E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
PERSPEKTIF TEKNIS DAN TEKNOLOGIS DALAM PERKEMBANGAN DESAIN RUMAH BERBIAYA RENDAH DI INDONESIA
Abstract: House is a building that has a functions as a residence. The house plays an important role for life because humans need a permanent place to live. A house must have a strong and stable structure so that it can protect and secue its residents. But in reality, many houses are built with nonstandard structures. For many cases, limited cost become the obstacles in building house. The main problem in designing residential houses in Indonesia is the 'old-fashioned' way of thinking that involving an architect must have expensive costs. So over time, Indonesian architects began to create and develop low-cost home design concepts. Lowcast house does not mean reducing its design quality, but implementing efficient strategies in building structure and material. This research case study are several houses in Indonesia designed by renowned architects with the main focus on low-cost house design. This study aims to identify the optimal and efficient use of materials in low-cost housing elements, then the analysis is conducted with secondary data sources through the literature study method. From this research it was found that lowcast house design is consider the use of material in structural and non-structural building elements. Exposed building material and efficient structure grid module is an effective way to reduce the cost of house building construction.Abstrak: Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian. Rumah berperan penting bagi kehidupan karena manusia memerlukan tempat tinggal yang tetap. Bangunan rumah harus memiliki struktur yang kuat dan stabil sehingga dapat memberikan perlindungan dan keamanan bagi penghuninya. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit rumah-rumah yang dibangun dengan struktur seadanya. Hal ini biasanya dikarenakan oleh keterbatasan biaya dalam membangun rumah. Permasalahan utama perancangan rumah tinggal di Indonesia adalah pola pikir masyarakat yang masih ‘kuno’ menganggap bahwa sebuah perancangan bangunan yang melibatkan arsitek pasti memiliki biaya yang mahal. Maka seiring berjalannya waktu, para arsitek Indonesia mulai menciptakan dan mengembangkan konsep desain rumah berbiaya rendah. Desain rumah murah bukan berarti mengurangi kualitas desainnya, melainkan menerapkan beberapa strategi yang efisien dalam merancang rumah terkait struktur dan materialnya. Penelitian ini mengambil studi kasus berupa beberapa rumah di Indonesia karya arsitek ternama dengan fokus utama desain rumah berbiaya rendah sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan jenis material yang optimal dan efisien dalam elemen rumah berbiaya rendah. Analisis dilakukan dengan sumber data sekunder melalui metode studi literatur. Dari penelitian ini ditemukan bahwa untuk mewujudkan rancangan rumah dengan biaya relatif rendah adalah dengan cara mempertimbangkan penggunaan material pada elemen struktur dan non-struktur. Selain itu penyelesaian material dengan cara di ekspos serta penggunaan grid struktur yang tepat merupakan cara yang efektif untuk menekan biaya pembangunan rumah
IMPLEMENTASI ADAPTIF PADA DALEM WURYANINGRATAN
Abstract: Adaptive is a strategic step taken in conservation activities in heritage buildings. This strategy is considered to be wiser in to maintaining heritage buildings, that can also provide solutions for their sustainability. The adaptive strategy also applied to one of the heritage buildings in the city of Surakarta, Dalem Wuryaningratan. The building which has unique architectural and interior forms, considerate as a attraction for visitor of the Danar Hadi Batik museum. This study aims to determine conservation and transformation measures are applied to these heritage buildings. The research method used a qualitative descriptive method. The adaptive strategy is a solution in the conservation steps of Dalem Wuryaningratan. Not only improving the visual appearance of the building, but also for fullfill current building function. Through this paper, it is hoped that it can reminded to the public and policy makers the importance of preserving heritage buildings. The adaptive approach is a creative solution for designers and architects in accomodating sustainability issues in heritage building. Addaptive aproach can also be a source of inspiration for other cities in dealing with the conservation of their heritage buildings.Abstrak: Adaptif merupakan langkah strategis yang dilakukan dalam kegiatan konservasi pada bangunan heritage. Strategi tersebut dinilai lebih bijak dimana selain mempertahankan bangunan heritage tetap berdiri juga dapat memberi solusi untuk keberlanjutannya (sustainable). Strategi adaptif juga diterapkan pada salah satu bangunan heritage di kota Surakarta yakni Dalem Wuryaningratan. Bangunan dengan keunikan bentuk arsitektur dan interiornya menjadi daya tarik museum Batik Danar Hadi. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana langkah konservasi dan tranformasi yang diterapkan pada bangunan heritage tersebut. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Strategi adaptif menjadi solusi dalam konservasi Dalem Wuryaningratan. Tidak hanya memperbaiki tampilan visual bangunan tetapi juga menjawab kebutuhan akan fungsi bangunan pada saat ini maupun yang akan datang. Melalui tulisan ini diharapkan dapat menyadarkan kembali kepada masyarakat dan para pengambil kebijakan akan pentingnya pelestarian bangunan heritage. Pendekatan adaptif merupakan solusi kreatif bagi desainer dan arsitek dalam menjawab isu keberlanjutan. Pendekatan adaptif juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi kota-kota lainnya dalam menangani konservasi bangunan heritagenya.Â
IDENTIFIKASI PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENERAPAN IDENTITAS VISUAL PADA ELEMEN INTERIOR COWORKING SPACE DIGITAL VALLEY
Abstract: Modern life encourages the creation of new patterns of worker relations and various ways of working. A co-working space is a facility created because of these changes. Not all of the existing co-working spaces have the same goals and concepts. The need for a brand identity to provide differentiation from other co-working spaces can be done through the implementation of a visual identity in the interior so that it is easy for consumers to remember. This study will discuss the identification of public perceptions in spatial planning, use of color, material selection, use of lighting types, application of forms, and use of furniture in Co-working Space Digital Valley. This study uses a descriptive qualitative method which is carried out by analyzing the theory of brand identity applications on the interior design elements of the Digital Valley Co-working Space. The data collection method used is the method of observation and questionnaires. Questionnaires are used as an analysis of public perceptions with the determination of respondents using random sampling. The results show that the application of visual identity in Co-working Space Digital Valley is still less than optimal based on three fundamental components that have a strong impact on the existence of a brand, which can be seen from the perceptions of respondents who show neutral and negative responses on several criteria. This research can be used as a consideration in the application of visual identity in Co-working Space Digital Valley.Abstrak: Kehidupan modern yang mendorong terciptanya pola hubungan pekerja baru dan berbagai macam cara dalam bekerja. Co-working space menjadi fasilitas yang tercipta karena adanya perubahan tersebut. Co-working space yang ada tidak semuanya memiliki tujuan dan konsep yang sama. Perlu adanya sebuah identitas brand untuk memberikan diferensiasi dengan co-working space yang lain, dapat dilakukan melalui implementasi identitas visual pada interior agar mudah untuk diingat oleh konsumen. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai identifikasi perpesi masyarakat dalam penataan ruang, penggunaan warna, pemilihan material, penggunaan jenis pencahayaan, penerapan bentuk, serta penggunaan furniture di Co-working Space Digital Valley. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan cara melakukan analisis teori aplikasi brand identity pada elemen desain interior Co-working Space Digital Valley. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan kuesioner. Kuesioner digunakan sebagai analisis persepsi masyarakat dengan penentuan responden menggunakan random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan visual identity pada Co-working Space Digital Valley masih kurang optimal berdasarkan tiga komponen fundamental yang memberikan dampak yang kuat pada eksistensi dari sebuah brand, dimana dapat dilihat dari persepsi responden yang menunjukkan respon netral dan negatif pada beberapa kriteria. Penelitian ini dapat digunakan untuk menjadi pertimbangan dalam penerapan visual identity pada Co-working Space Digital Valley
