E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
    861 research outputs found

    JALUR PEDESTRIAN SEBAGAI UNSUR FISIK PEMBENTUK KARAKTER VISUAL KORIDOR JALAN DIPONEGORO SALATIGA

    Get PDF
    Abstract: Diponegoro Street is one of the main roads in Salatiga City which has a pedestrian lane with its own characteristics and can be a different identity from other roads. This characteristic can be seen in the presence of vegetation in the form of a row of large trees on the pedestrian path so that it can visually give character to the corridor of Jalan Diponegoro. In addition, the pedestrian revitalization carried out by the Salatiga City Government on Jalan Diponegoro looks quite interesting because visually it can provide perceptions that can influence the visual character of Jalan Diponegoro.. The purpose of this study was to determine the effect of pedestrian ways elements on the visual character of the corridor. The method used is an exploratory descriptive approach where the researcher acts as the main instrument in exploring and analyzing field data. The results showed that the pedestrian ways had a strong effect on the visual character formation of the corridor of Jalan Diponegoro Salatiga as a Dutch Colonial heritage area. The elements of pedestrian paths that have a strong influence are the elements of sidewalks, lighting, trash cans, seating, and vegetation. The existence of strong dominance in these elements is strengthened by the continuity of the Jalan Diponegoro Salatiga corridor so that it has a strong influence on the visual character of the corridor.Abstrak: Jalan Diponegoro merupakan salah satu jalan utama di Kota Salatiga yang memiliki jalur pedestrian dengan ciri khas tersendiri dan dapat menjadi identitas yang membedakannya dengan jalan lainnya. Ciri khas tersebut dapat dilihat dengan keberadaan vegetasi berupa deretan pohon besar di jalur pedestrian sehingga secara visual dapat memberikan karakter pada koridor Jalan Diponegoro. Selain itu, adanya revitalisasi jalur pejalan kaki yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Salatiga di Jalan Diponegoro terlihat cukup menarik karena secara visual dapat memberikan persepsi yang dapat mempengaruhi karakter visual Jalan Diponegoro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh elemen-elemen alur pejalan kaki terhadap karakter visual koridor. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif eksploratif dimana peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam menggali dan menganalisis data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur pejalan kaki berpengaruh kuat terhadap pembentukan karakter visual koridor Jalan Diponegoro Salatiga sebagai kawasan peninggalan Kolonial Belanda. Elemen jalur pejalan kaki yang memiliki pengaruh kuat adalah elemen trotoar, lampu penerangan, tempat sampah, tempat duduk, dan vegetasi. Adanya dominasi yang kuat pada elemen-elemen tersebut diperkuat dengan adanya kontinuitas pada koridor Jalan Diponegoro Salatiga sehingga memberikan pengaruh yang kuat terhadap karakter visual koridor

    EFEKTIVITAS PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUMAH TINGGAL 2 TINGKAT (STUDI KASUS: PERUMAHAN AVANI ECOPARK SEMARANG TIPE 70)

    Get PDF
    Abstract: The intensity of natural light needs to consider when designing a building, especially a residential house. This study is about the effectiveness of the natural lighting system as a correction of type 70 two-story residential building in Semarang to obtain optimal natural lighting. This research uses quantitative methods. Data were obtained from direct light intensity measurements in the morning, afternoon, and evening using lux meter for one day. The analysis also uses data generated from computer simulations to determine differences in lighting intensity conditions with two window openings as reference. The final result is comparing the measurement analysis result with the recommended standards. Observations show that horizontal window enter more light than vertical window openings. In addition, the month in calendar influences the percentage of light intensity that enters the house.Abstrak: Intensitas cahaya alami sangat perlu untuk diperhatikan ketika merancang sebuah bangunan, khususnya rumah tinggal. Pengkajian efektivitas sistem pencahayaan alami dalam penelitian ini sebagai koreksi bangunan rumah tinggal dua tingkat tipe 70 di Semarang untuk mendapatkan pencahayaan alami yang optimal. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Data diperoleh dari hasil pengukuran intensitas cahaya secara langsung pada pagi, siang, dan sore hari selama satu hari menggunakan lux meter. Analisis juga menggunakan data yang diperoleh dari simulasi komputer yang digunakan untuk mengetahui perbedaan kondisi intensitas pencahayaan dengan dua referensi luas bukaan jendela. Hasil akhir penelitian adalah melakukan perbandingan antara hasil data pengukuran dengan standar yang direkomendasikan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa luas bukaan jendela horizontal lebih banyak memasukkan cahaya dibandingkan bukaan vertikal. Selain itu, bulan dalam kalender memiliki pengaruh terhadap persentase intensitas cahaya yang masuk ke dalam rumah.Â

