E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
Analisa Efisiensi Strategi Penerapan Konsep Green Building dalam Desain Bangunan Perpustakaan Universitas Indonesia
Abstract: The library, as a learning center, plays a crucial role in providing information and serving as a model for sustainable architectural development. Libraries often consume a significant amount of energy for lighting, cooling, and other equipment, increasing carbon emissions and negative environmental impacts. In this context, the green building concept at the University of Indonesia Library is highly relevant. This study examines the application of this concept in the library's design, focusing on strategy efficiency. The method involves literature analysis and case studies. Data was obtained through literature searches on green building concepts in library design and a case study at the University of Indonesia Library. The research aims to elaborate on strategies for applying the green building concept to the library's design using Greenship for New Buildings Version 1.2 by the Green Building Council Indonesia (GBCI). Results show that implementing the green building concept can significantly reduce environmental impacts through the use of eco-friendly materials, optimization of natural lighting and ventilation, efficient water and energy management, and integration of green open spaces. This research is expected to provide insights into developing library designs that meet user needs while minimizing environmental footprints, contributing to sustainable development.
Keyword: Green Building, Library, Sustainable
Abstrak: Perpustakaan sebagai pusat pembelajaran memiliki peran penting dalam penyediaan informasi dan sebagai model praktik pembangunan arsitektur berkelanjutan. Perpustakaan sering mengonsumsi banyak energi untuk pencahayaan, pendingin ruangan, dan peralatan lainnya, yang meningkatkan emisi karbon dan dampak negatif pada lingkungan. Dalam konteks ini, konsep green building pada perpustakaan Universitas Indonesia menjadi sangat relevan. Penelitian ini mengkaji penerapan konsep green building dalam desain bangunan perpustakaan Universitas Indonesia dengan fokus pada efisiensi strategi yang digunakan. Metode yang digunakan adalah analisis literatur dan studi kasus. Data diperoleh melalui penelusuran literatur tentang konsep green building dalam desain perpustakaan dan studi kasus pada perpustakaan Universitas Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menyusun strategi penerapan konsep green building pada perancangan gedung perpustakaan Universitas Indonesia dengan menggunakan panduan Greenship untuk Bangunan Baru Versi 1.2 yang dibuat oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep green building dapat secara signifikan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan melalui penggunaan material ramah lingkungan, optimalisasi pencahayaan dan ventilasi alami, efisiensi pengelolaan air dan energi, serta integrasi ruang terbuka hijau. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai pengembangan desain perpustakaan yang mendukung kebutuhan pengguna dan meminimalkan jejak lingkungan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Kata Kunci: Green Building, Perpustakaan, BerkelanjutanPerpustakaan sebagai pusat pembelajaran memiliki peran penting dalam penyediaan informasi dan sebagai model praktik pembangunan arsitektur berkelanjutan. Perpustakaan sering mengonsumsi banyak energi untuk pencahayaan, pendingin ruangan, dan peralatan lainnya, yang meningkatkan emisi karbon dan dampak negatif pada lingkungan. Dalam konteks ini, konsep green building pada perpustakaan Universitas Indonesia menjadi sangat relevan. Penelitian ini mengkaji penerapan konsep green building dalam desain bangunan perpustakaan Universitas Indonesia dengan fokus pada efisiensi strategi yang digunakan. Metode yang digunakan adalah analisis literatur dan studi kasus. Data diperoleh melalui penelusuran literatur tentang konsep green building dalam desain perpustakaan dan studi kasus pada perpustakaan Universitas Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menyusun strategi penerapan konsep green building pada perancangan gedung perpustakaan Universitas Indonesia dengan menggunakan panduan Greenship untuk Bangunan Baru Versi 1.2 yang dibuat oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep green building dapat secara signifikan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan melalui penggunaan material ramah lingkungan, optimalisasi pencahayaan dan ventilasi alami, efisiensi pengelolaan air dan energi, serta integrasi ruang terbuka hijau. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai pengembangan desain perpustakaan yang mendukung kebutuhan pengguna dan meminimalkan jejak lingkungan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan
Penerapan Pendekatan Creative Leisure Space dalam Desain Taman Buku dan Majalah di Surakarta
Abstract: Surakarta is considered as a city of literacy due to its strong history background in writing. However, the reading interest of its residents is largely accommodated through informal spaces, as formal reading facilities and government-provided facilities are often perceived as uncomfortable, overly rigid, and inaccessible to all groups. This design aims to present a Book and Magazine Park with a creative leisure space approach, which combines educational, social, and recreational functions in a single public space. The methods used are qualitative, including observation, literature review, site and activity analysis, and the exploration of architectural concepts and forms. The design approach is implemented through the arrangement of open and semi-open spaces, barrier-free universal circulation paths, multiple building masses, creative architectural elements, the use of color, textures and materials, as well as the integration of natural landscapes. The result is a space that supports comfort, social interaction, and reading interest in a relaxed atmosphere, while subtly stimulating creativity.
