai atau menunggu rekan saat berkunjung ke hotel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan gaya art deco pada lobby el Hotel Royale Bandung. Interior dari lobby hotelnya sendiri memiliki kesan yang megah, luxury, dan modern yang sesuai dengan konsep yang diusung

    Smart Technology Based Modernization to Maximize the Potential of Fried Shallot MSMEs

    Get PDF
    Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a pivotal role in Indonesia’s economy, particularly in the high-value fried shallot agro-industry. However, many MSMEs, such as Piknik Food, encounter persistent challenges in production and management due to manual practices, leading to limited capacity (15 packs/day), inconsistent product quality, and restricted market reach. This community engagement program employed a participatory-collaborative approach through stages: socialization, training, technology adoption, mentoring, and sustainability. Interventions emphasized smart technology-based modernization, including the application of production machinery (peeler, spinner, continuous sealer), financial digitalization, and the implementation of digital marketing strategies via social media and e-commerce platforms. The results indicated a 90% increase in production capacity (28–30 packs/day), a 32–35% reduction in oil content approaching SNI standards, improved hygienic packaging, and approximately 20% market expansion. These findings underscore that smart technology-based modernization enhances productivity, product quality, and competitiveness while supporting the achievement of the Sustainable Development Goals

    IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK DI SUNGAI KAPUAS

    No full text
    Perubahan pola hidup masyarakat yang lebih memilih berbelanja online dengan menggunakan aplikasi e-commerce tertentu berdampak pada meningkatnya jumlah sampah plastik yang dihasilkan dari proses pengemasan paket menggunakan bubble wrap. Sampah plastik yang dibuang ke badan air permukaan lama kelamaan akan terdekomposisi menjadi ukuran yang kecil disebut mikroplastik. Mikroplastik adalah salah satu pencemar yang menjadi ancaman bagi lingkungan karena dapat mencemari lingkungan, merusak sistem rantai makanan, dan menyebabkan gangguan kesehatan pada hewan dan manusia apabila terakumulasi di dalam tubuh. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi dan kelimpahan mikroplastik di air Sungai Kapuas, tepatnya di dekat intake air baku Perumda Tirta Khatulistiwa Pontianak. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah air baku air minum mengandung pencemar mikroplastik atau tidak. Sampel air sungai diambil dengan menggunakan plankton net. Setelah dilakukan pengambilan sampel air maka dilanjutkan dengan analisis laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Tanjungpura. Adapun tahapan analisis laboratorium dimulai dari persiapan sampel, penyisihan / degradasi zat organik, pemisahan densitas, pemilahan sampel / filtrasi, identifikasi secara visual dengan mikroskop, dan analisis kelimpahan mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39 partikel mikroplastik yang terdapat di Sungai Kapuas, yang didominasi oleh bentuk fiber dan fragment. Kelimpahan mikroplastik sebesar 0,39 partikel/liter

    Renovator: Resilience System in Microservices Architecture Using Fault Tolerance Factor

    Get PDF
    ABSTRAKArsitektur microservices menghadapi tantangan dalam menjaga ketahanan layanan akibat cascading failure, ketergantungan antarlayanan yang dinamis, serta keterbatasan mekanisme fault tolerance berbasis ambang statis. Pendekatan seperti circuit breaker dan bulkhead hanya memberi perlindungan terbatas ketika beban dan latensi berubah cepat. Untuk menjawab gap tersebut, penelitian ini memperkenalkan Renovator, kerangka kerja ketahanan yang memperluas circuit breaker melalui pemantauan adaptif dan pemulihan otomatis. Evaluasi pada simulasi Sistem Presensi dengan empat skenario yaitu cascading failure, latency spike, normal load, dan single-service failure menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan baseline: ketersediaan naik (86,31% menjadi 93,95%), MTTR berkurang 49–67%, tingkat kesalahan turun 55–63%, serta latensi membaik 20–27% tanpa memengaruhi throughput. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan Renovator sebagai mekanisme circuit breaker yang lebih adaptif dan otomatis untuk meningkatkan ketahanan microservices.Kata kunci: microservices, fault tolerance, circuit breaker, MSA resilienceABSTRACTMicroservices architectures face resilience challenges due to cascading failures, dynamic dependencies, and the limitations of fault tolerance mechanisms that rely on static thresholds. Techniques such as Circuit Breaker and Bulkhead provide only partial protection under rapidly changing workloads. To address this gap, this study introduces Renovator, a resilience framework that enhances circuit breaker functionality through adaptive monitoring and automated recovery. Evaluated on a simulated Attendance System under four scenarios—cascading failure, latency spike, normal load, and single-service failure, Renovator shows notable improvements over the baseline: availability increases (from 86.31% to 93.95%), MTTR decreases by 49–67%, error rates drop 55–63%, and latency improves 20–27% with no throughput degradation. The main contribution is an adaptive and automated circuit-breaker–based framework to strengthen microservices resilience.Keywords: microservices, fault tolerance, circuit breaker, MSA resilienc

    1,600

    full texts

    1,717

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