E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
PENERAPAN ARSITEKTUR BIOFILIK PADA PERANCANGAN GREEN COWORKING SPACE DI PATI
Abstract: Coworking Space in general is a new breakthrough for an office which carries the concept of joint work and collaboration. The need for work space with the concept of collaboration, fun and affordable rental costs arises because many creative industries such as MSMEs, startup businesses, remote workers and freelance jobs are in need, especially after going through the pandemic, several jobs have emerged that do not require working in the office. Biophilic design, which incorporates natural elements into the built environment, has become a concern in efforts to improve the well-being and productivity of workspace occupants. However, research on the application of biophilic design, especially in the context of co-working spaces, is still limited. Therefore, this research aims to explore how to apply the principles of biophilic design using the 14 elements of biophilic design guidelines so that it can increase the productivity of co-working space users. The research results show that the application of biophilic design positively influences the productivity of co-working space users. Sufficient natural lighting improves concentration and working mood, while natural views such as vertical gardens can provide a fresh and calming feeling. In addition, the use of natural materials such as wood and live plants provides a friendly and inviting atmosphere for collaboration. Thus, this research concludes that the application of biophilic design in co-working spaces can help increase user productivity by creating a healthy, inspiring and sustainable environment.Keywords: Coworking Space, Biophilic Architecture, User productivityAbstrak: Coworking Space secara umum merupakan terobosan baru sebuah kantor yang didalamnya mengusung konsep kerja bersama dan kolaborasi. Kebutuhan atas ruang kerja dengan konsep kolaborasi, fun dan biaya sewa yang terjangkau muncul karena banyak industri kreatif seperti UMKM, bisnis startup, remote workers dan freelance job yang membutuhkan terlebih setelah melewati masa pandemi muncul beberapa pekerjaan yang tidak mengharuskan bekerja di kantor. Biophilic design, yang memasukkan unsur-unsur alam ke dalam lingkungan binaan, telah menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas penghuni ruang kerja. Namun, penelitian tentang penerapan biophilic design khususnya dalam konteks co-working space masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan prinsip biophilic design dengan menggunakan pedoman 14 elemen biophilic design sehingga dapat meningkatkan produktifitas pengguna co-working space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan biophilic design secara positif memengaruhi produktifitas pengguna co-working space. Pencahayaan alami yang cukup meningkatkan konsentrasi dan mood kerja, sementara pemandangan alam seperti taman vertikal mampu memberikan rasa segar dan menenangkan. Selain itu, penggunaan material alami seperti kayu dan tanaman hidup memberikan nuansa yang ramah dan mengundang untuk berkolaborasi. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan biophilic design dalam co-working space dapat membantu meningkatkan produktivitas pengguna dengan menciptakan lingkungan yang menyehatkan, inspiratif, dan berkelanjutan.Kata kunci: Coworking Space, Arsitektur Biofilik, Produktifitas penggunaKataÂ
TINJAUAN TERHADAP KRITERIA PERANCANGAN PERPUSTAKAAN DI ERA DIGITAL Studi Kasus : Perpustakaan Universitas Diponegoro
Abstract: The development of information technology in the digital era has transformed visitors' paradigms in utilizing libraries. Libraries no longer merely function as repositories for physical books, but have evolved into interactive centers that support community engagement and digital learning. This underscores the need for a review of library design to adapt to the digital age. This research aims to identify the criteria necessary for designing libraries in the digital era. The methods employed in this study are literature review and observation. The literature review method is used to gather and analyze information from various sources to determine relevant criteria for libraries in the digital era. Furthermore, the observation method is used to assess the condition of Diponegoro University Library against the identified criteria. The results of this research indicate that Diponegoro University Library does not meet the criteria as a library in the digital era.Keyword: Library, Digital Era, Design CriteriaAbstrak: Perkembangan teknologi informasi dalam era digital telah mengubah paradigma pengunjung dalam memanfaatkan perpustakaan. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku fisik, melainkan telah berkembang menjadi pusat interaktif yang mendukung keterlibatan masyarakat dan pembelajaran digital. Hal ini menggarisbawahi perlunya tinjauan terhadap rancangan perpustakaan untuk menyesuaikan dengan era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria-kriteria yang diperlukan dalam merancang perpustakaan di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur dan observasi. Metode studi literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber untuk menentukan kriteria perpustakaan yang relevan di era digital. Selanjutnya, metode observasi digunakan untuk meninjau kondisi Perpustakaan Universitas Diponegoro terhadap kriteria yang telah diidentifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perpustakaan Universitas Diponegoro tidak memenuhi kriteria sebagai perpustakaan di era digital.Kata Kunci: Perpustakaan, Era Digital, Kriteria Perancanga
PERKEMBANGAN TATA KOTA BLITAR DARI ABAD XIX HINGGA ABAD XX
Abstract: This research aims to identify the components and patterns of the city from the 19th to the 20th century. Data were collected through observation, literature review, and archival studies. Once the data were gathered, they were processed using qualitative and comparative analysis. The results of this research show that there were dynamics from the 19th to the 20th century. The urban development that occurred indicates that the city of Blitar used a grid pattern which developed significantly over the two centuries. This development is evident based on several city maps that were compared, as well as from the analysis of field data and literature. The development shows city dynamics including highways, increasingly dense residential houses, educational buildings that are more concentrated in certain areas, and other city components within the same city pattern, namely the grid pattern.Keywords: Development of City Planning, City Patterns, Colonial PeriodAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen-komponen kota dan pola kota selama abad XIX hingga abad XX. Data dikumpulkan dengan metode observasi, studi pustaka, dan studi arsip. Setelah data terkumpul, kemudian diolah menggunakan analisis kualitatif dan komparatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi dinamika dari abad XIX hingga abad XX. Perkembangan tata kota yang terjadi menunjukkan bahwa Kota Blitar menggunakan pola grid yang perkembangannya terjadi cukup signifikan selama dua abad. Perkembangan tersebut sangat terlihat berdasarkan beberapa peta kota yang dikomparasikan, serta dengan analisis data lapangan dan pustaka. Perkembangan tersebut menunjukkan dinamika kota termasuk jalan raya, rumah penduduk yang semakin padat, bangunan pendidikan yang lebih memusat di wilayah tertentu, dan komponen-komponen kota lainnya dalam pola kota yang sama yaitu pola kota grid.Kata Kunci: Perkembangan Tata Kota, Pola Kota, Masa Kolonia
IDENTIFIKASI PERUBAHAN KONSEP ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI PADA HASIL REVITALISASI PASAR SENI SUKAWATI, BALI
Abstract: Revitalization of Pasar Seni Sukawati has become a focus of governments, aiming to strengthen the economy and tourism of Bali’s post-pandemic. After revitalization, contrasting change has emerged, where the market's identity, previously characterized by an open-traditional, has transformed into a closed, massive, and modern. Change in identity is related to issue of diminishing preservation of traditional Balinese architecture. The shift in architectural paradigms is increasingly challenging to avoid and deviates from regulations. This research aims to examine and identify changes in the concept of traditional Balinese architecture in the results of Pasar Seni Sukawati’s revitalization. The research use qualitative research strategy, data is collected through observation, use of documents, and literature review. Data analysis utilizes a descriptive criticism method, a type of depictive criticism viewed through static aspects. The research findings indicate that the static aspects of the Sukawati Art Market's