Keywords: Surakarta, literacy, public space, book and magazine park, creative leisure space
Abstrak: Kota Surakarta diwacanakan sebagai kota literasi karena memiliki latar belakang rekam jejak Sejarah dalam penulisan. Namun demikian, minat baca Masyarakat di Surakarta sebagian besar terfasilitasi melalui ruang-ruang informal, karena ruang baca formal dan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah dirasa belum cukup nyaman, terlalu kaku, dan belum mampu menjangkau seluruh kalangan. Perancangan ini bertujuan menghadirkan Taman buku dan Majalah dengan pendekatan creative leisure space, yang menggabungkan fungsi edukatif, sosial, dan rekreatif dalam satu kesatuan ruang publik. Metode yang digunakan bersifat kualitatif, meliputi observasi, studi literatur, analisis lokasi dan aktivitas, serta eksplorasi konsep dan bentuk arsitektural. Pendekatan diimplementasikan melalui pengolahan ruang terbuka dan semi terbuka, jalur sirkulasi universal tanpa hambatan, komposisi massa jamak, elemen-elemen kreatif, penggunaan warna, tekstur dan material, dan integrasi lanskap alami. Hasilnya adalah ruang yang mendukung kenyamanan, interaksi, peningkatan minat baca secara yang santai, sekaligus mendorong kreativitas secara halus.
Kata Kunci: Surakarta, literasi, ruang public, taman buku dan majalah, creative leisure space Kota Surakarta diwacanakan sebagai kota literasi karena memiliki latar belakang rekam jejak Sejarah dalam penulisan. Namun demikian, minat baca Masyarakat di Surakarta sebagian besar terfasilitasi melalui ruang-ruang informal, karena ruang baca formal dan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah dirasa belum cukup nyaman, terlalu kaku, dan belum mampu menjangkau seluruh kalangan. Perancangan ini bertujuan menghadirkan Taman buku dan Majalah dengan pendekatan creative leisure space, yang menggabungkan fungsi edukatif, sosial, dan rekreatif dalam satu kesatuan ruang publik. Metode yang digunakan bersifat kualitatif, meliputi observasi, studi literatur, analisis lokasi dan aktivitas, serta eksplorasi konsep dan bentuk arsitektural. Pendekatan diimplementasikan melalui pengolahan ruang terbuka dan semi terbuka, jalur sirkulasi universal tanpa hambatan, komposisi massa jamak, elemen-elemen kreatif, penggunaan warna, tekstur dan material, dan integrasi lanskap alami. Hasilnya adalah ruang yang mendukung kenyamanan, interaksi, peningkatan minat baca secara yang santai, sekaligus mendorong kreativitas secara halus
Transformasi Pasar Sekanak di Palembang : Kajian Sense of Place dalam Konteks Modernisasi Kawasan Riparian
Abstract: The transformation of Sekanak Market in Palembang reflects a shift from water-based to land-based activities due to riparian modernization. This change affects not only the market’s physical form but also its meaning, identity, and spatial attachment. Using a qualitative approach and the sense of place framework, this study explores how space, experience, and local culture interact. Data were obtained through interviews, observation, and visual documentation, and analyzed within three dimensions: place identity, place attachment, and place of community. Findings indicate that modernization has altered the market’s orientation to the river and reduced social interaction, yet riparian cultural values persist in collective memory and daily economic life. Integrating sense of place principles is essential to ensure that revitalized traditional markets preserve local identity and cultural continuity.
