E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
    861 research outputs found

    Pengaruh Motivasi Usaha dan Kemampuan Usaha Terhadap Keberhasilan Usaha: Study Pada UMKM Pedagang Daging dan Ayam Potong di Pasar Panorama Lembang

    No full text
    ABSTRAK Pasar Panorama Lembang menjadi tempat penelitian yang dipilih oleh peneliti, Pasar Panorama Lembang menjadi salah satu pasar besar yang terletak di kecamatan Lembang, selain itu Pasar Panorama Lembang juga menjadi ruang terbuka bagi para pelaku UMKM atau Pedagang untuk menjual produk-produk mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Motivasi Usaha dan Kemampuan Usaha terhadap Keberhasilan Usaha baik secara parsial maupun secara simultan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan asosiatif. Pada penelitian ini yang menjadi unit analisis adalah individu yaitu pelaku usaha UMKM Pedagang Daging dan Ayam Potong di Pasar Panorama Lembang. Hasil penelitian menunjukan bahwaa secara parsial terdapat pengaruh Motivasi Usaha terhadap Keberhasilan pada pelaku UMKM Pedagang Daging dan Ayam Potong di Pasar Panorama Lembang, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan Kemampuan Usaha terhadap Keberhasilan Usaha pada pelaku UMKM Pedagang Daging dan Ayam Potong di Pasar Panorama Lembang, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, secara simultan Motivasi Usaha dan Kemampuan Usaha berpengaruh signifikan terhadap Keberhasilan Usaha dilihat berdasarkan perhitungan nilai F hitung 41,428 > F tabel 3,19 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hasil nilai koefiensi korelasi (multiple R) sebesar 0,799, menunjukkan korelasi antara variabel independen dan dependen sebesar 0,799. Nilai koefiensi determinasi (R2) sebesar 0,638 hal ini berarti besarnya pengaruh Motivasi Usaha dan Kemampuan Usaha terhadap Keberhasilan Usaha sebesar 63,8% dan sisanya sebesar 36,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini

    Pengaruh Pengaruh Modal Usaha dan Inovasi Produk terhadap Kinerja UMKM : Studi Pada Pelaku UMKM di Alun - Alun Lembang

    No full text
    Alun – alun Lembang menjadi tempat penelitian yang dipilih oleh peneliti, Alun - alun Lembang menjadi salah satu ikon kecamatan Lembang, selain itu Alun – alun Lembang juga menjadi ruang terbuka bagi para pelaku UMKM untuk menjual produk-produk mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Modal Usaha dan Inovasi Produk terhadap Kinerja UMKM baik secara parsial maupun secara simultan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan asosiatif. Pada penelitian ini yang menjadi unit analisis adalah individu yaitu pelaku UMKM di Alun – alun Lembang. Hasil penelitian menunjukan bahwaa secara parsial terdapat pengaruh Modal Usaha terhadap Kinerja UMKM pada pelaku UMKM di Alun – alun Lembang, dengan nilai signifikansi 0,004 < 0,05 dan Inovasi Produk terhadap Kinerja UMKM pada pelaku UMKM di Alun – alun Lembang, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, secara simultan Modal Usaha dan Inovasi Produk berpengaruh signifikan terhadap Kinerja UMKM dilihat berdasarkan perhitungan nilai Fhitung 24,706 > Ftabel 3,19 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hasil nilai koefiensi korelasi (multiple R) sebesar 0,716, menunjukkan korelasi antara variabel independen dan dependen sebesar 0,716. Nilai koefiensi determinasi (R2) sebesar 0,512 hal ini berarti besarnya pengaruh Modal Usaha dan Inovasi Produk terhadap Kinerja UMKM sebesar 51,2% dan sisanya sebesar 48,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini

    PERMASALAHAN EFISIENSI JARAK PARKIR MOTOR PENGUNJUNG DI SUNRISE MALL KOTA MOJOKERTO

    Get PDF
    Abstract: A mall is a type of shopping center that is architecturally a closed building with a regulated temperature and has a regular walking path so that it is between small shops facing each other. At this time often the construction of buildings or places of activity for public use, does not take into account the provision of sufficient or efficient parking area for its users. Efficient can be interpreted as a way to achieve an optimal goal (fast and precise) and as desired, by minimizing the resources expended. In the Sunrise Mall area, it will be well formed if the circulation and parking system is well organized, comfortable, and safe in this area, but there are various problems encountered including the malfunction of the motorcycle parking area and making visitors who use motorbikes park not on the road. appropriate place provided. The circulation system is a vital connecting infrastructure in connecting various activities and uses of a land over an area that considers functional, economic, flexibility and comfort aspects. The circulation pattern that is the focus of the research is the circulation of visitors' vehicles, especially in the circulation of the motorbike parking area, where the circulation pattern will be seen in detail so that it will be known a relationship between the circulation pattern and the flow of visitors where the distance between the motorcycle parking area and the Sunrise Mall shopping building is known. far enough apart to make it less efficient for visitors to enter the Sunrise Mall building area.Keyword: Efficiency, Circulation, Distance Abstrak: Mal adalah jenis dari pusat perbelanjaan yang secara arsitektur berupa bangunan tertutup dengan suhu yang diatur dan memiliki jalur untuk berjalan jalan yang teratur sehingga berada di antara antar toko-toko kecil yang saling berhadapan.  Pada saat ini sering kali pembangunan gedung-gedung atau tempat kegiatan yang digunakan umum, tidak memperhitungkan penyediaan areal parkir yang cukup ataupun efisien untuk para penggunanya. Efisien dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu tujuan yang optimal (cepat dan tepat) serta sesuai keinginan, dengan meminimalkan sumber daya yang dikeluarkan. Pada kawasan Sunrise Mall akan terbentuk dengan baik apabila system sirkulasi dan parkir ditata dengan baik, nyaman, serta aman pada kawasan ini, akan tetapi ada berbagai permasalah yang ditemui diantaranya tidak berfungsinya pada lahan parkir sepeda motor dan menjadikan pengunjung yang mengunakan sepeda motor parkir tidak pada tempat semestinya yang disediakan. Sistem sirkulasi merupakan prasarana penghubung yang vital dalam menghubungkan berbagai kegiatan dan penggunaan suatu lahan di atas suatu area yang mempertimbangkan aspek fungsional, ekonomis, keluwesan dan kenyamanan. Pola sirkulasi yang menjadi fokus penelitian adalah sirkukasi kendaraan para pengunjung terutama pada sirkulasi lahan parkir motor, dimana pola sirkulasi tersebut akan dilihat secara detail sehingga akan diketahui suatu hubungan antara pola sirkulasi dengan alur pengunjung dimana jarak antara kawasan lahan parkir motor dengan gedung perbelanjaan Sunrise Mall yang terpisah cukup jauh menjadikan kurang efisien dalam jarak pengunjung saat memasuki kawasan gedung Sunrise Mall.Kata Kunci: Efisiensi, Sirkulasi, Jara

    SISTEM FISIK - NILAI BUDAYA JAWA DALAM ARSITEKTUR WISATA TEBING WATU MABUR DESA MANGUNAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Abstract: This paper aims to reveal the physical system of Javanese cultural values in the architecture of Tebing Watu Mabur tourist destination. Using the descriptive method, the physical system of the object (figure, layout, materials, activities) and its purpose are observed, then the meaning/value of Javanese Culture is deeply observed with contemplation. The design of the mass-space layout of the tourist site refers to the North-South axis in accordance with the Philosophical axis of Yogyakarta Palace. The design of the grass field considers the harmony of the diversity of user groups and the preservation of the natural environment. The Panggang-pe traditional architectural style was chosen for the stalls and guard posts, following the tradition of village selling places, related to local social and natural relations. The Limasan variety of Pendopo 2 is open to all four sides for social activities of users while enjoying the cliff nature. The combination of traditional-modern materials as a contemporary form of traditional Javanese architecture. The architectural design of this cliff tourism destination means the harmony of nature and the physical system of local Javanese cultural values.Keyword: Traditional, Javanese culture, modern Abstrak: Tulisan ini bertujuan mengungkap sistem fisik-nilai Budaya Jawa dalam arsitektur destinasi wisata Tebing Watu Mabur. Digunakan metoda deskriptif, sistem fisik objek (sosok, tata ruang, material, aktivitas) dan tujuannya diobservasi, lalu makna/nilai Budaya Jawanya diamati mendalam disertai perenungan. Desain tata massa-ruang tapak wisata mengacu pada poros Utara-Selatan sesuai dengan sumbu Filosofis Kraton Yogyakarta. Rancangan lapangan rumput memperhatikan keharmonisan dari keberagaman kelompok pengguna dan kelestarian lingkungan alam. Dipilih ragam arsitektur traisional Panggang-pe untuk warung dan pos jaga, mengikuti tradisi tempat berjualan masyarakat desa, terkait relasi sosial dan alam setempat. Ragam Limasan Pendopo 2 terbuka ke empat sisinya untuk aktivitas sosial pengguna sambil menikmati-merasakan alam tebing. Paduan material tradisional-modern sebagai wujud kekinian arsitektur tradisional Jawa. Rancangan arsitektur destinasi wisata  tebing ini bermakna keserasian alam dan sistem fisik-nilai Budaya Jawa setempat.Kata Kunci: Tradisional, Budaya Jawa, modern

