Universitas Sriwijaya (UNSRI): E-Journal
Not a member yet
5999 research outputs found
Sort by
STUDI PUSTAKA: PERBANDINGAN STREAK RETINOSKOPI DAN AUTOREFRAKTOMETER DALAM MENENTUKAN KELAINAN REFRAKSI
Kelainan refraksi atau ametropia adalah penyebab umum gangguan penglihatan yang dibagi menjadi miopi, hipermetropi, astigmatisma, dan presbiopia. Kelainan refraksi tidak dapat dicegah, namun dapat didiagnosis dari pemeriksaan mata dan dapat dikoreksi dengan menggunakan lensa kacamata, lensa kontak dan juga dengan tindakan operasi. Sampai saat ini standar baku emas untuk menghitung status refraksi seseorang masih menggunakan retinoskopi dan refraksi subjektif. Studi pustaka ini bertujuan untuk membahas mengenai perbandingan keakuratan antara hasil retinoskopi dan autorefraktometer untuk menentukan status refraksi seseorang. Retinoskopi merupakan suatu metode objektif yang paling sering digunakan oleh dokter mata dalam menentukan optical power seseorang dengan menggunakan alat yaitu retinoskop. Namun, sekarang ini autorefraktometer telah digunakan secara luas untuk menghitung status refraktif seseorang. Autorefraktometer atau automated objective refractor adalah metode elektronik otomatis untuk mengukur kelainan refraksi secara objektif yang telah banyak digunakan di klinik maupun toko-toko kacamata dikarenakan hanya membutuhkan waktu yang singkat dan prosedur pemeriksaan yang sederhana. Terdapat 5 penelitian yang membandingkan keakuratan retinoskopi dan autorefractometer dalam menentukan status refraksi. Studi Pustaka ini ini menyimpulkan bahwa pemeriksaan dengan menggunakan retinoskopi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan autorefraktometer dalam menentukan status refraksi seseorang
PSAK-71 and Firm Value: Mediating Role of Allowance for Bad Debt and Profitability
This study invetigates the effect of the implementation of PSAK 71 on firm value with profitability as an intervening variable. The population of this study is banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2018-2021. Determination of the sample using purposive sampling and selected 17 companies. The result shows a direct positive influence of PSAK 71 on AFBD and PSAK 71 on ROA. The analysis also uncovers the negative impact of AFBD on ROA, AFBD on PBV and ROA on PBV. Meanwhile, this research does not find any influence of PSAK 71 on PBV. Sobel tests prove the negative partial mediation role of AFBD on the impact of PSAK 71 on ROA and ROA in the effect of AFBD and PBV. On the other hand, we also find the full negative mediation role of AFBD on the influence of PSAK 71 on PBV and ROA on the effect of PSAK 71 on PBV
PENGEMBANGAN VIDEO INTERAKTIF PADA MATERI BENTUK DIFERENSIASI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR WARGA BELAJAR PAKET C DI SPNF SKB KOTA PALEMBANG
Pengembangan video interaktif pada materi bentuk diferensiasi sosial telah dilakukan dan digunakan pada warga belajar paket C di SPNF SKB Kota Palembang pembelajaran tersebut dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar warga belajar paket C dan sebagai media yang valid dan praktis. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data dikumpukan melalui tahapan analisis awal yaitu dengan penyebaran angket, wawancara dan dokumentasi. Kelayakan dan kevalidan media dinilai oleh tiga orang ahli yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Analisis yang digunakan yaitu Skala Likert dan Skala Guttman. Implementasi dilakukan melalui dua tahapan yaitu uji coba one to one pada tiga orang warga belajar dan uji coba small group yaitu pada dua belas orang warga belajar yang bertujuan untuk menguji kevalidan dan kepraktisan media video interaktif pada materi bentuk diferensiasi sosial ini. Hasil dari penelitian ini yaitu media video interaktif pada materi bentuk diferensiasi sosial yang memperoleh hasil skor dengan jumlah 33 dan persentase 92% dengan kategori sangat layak, dan pada materi jumlah yang diperoleh sebanyak 32 dengan persentase 89% mendapat kategori sangat layak, selanjutnya pada bahasa dengan total 30 dan persentase 83% dengan kategori layak. Berdasarkan validasi para ahli maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan video interaksi pada materi bentuk diferensiasi sosial valid dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran pada warga belajar paket C