KONSEP OPTIMALISASI KENYAMANAN TERMAL PADA PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN BAHASA ASING DI BANDA ACEH
Abstract: In order to support its function, the educational building is required to provide thermal comfort for the user. The thermal comfort affects the learning quality that occurs in the classroom. It is a challenge for the designed objects in a tropical region. Therefore, this design research aims to implement a tropical concept using the passive approach to optimize the building’s thermal comfort. The data is collected through literature review and site studies. This design research produces a designed object that implements the passive approaches through building design and layout, the use of sloping roof, the optimization of the cross-ventilation system, the use of exterior bright color, and outdoor space arrangement.Abstrak: Untuk mendukung fungsinya, bangunan pendidikan dituntut untuk memberikan kenyamanan termal bagi pengguna. Kenyamanan termal mempengaruhi kualitas pembelajaran yang terjadi di ruang belajar. Hal ini menjadi tantangan bagi objek rancangan yang berada di daerah tropis. Oleh karena itu, penelitian perancangan ini berupaya menerapkan konsep tropis dengan pendekatan pasif untuk mengoptimalkan kenyamanan termal pada bangunan. Data dikumpulkan melalui kajian literature dan studi tapak. Penelitian perancangan ini menghasilkan objek rancangan yang mengaplikasikan pendekatan pasif melalui desain bentuk dan tata bangunan, penggunaan atap miring, optimalisasi system ventilasi silang, penggunaan warna cerah pada kulit bangunan serta penyediaan dan penataan ruang luar.  Â
HUBUNGAN PERILAKU PENGGUNA DENGAN DESAIN SUASANA RUANG UTAMA DI FOLKAFE SEMARANG
Abstract: The emergence of cafes in crowded areas, one of which is that universities are one reason for users (students) to make cafes a place to study. The phenomenon of behavior is the behavior of cafe users towards the design of the atmosphere of the space created based on a specific purpose. It can be interpreted that users who feel like or are suitable for the design of the cafe room atmosphere will carry out the purpose of designing the cafe room atmosphere design.The aim of this research is to explain that the design of the main room atmosphere in Folkafe affects the behavior of users in doing tasks. The research method used is a quantitative method with descriptive statistical analysis, namely a research method that seeks to describe a symptom, event, event to get the most results of the questionnaire.The results of this study are the design of the main room atmosphere of the Folkafe affects the behavior of its users and provides comfort from various aspects, namely the comfort of the senses of the eyes, ears, skin sensory comfort, privacy, convenience and comfort.Abstrak: Munculnya kafe di daerah keramaian, salah satunya adalah perguruan tinggi menjadi satu alasan pengguna (mahasiswa) untuk menjadikan kafe sebagai tempat belajar. Fenomena perilaku tersebut adalah perilaku pengguna kafe terhadap desain suasana ruang yang diciptakan berdasarkan dengan tujuan tertentu. Bisa diartikan bahwa pengguna yang merasa menyukai atau cocok terhadap desain suasana ruang kafe akan melakukan tujuan dari dirancangnya desain suasana ruang kafe.Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah ingin menjelaskan bahwa desain suasana ruang utama di Folkafe mempengaruhi perilaku pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisa statistik deskriptif, yaitu metode penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian untuk mendapatkan hasil angket yang terbanyak.Hasil dari penelitian ini adalah desain suasana ruang utama Folkafe mempengaruhi perilaku penggunanya dan memberikan kenyamanan dari berbagai aspek yaitu kenyamanan indera mata, telinga, kenyamanan sensori kulit, privasi, kemudahan dan kenyamanan.  