Berugak Jurnal Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Not a member yet
3062 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI METODE RECIPROCAL TEACHING
Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, mata pelajaran sejarah sering dianggap remeh dan menjemukan, kurang diperhatikan karena dianggap kurang menarik. Hal ini menyebabkan hasil belajar siswa yang kurang optimal. Inilah yang perlu menjadi pemikiran guru di kelas. Dalam menyajikan pembelajaran yang menyenangkan dan dapat menimbulkan semangat belajar serta dapat meningkatkan hasil belajar, maka dibutuhkan suatu inovasi yang menarik, salah satu dengan menerapkan metode pembelajaran yang bervariatif, diantaranya adalah dengan model reciprocal teaching. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dimana pada saat sebelum menggunakan metode pembelajaran reciprocal teaching hasil rata-rata nilai siswa 50% dan terjadi peningkatan menjadi 70% pada siklus I serta terjadi peningkatan 85% pada siklus II. Dengan demikian pelajaran sejarah materi “Peradaban Awal Dunia” dengan metode reciprocal teaching di kelas X IPS1 MAN Kota Batu berhasil meningkatkan hasil belajar siswa
PENDIDIKAN INKLUSIF: ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripiskan tentang harapan dan kenyataan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di SD Negeri 20 Mataram. Pendidikan inklusif merupakan pendidikan untuk semua anak tanpa bullying dan diskriminasi. Setiap individu memiliki hak yang sama dalam memperoleh layanan pendidikan terbaik bagi dirinya, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), untuk bisa bersama-sama individu lainnya yang normal untuk duduk di sekolah yang sama dalam upaya mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Metode kualitatif menjadi bagian dalam penelitian ini untuk mengekplorasi setiap kejadian dan pristiwa penyelenggaran pembelajaran di sekolah inklusif. Hasilnya menunjukkan penyelenggara pendidikan inklusif di Nusa Tenggara Barat, khusus di SD Negeri 20 Mataram telah berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari aksesibilitas, kompetensi sumber daya, dan kemampuan dalam membangun networking dengn pihak lain
THE POLICY OF ARABIC CAMP PROGRAM IN ASY - SYARIFAH ISLAMIC SENIOR HIGH SCHOOL (MAQBA) (ARABIC LANGUAGE POLICY STUDIES)
Asy - Syarifah Islamic Senior High School or it’s called MAQBA (school of learning language and Quran) is one of the language school In Mranggen district Demak regency. This school is a boarding school system that has two special programs, those are language and Quran. Asy - Syarifah Islamic Senior High School exists in 2007 but in 2017 it has already had language program and launched it in 2017 by creating launching language day. From that agenda, the school has some rules of language day and some supported programs that support the language program in Asy - Syarifah Islamic Senior High School or MAQBA
During this time, the Arabic learning program doesn’t give the students a good improvement in it yet. There are some problems while running this program. Those are many students don’t graduated from the Islamic junior high school and also we still need many qualified teacher that has an ability to help this Arabic learning program running well. Beside that, the Islamic boarding school still doesn’t give support yet according to this program, because the functionaries of Islamic boarding school still feel confused to get the way to have skill in a short time.
Because of that, MAQBA has a concept of learning Arabic language by Arabic Camp Program as a medium for students and teachers to learn and practice Arabic in International atmosphere through fun learning and non-formal education method, where the Arabic camp program will run in the beginning of the academic year. And this program aim at the students and also all of the teachers that can help the programs later if the Arabic camp program has finished.
MAQBA Asy-Syarifah needs to take a policy by initiating an intensive, comprehensive and fun Arabic language learning system to produce students who have qualified Arabic language competences. This is the aim of this research. This research uses descriptive qualitative research methods. The results of this study indicate that MAQBA Asy-Syarifah is serious about guarding the development of Arabic language competencies by issuing a policy of holding an Arabic Camp Program for new students of MAQBA Asy-Syarifah. This seriousness is shown by preparing the best designed study time and curriculum, and also cooperate with another institution from Pare Kediri to have an Arabic Camp System by Pare System in developing a language especially for Arabic
Ta`limu Al Lugho Al Arabiyyah Muassasan Ala Al Iliktiruniyyah E-Learning Tiwalah Ayyami Al Jaihat Litullabi Al Fasli At Tsamin A Bi Al Madrasah Al Tsanuwiyyah Al Hukumiyyah Al Tsaniyah Funuruku: ???????? ???????? ???????? ??????? ???????? A ???? ???? ??????? ????? ????? ?????? (E Learning) ????? ????? ??????? ????? ??? ???????????