    IMPLEMENTASI KONSEP IMMERSIVE EXPERIENCE PADA DESAIN MUSEUM GUNUNGAPI MERAPI YOGYAKARTA

    Get PDF
    Abstract: Implementation of the immersive experience concept in the design of the Merapi Volcano Museum in Yogyakarta to give visitors the experience of Mount Merapi to feel like they are in the real world. Because this immersive experience makes learning or providing information interesting and memorable for museum visitors. The phenomenon of museum fatigue is also one of the factors in the decline in the number of museum visitors in Indonesia, which was first put forward in 1916 by Benjamin Gilman who discussed the phenomenon of the decline in the number of museum visitors that occurred over several time periods. Problems based on the interior design components for the Merapi Volcano Museum are as follows: 1. Lack of interactive display facilities. The delivery of information is still difficult to understand because the delivery of collection information is presented in long text so that visitors rarely read the information. 2. Too much use of natural lighting in the exhibition causes visitors to be distracted from observing digital displays. Data collection for the design of the Merapi Volcano Museum used several stages, namely interviews, observation, references, perception and design. The findings from this immersive experience include the use of 3D dioramas, the use of audio in the form of eruptions from the Merapi volcano, the use of XR, VR, interactive layers and earthquake displays.Keyword: museum, immersive experince, displayAbstrak: Implentasi konsep immersive experince pada desain Museum Gunungapi Merapi di Yogyakarta untuk memberikan experience gunung merapi kepada para pengunjung merasakan berada seperti dalam dunia yang sesungguhnya. Karena dengan adanya immersive experience ini membuat pembelajaran atau pemberian informasi menjadi menarik dan juga berkesan bagi para pengunjung museum. Fenomena kelelahan museum atau museum fatigue juga menjadi salah satu faktor menurunnya jumlah pengunjung museum di Indonesia, yang dikemukakan pertama kali pada tahun 1916 oleh Benjamin Gilman yang membahas mengenai fenomena penurunan jumlah pengunjung museum yang terjadi dalam beberapa periode waktu. Permasalahan berdasarkan komponen perancangan interior untuk Museum Gunungapi Merapi adalah sebagai berikut: Pertama, kurangnya fasilitas display interaktif. penyampaian informasi yang masih sulit dipahami karena penyampaian informasi koleksi dipaparkan dalam bentuk teks panjang sehingga pengunjung jarang yang membaca informasi. Kedua, terlalu banyaknya penggunaan pencahayaan alami di dalam pameran yang menyebabkan terganggunya pengunjung dalam mengamati display yang ditampilkan secara digital. Pengambilan data perancangan Museum Gunung Api Merapi ini menggunakan beberapa tahap yaitu wawancara, observasi, referensi, perencanaan dan perancangan. Metoda pembahasan adalah perencanaan dan perancangan. Temuan dari immersive experience ini berupa penggunaan 3D diorama, penggunaan audio berupa letusan dari gunungapi Merapi, penggunaan XR, VR, layar interaktif serta peraga gempa bumiKata Kunci: museum, immersive experince, displa

