Jurnal Universitas Muhammadiyah Bengkulu (Jurnal UMB)
Not a member yet
234 research outputs found
Sort by
Studi Tentang Pelaksanaan Perjanjian Hibah Sapi oleh Dinas Peternakan Kepada Kelompok Tani di Desa Tangsi Duren Kabupaten Kepahiang
Demi melindungi kepentingannya itu, maka perlu adanya suatu kesepakatan yang bertujuan untuk mengatur interaksi tersebut dengan segala akibat hukum yang akan ditimbulkan dalam suatu perjanjian.Hibah dalam hukm perdata di atur dalam pasal 1666 KUHPerdata, penghibaan adalah suatu persetujuan, dengan mana seorang penghibah menyerahkan suatu barang secara cuma-cuma, tanpa dapat menariknya kembali, untuk kepentingan seseorang yang menerima penyerahan barang itu. Rumusan masalah Bagaimana pelaksanaan perjanjian hibah sapi oleh Dinas Peternakan kepada kelompok tani di Desa Tangsi Duren Kabupaten Kepahiang, Apakah ada hak dan kewajiban di dalam kelompok tani dengan angota kelompok di Desa Tangsi Duren Kabupaten Kepahiang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian empiris. Kewajiban Kelompok Tani Harapan baru yaitu : Mentaati AD/ART, membantu, berusaha, menghadiri serta memelihara dan mengurus ternak dengan sebaik-baiknya. Kewajiban Kelompok Tani Karya Muda terbagi dalam beberapa tugas dan kewajiban Ketua, sekretaris, bendahara, pembina, penasehat dan pengurusa harian.Kata Kunci : Pelaksanaan Hiba
Hak Dan Kewajiban Suami Istri dalam Kasus Perkawinan Siri Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 (Studi Kasus di Kota Bengkulu)
Jumlah kasus perkawinan siri tahun 2010 sebanyak 5 kasus, tahun 2011 sebanyak 7 kasus, tahun 2012 sebanyak 6 kasus, tahun 2013 sebanyak 4 kasus, tahun 2014 sebanyak 4 kasus, dan tahun 2015 sebanyak 3 kasus. Rumusan masalah, Apakah perkawinan siri dibenarkan oleh hukum islam, adat, dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Dan apakah antara pasangan suami istri tersebut memikul hak dan kewajiban ditinjau dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan hukum empiris. Hasi penelitian menunjukan bahwa :(1)Masyarakat Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu sebagian masih mau melakukan perkawinan siri, serta belum mengetahui aturan perundang-undangan dalam perkawinan siri. (2) Perkawinan siri menurut hukum islam dan hukum adat status hukumnya tetap sah didalam hukum islam jika perkawinan itu telah memenuhi rukun dan syaratnya, maka perkawinan tersebut sah, dalam adat jika proses adatnya telah dilaksanakan yang diketahui oleh ketua adat perkawinan sah tanpa dilakukan dihadapan pegawai pencatat nikah. Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 perkawinan siri tidak mempunyai kekuatan hukum dan secara administrasi mereka tidak tercatat sebagai suami istri. (3) Pasangan suami istri yang terikat dalam perkawinan siri belum dapat melaksanakan hak dan kewajiban suami istri sebagaimana yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.Kata Kunci ; Perkawinan Siri, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974
Pembinaan Narapidana Wanita Pemakai Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Bengkulu ( Ditinjau dari Undang-undang No 35 Tahun 2009 )
Di Lapas Bengkulu, pembinaan terhadap narapidana laki-laki dan perempuan dari berbagai tindak pidana disamakan termasuk Narapidana Wanita Pemakai Narkoba. Hal ini bertentangan dengan Undang-Undang No 35 Tahun 2009 bahwa pemakai narkotika itu mestinya mendapatkan rehabilitasi sosial dan rehabilitasi medis. Maka permasalahan dalam Penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimanakah Pembinaan narapidana wanita pemakai narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Bengkulu, Apakah pembinaan narapidana wanita pemakai narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Bengkulu sudah sejalan dengan Undang-Undang No 35 Tahun 2009. Metode penelitian yang digunakan untuk mengkaji permasalahan tersebut adalah metode Penelitian Hukum Empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembinaan terhadap napi tidak didibedakan antara napi pencurian, pembunuhan, perampokan,dan pemakai narkoba mereka dilakukan pembinaan yang sama perlakuan pembinaan narapidana wanita pemakai narkoba juga disamakan pembinaannya dengan napi lain yang bertentangan dengan Undang-Undang No 35 tahun 2009. Padahal menurut Undang-Undang No 35 tahun 2009 pola pembinaan terhadap pemakai narkoba harus dibedakan yakni dilakukannya rehabilitasi di rumah sakit dan rumah sakit jiwa.Kata Kunci : Pelaksanaan, Pembinaan, Narapidana wanita, LAPAS
Aplikasi Pengenalan Tempat Wisata Propinsi Bengkulu Menggunakan Teknologi Augmented Reality (Video Playback) Berbasis Android
Abstrak—Aplikasi Pengenalan Tempat Wisata Propinsi Bengkulu Menggunakan Teknologi Augmented Reality (Video Playback) Berbasis Android dibangun untuk mempermudah mempromosikan tempat – tempat wisata yang ada di Propinsi Bengkulu serta mempermudah para wisatawan untuk mengetahui bentuk wisata di Propinsi Bengkulu. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan Unity 3D untuk editor, Adobe Photoshop untuk desain tampilan interface, vuforia untuk pengembangan Augmented Reality dan didukung oleh sebuah samples dari Vuforia yaitu Vuforia Video playback untuk Play Video saat marker ditemukan. Pengembangan aplikasi ini diharapkan mampu untuk mempromosikan tempat wisata yang ada di Propinsi Bengkulu ke semua kalangan dimanapun berada.Kata kunci—Augmented Reality; Wisata; Propinsi Bengkulu; Androi