INISIASI PENGEMBANGAN INKUBATOR BISNIS IT SEBAGAI JEMBATAN WIRAUSAHAWAN MUDA IT (STUDI KASUS DI FAKULTAS MIPA UNS )
Telah dilakukan inisiasi utuk membentuk inkubasi bisnis Teknologi Informatika untuk skala Fakultas, inkubasi bisnis yang dikembangkan memanfaatkan sumber daya yang tersdia di fakultas yaitu mahasiswa, dosen serta peralatan yang tersedia, inisiasi yang dilakukan berupa pembentukan start up company yang bernama Gudang Techno yang bergerak di jasa layanan IT, kegiatan sertifikasi IT bagi Mahasiswa dan dosen sebagai Trainer serta pembentukan ICT Bisnis untuk mengoptimalkan fasilitas IT di kampus yang belum di maksimalkan untuk meningkatkan pemasukan kampus
Pengaruh Lama Penyimpanan terhadap Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Silase Pakan Komplit Berbasis Batang Pisang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama penyimpanan silase pakan komplit berbasis batang pisang terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari pakan komplit berbasis batang pisang dengan perlakuan P0 (lama penyimpanan 0 hari), P1 (lama penyimpanan 7 hari), P2 (lama penyimpanan 14 hari), dan P3 (lama penyimpanan 21 hari). Peubah yang diamati pada penelitian ini adalah kandungan protein kasar dan serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan memberikan pengaruh yang sangat signifikan (P0,05) dalam meningkatkan protein kasar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa silase pakan komplit dengan lama penyimpanan selama 14 dan 21 hari dapat mempertahankan protein kasar dan menurunkan serat kasar.Kata Kunci: Batang Pisang, Lama Penyimpanan, Protein Kasar, Serat Kasar, Silase Pakan Komplit
HUBUNGAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN KADAR ANTIBODI IMMUNOGLOBULIN G SETELAH VAKSINASI COVID 19
Kebiasaan olahraga identik dengan konsep FITT (Frequency, Intensity, Type, Time) untuk menentukan efektifitas dari olahraga yang dilakukan. Sistem imun tubuh responsif terhadap kebiasaan berolahraga sehingga mampu meningkatkan respon imun terhadap antigen penyusun yang terdapat di dalam vaksin. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara kebiasaan olahraga dengan respon imun pasca vaksinasi COVID-19 di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional terhadap individu yang mendapatkan inactivated vaccine COVID-19 dosis kedua, dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling dengan 78 sampel. Data pada penelitian diambil dengan wawancara mengenai kebiasaan olahraga 1 bulan sebelum vaksinasi, serta dilakukan pengambilan sampel darah vena sebanyak 5 cc pada ±28-30 hari setelah vaksinasi kedua. Darah diproses menjadi serum untuk pemeriksaan kadar IgG anti s1 RBD SARS-CoV-2 menggunakan kit produksi Abbott dengan metode CMIA. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Pearson’s Chi-squared atau uji Fisher’s Exact dan/atau uji penggabungan sel sebagai alternatif. Pada penelitian ini distribusi frekuensi sampel dominan pada usia dewasa muda (56,4%), jenis kelamin perempuan (52,6%) dan kadar IgG rendah (52,6%). Interval kadar IgG pada sampel adalah 42,1 – 12971,3 AU/mL, dengan rata-rata kadar IgG 1494,95 AU/mL dan median 794,35 AU/mL. Sebaran data dominan pada kelompok dengan kebiasaan olahraga (64,1%), frekuensi olahraga kurang ideal (33,3%), jenis olahraga aerobik (59%), intensitas olahraga ringan (46,2%), dan durasi olahraga sangat lama (20,5%). Tidak diperoleh hubungan yang signifikan antara kebiasaan olahraga olahraga (frekuensi, jenis, intensitas dan durasi olahraga) dengan respon imun pasca vaksinasi (P value > 0,05). Kata kunci: Kebiasaan olahraga, latihan fisik, frekuensi, jenis, intensitas, durasi, Respon Imun, COVID-19, IgG, dan vaksin inaktif