    PERBEDAAN VARIASI WAKTU KONTAK BUBBLE AERATOR TERHADAP PENURUNAN KADAR MANGAN (Mn) PADA AIR MINUM DI PT. X

    Get PDF
    Air bersih adalah air yang dapat digunakan untuk keperluan minum setelah proses pengolahan yang tepat. juga dapat digunakan untuk keperluan sehari - hari. Standar ini mencakup kualitas fisik, kimia, biologi, sehingga aman untuk dikonsumsi tanpa efek samping yang merugikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dari bubble aerator dalam menurunkan kadar mangan pada air minum di PT. X dengan menggunakan variasi waktu kontak bubble aerator 65 menit, 70 menit, dan 75 menit. Jenis penelitian ini adalah pretest - posttest without control dengan menggunakan variasi waktu kontak bubble aerator 65 menit, 70 menit, dan 75 menit terhadap penurunan kadar mangan pada air minum yang dilaksanakan di PT. X. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu grab sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 36 sampel. Analisa penurunan kadar mangan dilakukan menggunakan uji univariat dan uji bivariat. Hasil penurunan kadar mangan pada air minum dengan variasi waktu kontak bubble aerator 65 menit dapat menurunkan rata - rata 0,40 mg/L dengan persentase 57%, variasi waktu kontak bubble aerator 70 menit dapat menurunkan rata - rata 0,52 mg/L dengan persentase 73%, dan variasi waktu kontak bubble aerator 75 menit dapat menurunkan rata - rata 0,61 mg/L dengan persentase 86%. Saran dalam penelitian yaitu kepada pihak industri untuk menambahkan pengolahan pada air minum menggunakan metode aerasi dengan bubble aerator untuk menurunkan kadar mangan (Mn) pada air minum dengan waktu kontak 75 menit supaya kadar mangan air minum dibawah standar baku mutu

    Design of a Website-Based Personnel Information System at PT Indiga Nusa Digitama (Inditama)

    Get PDF
    This research focuses on the development of a personnel information system for PT. Indiga Nusa Digitama (Inditama), aimed at streamlining the management of attendance data, leave applications, and official travel documents (Surat Perjalanan Dinas or SPD). The primary objective is to enhance operational efficiency, minimize errors, and accelerate administrative processes, which were previously manual and prone to inefficiencies. A systematic approach using the waterfall methodology was employed, beginning with a thorough needs analysis conducted through observations, interviews, and literature reviews to identify existing challenges and requirements. The system design leveraged Unified Modeling Language (UML) for structural modeling and Figma for user interface design, ensuring a user-friendly and visually coherent experience. The resulting system effectively automated key processes, centralizing attendance, leave, and SPD data into a unified platform. This improved data organization, accessibility, and archival reliability, while fostering compliance with company policies and enhancing overall administrative transparency. The study also identifies potential future enhancements, including the integration of mobile-based features, payroll management, and recruitment modules, to broaden the scope of the system. These additions are expected to further optimize human resource management, deliver a more comprehensive solution for personnel administration, and contribute positively to the company’s strategic growth. Through this research, PT. Inditama gains a scalable and efficient system capable of supporting its evolving operational needs