Keyword: Riparian Culture, Sekanak Traditional Market, Sense of Place, Traditional Market Transformation
Abstrak: Transformasi Pasar Sekanak di Palembang mencerminkan pergeseran orientasi masyarakat dari aktivitas air ke darat akibat modernisasi kawasan riparian. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada bentuk fisik pasar, tetapi juga pada makna, identitas, dan keterikatan ruang masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka sense of place untuk memahami hubungan antara ruang, pengalaman, dan budaya lokal. Analisis dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi visual berdasarkan tiga dimensi utama: place identity, place attachment, dan place of community. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi pasar mengubah orientasi terhadap sungai dan pola interaksi sosial, namun nilai-nilai budaya riparian tetap hidup dalam memori kolektif dan aktivitas ekonomi. Integrasi prinsip sense of place menjadi penting dalam revitalisasi pasar tradisional agar kontinuitas identitas lokal tetap terjaga.
Kata Kunci: Budaya Riparian, Pasar Sekanak, Sense of Place, Transformasi Pasar TradisionalTransformasi Pasar Sekanak di Palembang mencerminkan pergeseran orientasi masyarakat dari aktivitas air ke darat akibat modernisasi kawasan riparian. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada bentuk fisik pasar, tetapi juga pada makna, identitas, dan keterikatan ruang masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka sense of place untuk memahami hubungan antara ruang, pengalaman, dan budaya lokal. Analisis dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi visual berdasarkan tiga dimensi utama: place identity, place attachment, dan place of community. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi pasar mengubah orientasi terhadap sungai dan pola interaksi sosial, namun nilai-nilai budaya riparian tetap hidup dalam memori kolektif dan aktivitas ekonomi. Integrasi prinsip sense of place menjadi penting dalam revitalisasi pasar tradisional agar kontinuitas identitas lokal tetap terjaga
IMPLEMENTATION OF HEALING ENVIRONMENT: PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR RAMAH LINGKUNGAN PADA SUARGALOKA CAMARI SHELTER PEKANBARU
Abstract: Animal shelters play a vital role as spaces for rescue and recovery of abandoned animals. However, most shelters in Indonesia still focus on basic functions without considering environmental quality that supports animal welfare. This study aims to analyze the application of environmentally friendly architectural principles as part of the implementation of the healing environment at Suargaloka Camari Shelter, Pekanbaru. The research method employed a qualitative-descriptive approach through literature review, field observation, and analysis of architectural elements related to natural lighting, ventilation, vegetation, materials, and spatial layout. The findings indicate that the shelter has implemented several healing environment elements, particularly natural lighting, cross ventilation, and green open spaces. However, aspects such as acoustics, sustainable materials, and interactive landscaping still require improvement. In conclusion, the application of environmentally friendly architecture principles has the potential to reduce animal stress, improve health, and accelerate the adoption process. This research contributes to the development of more sustainable shelter designs oriented toward animal welfare in Indonesia.