The Link between Crude Palm Oil and Crude Oil Price in Various Periods of the Biodiesel Mandatory Policy in Indonesia
The biodiesel policy brought changes in the analysis of crude palm oil (CPO) prices. Supply and demand are no longer the main factors, but the correlation between CPO and crude oil prices. The main objective of this study is to provide an empirical study of the relationship between CPO and Indonesian Crude oil Price (ICP) in various periods of mandatory biodiesel policy in Indonesia. Using the Ordinary Least Square (OLS) method of time series data from 2001-2021, this study shows that in general CPO and ICP are positively and significantly correlated, but the price link is very dependent on the biodiesel policy that is implemented. ICP and CPO are positively and significantly correlated in the biodiesel mandatory period with limited subsidies (2006-2015) and in the biodiesel mandatory period with incentives which combined with progressive CPO export levies tariff (2020-2021). ICP and CPO are not correlated during the mandatory biodiesel period, combined with incentives and a fixed CPO export levy tariff (2016-2019). When CPO and ICP prices are strongly and significantly correlated, stock increases are not associated with a decrease in CPO prices. However, when the CPO and ICP prices are not significantly correlated, the stock increase is followed by a decrease in the CPO price. CPO price stabilization only occurs during the biodiesel mandatory period, combined with incentives and a fixed CPO export levy tariff
PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP KEJADIAN FORWARD HEAD POSTURE DAN HAND PAIN PADA MAHASISWA FK UNSRI
Penggunaan smartphone semakin meningkat terutama di masa pandemik COVID19 terutama proses pendidikan dilakukan secara daring atau online. Postur tidak ergonomis saat penggunaan smartphone yang terus menerus mempengaruhi tposisi kepala dan tangan sehingga menimbulkan keluhan musculoskeletal yang disebut forward head posture (FHP) dan keluhan handpain. Penelitian ini bertujuan mengetahui angka kejadian FHP dan handpain akibat penggunaan smartphone pada mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang menggunakan data primer yang didapat dari kuesioner melalui google form dan foto untuk mengetahui FHP. Penggunaan smartphone diukur menggunakan Smartphone Addiction Scale (SAS) dan Visual Analog Scale (VAS) untuk menilai handpain. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Sampel dalam penelitian adalah 43 mahasiswa dengan simple random sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas responden berusia 21 tahun. Mahasiswa perempuan lebih banyak dari pada laki-laki, terdapat responden yang mengalami adiksi rendah 4 orang (9,3%), adiksi sedang sebanyak 33 orang (76,7%), dan adiksi tinggi 6 orang (14%). Pada angka kejadian FHP sebanyak 36 subjek terdapat FHP, sedangkan pada sebanyak 7 subjek tidak terdapat FHP. Pada keadaan handpain didapatkan didapatkan 11 (25,6%) responden tidak merasakan nyeri, dan sebanyak 32 (74,4%) responden mengalami nyeri. Analisis penggunaan smartphone dengan handpain diperoleh p-value 0,464. Hal ini menunjukkan tidak terdapatnya hubungan yang signifikan antara adiksi penggunaan smartphone dengan hand pain. Analisis hubungan penggunaan smartphone dengan FHP didapatkan nilai p-value=0,003, menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan penggunaan smartphone dan FHP
Eksistensi Kampung Pempek 26 Ilir Palembang Sumatera Selatan Tahun 1993-2010
