Berugak Jurnal Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Not a member yet
3062 research outputs found
Sort by
Engagement Aspects and Representational Functions in Quizizz Website as a Medium of English Language Instruction
Many studies have examined the role of the Quizizz website as a medium of English language instruction, especially for assessment, and found it to have positively impacted learners’ learning enthusiasm and engagement. However, few studies have examined the linguistic and visual aspects of Quizizz from a multimodal perspective. To fill this void, this study aimed to explore the engagement aspects and representational functions underlying certain parts of the Quizizz website from the multimodal lens. Using the content analysis approach, the data were taken from relevant documents and analyzed using the Systemic Functional Multimedia Discourse Analysis (SFMDA) framework (O\u27Halloran, 2008) with a focus on the representational meaning of visual and engagement taxonomy for each textual data. The findings showed that the Quizizz website entailed multimodal engagement taxonomy (disclaim, proclaim, entertainment, and attributes) and representational function (transactional, non-transactional, and covert). Specifically, the most dominant types were proclaiming and entertainment, encouraging students and entertaining them while undertaking quizzes. Nonetheless, the data in visual analysis displayed more covert taxonomy, which can reduce the students\u27 thinking concepts that better reflect equal diversity in the form of multimodal
ADAPTATION OF INDEPENDENT LEARNING CURRICULUM IN THE IMPLEMENTATION OF LEARNING IN CLASS IVA AL FALAH ASSALAM ELEMENTARY SCHOOL
This study aims to determine the process of implementing the independent learning curriculum in class IV of Al Falah Assalam Elementary School after the use of the 2013 curriculum. This study used a qualitative approach. Data collection procedures are through observation, interviews, and documentary evidence. While the analysis of the data used is in the form of data collection, selecting data according to the problem, displaying data, and making conclusions. The results of this study indicate that (1) Al Falah Assalam Elementary School has used teaching modules as a reference in the Merdeka Learning curriculum replacing the lesson plans in the revised 2013 curriculum. (2) The learning process in the class uses differentiation learning based on learning styles and types of abilities, diagnostic results, and student personalities, (3) There are no significant obstacles for Al Falah Assalam school in the trial transition from the revised 2013 curriculum to the independent learning curriculu
ADAPTIVE LEADERSHIP: CONCEPTS, MODELS AND THEIR ACTUALISATION IN EDUCATIONAL INSTITUTIONS
The need for adaptive educational leadership is increasing along with the emergence of various challenges and demands experienced by educational institutions. Using a qualitative approach, this study aims to describe the concepts, models and practices of adaptive leadership. This study found that adaptive leadership is leadership that is able to respond to challenges faced quickly, precisely and relevantly. As a model, this adaptive leadership has similarities with flexible leadership. Both of these concepts can be applied in the context of education to create adaptive and flexible educational leadership. Furthermore, the implementation of adaptive leadership in education can be applied by; context analysis, schools’ leaders determine relevant strategies based on challenges faced, prepare Human Resources (HR), prioritize TEAM, determine policies, and monitor, evaluate and follow up the evaluation results. This study concludes that the adaptive leadership is needed to respond to dynamic realities as a consequence of organizational life and for unpredictable realities for the next better education qualit
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PENDUDUK MEMUTUSKAN MENJADI PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) DI DUSUN BANTIR DESA BANYU URIP KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan penduduk memutuskan menjadi pekerja migran indonesia (PMI) di Dusun Bantir Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung. Metode penelitian ini menggunakan hubungan kausal dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu penduduk yang pernah dan sudah pulang menjadi pekerja migran indonesia (PMI) di Dusun Bantir Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung dengan sampel berjumlah 45 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan untuk mencari pengaruh adalah analisis regresi logistic (binary logistic). Hasil penelitian menunjukkan faktor lapangan pekerjaan tidak signifikan mempengaruhi keputusan menjadi pekerja migran indonesia (PMI). Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas yang dihasilkan lebih besar dari tingkat signifikannya (0.770>0.05). Faktor pendapatan secara signifikan mempengaruhi keputusan menjadi pekerja migran indonesia (PMI). Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas yang dihasilkan lebih kecil dari tingkat signifikannya (0.037>0.05). Faktor perkawinan secara signifikan mempengaruhi keputusan menjadi pekerja migran indonesia (PMI). Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas yang dihasilkan lebih kecil dari tingkat signifikannya (0.021>0.05). Faktor pendidikan secara signifikan mempengaruhi keputusan menjadi pekerja migran indonesia (PMI). Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas yang dihasilkan lebih kecil dari tingkat signifikannya (0.031> 0.05). dan Faktor beban tanggungan keluarga tidak signifikan mempengaruhi keputusan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas yang dihasilkan lebih besar dari tingkat signifikannya (0.222 > 0.05)
Tathawwur Taallum Al-Lughah Al-Arabiyah AL-Qaim ‘ala Asasi Al-Tiknulujiya
Language teaching is part of education in general, but language teaching has different characteristics and purposes from education in its overall concept. Language teaching does not mean teaching about the language, but it tends to teach the methods and techniques for pronouncing the language. Technology is a Greek word meaning a craft, workmanship, or art, and it is a suffix meaning science. Technology is work that is concerned with improving performance and formulation during scientific application. Based on this, it can be concluded that education technology does not require the presence of technology in it, and education based on technology requires the presence of technology during the lesson. The history of the emergence of technology-based education, especially language education, corresponds to the emergence of the technologies themselves on the ground
Peningkatan layanan jemaah melalui implementasi sistem pengelolaan keuangan dan aset masjid berbasis web
[Bahasa]: Keuangan dan aset masjid perlu dikelola dengan baik dan transparan. Kesalahan dalam pengelolaan akan menyebabkan praduga dan fitnah di tengah masyarakat. Terlebih jika berkaitan dengan dana yang diperoleh dari jemaah atau masyarakat. Pengelolaan keuangan dan aset dalam bentuk tradisional hanya mampu mencatat sehingga belum mengarah pada transparansi karena sifatnya yang tidak accessible. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengimplementasikan sistem informasi pengelolaan keuangan dan aset masjid untuk meningkatkan tata kelola dan transparansi keuangan masjid. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan model kemitraan dimana pengabdi dan masyarakat secara bersama menyelenggarakan kegiatan untuk kemajuan tata kelola masjid. Tahapan kegiatan meliputi Plan, Do, Check, Act (PDCA) dimana tahapan ini sering digunakan dalam program peningkatan berkelanjutan untuk aspek tertentu di dalam masyarakat atau komunitas. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa tata kelola aset dan keuangan masjid berbasis digital mampu mewujudkan transparansi sehingga meningkatkan kepercayaan jamaah dan masyarakat terhadap pengelola masjid. Secara lebih luas, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk masjid yang lain untuk mengimplementasikan tata kelola keuangan dan aset berbasis digital sebagai upaya peningkatan pelayanan masjid di masyarakat.
Kata Kunci: digitalisasi, keterbukaan keuangan, sistem aset, sistem informasi, masjid
[English]: Mosque financial and asset needs to be managed properly and transparently. Mismanagement of this will lead to prejudice and slander in society. Moreover, if the funds are obtained from the congregation or the community. Financial and asset management in the traditional way can only record the data, so it has not led to transparency because it is not accessible. This community service program aims to implement an information system for managing mosque finances and assets to improve governance and transparency. The method used in this program is a partnership model in which the researchers and the community organize the program to develop mosque governance. The stages included Plan, Do, Check, Act (PDCA), often used in sustainable improvement programs for specific aspects of a society or community. This program shows that digital-based management of mosque assets and finances can achieve transparency, thereby it increases the trust of congregants and the community in mosque management. This program can be an initiative for other mosques to implement digital-based financial and asset governance in an effort to improve mosque services in the community.