    PENATAAN KAMPUNG TUA TIANGWANGKANG SEBAGAI KAWASAN WISATA BERKELANJUTAN

    Get PDF
    Abstract: Kampung Tiangwangkang is one of the villages that has natural potential, namely on the coast and there is processing of marine products by the community. However, the processing of natural potential as a tourist place that is less than optimal causes the population to be far from the level of welfare. The natural products of the residents who were paid a high price were not enjoyed by the residents, but by foreign investors. Thus, this research was conducted to analyze the potential and recommend a design as a sustainability effort by utilizing this potential to the fullest. This research method is carried out by collecting data and then analyzing it using direct observation techniques which produce recommendations to solve problems. The results showed that the village of Tiangwangkang has advantages in the form of natural scenery as a visual attraction for tourists, as well as a platform that can bring tourists to the village opposite Tiangwangkang, and vice versa. Culinary buildings, which are characterized using materials and structures, are also an attraction for tourists in the area. However, apart from having advantages, it turns out that Kampung Tiangwangkang also has disadvantages, namely in terms of accessibility and reforestation.Abstrak: Kampung Tiangwangkang merupakan salah satu kampung yang memiliki potensi alam, yaitu di bagian pesisir serta terdapat pengolahan hasil laut oleh masyarakat. Namun pengolahan potensi alam sebagai tempat wisata yang kurang maksimal menyebabkan penduduknya jauh dari tingkat kesejahteraan. Hasil alam dari penduduk yang dibayar dengan harga mahal tersebut ternyata bukan dinikmati oleh penduduk, tetapi oleh investor asing. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk menganalisa potensi dan merekomendasikan suatu rancangan sebagai upaya keberlanjutan dengan memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal. Metode penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data kemudian dianalisa menggunakan teknik observasi langsung yang menghasilkan rekomendasi untuk menyelesaikan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampung Tiangwangkang memiliki kelebihan berupa pemandangan alam sebagai daya tarik visual bagi wisatawan, serta sebagai pelantar yang dapat membawa wisatawan ke kampung yang berada diseberang Tiangwangkang, begitu juga sebaliknya. Bangunan kuliner yang memiliki ciri khas dalam penggunaan material dan struktur, juga menjadi sebuah daya tarik bagi wisatawan di daerah tersebut. Namun selain memiliki kelebihan, ternyata Kampung Tiangwangkang juga memiliki kekurangan, yaitu dalam hal aksesibilitas serta penghijauan