Informasi Naskah:Diterima: 3 April 2022Direvisi:17 April 2022Disetujui terbit:15 Mei 2022Diterbitkan:  Cetak:29 Juni 2022 Online15 Juni 2022   Abstract: The emergence of cafes in crowded areas, one of which is that universities are one reason for users (students) to make cafes a place to study. The phenomenon of behavior is the behavior of cafe users towards the design of the atmosphere of the space created based on a specific purpose. It can be interpreted that users who feel like or are suitable for the design of the cafe room atmosphere will carry out the purpose of designing the cafe room atmosphere design.The aim of this research is to explain that the design of the main room atmosphere in Folkafe affects the behavior of users in doing tasks. The research method used is a quantitative method with descriptive statistical analysis, namely a research method that seeks to describe a symptom, event, event to get the most results of the questionnaire.The results of this study are the design of the main room atmosphere of the Folkafe affects the behavior of its users and provides comfort from various aspects, namely the comfort of the senses of the eyes, ears, skin sensory comfort, privacy, convenience and comfort.Keyword: main room atmosphere design, user behavior, cafe Abstrak: Munculnya kafe di daerah keramaian, salah satunya adalah perguruan tinggi menjadi satu alasan pengguna (mahasiswa) untuk menjadikan kafe sebagai tempat belajar. Fenomena perilaku tersebut adalah perilaku pengguna kafe terhadap desain suasana ruang yang diciptakan berdasarkan dengan tujuan tertentu. Bisa diartikan bahwa pengguna yang merasa menyukai atau cocok terhadap desain suasana ruang kafe akan melakukan tujuan dari dirancangnya desain suasana ruang kafe. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah ingin menjelaskan bahwa desain suasana ruang utama di Folkafe mempengaruhi perilaku pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisa statistik deskriptif, yaitu metode penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian untuk mendapatkan hasil angket yang terbanyak.Hasil dari penelitian ini adalah desain suasana ruang utama Folkafe mempengaruhi perilaku penggunanya dan memberikan kenyamanan dari berbagai aspek yaitu kenyamanan indera mata, telinga, kenyamanan sensori kulit, privasi, kemudahan dan kenyamanan. Kata kunci : desain suasana ruang utama, perilaku pengguna, kaf
Penyesuaian Desain Ruang Terhadap Perubahan Aktivitas Pengguna Di Era New Normal Studi Kasus : Plaza Pragolo
Abstract:The current COVID-19 pandemic has had a significant impact on the tourism and creative economy sectors as well as on the industrial and trade sectors for MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises). The impact of the Covid-19 pandemic has also affected the Plaza Pragolo MSME Center. The space at Plaza Pragolo has not had a good response to the pandemic situation. The current condition of the space is not yet organized and does not meet the standards. The current pandemic situation has resulted in changes in human activities and habits. Based on field observations carried out at Plaza Pragolo, it was found that there was a need for adjustments to room facilities, circulation, and distance arrangements, as well as space design for the pandemic situation in the interior space. The purpose of this study was to determine the adjustment of the design of the space contained in the interior space in the public space of the Plaza Pragolo Pati MSME Center due to changes in space user activities in the new normal era of the Covid-19 pandemic. The method used in this research is the descriptive qualitative research method. Data was collected through interviews with plaza managers and direct observation of the location of the case study. The problems that occur and the data obtained will then be analyzed. The final result of the analysis can be concluded that in the interior space of Plaza Pragolo there has not been any room design adjustment that meets health protocol standards for changes in activity in the new normal era of the Covid-19 pandemic.Abstrak: Pandemi COVID-19 saat ini memberikan dampak yang signifikan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif serta berpengaruh terhadap sektor perindustrian dan perdagangan pada UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Dampak pandemi Covid-19 juga berimbas pada Pusat UMKM Plaza Pragolo. Ruang pada Plaza Pragolo belum memiliki respon yang baik terhadap situasi pandemi. Kondisi ruang saat ini belum terorganisir dan belum memenuhi standar. Situasi pandemi saat ini mengakibatkan adanya perubahan aktivitas dan kebiasaan manusia. Berdasarkan observasi lapangan yang dilakukan pada Plaza Pragolo ditemukan perlunya penyesuaian pada fasilitas ruang, pengaturan sirkulasi dan jarak, serta desain ruang terhadap situasi pandemi pada ruang interiornya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyesuaian desain ruang yang terdapat dalam ruang interior pada ruang publik Pusat UMKM Plaza Pragolo Pati dikarenakan adanya perubahan aktivitas pengguna ruang di era new normalpandemi Covid-19. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pengelola plaza dan observasi langsung ke lokasi studi kasus. Permasalahan yang terjadi dan data yang diperoleh kemudian akan dianalisis. Hasil akhir dari analisis tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pada ruang interior Plaza Pragolo belum ditemukan penyesuaian desain ruang yang memenuhi standar protokol kesehatan terhadap adanya perubahan aktivitas di era new normal pandemi Covid-19.Â