revitalization still rely on traditional Balinese architectural concepts. However, in its implementation, there are several changes and adjustments to align with the current market conditions.Keyword: Change, Traditional Balinese Architecture’s Concepts, Pasar Seni Sukawati Abstrak: Revitalisasi Pasar Seni Sukawati menjadi salah satu fokus kegiatan pemerintah pusat dan daerah yang tujuan memperkuat ekonomi dan pariwisata Provinsi Bali pasca pandemi. Pasca revitalisasi, muncul permasalahan yaitu terjadi perubahan yang cukup kontras, identitas pasar yang sebelumnya bernuansa tradisional dan terbuka berubah menjadi tertutup, masif, dan modern. Perubahan identitas ini berkaitan dengan permasalahan kelestarian Arsitektur Tradisional Bali yang semakin menghilang. Pergeseran paradigma berarsitektur semakin sulit dihindari dan menyimpang dari peraturan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mengidentifikasi perubahan konsep Arsitektur Tradisonal Bali pada hasil revitalisasi Pasar Seni Sukawati. Penelitian ini menggunakan strategi penelitian kualitatif dan data dikumpulkan melalui metode observasi, penggunaan dokumen, dan studi literatur. Analisis data menggunakan metode kritik deskriptif, yaitu jenis kritik depiktif yang dilihat melalui aspek statis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek statis pada hasil revitalisasi Pasar Seni Sukawati masih didasarkan pada konsep-konsep Arsitektur Tradisional Bali, namun dalam implementasinya terdapat beberapa perubahan dan penyesuaian dengan kondisi pasar terkini.Kata Kunci: Perubahan, Konsep Arsitektur Tradisional Bali, Pasar Seni Sukawat
PENERAPAN ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA BANGUNAN BANDUNG CREATIVE HUB
Abstract: The creative industry is the process of creating ideas, creativity and ideas that produce works or products. The creative hub or creative center is a place for creative industry activists to gather and develop their talents and creativity. Even though in Indonesia there are many buildings that function as creative centers, the question is to what extent these buildings are able to stimulate the creativity of creative industry players. One of the proposed solutions is to apply contemporary architectural design. This architecture is considered to be a way to stimulate the creativity of its users because it is not bound by time and always evolves with the times, in line with the spirit of creativity that is always advancing. Bandung Creative Hub was chosen as the focus of the research because it was considered successful in implementing contemporary architectural principles well. This research aims to understand the design form of a creative center that adopts contemporary architecture. The research method used is descriptive qualitative, by collecting data from various journals to describe this phenomenon. The research stages include data collection , analysis and drawing conclusions to provide a clearer picture of the influence of building design on the creativity of its users.Keyword: Bandung, Contemporary Architecture, Creative Center, Creative Industry.Abstrak: Industri kreatif merupakan proses penciptaan ide dan gagasan yang menghasilkan karya atau produk. Creative hub atau pusat kreatifitas merupakan tempat untuk mengembangkan dan menyalurkan kreativitas para pegiat industri kreatif. Di Indonesia, telah banyak didirikan bangunan-bangunan semacam itu, namun belum pasti apakah mereka sudah cukup efektif dalam memacu kreativitas. Salah satu solusi yang diusulkan adalah menerapkan arsitektur kontemporer, yang fleksibel dan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman, mirip dengan kreativitas individu yang terus berkembang. Bandung Creative Hub menjadi objek penelitian karena dianggap menerapkan arsitektur kontemporer dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain creative center yang menerapkan arsitektur kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, yang menggunakan data dari berbagai jurnal untuk menggambarkan fenomena yang ada. Tahapannya mencakup pengambilan dan pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Tujuan utamanya adalah untuk memahami bagaimana desain bangunan pusat kreatif dapat mempengaruhi kreativitas penggunanya, dengan harapan hasil penelitian ini dapat membantu pengembangan bangunan serupa di masa depan.Kata Kunci: Arsitektur Kontemporer, Bandung, Creative Center, Industri Kreati