The implementation of the E-Learning System at MTsN 2 Ponorogo has been around for almost 2 years. I know more precisely, since the corona virus existed, and MTsN 2 Ponorogo is one of the madrasas that use this learning, MTsN 2 Ponorogo itself has an E-Learning system that aims to connect student learning at home due to the corona virus. E Learning itself is an educational system or system that utilizes information technology in the teaching and learning system, Online learning (E Learning) at MTsN 2 ponorogo Using a website (WEB) that uses Asynchronous E Learning where Asynchronous E Learning or Asynchronous learning is a general term used used to describe forms of education, teaching, and learning that occur in the same place and time. It uses resources that facilitate the sharing of information beyond the constraints of time and place. To see the absorption of students in Arabic language material and to find out how the implementation of E Learning, the researchers examined the method of implementing E Learning, and also found out the problems and how to solve them.From the analyzed data, it can be seen that the research results are (1) the application of E Learning learning at MTsN 2 (a) This learning has been set to start from the 2020/2021 school year. (b) Learning in this madrasa includes a Web-Based Learning (WEB) model. (c) Teacher procedures in teaching using the E Learning application. (g) The procedure for students to use the E Learning application in their daily learning is structured. (2) The problems that exist in learning E Learning for class 8A at MTsN 2 Ponorogo. (a) There are problems with the teachers when using this lesson. (b) There are problems with students when using this learning. (3) Solutions to problems that exist in E-Learning for grade 8A children at MTsN 2 Ponorogo. (a) Solutions on how teachers use this learning. (b) Solutions about how students use this learning.Based on this research, the researcher expects (1) Arabic language teachers to increase knowledge in learning, especially in today\u27s era. (2) Arabic teacher to add learning media in E Learning learning. (3) Schools to pay more attention to students in Arabic lessons
Digitalisasi informasi kependudukan di lingkungan RT Kelurahan Sukamiskin Kecamatan Arcamanik Kota Bandung
[Bahasa]: Data kependudukan sangat diperlukan sebagai dasar perencanaan pada berbagai aktvitas pelayanan publik. Salah satu Lembaga kemasyarakatan yang memiliki tugas dalam pengumpulan data kependudukan adalah pengurus Rukun Tetangga (RT). Dalam melaksanakan tugasnya, pengurus RT sering kali mengalami berbagai kendala salah satu nya adalah penggunaan metode manual dalam mengumpulkan dan mengolah data yang berakibat pada sering terjadinya kesalahan input data dan ketidakakuratan data yang diperoleh. Hal tersebut, dihadapi pula oleh pengurus RT di wilayah Rukun Warga (RW) 06 kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kendala tersebut, dapat diatasi salah satunya dengan pemanfaatan sistem informasi sesuai dengan UU NO. 23 TAHUN 2006. Oleh karena itu, tujuan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah merancang dan membangun sistem informasi kependudukan (SIDUK) sebagai salah satu upaya mengatasi beberapa kendala yang dihadapi oleh pengurus RT di wilayah Rukun Warga (RW) 06 kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan melalui metode difusi iptek yang terbagi menjadi dua tahap yaitu perancangan dan pembangunan SIDUK menggunakan metode prototype. Selanjutnya dilakukan sosialisasi serta pendampingan penggunaan SIDUK yang dibangun tersebut. SIDUK yang dibangun terbukti mampu mempermudah pengurus RT dalam mengumpulkan dan mengolah data kependudukan termasuk input data dan pembuatan laporan data kependudukan.
Kata Kunci: data kependudukan, difusi iptek, rukun tetangga, SIDUK, sistem informasi
[English]: Demographic data is needed for various public service activities. One of the social institutions which has the task of collecting demographic data is the Rukun Tetangga (RT) administrator. In carrying out their duties, RT administrators often experience various obstacles, one of which is that the collection and data tabulation are still done manually, as a result various errors of data input occur frequently, and inaccuracies in the data obtained. This is also faced by RT administrators in the Rukun Warga (RW) 06 area of ??Sukamiskin sub-district, Arcamanik District, Bandung City, West Java Province. One of these obstacles can be resolved by applying an information system under UU NO. 23 of 2006. Therefore, the goal of the community service being carried out is to design and build a demographic information system (SIDUK) to overcome some of the obstacles faced by RT administrators in the Rukun Warga (RW) 06 area of ??Sukamiskin sub-district, Arcamanik District, Kota Bandung, West Java Province. The community service program was carried out through the science and technology diffusion method, which was divided into two stages, namely designing and developing the SIDUK using the prototype. Following this, socialization and assistance in using SIDUK were conducted. The SIDUK has made it easier for RT administrators to collect and process population data, including input and reports.
Keywords: demographic, technology diffusion, neighborhood association, SIDUK, information syste
The internalization of religious values in bumi Sikerei: Improving the worship areas for the younger generation of sipuisilam
[Bahasa]: Sipuisilam merupakan istilah yang mengacu pada kumpulan warga Bumi Sikerei yang memeluk agama Islam. Kajian terdahulu menunjukkan bahwa sipuisilam masih dilematis dalam menjalankan kewajiban sebagai umat muslim. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para sipuisilam segmen muda terkait nilai-nilai Islam serta menjalankan syariat Islam dengan penuh kesadaran. Kegiatan pengabdian ini menggunakan model Community Based Research yang direduksi menjadi 5 tahap (kuesioner, wawancara, Focus Group Discussion, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan). Berdasarkan model ini ditetapkan (1) sipuisilam segmen muda sebagai subjek pemberdayaan, (2) ranah ibadah sebagai focus pengabdian, (3) bentuk kegiatan ekspositori, ceramah/diskusi, dan praktek, dan (4) Yayasan Aksi Peduli Bangsa Desa Muntei dan guru agama Islam sebagai mitra kegiatan. Pelatihan dilakukan kepada 6 orang tutor dan 32 orang putera dan puteri dengan status siswa SMP dan SMA/SMK. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 55,6 % sipuisilam memiliki tingkat pemahaman terkait thaharah sudah sangat baik dan 33,12% sipuisilam memiliki tingkat pemahaman terkait shalat sudah sangat baik. Ini bermakna bahwa ketercapaian pengabdian pada ranah kognitif sudah melampaui standar target. Akan tetapi, pada ranah afektif dan psikomotor masih didominasi oleh level baik. Temuan ini mengindikasikan perlunya pendampingan dalam upaya internalisasi nilai-nilai Islam di tengah interaksi sosial dan kehidupan global.