Keywords: digitization, financial transparency, asset system, information system, mosqu
Evaluasi program pelatihan penyusunan jadwal dengan ASC timetable menggunakan model CIPP
[Bahasa]: Perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan secara optimal dalam berbagai bidang kehidupan tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Teknologi perlu dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam dunia pendidikan, salah satunya adalah permasalahan dalam penyusunan jadwal pelajaran pada beberapa sekolah atau madrasah yang ada di Kabupaten Ponorogo. Solusi yang ditawarkan adalah program pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan service learning dalam bentuk pelatihan penyusunan jadwal menggunakan software Asc TimeTable. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi program menggunakan model CIPP, yang terdiri dari empat komponen evaluasi, yaitu evaluasi context, evaluasi input, evaluasi process, dan evaluasi product. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari aspek context, program yang ditawarkan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh sasaran program, yaitu para guru/ustadz dan pengelola sekolah/madrasah. Pada aspek input, strategi program yang ditawarkan juga sangat sesuai dengan kebutuhan dan harapan dari sasaran program. Evaluasi proses pelaksanaan program menunjukkan bahwa program telah terlaksana dengan sangat baik. Demikian halnya dari aspek evaluasi produk diketahui bahwa pemahaman subjek sasaran program sudah baik. Secara umum program yang dilaksanakan sudah berjalan dengan baik dan efektif. Oleh karena itu, diharapkan hasil studi ini menginspirasi pelaksanaan program serupa dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi di era Society 5.0 ini untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci: Asc TimeTable; CIPP; evaluasi program; penyusunan jadwal, society 5.0
[English]: Technology development should be utilized optimally in various fields of life, including education. Technology needs to be used to overcome problems in education, including the problem of preparing lesson schedules in several schools or madrasahs in Ponorogo Regency. The proposed solution is a community service program utilizing the service learning approach through training sessions on schedule planning using the Asc TimeTable software. This study aims to evaluate the program using the CIPP model, which consists of four components: context, input, process, and product. The evaluation results show that from the context aspect, the programs offered are under the problems the program targets face: teachers/ustadz and school/madrasah administrators. In the input aspect, the program offered is also highly relevant to the needs and expectations of the target. Evaluation of the program implementation process shows that the program has been carried out very well. Likewise, from the aspect of product evaluation, it is known that understanding the program target\u27s subject is good. In general, the program implemented has been running well and effectively. As a result, it is hoped that the findings of this study may inspire similar projects aimed at optimizing the use of technology in the period of Society 5.0 for community advancement and welfare.
Keywords: Asc TimeTable, CIPP, program evaluation, scheduler, society 5.
Pengembangan mobile apps untuk crowdfunding Yayasan Griya Sodaqo Indonesia
[Bahasa]: Panti asuhan adalah organisasi nirlaba berbentuk lembaga usaha kesejahteraan sosial khusus anak. Pendirian panti asuhan bertujuan memberikan pelayanan kesejahteraan sosial melalui kegiatan santunan dan pengentasan anak-anak terlantar, memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial. Masyarakat umum dapat secara langsung dapat membantu memenuhi kebutuhan anak yatim kurang mampu sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anak yatim di panti asuhan. Yayasan Griya Sodaqo Indonesia sudah melaksanakan kegiatan cowdfunding sejak tahun 2020 tetapi pelaksanaan ini hanya dilakukan dalam bentuk konvensional. Oleh karena itu diperlukan platform berupa aplikasi untuk kegiatan crowdfunding. Program pengabdian ini dilakukan dengan metode Focus Group Discussion dan ditindaklanjuti dengan observasi wawancara. Perencanaan Aplikasi fundraising berbasis android memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan dana dari berbagai sumber untuk keperluan yang berbeda-beda. Hasil aplikasi ini dapat meningkatkan opersional kerja yayasan Griya Sodaqo Indonesia dan desain aplikasi ini juga dapat bermanfaat untuk institusi sejenis di Indonesia.
Kata Kunci: crowdfunding, griya sodaqo, mobile apps, panti asuhan
[English]: Orphanages are non-profit organizations engaged in social welfare for children. The establishment of orphanages aims to provide social welfare services through compensation and alleviation of neglected children, providing replacement services for parents or guardians of children in fulfilling physical, mental, and social needs. The general public can directly help fulfill the needs of underprivileged orphans to improve the welfare of orphans. Griya Sodaqo Indonesia Foundation has been carrying out crowdfunding activities since 2020, but this implementation is only done in conventional ways. Therefore, an application for crowdfunding activities is required. The method used was Focus Group Discussion and followed up with observation and interviews. Planning an Android-based fundraising application allows users to raise funds from various sources. The results of this application can improve the operational work of the Yayasan Griya Sodaqo Indonesia, and this application design can also be helpful for similar institutions in Indonesia.