Keyword: Healing Environment, Green Architecture, Animal Shelter
Abstrak: Shelter hewan berperan penting sebagai ruang penyelamatan dan pemulihan bagi hewan terlantar. Namun, sebagian besar shelter di Indonesia masih berorientasi pada fungsi dasar tanpa mempertimbangkan kualitas lingkungan yang mendukung kesejahteraan hewan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip arsitektur ramah lingkungan sebagai bagian dari integrasi healing environment pada Suargaloka Camari Shelter Pekanbaru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, serta analisis elemen arsitektur yang terkait dengan pencahayaan alami, ventilasi, vegetasi, material, dan tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shelter telah menerapkan beberapa elemen healing environment, terutama pencahayaan alami, ventilasi silang, dan ruang terbuka hijau. Namun, aspek akustik, material berkelanjutan, dan lanskap interaktif masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, penerapan prinsip arsitektur ramah lingkungan berpotensi menurunkan stres hewan, meningkatkan kesehatan, dan mempercepat proses adopsi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan desain shelter hewan yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan hewan di Indonesia.
Kata Kunci: Healing Environment, Arsitektur Ramah Lingkungan, Shelter HewanShelter hewan berperan penting sebagai ruang penyelamatan dan pemulihan bagi hewan terlantar. Namun, sebagian besar shelter di Indonesia masih berorientasi pada fungsi dasar tanpa mempertimbangkan kualitas lingkungan yang mendukung kesejahteraan hewan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip arsitektur ramah lingkungan sebagai bagian dari integrasi healing environment pada Suargaloka Camari Shelter Pekanbaru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, serta analisis elemen arsitektur yang terkait dengan pencahayaan alami, ventilasi, vegetasi, material, dan tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shelter telah menerapkan beberapa elemen healing environment, terutama pencahayaan alami, ventilasi silang, dan ruang terbuka hijau. Namun, aspek akustik, material berkelanjutan, dan lanskap interaktif masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, penerapan prinsip arsitektur ramah lingkungan berpotensi menurunkan stres hewan, meningkatkan kesehatan, dan mempercepat proses adopsi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan desain shelter hewan yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan hewan di Indonesia
GREEN WALL VENTILATION BLOCK BERBAHAN DAUR ULANG UNTUK ARSITEKTUR TROPIS BERKELANJUTAN
Abstract: This research develops a Green Wall Ventilation Block made from recycled plastic and glass as an innovative sustainable façade solution for tropical architecture. The study aims to design a modular ventilation block capable of supporting natural airflow while providing planting space for green wall systems. The research method integrates digital modeling using SketchUp, airflow simulation through Autodesk Vasari, formulation of recycled composite material, and fabrication of a full-scale 1:1 prototype using a combined 3D printing and fiberglass mold. Simulation results confirm that the diagonal ventilation geometry improves airflow velocity and stability under tropical climatic conditions, while the planter cavity remains functional without obstructing ventilation. The recycled plastic–glass composite demonstrates good workability, reduced density, and sufficient durability for non-structural façade applications. The final prototype shows precise geometry, structural stability, and compatibility for modular installation as a green façade. Overall, the developed system not only enhances passive ventilation and thermal performance but also contributes to reducing plastic and glass waste by repurposing them into functional architectural components. This innovation offers strong potential for wider implementation in sustainable tropical building design.
Keyword: Green Wall; Recycled Materials; Ventilation Block
Abstrak: Penelitian ini mengembangkan Green Wall Ventilation Block berbahan limbah plastik dan kaca sebagai solusi fasad berkelanjutan untuk arsitektur tropis. Tujuan penelitian adalah merancang modul ventilasi yang mampu mendukung aliran udara alami sekaligus menyediakan ruang tanam bagi sistem green wall. Metode penelitian mengintegrasikan pemodelan digital menggunakan SketchUp, simulasi aliran udara melalui Autodesk Vasari, formulasi material komposit berbahan daur ulang, serta pembuatan prototipe skala 1:1 menggunakan cetakan gabungan 3D printing dan fiberglass. Hasil simulasi menunjukkan bahwa geometri bukaan diagonal meningkatkan stabilitas dan kecepatan aliran udara pada kondisi iklim tropis, sementara ruang tanam tetap berfungsi tanpa menghalangi ventilasi. Material komposit plastik–kaca menghasilkan densitas lebih ringan, mudah dicetak, dan cukup kuat untuk aplikasi fasad non-struktural. Prototipe akhir memiliki presisi tinggi, stabil secara struktural, dan dapat disusun secara modular sebagai green façade. Secara keseluruhan, sistem ini tidak hanya meningkatkan ventilasi pasif dan kinerja termal bangunan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah plastik dan kaca melalui pemanfaatan kembali sebagai material konstruksi. Inovasi ini memiliki potensi besar untuk diterapkan lebih luas pada desain bangunan tropis berkelanjutan.