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA HOTEL HILTON BANDUNG
Abstract: Hotel is a building that requires a concept in attracting visitors, one of which is by using the concept of contemporary architecture. Contemporary architecture is an architectural style that uses the latest technology and follows the times so that it can match the interests of the community. A hotel that uses contemporary architecture is the hilton hotel located in Bandung. The hotel has a facade with dynamic patterns and square compositions so that it seems modern and creative. This research uses a qualitative approach. This research uses a visual analysis method that comes from various sources and is compared with the basic theory of contemporary architecture. The purpose of this study is to describe the principles of contemporary architecture in the Hilton Bandung Hotel building. Hilton Hotel Bandung is a good example of the application of contemporary architecture concept in hotel design. The result of the research shows that Hilton hotel can fulfill the principles of contemporary architecture. This can be seen from the transparent elements, open space, structured landscape exploration, renewable technology, harmonization of indoor space with outdoor space, and the addition of cultural elements into the exterior and interior of the hotel.Keyword: Architecture Contemporary, Bandung, HotelAbstrak: Hotel merupakan bangunan yang memerlukan konsep dalam menarik pengunjung, salah satunya dengan menggunakan konsep arsitektur kontemporer. Arsitektur kontemporer adalah gaya arsitektur yang menggunakan teknologi terkini dan mengikuti perkembangan zaman sehingga dapat sesuai dengan minat dari masyarakat. Hotel yang menggunakan arsitektur kontemporer adalah hotel hilton yang berlokasi di bandung. Hotel ini memiliki fasad dengan pola dinamis dan gubahan persegi sehingga terkesan modern dan kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode analisis visual yang berasal dari berbagai sumber dan dikomparasi dengan teori dasar arsitektur kontemporer. Tujuan dari ini mendeskripsikan prinsip-prinsip arsitektur kontemporer pada bangunan Hotel Hilton Bandung. Hotel Hilton Bandung merupakan contoh yang baik dari penerapan konsep arsitektur kontemporer dalam desain hotel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hotel Hilton dapat memenuhi prinsip arsitektur kontemporer. Hal ini terlihat dari elemen transparan, ruang yang terbuka, ekplorasi lanskap yang terstruktur, teknologi yang terbarukan, harmonisasi ruang dalam dengan ruang luar, dan penambahan elemen budaya ke dalam eksterior maupun interior hotel.Kata Kunci: Arsitektur Kontemporer, Bandung, Hote
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PARAMETRIK PADA NAGYERDEI FOOTBALL STADIUM HUNGARIA
Abstract: Parametric design in architecture is an approach that utilizes parameters to achieve and explore efficient and complex forms that are difficult to achieve through manual programming. This approach has become popular due to its ability to create systematic and integrated designs with limitless adaptive exploration. The Nagyerdei Football Stadium in Hungary is one such building resulting from parametric design. Its organic and asymmetrical design is the outcome of applying parametric methods, adapting to the function of the building and its surrounding environment. This research aims to analyze and simulate the design of Nagyerdei Stadium using parametric programming. The study employs a digital architecture design method using Rhino 3D and the Grasshopper plugin. The results demonstrate the capability of parametric programming in designing the Nagyerdei Football Stadium. Keyword: Parametric, Rhinoceros, StadiumAbstrak: Parametrik dalam arsitektur merupakan salah satu pendekatan dalam desain digital yang memanfaatkan parameter-parameter untuk mendapakan dan mengeksplorasi bentuk-bentuk yang efisien dan sulit dicapai pemrograman manual. Pendekatan parametrik menjadi sebuah pendekatan yang populer karena kemampuannya membentuk rancangan yang sistematiis dan terintegrasi, dengan eksplorasi tanpa batas yang adaptif. Nagyerdo Football Stadium di Hungaria merupakan salah satu bangunan hasil parametrik. Desain yang organik dan asimetris merupakan hasil penerapan parametrik dengan adaptasinya pada fungsi bangunan serta kondisi lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensimulasi perancangan Nagyerdo Stadium menggunakan pemrograman parametrik. Penelitian ini menggunakan metode perancangan arsitektur berbasis digital dengan Rhino 3D dan plugin Grasshopper. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemrograman parametrik untuk merancang Nagyerdo Football Stadium.Kata Kunci: Parametrik, Rhinoceros, Stadio