    THE EXPRESSIVE ILLOCUTIONARY ACTS IN “THUMBELINA” SHORT STORY ADAPTED BY SUE REID: A PRAGMATIC STUDY

    Get PDF
    This research is entitled “The Expressive Illocutionary Acts in “Thumbelina” Short Story adapted by Sue Reid: A Pragmatic Study”. Expressive means a kind of expressions, such as thanking, praising and blaming. The data of this research are gathered through reading Thumbelina short story and classify the data of expressive illocutionary acts. Descriptive qualitative research is applied in this research to describe, analyze and interpret expressive illocutionary acts which occurred in Thumbelina short story. The related theory applied in this research is (Searle, 1979) to determine expressive illocutionary acts in Thumbelina short story. Based on the data, there are 11 expressive illocutionary acts in the story, namely 6 in praising act, 2 in criticizing act and 3 in thanking act. The result of this research show that praising act is the most dominant expressive illocutionary act in the story and it is followed by thanking act and criticizing act. Keywords: Expressive; Illocutionary Act; Short StoryPenelitian ini berjudul “Tindakan Ilokusi Ekspresif dalam Cerpen “Thumbelina” yang diadaptasi oleh Sue Reid: A Pragmatic Study”. Ekspresif artinya ungkapan-ungkapan seperti berterima kasih, memuji, dan menyalahkan. Data penelitian ini dikumpulkan melalui membaca cerpen Thumbelina dan mengklasifikasikan data tindak ilokusi ekspresif. Penelitian kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menafsirkan tindak ilokusi ekspresif yang terjadi dalam cerita pendek Thumbelina. Teori terkait yang diterapkan dalam penelitian ini adalah (Searle, 1979) untuk menentukan tindak ilokusi ekspresif dalam cerpen Thumbelina. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 11 tindak ilokusi ekspresif dalam cerita, yaitu 6 tindak memuji, 2 tindak mengkritik, dan 3 tindak berterima kasih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak memuji merupakan tindak ilokusi ekspresif yang paling dominan dalam cerita, diikuti oleh tindak berterima kasih dan mengkritik.Kata Kunci: Ekspresif; Tindak Tutur Ilokusi; Cerita pende

    TIGA META-FUNCTIONAL PADA LAGU "THE POWER OF LOVE" KARYA CELINE DIONA: ANCANGAN LINGUISTIK FUNGSIONAL

    No full text
    The aim of this study is to analyze the song lyric of Celine Dion song “The Power of Love” with systemic functional linguistic approach. Theories applied in this research were three meta-functions, namely interpersonal function, ideational function and textual function from Halliday & Matthiessen (2014), Emilia (2014), and Supyani (2024). The method applied in this research was qualitative method to describe, analyze and interpret three-metafunctions occurred in the song lyrics of Celine Dion song “The Power of Love”. The data were collected by reading the lyrics of Celine Dion song, identifying three meta-functions, analyzing and interpreting three metafunctions including interpersonal function, ideational function and textual function. As a result of this analysis, the researchers found out that the majority of the song lyric used relational process and topical unmarked theme, which indicated that the song lyric of Celine Dion song was concise and meaningful. Keywords: Meta-functions, Ideational Function, Interpersonal Function, Textual FunctionTujuan penelitian ini adalah menganalisis lirik lagu Celine Dion “The Power of Love” dengan pendekatan linguistik fungsional sistemik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga metafungsi yaitu fungsi interpersonal, fungsi ideasional, dan fungsi tekstual dari Halliday & Matthiessen (2014), Emilia (2014), dan Supyani (2024). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan tiga metafungsi yang terjadi pada lirik lagu Celine Dion “The Power of Love”. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca lirik lagu Celine Dion, mengidentifikasi tiga metafungsi, menganalisis dan menafsirkan tiga metafungsi yang meliputi fungsi interpersonal, fungsi ideasional, dan fungsi tekstual. Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa sebagian besar lirik lagu menggunakan proses relasional dan tema topikal yang tidak bertanda, yang menunjukkan bahwa lirik lagu Celine Dion ringkas dan bermakna. Kata Kunci: Meta-fungsiona;, Fungsi Ideasional, Fungsi Interpersonal, Fungsi Tekstua

    PARSING DOM Method Implementation for Web Scraping to Identify Pornographic Websites

    Get PDF
    When utilized improperly, internet technology can be a source of illegal information. One such instance is when pornographic content is published online. One of the numerous solutions that have been developed for DNS, or what is also referred to as DNS blocking, is that it is still subject to modification and re-access. The issue can be resolved by utilizing web scraping techniques to identify keywords based on text content, extract information from the website, and retrieve information using the DOM Parsing method. This allows text content to be gathered as a source of information related to the site's content, and the TF-IDF method can be used to calculate each website's weight known as the pornographic website. This study develops a reliable technique for locating pornographic content on the internet, which may be used with parental controls or content filtering systems

    759

    full texts

    861

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Kebangsaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