E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
STUDI KELAYAKAN FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU KAWASAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK
Abstract: The University of Indonesia (UI) is the benchmark for all universities in Indonesia. The University of Indonesia has several faculties and general (supporting) areas. One of them is the Library as an educational area, the University of Indonesia Library is expected to have more advantages compared to other educational areas. The incomplete supporting functions in the University of Indonesia Library Area and the untapped potential such as the Kenanga Lake in the same area can be a topic in developing the design. Therefore, the purpose of this study is to examine the user's perception of the function of open space which is qualitative in nature and to map the user's behavioral tendencies. This is to find out the guidelines for library landscape design based on visitors' perceptions of the function of open spaces, where the knowledge, experience, and needs of visitors will be used as the basis for measuring the design of the library landscape. This study used a qualitative method with stratified random sampling using a closed Likert scale (1-5) questionnaire with primary and secondary data collection. Thus, this research and landscape design is expected to create an educational environment that becomes a better place to learn.Abstrak: Universitas Indonesia (UI) menjadi acuan bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Universitas Indonesia memiliki beberapa fakultas dan umum (penunjang). Salah satunya Perpustakaan sebagai kawasan pendidikan, Perpustakaan Universitas Indonesia diharapkan memiliki keunggulan lebih dibandingkan dengan kawasan pendidikan lainnya. Belum lengkapnya fungsi penunjang di Kawasan Perpustakaan Universitas Indonesia dan potensi yang belum tergarap seperti Danau Kenanga di kawasan yang sama dapat menjadi topik dalam pengembangan desain. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi pengguna terhadap fungsi ruang terbuka yang bersifat kualitatif dan memetakan kecenderungan perilaku pengguna. Hal ini untuk mengetahui pedoman perancangan lansekap perpustakaan berdasarkan persepsi pengunjung terhadap fungsi ruang terbuka, dimana pengetahuan, pengalaman, dan kebutuhan pengunjung akan digunakan sebagai dasar pengukuran desain lansekap perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan stratified random sampling menggunakan kuesioner skala Likert tertutup (1-5) dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Dengan demikian, penelitian dan desain lansekap ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang menjadi tempat belajar yang lebih baik.Â
PERKEMBANGAN MORFOLOGI KAWASAN CAGAR BUDAYA DARMO SURABAYA TAHUN 1905-1943
Abstract: Surabaya City has undergone rapid development characterized by changes in its physical form. A renowned Darmo heritage landscape has been experiencing such things. But none of the research had uncovered the morphological development of Darmo historic landscape. Even if, Darmo is a historic residential area and became the only masterwork in Surabaya by Henri Maclaine Pont, a renowned Dutch architect. Thus, the purpose of this study is to understand the Darmo Area further from the perspective of the area wholeness used in the urban morphological study by identifying the historical stages of morphological development. The strategy used is historical-interpretative which involves data collection methods of archival studies, literature studies, and in-depth interviews with experts. Meanwhile, the method of analysis used is historical diachronic analysis. The results of the study seemingly suggest that the Darmo Area has three major morphological stages, namely the pre and planning period, the development period, and extension. It shows the generative process of the area, and this can be the basis for historic urban landscape management. Hence, these morphological elements should be conserved altogether as urban morphology entities to ensure the unity of the Darmo historic landscape.Abstrak: Kota Surabaya telah mengalami perkembangan yang pesat, ditandai dengan perubahan bentuk fisiknya. Yang menjadi perhatian, kawasan cagar budaya Darmo mengalami hal tersebut. Namun belum ada penelitian yang mengungkap perkembangan morfologi kawasan bersejarah Darmo. Padahal, Darmo merupakan kawasan hunian bersejarah dan menjadi satu-satunya karya di Surabaya oleh Henri Maclaine Pont, seorang arsitek ternama Belanda. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah memahami Kawasan Darmo lebih jauh dari perspektif keutuhan kawasan yang digunakan dalam studi morfologi perkotaan dengan mengidentifikasi tahapan sejarah perkembangan morfologi. Strategi yang digunakan adalah sejarah-interpretatif yang melibatkan metode pengumpulan data studi kearsipan, studi literatur, observasi, dan wawancara mendalam dengan para ahli. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis sejarah diakronik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kawasan Darmo memiliki tiga tahapan sejarah besar, yaitu periode praperencanaan dan perencanaan, periode pengembangan, dan perluasan. Terlihat proses generatif kawasan dan hal ini dapat menjadi dasar pengelolaan kawasan cagar budaya. Oleh karena itu, elemen-elemen morfologi harus dilestarikan bersama sebagai kesatuan morfologi perkotaan untuk menjamin kesatuan Kawasan Darmo
SETTING PLAYGROUND TAMAN BUMIREJO SEMARANG TERHADAP PRIVASI DAN KEAMANAN ANAK
Abstract: Playgrounds have an important role in fulfilling the basic rights of children, namely playing. To realize a child-friendly playground, in its design it is important to pay attention to the involvement of children and parents as users. This is because individual experiences will affect a person's behaviour patterns towards a setting. This process is carried out by humans to be able to achieve comfort, including those that are part of privacy and savety. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. This study aims to determine the relationship between privacy and savety in influencing the formation of behavioural patterns that occur at the Taman Bumirejo Semarang playground setting. The results showed that a playground setting that meets the savety attributes will be able to fulfil the child's sense of privacy so that the child can be free, comfortable, and happy when playing. Abstrak: Taman bermain anak atau playground memiliki peran penting dalam memenuhi hak dasar anak yaitu bermain. Untuk mewujudkan playground yang ramah anak, dalam perancangannya penting untuk memperhatikan adanya keterlibatan anak dan orang tua sebagai pengguna. Hal ini karena pengalaman individu akan mempengaruhi pola perilaku seseorang terhadap suatu setting. Proses ini dilakukan manusia untuk dapat mencapai kenyamanan, termasuk yang menjadi bagian didalamnya adalah privasi dan keamanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara privasi dan keamanan dalam mempengaruhi terbentuknya pola perilaku yang terjadi pada setting playground Taman Bumirejo Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setting playground yang memenuhi atribut keamanan, akan dapat memenuhi rasa privasi anak sehingga anak dapat leluasa, nyaman, dan senang ketika bermain
ASPEK FASAD BANGUNAN CAGAR BUDAYA YANG MEMPENGARUHI MINAT MASYARAKAT
Abstract: The facade of teh building can affect the public interest in activities around the building. A good building facade can influence people to dare to pass or even stop around the building. Tunjungan as a cultural heritage area, has experienced a phase of lost space which caused a decrease in the intensity of activities on Jalan Tunjungan due to the nonactive frontage. It the importance to understand the facade of the building that is of interest to the community so that the cultural heritage area can develop properly. This study aims to determine the aspects of the facade of cultural heritage buildings that affect the attractiveness and interest of the community in the Tunjungan area. This research uses qualitative phenomenological methods through interview tactics, distributing questionnaires to participants, and observation at the site. This study shows that the aspects that influence people's interest in activities on Jalan Tunjungan are building openings, building shapes, building decorations, building colors and building materials. Facades that attract public interest must maintain uniqueness, aesthetics and classic style to be a community attraction.Abstrak: Bentuk fasad bangunan dapat mempengaruhi ketertarikan masyarakat untuk beraktivitas di sekitar bangunan. Fasad bangunan yang baik dapat mempengaruhi masyarakat untuk berani melintas atau bahkan berhenti di lingkungan sekitar bangunan. Tunjungan sebagai kawasan cagar budaya pernah mengalami fase kawasan lost space yang menyebabkan turunnya intensitas kegiatan di Jalan Tunjungan akibat adanya fasad bangunan yang tidak aktif. Pentingnya pemahaman mengenai fasad bangunan yang diminati oleh masyarakat agar kawasan cagar budaya dapat berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek fasad bangunan cagar budaya yang