    ANALISIS ALASAN MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN JALUR PEDESTRIAN DI KOTA BANDARLAMPUNG

    Get PDF
    Abstract: A good city is a city that is able to make it easier for people to carry out various activities in the city while still paying attention to its environmental conditions, such as the availability of pedestrian paths. The pedestrian path is a facility that functions as a space for pedestrians to carry out various activities in a city so that they can walk comfortably and safely. With pedestrian paths, a city can become a city that is more environmentally friendly, because it can reduce emissions from using motorized vehicles that can cause air pollution in an urban environment, such as cycling and walking. The purpose of this research is to find out what reasons make the people of Bandarlampung City use the pedestrian path and to find out what types of activities make people use the pedestrian path. The method used in this study is a qualitative method, data collection was carried out by distributing online questionnaires that were distributed to some of the people of Bandarlampung City. This study found the reasons for the community in using the pedestrian path which were then grouped into two groups of reasons, namely the groups of reasons which were Activity and Non-Activity in nature. The reason group that is Activity consists of the reasons for Accessibility and Kind of Activity. The non-activity group of reasons consists of Lane Comfort and Pushers. Abstrak: Sebuah kota yang baik adalah kota yang mampu memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas di dalam kota dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungannya, seperti tersedianya jalur pedestrian. Jalur pedestrian merupakan sebuah fasilitas yang berfungsi sebagai ruang bagi pejalan kaki dalam melakukan berbagai aktivitas di suatu kota agar dapat berjalan dengan nyaman dan aman. Adanya jalur pedestrian, suatu kota dapat menjadi kota yang lebih ramah lingkungan, karena dapat mengurasi emisi dari penggunaan kendaraan bermesin yang dapat mengakibatkan pencemaran udara pada suatu lingkungan perkotaan, seperti bersepeda dan berjalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan apa saja yang membuat masyarakat Kota Bandarlampung mengunakan jalur pedestrian dan  mengetahui jenis kegiatan apa saja yang membuat masyarakat menggunakan jalur pedestrian. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner online yang dibagikan kepada sebagian masyarakat Kota Bandarlampung. Penelitian ini menemukan alasan masyarakat dalam menggunakan jalur pedestrian yang kemudian dikelompokkan menjadi dua kelompok alasan, yaitu kelompok alasan yang bersifat Activity dan Non-Activity. Kelompok alasan yang bersifat Activity terdiri dari kelompok alasan Accesibility dan Kind of Activity. Kelompok alasan yang bersifat Non-Activity terdiri dari Lane Comfort dan Pushers

    ANALISIS MORFOLOGI KOTA BATAM STUDI KASUS KAMPUNG SEI JODOH

    Get PDF
    Abstract: activities to expand indefinitely. The physical city rapidly grows and develops horisontaly with a gigantic scale occupying the surrounding area urban growth does not always start from the center of the city but move from the suburbs.The city’s morphologi has undergone a metamorphosis from tradisional houses into the business and economic center city  of Batam. Morphologi is an approach in understanding the logistics form of acity and regional space. In the process of realizing the city’s morphologi about as growth of the city’s past history. The metamorphosis of the jodoh viilage which at the beginning of it.s existense in Batam city was a traditional fishing village with thousand of stilt houses with thatched roofs, now with a significant shift in civilization has made the jodoh village a center of crowds and a traditional trading center in BatamAbstrak: Pertumbuhan layaknya sebuah perkotaan telah menjadi fenomena di dunia,hal ini menyebabkan kota yang tadinya baru memulai aktivitasnya menjadi berkembang dengan cepatnya. Kondisi dari fisik sebuah kota yang dengan cepat berkembang secara horisontal dengan skala yang besar dan mempenagruhi kawasan yang berada disekitarnya. Perkembangan sebuah kota tidak selalu dimulai dari kawasan pusat kota tersebut melainkan bisa bergeser ataupun berpindah ke kawasan pinggiran. Morfologi sebuah kota mengalami metamorfosa atau perubahan dimana yang tadinya rumah rumah tradisional menjadi pusat bisnis dan perekonomian dikota Batam.Morfologi merupakan salah satu pendekatan dalam memahami bentuk fisik sebuah ruang kota dan kawasan dimana didalam proses perwujudannya, konsep morfologi kota dapat dilihat sebagai perubahan dari sejarah kota masalalu. Metamorfosa kampung jodoh yang pada awal ekistensinya kota batam ini adalah sebuah kampung nelayan tradisional dengan ribuan rumah panggung berdinding papan beratap rumbia, sekarang dengan pergeseran peradaban yang signifikan menjadikan kampung jodoh sebagai pusat keramaian dan sentra dagang tradisional batam