Sistem Pendukung Keputusan Dalam Penentuan Pemberian Pinjaman Uang Pada Koperasi Simpan Pinjam Dengan Metode Promethee
Koperasi Bangkahulu merupakan salah satu koperasi yang bergerak dibidang simpan pinjam yang melayani pinjaman dikelurahan Bangkahulu. Dengan banyaknya pengajuan pinjaman, sehingga pihak koperasi membutuhkan sebuah sistem yang dapat memberikan kemudahan dalam memberikan pelayanan pengajuan pinjaman pada anggotanya. Dari permasalahan tersebut maka penulis akan membahas bagaimana penerapan metode Promethee dalam membangun sistem pendukung keputusan sehingga dapat menghasilkan hasil rekomendasi untuk ajuan pinjaman koperasi Bangkahulu. Adapun tujuan dari sistem pendukung keputusan ini adalah untuk menghasilkan sebuah software aplikasi dalam pengambilan keputusan untuk pemberian pinjaman uang pada koperasi simpan pinjam Bangkahulu. Sehingga manfaat dari penelitian ini adalah dapat digunakan sebagai alat bantu dalam sistem pendukung keputusan bagi penerima pinjaman dan sebagai referensi bahan acuan untuk menambah ilmu pengetahuan dalam menerapkan metode promethee. penelitian ini telah dilaksanakan di koperasi Simpan Pinjam Muara Bangkahulu. Promethee adalah suatu metode penentuan urutan (prioritas) dalam analisis multikriteria. Masalah pokoknya adalah kesederhanaan, kejelasan, dan kestabilan. Dalam penerapan metode Promethee penentuan nasabah menggunakan kriteria penilaian dan kriteria pemohon yang fleksibel, yaitu nilai bobot dan nilai perhitungan preferensi sesuai dengan kebutuhan dari pihak koperasi tersebut.Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Koperasi, Metode Promethe
Pembuatan Aplikasi Pendukung Keputusan Beasiswa Tidak Mampu Dengan Metode Naive Bayes
Aplikasi Pendukung Keputusan Beasiswa Tidak Mampu dengan metode Naive Bayes ini di buat menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Aplikasi ini dapat membantu Biro Administrasi Akadmik dan Kemahasiswaan Univeristas Muhammadiyah Bengkulu dalam menyelesaikan pekerjaan khususnya pada pengelolaan data beasiswa PPA dan BBM dan juga pengarsipan data. Aplikasi ini dapat mendukung pengambilan keputusan pada calon penerima beasiswa PPA dan BBM, dalam pengambilan keputusan Aplikasi menggunakan empat kriteria yaitu, penghasilan orang tua, ipk, jumlah sks dan aktif organisasi.Kata kunci : PHP, Pendukung Keputusan, Naive Bayes
PEMILIHAN DESA TERBAIK DI KECAMATAN PAGAR MERBAU MENGGUNAKAN METODE AHP
The empowerment of rural communities needs to be done institutional strengthening, increased motivation and self-help in community cooperation, so that in order to assess the success of village development, it is necessary to conduct a targeted, coordinated, integrated and sustainable assessment. with an assessment indicator. Village assessment is best done by comparing the latest development level based on village profile data in accordance with the assessment indicators. This study aims to build a decision support system to determine the best village based on the village assessment score using the Analytic Hierarchy Process (AHP) method. Basically, the decision-making process is to choose an alternative. The best village assessment consists of 6 criteria. The output of this system is the ranking of each village that has been assessed so as to produce recommendations for decision making in determining the best village. The highest total value of each row calculated by each sub-criteria is summed, the highest total value used is the basis for ranking the best village, Desa Pasar Miring with a final value = 0.969
PENILAIAN KINERJA GURU MENGGUNAKAN METODE TOPSIS
Determining the level of individual contributions in completing the tasks for which they are responsible needs to be carried out objectively, transparently and through a specific method that can be trusted for accuracy. In addition to teaching in the classroom, a teacher is required to have the character as implied by Tut Wuri Handayani. The problem of the teacher performance appraisal process occurs because of unclear criteria and assessment weight. Decision Supprot System (DSS) can help the optimal decision-making process, namely TOPSIS (Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution). In determining teacher performance appraisal agreed upon criteria for assessment of teacher performance assessment criteria: Pedagodic Competence (K1), Personality Competence (K2), Social Competence (K3), Proffesional Competence (K4). The acquisition of the final result of the TOPSIS calculation becomes the Teacher Performance Assessment Decision with the Status: Poor, Good, and Very Good. Very good teacher performance assessment, namel