Kata Kunci: Green Wall; Material Daur Ulang; Ventilation BlockAbstrak: Penelitian ini mengembangkan Green Wall Ventilation Block berbahan limbah plastik dan kaca sebagai solusi fasad berkelanjutan untuk arsitektur tropis. Tujuan penelitian adalah merancang modul ventilasi yang mampu mendukung aliran udara alami sekaligus menyediakan ruang tanam bagi sistem green wall. Metode penelitian mengintegrasikan pemodelan digital menggunakan SketchUp, simulasi aliran udara melalui Autodesk Vasari, formulasi material komposit berbahan daur ulang, serta pembuatan prototipe skala 1:1 menggunakan cetakan gabungan 3D printing dan fiberglass. Hasil simulasi menunjukkan bahwa geometri bukaan diagonal meningkatkan stabilitas dan kecepatan aliran udara pada kondisi iklim tropis, sementara ruang tanam tetap berfungsi tanpa menghalangi ventilasi. Material komposit plastik–kaca menghasilkan densitas lebih ringan, mudah dicetak, dan cukup kuat untuk aplikasi fasad non-struktural. Prototipe akhir memiliki presisi tinggi, stabil secara struktural, dan dapat disusun secara modular sebagai green façade. Secara keseluruhan, sistem ini tidak hanya meningkatkan ventilasi pasif dan kinerja termal bangunan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah plastik dan kaca melalui pemanfaatan kembali sebagai material konstruksi. Inovasi ini memiliki potensi besar untuk diterapkan lebih luas pada desain bangunan tropis berkelanjutan.
Kata Kunci: Green Wall; Material Daur Ulang; Ventilation Bloc
MEMPERKUAT KETAHANAN LINGKUNGAN MELALUI OLAHAN OLI BEKAS PEMBAKARAN KENDARAAN
This research aims to design and build a used oil-fueled stove equipped with a steam boiler furnace,which can utilize heat energy to produce steam. The metode use combustion parameters were also analyzed to assess efficiency, flame stability, and emission characteristics. The research results are expected to provide environmentally friendly technological solutions while utilizing waste as a renewable energy source,reducing dependence on fossil fuels, and raising awareness of the importance of sustainable waste management.Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun stove berbahan bakar oli bekas yang dilengkapi dengan tungku boiler uap, sehingga dapat memanfaatkan energi panas untuk menghasilkan uap air. Metode yang digunakan adalah analisis terhadap parameter pembakaran untuk menilai efisiensi, kestabilan nyala api, dan karakteristik emisi yang dihasilkan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan solusi teknologi yang ramah lingkungan sekaligus memanfaatkan limbah sebagai sumber energi terbarukan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan
Menghidupkan kembali jiwa yang sudah mati melalui augmented reality (AR): SEMIOTIKA DALAM FILM KETIKA BERHENTI DI SINI
This study explores the use of Augmented Reality (AR) technology in the film Ketika Berhenti di Sini, which portrays the protagonist’s attempt to cope with grief over the loss of a loved one through virtual interaction with hologram. The aim of this research is to analyze the denotative, connotative, and mythical meanings of the idea of “reviving a departed soul” through AR technology. This study adopts a qualitative approach using Roland Barthes’ semiotic analysis. Data collection was carried out through visual observation of relevant scenes in the film, which were then analyzed using Barthes’ structure of signs (signifier, signified, denotation, connotation, and myth). The results indicate that the use of AR in the film creates visual and narrative signs that represent the meaning of loss and the attempt transcend reality. At the denotative level, it depicts real-time interaction with the deceased through a hologram. The connotative meaning reveals the depth of emotional trauma and grief, while the mythical meaning reflects modern cultural hopes for life after death through technological means. The