ANALISIS EFEKTIFITAS DESAIN KONTEKSTUAL PADA FASAD BANGUNAN BARU HOTEL CONCORDIA BANDUNG
Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang merupakan sebuah bangunan bersejarah yang dulunya merupakan tempat pertemuan kaum elit yang mengalami alih fungsi menjadi sebuah Hotel. Transformasi ini menimbulkan tantangan dalam menjaga nilai sejarah sambil memenuhi kebutuhan masa kini. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas desain kontekstual pada fasad bangunan baru Hotel Concordia, dengan fokus pada prinsip harmoni dan kontras. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, analisis mendalam dilakukan terhadap elemen pembentuk fasad. Hasilnya menunjukkan penerapan prinsip arsitektur kontekstual dengan baik, meskipun terdapat perbedaan pada beberapa elemen, seperti pola pintu dan atap namun hal tersebut tetap sejalan dengan prinsip kontras. Secara keseluruhan, Hotel Concordia berhasil mengintegrasikan elemen baru dengan konteksnya, menciptakan harmoni visual dan menghormati warisan arsitektural
EFEKTIVITAS PENGUMPULAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN STUDI KASUS PT PENGELOLA LIMBAH KUTAI KARTANEGARA
Saat ini peningkatan pertumbuhan dari berbagai sektor industri di Indonesia telah menghasilkan banyak Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) atau disingkat LB3. Setiap penghasil LB3 wajib mengelola LB3 yang dihasilkannya atau dikelola oleh pihak jasa pengelolaan LB3 yang telah mengantongi izin. Dengan adanya ketentuan yang terbaru yaitu Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri LHK No. 6 Tahun 2021 penelitian ini berfokus untuk mengetahui keefektifan pengelolaan LB3 pada kegiatan pengumpulan LB3 yang dilakukan oleh pihak jasa pengelolaan LB3. Penelitian ini dilakukan di PT Pengelola Limbah Kutai Kartanegara sebagai perusahaan jasa pengelolaan LB3 di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian ini merupakan kualitatif dengan dua jenis data yaitu data primer dan sekunder. Pengambilan data primer dilakukan menggunakan Checklist Observasi dan Wawancara Informan sedangkan data sekunder dilakukan menggunakan literatur studi/perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase dari jumlah Checklist dan dibandingkan dengan kategori penilaian efektivitas. Hasil dari penelitian ini yaitu PT Pengelola Limbah Kutai Kartanegara telah melakukan kegiatan pengumpulan LB3 sesuai dengan ketentuan yang terbaru dengan efektivitas baik sekali dengan hasil persentase sebesar 100%.Kata Kunci: Efektivitas, Limbah B3, Lingkungan, Pengumpulan Limbah B
PENGARUH VARIASI LAMA WAKTU AERASI TERHADAP PENURUNAN KADAR BESI (Fe) DENGAN METODE BUBBLE AERATOR PADA AIR BERSIH DI PT. X
Pengolahan air bersih di PT. X untuk bagian produksi sudah dijalankan secara maksimal akan tetapi di Masjid Baiturahman belum adanya teknologi yang dapat digunakan untuk menurunkan cemaran parameter kimia besi (Fe) pada air bersih di PT. X. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas bubble aerator dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air bersih di PT. X dengan menggunakan variasi waktu kontak bubble aerator, yaitu 40 menit, 50 menit, 65 menit. Jenis penelitian ini adalah pretest – posttest witout control dengan menggunakan variasi waktu kontak yaitu 40 menit, 50 menit, 65 menit., sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 36 sampel. Analisa penurunan kadar besi (Fe) dilakukan menggunakan uji univariat dan uji bivariat. Hasil penurunan kadar besi (Fe) pada air bersih dengan variasi waktu kontak 40 menit dapat menurunkan rata – rata 0,29 mg/L dengan persentase penurunan 26%, variasi waktu kontak 50 menit dapat menurunkan rata – rata 0,36 mg/L dengan persentase penurunan 33%, variasi waktu kontak 65 menit dapat menurunkan rata – rata 0,47 mg/L dengan persentase 43%. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan antara variasi waktu kontak bubble aerator 40 menit,50 menit, 65 menit terhadap penurunan kadar besi (Fe) pada air bersih di PT. X, dan waktu yang paling efektif untuk menurunkan kadar besi (Fe) ada pada variasi waktu kontak bubble aerator 65 menit