POTENSI VISUAL DAN STORYTELLING EKOWISATA BUKIT PANGONAN DI ERA DIGITAL
Obyek wisata Bukit Pangonan Kabupaten Banyumas mempunyai potensi dalam pengembangan tujuan wisata yang hijau, sehat, alami dan lokal di era digital. Potensi visual tidak hanya terkait dengan estetika, namun juga nilai dan makna yang lebih luas, seperti: kebahagiaan, pengalaman, pengetahuan, kenangan (memori), konektivitas sosial, bahasa dan aktualisasi diri dalam bentuk narasi cerita (storytelling). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi visual obyek wisata bukit Pangonan Kabupaten Banyumas. Potensi visual yaitu visual yang unik dan bernilai dari obyek wisata tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif eksploratif melalui studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terbuka (open-ended), wawancara dan studi dokumen dari berbagai sumber yang terpublikasi maupun yang tidak terpublikasi. Data kemudian diolah secara kualitatif dengan metode open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menemukan bahwa potensi visual fisik kawasan wisata Bukit Pangonan adalah:Â view diatas bukit, wisata hijau-sehat-alami, dan wisata lokal. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor unik dan bernilai yang dapat menciptakan sense of place Bukit Pangonan. Namun demikian, utilitas marjinal akan semakin menurun seiring dengan intensitas kunjungan, sehingga peran kreativitas diperlukan untuk memperkuat potensi visual branding kawasa
KONTEKSTUAL DALAM ARSITEKTUR: Adaptasi Bangunan di Komplek Gedung Negara Cirebon
Abstract: Indonesia has various of cultural heritages, both from local and immigrant culture. Gedung Negara, which previous called Residency Building, is one of the Dutch colonial government legacies in Cirebon city. Since its founding in 1865 until now this building has several times changed its name and function. This encourages various changes, additions, demolitions and transformations as an effort to adapt to new functions. The problem occurs if there is no context between new buildings and Gedung Negara as a cultural heritage building. This paper aims to determine the adaptation of architectural style of new buildings to Gedung Negara. By observing, a description of the function, form and architectural style of the new buildings around the Gedung Negara is obtained. Is there any architectural context betweem new buildings and Gedung Negara? How will the adaptation of these new buildings be? The architectural style context between new buildings and heritage buildings is highly recommended so that the new building can coexist in harmony with the cultural heritage building. It is hoped that the change of functions will not eliminate the uniqueness of the Indische Empire style and the Gedung Negara as a cultural heritage building in Cirebon city should be preserved well.Abstrak: Indonesia memiliki berbagai warisan budaya, baik yang berasal dari budaya lokal maupun budaya pendatang. Gedung Negara yang semula bernama Gedung Karesidenan adalah salah satu warisan Pemerintah Kolonial Belanda di kota Cirebon. Sejak didirikan tahun 1865 hingga saat ini gedung ini telah mengalami beberapa kali pergantian nama dan fungsi. Hal ini mendorong terjadinya berbagai perubahan, penambahan, pembongkaran maupun transformasi sebagai upaya adaptasi terhadap fungsi barunya. Permasalahan terjadi apabila tidak ada konteks antara bangunan baru dengan Gedung Negara sebagai bangunan cagar budaya. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi bentuk dan gaya arsitektur bangunan-bangunan baru terhadap Gedung Negara. Dengan melakukan observasi diperoleh gambaran fungsi, bentuk dan gaya arsitektur bangunan-bangunan baru di sekitar Gedung Negara. Apakah ada konteks gaya arsitektur antara bangunan baru dengan Gedung Negara? Bagaimana bentuk adaptasi bangunan-bangunan baru tersebut? Konteks gaya arsitektur antara bangunan baru dengan bangunan cagar budaya sangat disarankan agar bangunan baru dapat bersanding harmoni dengan bangunan cagar budaya. Diharapkan alih fungsi tidak menghilangkan keunikan gaya Indische Empire dan Gedung Negara sebagai bangunan cagar budaya di kota Cirebon sudah selayaknya dilestarikan dengan baik