analysis also identifies Barthes' codes (hermeneutic, proairetic, symbolic, and narrative) that contribute to the film’s implicit meanings.Penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) dalam film “Ketika Berhenti Disini”, yang menggambarkan upaya tokoh utama mengatasi duka cita atas kehilangan kekasih melalui interaksi virtual dengan hologram Ed. Pengembangan teknologi AR yang mampu menggabungkan dunia nyata dan digital secara real-time membuka wacana baru dalam komunikasi massa, terutama dalam menyampaikan pesan simbolik dalam film ini dipilih karena penggunaan teknologi AR sebagai narasi utama dan mengupas kompleksitas emosi kehilangan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotasi,konotasi dan mitos “menghidupkan kembali jiwa yang sudah mati” melalui teknologi AR. Penelitian ini meggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi visual terhadap adegan-adegan film yang relevan, kemudian dianalisis berdasarkan stuktur tanda Barthes (penanda, petanda, denotasi, konotasi dan mitos). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi AR dalam film membentuk tanda visual dan naratif yang menggambarkan makna kehilangan dan upaya melampaui batas realitas. Denotasi menggambarkan interaksi nyata dengan sosok yang telah tiada dalam bentuk hologram, konotasi menunjukkan kedalaman emosi dan trauma kehilangan, dan mitos merefleksikan harapan budaya modern akan kehidupan setelah kematian melalui teknologi. Analisis juga mengungkapkan kode-kode pembacaan Barthes (hermaneutik,proaretik,simbolik dan naratif) yang membentuk makna tersirat dalam film. Simpulan film “Ketika Berhenti di Sini” menunjukkan bahwa teknologi AR dapat menjadi alat refleksi emosional, namun tidak dapat mengantikan kehadiran nyata. Penelitian ini menyoroti kompleksitas hubungan manusia dengan teknologi AR dalam konteks duka cita, sekaligus mengkritik potensi ketergantungan yang tidak sehat pada teknologi virtual untuk mengatasi kehilangan.Film ini juga menawarkan refleksi tentang bagaimana budaya modern membangun harapan dan mitos seputar kematian dan teknologi
TRANSFORMASI MORFOLOGI PERMUKIMAN PESISIR: PERTUMBUHAN DAN DINAMIKA SPASIAL KAMPUNG TUA TANJUNG RIAU, KEPULAUAN RIAU
Abstract: Kampung Tua Tanjung Riau, located in the Riau Islands, has experienced significant settlement growth due to shifting livelihoods of its coastal population. Traditionally, residents of Kampung Tua Tanjung Riau were primarily fishermen, but over time, many have transitioned to land-based occupations. This shift has led to a rapid increase in settlement distribution, with unregulated housing development creating a more densely populated and irregular urban fabric. This morphological study aims to analyze the growth and transformation of these coastal settlements using a qualitative approach. The methodology involves two key stages: (1) processing aerial photographs into graphic maps using Autocad, and (2) identifying and shading building masses based on morphological changes. The analysis focuses on three primary components: road network patterns, open space transformations, and changes in building units. The findings reveal significant morphological shifts in Tanjung Riau’s settlement structure, driven by evolving economic activities and spontaneous settlement development. Keywords: Tanjung Riau, morphology, patterns Abstrak: Kampung Tua Tanjung Riau, yang terletak di Kepulauan Riau, telah mengalami pertumbuhan permukiman yang signifikan karena pergeseran mata pencaharian penduduk pesisirnya. Secara tradisional, penduduk Kampung Tua Tanjung Riau sebagian besar adalah nelayan, tetapi seiring waktu, banyak yang beralih ke pekerjaan berbasis daratan. Pergeseran ini telah menyebabkan peningkatan pesat dalam distribusi permukiman, dengan pembangunan perumahan yang tidak diatur menciptakan struktur perkotaan yang lebih padat penduduknya dan tidak teratur. Studi