    ETIMOLOGI SAUJANA SEBAGAI CULTURAL LANDSCAPE

    Get PDF
    Abstract: The term Landscape has different meanings from various points of view. Landscape in the scope of planning is defined as the aesthetics of the scenery, the urban environment, the field of land cover related to visuals as well as areas related to traditional and cultural characteristics. Cultural landscape is a landscape that is formed as a result of human interaction with nature. In Indonesia, the cultural landscape is defined as Saujana. The use of the word saujana in various studies related to landscape has not been completely consistent. By using the literature study method, this study aims to examine the etymology of Saujana and its suitability with the terminology of the cultural landscape. The results of this study found that the word saujana has the closest meaning to the word Landscape, but it is not appropriate when it is paired with the term cultural landscape. The recommendation from this study is that the use of the term saujana which refers to the cultural landscape needs to be reviewedAbstrak: Istilah Landscape memiliki pemaknaan yang berbeda dari berbagai sudut pandang. Landscape dalam lingkup perencanaan diartikan sebagai sebagai estetika pemandangan, lingkungan perkotaan, bidang tutupan lahan yang berkaitan dengan visual serta area yang berkaitan dengan karakteristik adat dan budaya. Cultural landscape merupakan landscape yang terbentuk dari hasil interaksi manusia dengan alam. Di Indonesia, cultural landscape diartikan sebagai Saujana. Pengunaan kata saujana dalam berbagai penelitian yang berkaitan dengan landscape belum sepenuhnya konsisten. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etimologi saujana serta kesesuaiannya dengan terminologi cultural landscape. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa kata saujana memiliki kedekatan makna dengan kata landscape, namun tidak sesuai jika dipadankan dengan istilah cultural landscape. Rekomendasi dari studi ini adalah penggunaan istilah saujana yang merujuk pada cultural landscape perlu dikaji kembali

    KAJIAN AKSESBILITAS KAWASAN MIKRO PADA PERENCANAAN RUMAH SAKIT UNIVERSITAS BENGKULU

    Get PDF
    Abtract: Bengkulu University Hospital (UNIB Hospital) in the current time, the building has not been built physically. From the location of the building footprint and the fairly dense circulation path, we found problems in the form of an inappropriate accessibility pattern to be used as the main access route to enter the hospital area. The purpose of the study was to obtain data on the condition of the circulation path around the construction site of the UNIB Hospital. The approach consists of regional data collection and analysis using the concept of accessibility. Data analysis begins by examining the condition of vehicle circulation around the site and surrounding buildings and analyzing accessibility with the software space syntax. The results showed that 98% of respondents thought this area needed to reorganize. The results of the analysis of software space syntax on micro-accessibility in the UNIB Hospital area along the main route in front of the site, the integration value is high with a red view. In the current vehicle path surrounding the site, the integration value is knowing the yellow color. The behind area has a low integration value with a green color update. Mainline connectivity in front of the tread is high with red color options. Several connectivity lines in the site area have a blue color pattern with low connectivity.Abstrak: Rumah Sakit Universitas Bengkulu (RS UNIB) Kondisi saat ini, bentuk fisik bangunan dan kawasan belum dibangun. Ditinjau dari lokasi tapak bangunan dan jalur sirkulasi yang cukup padat, ditemukan permasalahan berupa pola aksesibilitas yang belum tepat untuk digunakan sebagai akses jalur utama untuk masuk ke dalam kawasan rumah sakit. Tujuan   penelitian  adalah mendapatkan data terukur kondisi jalur sirkulasi di sekitar lokasi pembangunan RS UNIB. Pendekatan penelitian terdiri dari pengumpulan data kawasan dan analisis dengan menggunakan konsep aksesbilitas.  Analisis data dimulai dengan menelaah kondisi sirkulasi kendaraan disekitar tapak dan bangunan sekitar serta analisis aksesbilitas dengan software space syntax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 98% reponden berpendapat kawasan yang akan dibangun RS UNIB perlu ditata kembali. Hasil analisis software space syntax  terhadap aksesbilitas mikro pada kawasan RS UNIB di sepanjang jalur utama di depan tapak, nilai integrasi adalah tinggi dengan identifikasi warna merah. Pada jalur kendaraan eksisting yang mengelilingi site, nilai integrasi adalah sedang dengan identifikasi warna kuning. Area belakang kawasan memiliki nilai integrasi rendah dengan identifikasi warna hijau. Konektifitas  jalur utama di depan tapak adalah tinggi dengan identifikasi warna merah. Beberapa jalur konektifitas di kawasan tapak memiliki identifikasi corak warna biru dengan konektifitas yang rendah