Keywords: crowdfunding, griya sodaqo, mobile apps, orphanag
Edukasi remaja tentang pengenalan jenis perilaku bullying di sekolah melalui metode role plays
[Bahasa]: Kasus bullying yang menimpa siswa di sekolah merupakan fenomena yang marak terjadi di dunia pendidikan sekarang ini. Perilaku bullying masih dianggap sebagai sesuatu yang biasa sehingga merugikan korban. Salah satu penyebabnya adalah siswa yang belum mengetahui jenis-jenis perilaku bullying. Oleh karenanya, perlu adanya suatu intervensi berupa kegiatan untuk mengenalkan siswa terkait jenis-jenis perilaku bullying. Program edukasi dengan metode role plays dirancang untuk memudahkan siswa memahami apa saja jenis perilaku bullying. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada siswa terkait bullying dengan menggunakan metode role plays dalam rangka meningkatkan pengetahuan siswa tentang perilaku bullying. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui power point dan video, serta aplikasi tindakan melalui role plays. Evaluasi berupa tanya jawab secara langsung saat penyampaian materi dan memberikan feedback terhadap role plays yang sudah dibuat oleh siswa. Pretest dan posttest dengan kuesioner diberikan pada sesi awal dan akhir kegiatan. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sesudah diberikan edukasi dengan metode role plays sebesar 12 siswa (40%) masuk kedalam kategori pengetahuan baik, 13 siswa (44%) masuk dalam kategori pengetahuan cukup dan sebanyak 5 siswa (16%) masuk dalam kategori pengetahuan kurang. Dengan demikian edukasi melalui metode role plays terkait pengenalan jenis perilaku bullying dapat menjadi alternatif intervensi untuk membantu guru dan pihak sekolah dalam mensosialisasikan program anti bullying di sekolah.
Kata Kunci: bullying, edukasi, remaja, role plays, sekolah
[English]: Bullying cases against students in schools are a rampant phenomenon in education. Bullying is still considered an acceptable behaviour that can harm the victims. One of the reasons is that students do not know the types of bullying behaviour. Therefore, there is a need for an intervention programme to introduce students to the types of bullying behaviour. An educational program using the role plays method was designed to make it easier for students to understand what types of bullying behaviour are. This community service aims to provide education to students related to bullying by using the role plays method to increase students’ knowledge about bullying behaviour. The methods used include material delivery through power points and videos, as well as action application through role plays. The evaluation was carried out by direct question and answer during the delivery of material and providing feedback on role plays made by students. Pretests and posttests with questionnaires were given at the beginning and end of the activity. The results show an increase in knowledge after being given education with the method role plays 12 students (40%) fall into the category of good knowledge, 13 students (44%) fall into the category of sufficient knowledge, and as many as 5 students (16%) fall into the category of poor knowledge. Thus education through the method role plays regarding behaviour recognition bullying can be an alternative intervention to help teachers and the school socialise the anti-corruption program against bullying at school.
Keywords: bullying, education, youth, role plays, schoo
PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM PENGANGKUTAN TERHADAP PENUMPANG DAN BARANG ANGKUTAN DISEBABKAN KELALAIAN
Artikel ini membahas tentang ruang lingkup pengangkutan termasuk definisi pengangkutan, objek dan pihak pengangkutan, jenis-jenis pengangkutan sifat dan tujuan pengangkutan serta kaitannya dengan penumpang dan barang angkutan, serta membahas tentang sanksi kerugian. Serta pertanggungjawaban pengangkutan ketika terjadi kerusakan serta kehilangan barang penumpang yang disebabkan kelalaian pihak pengangkut, dan batasan batasan yang termasuk dalam tanggungjawab pengangkutan. Dimana terdapat beberapa jenis-jenis pertanggungjawaban yang dilakukan oleh pihak pengangkut yakni pertanggungjawaban pengangkutan dilihat dari kesalahan dan kelalaian, pertanggungjawaban karena praduga dan pertanggungjawaban mutlak. Selanjutnya berbicara tentang hak dan kewajiban para pihak