morfologi ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan transformasi permukiman pesisir ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metodologi ini melibatkan dua tahap utama: (1) memproses foto udara menjadi peta grafis menggunakan Autocad, dan (2) mengidentifikasi dan mengarsir massa bangunan berdasarkan perubahan morfologi. Analisis difokuskan pada tiga komponen utama: pola jaringan jalan, transformasi ruang terbuka, dan perubahan unit bangunan. Temuan tersebut mengungkapkan pergeseran morfologi yang signifikan dalam struktur permukiman Tanjung Riau, didorong oleh kegiatan ekonomi yang berkembang dan pembangunan permukiman spontan.Kata Kunci: Tanjung Riau, morfologi, pol
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DALAM UPAYA PERLINDUNGAN KAWASAN SUCI
Abstract: Besakih Temple is the largest temple for Hindus in Bali Province. The problem that often occurs is when Hindu community pujawali carry out prayers from districts/cities in Bali, as well as outside Bali. Thousands of Hindus come every day to pray at Besakih Temple using land transportation such as two-wheeled motorized vehicles, four-wheeled vehicles, buses, trucks and so on, resulting in extraordinary traffic congestion in the temple area Besakih.
Parking facilities are inadequate and insufficient for parking motorized vehicles, so many new parking lots have emerged which are not well managed, thus adding to the chaos that occurs in the Besakih Temple area, especially in the Margi Agung area. Based on this, in 2022 one of the Bali Province's priority programs will be the construction of infrastructure for the protection of the Besakih Sacred Area.
The aim of this research is to determine the public's perception of infrastructure development in efforts to protect the Besakih Sacred Area. The research method was carried out qualitatively, by descriptively exploring the data obtained both through direct field observation and through literature data related to the Besakih Sacred Area. The results of the research are in the form of community perceptions which will later be useful as consideration for the Bali Provincial Government in implementing similar programs/activities at other temples under the authority of the Bali Provincial Government.
Keyword: Perception, Infrastructure, Margi Agung Besakih
Abstrak: Pura Besakih merupakan pura terbesar bagi umat Hindu yang berada di Provinsi Bali. Permasalahan yang sering terjadi adalah pada saat pujawali masyarakat umat hindu melaksakanan persembahyangan dari kabupaten/kota di Bali, maupun luar Bali. Ribuan umat Hindu yang datang setiap harinya, untuk melaksanakan persembahyangan ke Pura Besakih dengan menggunakan transportasi darat seperti, kendaraan bermotor roda dua, kendaraan roda empat, bus, truck dan lain sebagainya, mengakibatkan kepadatan lalu lintas yang luar biasa di Kawasan Pura Besakih.
Fasilitas parkir yang kurang memadai dan tidak mencukupi untuk parkir kendaraan bermotor, sehingga banyak bermunculan parkir-parkir baru yang tidak terkelola dengan baik sehingga menambah kesemrautan yang terjadi di Kawasan Pura Besakih, terutama pada areal Margi Agung. Berdasarkan hal tersebut, pada tahun 2022 salah satu program prioritas Provinsi Bali yaitu dilaksanakan Pembangunan Infrastrktur Pelindungan Kawasan Suci Besakih.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur dalam upaya perlindungan Kawasan Suci Besakih. Metode Penelitian dilakukan dengan kualitatif, dengan mengeksplorasi secara deskriptif data yang diperoleh baik melalui observasi lapangan secara langsung serta melalui data literatur yang berkaitan dengan Kawasan Suci Besakih. Hasil dari penelitian berupa persepsi masyarakat yang nantinya akan bermanfaat sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Provinsi Bali dalam melaksanakan program/kegiatan sejenis di pura lainnya yang menjadi Kewenangan Pemerintah Provinsi Bali.