mempengaruhi daya tarik serta minat masyarakat di Kawasan Tunjungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif fenomenologi melalui taktik wawancara dan penyebaran kuesioner terhadap partisipan serta pengamatan langsung pada lokasi penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa aspek yang mempengaruhi minat masyarakat untuk beraktivitas di Jalan Tunjungan adalah bukaan bangunan, bentuk bangunan, dekorasi bangunan, warna bangunan dan material bangunan. Fasad yang menarik minat masyarakat harus mempertahankan keunikan, estetika dan gaya klasik sehingga dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat. Selain itu penjagaan warna dan material bangunan asli juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat
STUDI KARAKTERISTIK MODERN IKONIK PADA ARSITEKTUR
Abstract: The development of the modern architectural era is currently growing rapidly, especially in public buildings to attract tourists. Each iconic building has a different character, this is an expression of a function and identity that you want to show to the surrounding environment. Therefore, in designing iconic modern buildings, it is necessary to have a character study that discusses the modern iconic in architecture, especially in public buildings. The purpose of this research is to identify and describe the iconic modern characteristics used in the final project design in the form of mice building with an iconic modern approach. This study uses a literature study research method. The data collected will be sorted and then compiled, analyzed in-depth, and synthesized to become new findings. The findings are criteria or elements of iconic modern concepts that can be applied and considered in designing architectural buildings, including 1) Unique shape; 2) Strategic location; 3) has a majestic scale; 4) has high toughness. Limitations of the research are limited space for movement caused by the COVID-19 pandemic situation and also the limited time to complete the research. This research has originality in its findings so it is hoped that it will be useful for the community, and writers and can also be used as a reference for similar case studies for urban development.Abstrak: Perkembangan era arsitektur modern saat ini berkembang pesat, terlebih pada bangunan yang bersifat publik untuk menarik wisatawan. Setiap bangunan ikonik memiliki karakter yang berbeda, hal ini merupakan pengekspresian sebuah fungsi dan identitas yang mau di perlihatkan kepada lingkungan sekitar. oleh karena itu dalam mendesain bangunan modern ikonik perlu adanya studi karakteristik yang membahas mengenai modern ikonik pada arsitektur, terutama pada bangunan yang bersifat publik. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakteristik modern ikonik yang digunakan dalam perancangan tugas akhir berupa bangunan mice dengan pendekatan modern ikonik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka. Data yang dikumpulkan akan dipilah lalu kompilasikan, dianalisis secara mendalam serta disintesiskan untuk menjadi temuan baru. Temuan yang di hasilkan merupakan Kriteria atau elemen konsep modern Ikonik yang dapat diterapkan serta dipertimbangkan dalam mendesain bangunan Arsitektur antara lain : 1) Bentuk yang unik; 2) Lokasi yang strategis; 3) memiliki skala yang megah; 4) memiliki kekokohan yang tinggi. Keterbatasan Penelitian dibatasi ruang gerak yang Disebabkan oleh situasi Pandemi COVID-19 dan juga keterbatasan waktu untuk menyelesaikan penelitian. Penelitian ini memiliki orisinalitas dalam temuannya sehingga diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat, penulis dan juga mampu dijadikan sebagai rujukan bagi studi kasus serupa untuk perkembangan kota
KOMPONEN PEMBENTUK RUANG KOTA ALUN-ALUN CIANJUR
Abstract: One of the cities having a historically significant public square is Cianjur Regency. Since the royal era, colonial era, and up to the present, the square has served as the distinguishing feature of the center of the royal authority. The layout of the square space fluctuates depending on the prevailing political ideologies. This study employs an exploratory methodology and approaches for gathering data from field observations. Cianjur Square contains seven of the eight elements that make up urban space, including: (a) changes in land use; (b) The building mass configuration is fixed and the shape of the space is no longer symmetrical like the original form; (c) Parking and circulation areas are well-organized; (d) Open space zones are effectively used; (e) Active and comfortable pedestrian paths; (f) The marker serving as the identity of the space is very thick with Islamic religious values; (g) Supporting activities that take place simultaneously and in various ways are no longer centered on the east side of the mosque, but are spread out to the north side of the open space.Abstrak: Kabupaten Cianjur merupakan salah satu kota dengan alun-alun sebagai ruang terbuka publik yang memiliki sejarah panjang. Alun-alun merupakan ciri khas sebuah wilayah pusat pemerintahan kerajaan yang memiliki makna khusus sejak zaman kerajaan, zaman kolonial sampai dengan saat ini. Settingruang alun-alun berubah dari masa ke masa, sesuai dengan kebijakan penguasa pada masanya. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan teknik pengambilan data observasi lapangan. Terdapat tujuh dari delapan komponen pembentuk ruang kota yang ditemukan di Alun-alun Cianjur, diantaranya: (a) tata guna lahan yang mengalami perubahan; (b) Betuk ruang yang tidak lagi simetris seperti bentuk aslinya, dari terpusat menjadi linier dan konfigurasi masa bangunan yang tetap; (c) Sirkulasi dan ruang parkir yang tertata dengan baik; (d) zona ruang terbuka termanfaatkan dengan efektif; (e) Jalur pedestrian yang aktif dan nyaman; (f) Penanda sebagai identitas ruang sangat kental dengan nilai religius islami; (g) Kegiatan pendukung yang belangsung secara simultan dan beragam, tidak lagi terpusat di sisi timur masjid, namun tersebar ke sisi utara ruang terbuka
KAJIAN PENERAPAN HEALING ENVIRONMENT PADA INSTALASI RAWAT INAP RSUD JAYAPURA (Studi Kasus : RSUD Jayapura)
Abstract: Physical factors in a good hospital environment can support the healing process and reduce stress in hospital patients. Healing environment shows that the environment can affect the patient's psychological and health. Features such as air condition, lighting, color, natural elements, layout and sound can speed up the healing process by providing the patient with a psychological and physical boost. This study discusses the application of the concept of healing environment in the inpatient room at RSUD Jayapura. The analysis carried out by field observations and literature studies shows that the application of natural elements and indoor air variables in the Jayapura Hospital inpatient room is the main thing that is most prominent in increasing the comfort of inpatient facilities users. Abstrak: Faktor fisik lingkungan rumah sakit yang baik dapat mendukung proses penyembuhan dan pengurangan stres pasien rumah sakit. Healing environment menunjukkan bahwa lingkungan bisa mempengaruhi psikologis dan kesehatan pasien. Fitur-fitur seperti; kondisi udara dalam ruangan, pencahayaan, warna ruangan, Elemen alam, tata ruangan, dan suara bisa mempercepat proses penyembuhan dengan memberi pasien rasa nyaman secara psikologis dan fisik. Penelitian ini membahas mengenai penerapan konsep healing environment yang ada di ruang rawat inap RSUD Jayapura. Analisis yang dilakukan dengan observasi lapangan dan studi literatur menunjukkan bahwa penerapan variabel unsur alam dan udara dalam ruangan di ruang rawat inap RSUD Jayapura merupakan hal utama yang paling menonjol dalam meningkatkan kenyamanan pengguna fasilitas rawat inap
ANALISIS TIPOLOGI ARSITEKTUR RUMAH MASYARAKAT TANI DI BANARAN KABUPATEN TUBAN
Abstract:. Archipelago architecture is one of the identities of the Indonesian state. Archipelago architecture in Indonesia can be found in rural areas, hamlets, villages, and coastal areas. The architecture that develops in the hamlets in Indonesia can be a potential for regional tourism development. The settlement of the peasants in Banaran Hamlet is a settlement that is not too dense and the community houses have a distinctive architectural typology. This study aims to analyze the typology of the Banaran farming community houses. This study uses a typological approach with tracing methods in the literature and field studies which are then described qualitatively. This study presents the results of the analysis of typology of farm community houses in Dusun Banaran, Sidotentrem Village, Bangilan District, Tuban Regency, East Java.Abstrak: Arsitektur nusantara merupakan salah satu identitas negara Indonesia. Arsitektur nusantara di Indonesia dapat di jumpai di wilayah pedesaan, dusun, kampung, pesisir. Arsitektur yang berkembang di wilayah dusun-dusun di Indonesia dapat menjadi potensi untuk pengembangan wisata daerah. Permukiman masyrakat tani di Dusun Banaran, merupakan permukiman yang tidak terlalu padat dan rumah msyarakat memiliki tipologi arsitektur yang khas. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis tipologi rumah masyarakat tani Banaran. Kajian ini menggunakan pendekatan tipologi dengan metode penuelusuran secatra kajian literatur pustaka maupun lapangan yang kemudian dideskriptif secara kualitatif. Penelitian ini menyajikan hasil analisis tipologi arsitektur rumah masyarakat tani di Dusun Banaran, Desa sidotentrem, Kecamatan bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur
PENGARUH PERILAKU PENGUNJUNG TERHADAP PERSONAL SPACE DI MASJID AL HADDAD PAMANUKAN PADA MASA PANDEMI COVID 19
Abstract: The Al Haddad mosque is the first Jamie mosque in Pamanukan Subang, Al Haddad mosque is a mosque that is often used by Muslims in Pamanukan carrying out worship, especially Friday payers, during the coronavirus pandemic 2019 (Covid19)it was still crowded with worshipers. The purpose of this study was to determine th effect of visitor behaviour on personal space at the Al Haddad Pamanukan mosque during the covid 19 pandemics. The research method uses a quantitative research method, with the theoretical basis used is the theory of visitor behaviour and the theory of personal space.Abstrak: Masjid Al Haddad adalah masjid Jamie pertama di pamanukan subang, Masjid al haddad adalah masjid yang sering dipakai oleh umat muslim di pamanukan dalam menjalankan ibadah khususnya ibadah sholat jum’at, pada masa pandemi Corona Virus 2019 (Covid 19) pun masih ramai dikunjungi para jamaahnya. Tujuan penelitian ini merupakan mengetahui dampak perilaku pengunjung terhadap personal space di masjid al haddad pamanukan pada masa pandemic covid 19. Dari masalah yang ada tersebut, maka hipotesis berdasarkan penelitian ini merupakan pengaruh positif personal space terhadap perilaku pengunjung Masjid Alhaddad pada saat masa pandemic Covid 19 .Metode penelitian yang dipakai merupakan metode penelitian kuantitatif, dengan landasan teori yang digunakan merupakan teori perilaku pengunjung dan teori personal space. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dianalisis dengan statistic inferensial
KAJIAN ESTETIKA ARSITEKTUR FASAD PADA RUMAH TINGGAL DESA KENALI
Abstract: The façade is the part that separates the outer and inner areas of the building, which can be interpreted as the leather or face layer of the building. Aesthetics is an architectural term for visually assessing a beauty in an architectural product, which has the value of abstract beauty. In assessing an aesthetic must have 3 things namely utility/ usability, firmness / robustness, and venusitas / beauty. Research using qualitative methods that compare observation results with existing theories. The building that was used as an object is the building of kenali village residence which is a development of the traditional house of pesagi. The purpose of this research is to analyze the aesthetics of the facade and typical facade according to the development of the times in the traditional house of Kenali Village. The elements of the facade are color, wall, ventilation, entrance, column, roof, signboard, balcony and staircase. The aesthetic value highlighted on the facade is the rhythm, composition, proportions, and symmetry shown by the arrangement and selection of openings, the material of the facade walls, and the arrangement of materials on the facade. The balance of aesthetic values on the façade of the building can make an interesting visual that has its own uniqueness.Abstrak: Fasad merupakan bagian yang memisahkan area luar dan dalam bangunan, yang dapat diartikan sebagai lapisan kulit atau muka dari bangunan. Estetika merupakan istilah arsitektur dalam menilai suatu keindahan pada produk arsitektur secara visual, yang memiliki nilai keindahan abstrak. Dalam menilai suatu estetika harus memiliki 3 hal yaitu utilitas/kegunaan, firmitas/kekokohan, dan venusitas/keindahan. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif yang membandingkan hasil observasi dengan teori yang ada. Bangunan yang dijadikan sebagai objek adalah bangunan rumah tinggal Desa Kenali yang merupakan perkembangan dari rumah tradisional pesagi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis estetika fasad dan tipikal fasad sesuai perkembangan zaman pada rumah tradisional Desa Kenali. Elemen pembentuk fasad adalah warna, dinding, ventilasi, entrance, kolom, atap, papan tanda, balkon dan tangga. Nilai estetika yang ditonjolkan pada fasad adalah irama, komposisi, proporsi, dan simetri yang diperlihatkan dengan penyusunan dan pemilihan bukaan, material dinding fasad, serta penataan material pada fasad. Keseimbangan nilai estetika pada fasad bangunan dapat menjadikan suatu visual yang menarik yang memiliki keunikan tersendiri