Abstrak: Pempek merupakan makanan khas Palembang yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya yang dikenal dengan nama kelesan. Di Palembang juga terdapat sentra kuliner pempek tepatnya di Kampung Pempek 26 Ilir. Permasalahan penelitian ini yaitu bagaimana perkembangan Kampung Pempek 26 Ilir Palembang (1993-2010). Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan Kampung Pempek 26 Ilir Palembang (1993-2010). Metode yang digunakan untuk menjawab permasalahan yaitu metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 1993 sudah ada pedagang yang menjual pempek di Kampung Pempek 26 Ilir tetapi masih sedikit. seiring berjalannya waktu semakin banyak pula yang memproduksi pempek, dan tapatnya pada tahun 2005 penjual pempek di kampung pempek 26 ilir palembang sudah semakin ramai dan terbilang sudah sepenuhnya berjualan pempek. tetapi kampung pempek 26 ilir belum ditetapkan sebagai kampung kuliner, tepatnya pada tahun 2010 Kampung Pempek 26 Ilir resmi dijadikan sebagai sentra perdagangan kuliner pempek palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan empat cara yaitu observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi.Kata kunci: Kampung, Pempek, Palembang, 26, Ilir.The Existence Of Kampung Pempek 26 Ilir, Palembang South Sumatra 1993-2010 Abstract: Pempek is a typical Palembang food that has existed since the time of the Sriwijaya Kingdom which is known as kelesan. There is also a Pempek culinary center in Palembang, precisely in Pempek 26 Ilir Village. The subject of this research is the development of Kampung Pempek 26 Ilir Palembang (1993-2010). This paper aims to describe the development of Kampung Pempek 26 Ilir Palembang (1993-2020). The method used to answer this problem is a qualitative research method. The results showed that since 1993 there have been traders who sell pempek in Kampung Pempek 26 Ilir but still few. Over time, more and more people were producing pempek, and in 2005, pempek sellers in the village of Pempek 26 Ilir, Palembang became increasingly crowded and were considered to have sold whole pempek. However, Pempek 26 Ilir Village has not been established as a culinary village, precisely in 2010 Pempek 26 Ilir Village officially became the center of the Pempek Palembang culinary trade. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach using four methods, namely observation, interviews, literature study and documentation.Keywords: Kampung, Pempek, Palembang, 26, Ilir
STUDI PERAMALAN PASANG SURUT DI PESISIR PANTAI PANCER KECAMATAN PUGER, KABUPATEN JEMBER
Salah satu data yang dibutuhkan untuk perencanaan pengembangan fasilitas pendukung bangunan pantai yaitu data ramalan pasang surut dan informasi karakteristik kondisi pasang surut yang berguna untuk perencanaan pengelolaan kekayaan laut yang mendukung aktivitas masyarakat pesisir. Data pasang surut dalam perencanaan pengembangan bangunan pantai digunakan sebagai acuan penentuan elevasi tinggi lantai bangunan yang direncanakan agar tidak mempengaruhi bangunan pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik tipe pasang surut menggunakan metode Admiralty, membaca kesesuaian data pasang surut dengan mencari nilai RMSE antara data observasi lapangan dengan peramalan menggunakan program NAO Tide dan Badan Informasi Geospasial (BIG) serta meramalkan pasang surut menggunakan program NAO Tide untuk mengetahui kedudukan elevasi muka air laut selama 3 tahun ke depan di Pesisir Pantai Pancer, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data koordinat lokasi penelitian dan data pengamatan pasang surut di lapangan selama 15 hari pada tanggal 03 Oktober - 17 Oktober 2019. Hasil penelitian menggunakan metode Admiralty menunjukkan karakteristik kondisi tipe pasang surut di Pesisir Pantai Pancer, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember merupakan tipe pasang surut campuran condong harian ganda dengan nilai Formzahl 0,3 serta fluktuasi pasang surut MSL sebesar 143 cm, HHWL sebesar 278 cm dan LLWL sebesar 9 cm. Peramalan pasang surut menggunakan NAO Tide memperoleh nilai RMSE sebesar 11,55% sedangkan peramalan menggunakan BIG memperoleh nilai RMSE sebesar 12,64%. Berdasarkan peramalan pasang surut selama 3 tahun (November 2019 – Desember 2022) menggunakan program NAO Tide menunjukkan nilai HHWL tertinggi sebesar 305 cm pada bulan Februari 2021 dan LLWL terendah sebesar 4 cm pada bulan April 2020. Sedangkan hasil peramalan BIG menunjukkan nilai HHWL tertinggi sebesar 304 cm pada bulan November 2020 dan LLWL terendah sebesar 6 cm pada bulan Juli dan Agustus 2020