Kata kunci: Persepsi, Infrastruktur, Margi Agung BesakihAbstrak: Pura Besakih merupakan pura terbesar bagi umat Hindu yang berada di Provinsi Bali. Permasalahan yang sering terjadi adalah pada saat pujawali masyarakat umat hindu melaksakanan persembahyangan dari kabupaten/kota di Bali, maupun luar Bali. Ribuan umat Hindu yang datang setiap harinya, untuk melaksanakan persembahyangan ke Pura Besakih dengan menggunakan transportasi darat seperti, kendaraan bermotor roda dua, kendaraan roda empat, bus, truck dan lain sebagainya, mengakibatkan kepadatan lalu lintas yang luar biasa di Kawasan Pura Besakih. Fasilitas parkir yang kurang memadai dan tidak mencukupi untuk parkir kendaraan bermotor, sehingga banyak bermunculan parkir-parkir baru yang tidak terkelola dengan baik sehingga menambah kesembrautan yang terjadi di Kawasan Pura Besakih, terutama pada areal Margi Agung. Berdasarkan hal tersebut, pada tahun 2022 salah satu program prioritas Provinsi Bali yaitu dilaksanakan Pembangunan Infrastrktur Pelindungan Kawasan Suci Besakih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur dalam upaya perlindungan Kawasan Suci Besakih. Metode Penelitian dilakukan dengan kualitatif, dengan mengeksplorasi secara deskriptif data yang diperoleh baik melalui observasi lapangan secara langsung serta melalui data literatur yang berkaitan dengan Kawasan Suci Besakih. Hasil dari penelitian berupa persepsi masyarakat yang nantinya akan bermanfaat sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Provinsi Bali dalam melaksanakan program/kegiatan sejenis di pura lainnya yang menjadi Kewenangan Pemerintah Provinsi Bali. Kata kunci: Persepsi, Infrastruktur, Margi Agung Besaki
ANALISA KUALITATIF DESKRIPTIF SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN LOTU NIAS UTARA
Permasalahan pengelolaan sampah di Kecamatan Lotu terlihat dari kondisi lapangan. Pengelolaan sampah masih menggunakan paradigma lama dengan sistem kumpul-angkut-buang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Lotu. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Miles and Huberman dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Pengelolaan sampah di Kecamatan Lotu berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang didukung hasil dokumentasi berupa foto. Saat ini pengelolaan sampah ditangani oleh pemerintah daerah dari dinas lingkungan hidup kabupaten Nias Utara. Kegiatan yang dilakukan mulai dari pemberian wadah tong sampah, pengumpulan, pengangkutan hingga diangkut ke TPS. Pengelolaan sampah lebih lanjut masih belum diadakan pengolahan lanjut dikarenakan keterbatasan anggaran dan biaya yang diberikan oleh pemerintah daerah, sehingga sampah yang dihasilkan masyarakat hanya sebatas diangkut ke TPS. Sampah yang dikumpulkan dari masyarakat seterusnya, tidak dilakukan pengolahan lebih lanjut.Permasalahan pengelolaan sampah di Kecamatan Lotu terlihat dari kondisi lapangan. Pengelolaan sampah masih menggunakan paradigma lama dengan sistem kumpul-angkut-buang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Lotu. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Miles and Huberman dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Pengelolaan sampah di Kecamatan Lotu berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang didukung hasil dokumentasi berupa foto. Saat ini pengelolaan sampah ditangani oleh pemerintah daerah dari dinas lingkungan hidup kabupaten Nias Utara. Kegiatan yang dilakukan mulai dari pemberian wadah tong sampah, pengumpulan, pengangkutan hingga diangkut ke TPS. Pengelolaan sampah lebih lanjut masih belum diadakan pengolahan lanjut dikarenakan keterbatasan anggaran dan biaya yang diberikan oleh pemerintah daerah, sehingga sampah yang dihasilkan masyarakat hanya sebatas diangkut ke TPS. Sampah yang dikumpulkan dari masyarakat seterusnya, tidak dilakukan pengolahan lebih lanjut