    POTENSI PENERAPAN KONSEP “LINGKUNGAN 20 MENIT†PADA KAWASAN PERMUKIMAN DI KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Abstract: The 20-minute neighbourhood is becoming a popular concept today to create inclusive, livable, and sustainable residential areas. Namely by designing residential areas that are living locally, where residents can move and fulfill their daily lives just by walking for 20 minutes. To achieve this, it takes a residential area that has characteristics following the concept of a 20-minute neighbourhood. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. This study aims to examine the elements of residential areas located in Krobokan Village, West Semarang District, so that its potential is known for the application of the concept 20-minute neighbourhood in Semarang City. The results of the study indicate that the residential areas have been following the characteristics of the concept of the 20-minute neighbourhood, namely an area equipped with various basic facilities with a short distance from the place of residence. It's just that the condition of the existing neighbourhood infrastructure is not yet walkable or friendly to pedestrians.Abstrak: Lingkungan 20 menit menjadi konsep yang populer saat ini untuk menciptakan suatu kawasan permukiman yang inklusif, layak huni, dan berkelanjutan. Yaitu dengan merancang kawasan permukiman yang bersifat living locally atau hidup secara lokal, dimana penghuninya dapat beraktivitas dan memenuhi kehidupan sehari – hari hanya dengan berjalan kaki selama 20 menit. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kawasan permukiman yang memiliki karakteristik sesuai dengan konsep lingkungan 20 menit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Bertujuan untuk mengkaji unsur – unsur kawasan permukiman yang berlokasi di Kelurahan Krobokan Kecamatan Semarang Barat, agar diketahui potensinya bagi penerapan konsep lingkungan 20 menit di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan permukiman telah memiliki kesesuai dengan karakteristik konsep lingkungan 20 menit, yakni kawasan yang dilengkapi dengan berbagai sarana fasilitas dasar dengan jarak yang dekat dari tempat tinggal. Hanya saja kondisi prasarana lingkungan yang ada belum walkable atau ramah bagi pejalan kaki

    ADAPTASI DESAIN SIRKULASI GANG KAMPUNG SEKAYU SEMARANG SEBAGAI RUANG PUBLIK RESPONSIF PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Abstract: Public spaces need to adapt to the COVID-19 pandemic by supporting the implementation of health protocols, so they do not become places for the virus to spread, one of which is the implementation of physical distancing. Alleys in urban kampung as public spaces are undoubtedly prone to spread the virus. The narrow width of the alley makes it difficult for people to implement physical distancing like the alley in Sekayu Kampong in Semarang, which has not shown any adaptation, especially the adaptation of circulation design to support the implementation of physical distancing. The research aims to find and recognize the need for a design for circulation alleys in Sekayu Kampong as a public space responsive to the COVID-19 pandemic. This research approach is quantitative. There are two stages of analysis—first, the user typology analysis in Sekayu Kampong through the behavior and place setting methods. The result is user characteristics: gathering at alley intersections, gathering in alleyways and mobilizing on alleyways. Second, analysis of the needs of circulation design elements with quantitative descriptive methods. Two aspects result. Aspects of the circulation path resulted in a design requirement to utilize another alleyway as an alternative route. Aspects of the direction of circulation resulted in design requirements in circulation signposts and the application of a two-way system that is used alternately, which is applied on Sekayu alley.Abstrak: Ruang publik perlu beradaptasi terhadap pandemi COVID-19 dalam mendukung penerapan protokol kesehatan agar tidak menjadi tempat penyebaran virus, salah satunya penerapan physical distancing. Gang di kampung Kota sebagai ruang publik tentu rawan menjadi tempat penyebaran virus. Ukuran lebar gang yang sempit cenderung membuat masyarakat sulit menerapkan physical distancing. Seperti halnya gang di Kampung Sekayu, Kota Semarang yang belum menunjukkan adanya adaptasi, khususnya adaptasi desain sirkulasi untuk mendukung penerapan physical distancing. Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan mengenali kebutuhan desain sirkulasi gang di Kampung Sekayu sebagai ruang publik yang responsif terhadap pandemi COVID-19.  Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Terdapat dua tahap analisis. Pertama, analisis karakteristik pengguna gang di Kampung Sekayu dengan metode behaviour dan place setting. Hasilnya adalah karakteristik pengguna yaitu berkumpul di persimpangan gang, berkumpul di badan jalan gang dan mobilisasi di badan jalan gang. Kedua, analisis kebutuhan elemen desain sirkulasi dengan metode deskriptif kuantitatif. Terdapat dua aspek yang dihasilkan. Aspek jalur sirkulasi dihasilkan kebutuhan desain berupa bentuk pemanfaatan jalur gang lain sebagai jalur alternatif. Aspek arah sirkulasi dihasilkan kebutuhan desain berupa penggunaan papan penunjuk arah sirkulasi dan penerapan sistem dua arah secara bergantian yang diberlakukan di Jalan Sekayu Masjid