PENGARUH SETING SKYBRIDGE PANDANARAN TERHADAP ATRIBUT KENYAMANAN DAN AKSESIBILITAS PENGGUNA
Abstract: Pandanaran is one of the most congested roads in Semarang city, which is strategically located and known as the center of souvenir area of Semarang. The souvenir center on Jalan Pandanaran is often considered a source of congestion due to the unorganized parking area on the side of Pandanaran street. To slove this problem, Semarang City Government built a parking building at Semarang City Health Office. The parking building has 11 floors that can accommodate cars and motorbikes and equipped with elevator and Skybridge as connecting route. However, in reality there are still many people not to use the skybridge. The purpose of this research to determine the effect of Pandanaran skybridge setting on the convenience and accessibility attributes users of Pandanaran street. This research uses descriptive quantitative methods with research data obtained through questionnaires. Data analysis used descriptive statistical analysis techniques and place-centered mapping. The result of this research is that many visitors to the souvenir center use skybridge as the main link between the parking building and the souvenir area. Some of the reasons visitors use skybridge to get to the souvenir area is short travel time, providing a sense of convenience and safety. Abstrak: Pandanaran merupakan salah satu jalan yang cukup padat di Kota Semarang yang terletak strategis dan dikenal sebagai pusat oleh-oleh Semarang. Pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran seringkali dianggap menjadi sumber kemacetan dikarenakan tidak tertatanya area parkir di sisi Jalan Pandanaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Semarang membangun gedung parkir yang menempati lahan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Gedung parkir tersebut memiliki 11 lantai yang dapat menampung mobil dan motor serta dilengkapi lift dan skybridge sebagai jalur penghubung. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang lebih memilih untuk tidak menggunakan skybridge. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terkait seting skybridge pandanaran terhadap atribut kenyamanan dan aksesibilitas pengguna jalan pandanaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data penelitian yang diperoleh melalui kuesioner. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan place-centered mapping. Hasil dari penelitian ini adalah banyak pengunjung pusat oleh-oleh yang menggunakan skybridge sebagai penghubung utama antara gedung parkir menuju Kawasan oleh-oleh. Beberapa alasan pengunjung menggunakan skybridge untuk menuju pusat oleh-oleh salah satunya waktu tempuh yang singkat serta memberikan rasa nyaman dan ama
PENGOLAHAN PUPUK CAIR ORGANIK KOMBINASI LIMBAH PERTANIAN DAN KOTORAN SAPI
Limbah pertanian dan kotoran sapi berdampak pada kebersihan lingkungan, sumber penyakit sehingga perlu adanya pengolahan menjadi produk yang lebih bermanfaat seperti pupuk organik cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan parameter fisika selama proses pembuatan pupuk organik cair, untuk mengetahui pengaruh kombinasi bahan baku (kotoran sapi) terhadap parameter kimia pupuk organik cair matang dan perbandingan dengan standar kualitas peraturan Menteri Pertanian no. 261 tahun 2019. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan 2 perlakuan A (kotoran sapi 1kg sekam padi dan daun kering 0,50kg) dan B (kotoran sapi 1,5kg, sekam padi dan daun kering 0,5kg) selanjutnya pengujian data menggunakan uji regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil penelitian pengolahan pupuk cair organik kombinasi limbah pertanian dan kotoran sapi maka dapat kesimpulan sebagai berikut. Proses pengomposan berjalan dengan baik ditunjukan dengan perubahan parameter fisika yang berjalan normal yaitu pH pada rentang 5-7. Kombinasi bahan baku (kotoran sapi) berpengaruh secara signifikan (α < 0,05) terhadap peningkatan nilai parameter C-organik, N total, Fosfor dan Kalium. Semakin besar penambahan kotoran sapi maka semakin besar nilai C-organik, N total, Fosfor dan Kaliumnya. Nilai parameter kimia terbaik yang memenuhi standar kualitas Peraturan Menteri Pertanian No. 261 Tahun 2019 adalah C-organik 12,95%, N total 3,27%, Fosfor 3,57%, dan Kalium 3,02% yang berasal dari Pupuk Organik Cair B