    PENILAIAN KEBERLANJUTAN KOTA TERHADAP KETAHANAN ENERGI DAN INFRASTRUKTUR MENGGUNAKAN KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPIS) (Studi Kasus Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi )

    Get PDF
    Abstract: During development process, incorporation of urban aspects becomes important thing, on the other side it has been recognized that environmental damage and effects global warming are serious threat; this is also exacerbated by the level of density, as well as high urban population activities. Thus, the different application methods, techniques and assessment instruments for sustainable cities needs to be realized, this aims to find out how cities can become more sustainable in future. The method applied to solve problem is to use Key performance indicators (KPIs) for assessing aspects urban sustainability, especially in terms of energy resilience and infrastructure. This research was conducted using the method of selecting several points from KPIs related to energy resilience and infrastructure to measure sustainability performance at urban level using the Analytic Hierarchy Process (AHP) approach. The results are then applied to the sustainable urban planning process. This model was then tested and applied in a case study based on Tarumajaya sub-district. Until finally, this research can provide knowledge about strategies for implementing KPIs to improve city sustainability and can be developed by applying indicators into urban planning to support Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.Abstrak: Selama proses pembangunan, penggabungan dari aspek-aspek perkotaan menjadi hal yang penting, disisi lain telah diketahui bahwa kerusakan lingkungan dan efek pemanasan global menjadi ancaman serius; hal ini juga diperparah dengan tingkat kepadatan, serta aktifitas penduduk kota yang tinggi. Dengan demikian, penerapan metode, teknik, dan instrumen penilaian yang berbeda untuk kota berkelanjutan perlu untuk direalisasikan, hal ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana kota bisa menjadi lebih berkelanjutan di masa yang akan datang. Metode yang diterapkan untuk penyelesaian permasalahan adalah menggunakan Key performance indicators (KPIs) untuk penilaian aspek keberlanjutan kota khususnya pada segi ketahanan energi dan infrastruktur, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan kota berkelanjutan dimana pembangunan dan lingkungan dapat saling terintegrasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode pemilihan beberapa poin dari KPIs yang berkaitan dengan ketahanan energi dan infrastruktur untuk mengukur kinerja keberlanjutan di tingkat perkotaan dengan pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP). yang kemudian hasilnya diaplikasikan kedalam proses perencanaan kota keberlanjutan. Model ini kemudian diuji dan diterapkan dalam studi kasus berdasarkan keadaan kecamatan Tarumajaya. Hingga akhirnya, Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan tentang strategi penerapan KPIs untuk meningkatkan keberlanjutan kota serta dapat dikembangkan dengan mengaplikasikan indikator ke dalam perencanaan kota untuk mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) 2030

    759

    full texts

    861

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Kebangsaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