Kata Kunci: generasi muda sipuisilam, internalisasi nilai-nilai agama, Bumi Sikerei
[English]: Sipuisilam is a term that refers to a group of Bumi Sikerei residents who embrace Islam. Previous studies show that Sipuisilam people are having dilemmas in carrying out their obligations as Muslims. This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of the young generation of Sipuisilam people related to Islamic values and to carry out Islamic teachings. This community service activity uses the Community Based Research Model, which is reduced to 5 stages: questionnaire, interviewing, Focus Group Discussion, implementation, and evaluation of service activity. Based on the model, it is determined that (1) the subject of empowerment is the youth segment, (2) the religious practices area is focused, (3) the service activity form of expository lectures/discussions and practices, and (4) Yayasan Aksi Peduli Bangsa of Muntei village and Islamic Studies teachers as partners. The training was conducted for 6 tutors and 32 students from junior and senior high school/vocational school. The evaluation results showed that 55.6% of Sipuisilam residents had a very good level of understanding regarding thaharah and 33,12% of Sipuisilam people had a very good level of understanding regarding to shalat (Moslems’ praying). It means that the achievement of this community service for the cognitive domain has exceeded the target. However, the affective and psychomotor domains are still dominated at a good level. The findings indicate that assistance is needed to internalize Islamic values in social interaction and everyday life.
Keywords: Sipuisilam younger generation, internalization of religious values, Bumi Sikere
Science learning assistance through animated learning videos for supporting transformation in special schools
[Bahasa]: Pendidikan untuk siswa berkebutuhan khusus perlu terus ditingkatkan agar mereka dapat menjawab kebutuhan dan tantangan global. Sayangnya, konsep sains menjadi topik yang sulit dipahami secara utuh di tengah keterbatasan daya tangkap informasi yang dipengaruhi oleh kondisi khusus siswa berkebutuhan khusus. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu guru dalam mengoptimalkan pembelajaran sains di era digital melalui pengembangan video pembelajaran animasi. Metode yang digunakan adalah difusi IPTEKS dengan menggunakan media pembelajaran IPA berbasis digital. Kegiatan dibagi menjadi empat tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini telah menghasilkan konten pembelajaran IPA berupa video pembelajaran berbasis animasi, serta peningkatan wawasan guru mengenai pentingnya mengintegrasikan teknologi pembelajaran digital yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Tindak lanjut yang perlu dilakukan adalah melakukan pendampingan dan pelatihan agar inovasi pembelajaran berupa aplikasi pembelajaran terintegrasi yang berisi media pembelajaran IPA berbasis video animasi dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan kualitas layanan pembelajaran.
Kata kunci: media pembelajaran digital, pembelajaran sains, siswa berkebutuhan khusus
[English]: Education for special needs students requires continuous improvement to meet global needs and challenges. Unfortunately, science is difficult to understand due to limited information comprehension influenced by the special conditions of students with special needs. This community service aims to assist teachers in optimizing science learning in the digital era by developing animated learning videos. The method used was the diffusion of science and technology using digital-based science learning media. The service program was divided into four stages: preparation, implementation, evaluation, and follow-up. The results of the community service program have produced science learning content in the form of animation-based learning videos, as well as increased teacher insight regarding the importance of integrating digital learning technology that is interesting and appropriate to students\u27 needs. The follow-up that needs to be taken is to carry out mentoring and training so that learning innovations in the form of integrated learning applications that contain animated video-based science learning media can be used by teachers to improve the quality of learning services.
Keywords: digital learning media, science learning, students with special need
THE ROLE OF FAMILY IN IMPROVING FAMILY ECONOMIC STABILITY
Stabilitas ekonomi keluarga memiliki peran yang krusial dalam mencapai kesejahteraan keuangan dan kehidupan yang berkelanjutan. Dalam jurnal ini, kami membahas peran keluarga dalam meningkatkan stabilitas ekonomi keluarga dan faktor-faktor yang berkontribusi pada pencapaian tersebut. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor penting, seperti penanaman nilai-nilai keuangan, pendidikan keuangan, pengelolaan anggaran keluarga, pembentukan cadangan dana darurat, perencanaan investasi, pengembangan keterampilan keuangan, komunikasi dalam keluarga, dan pemanfaatan sumber daya komunitas. Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka deskriptif yang sumbernya dari jurnal. Hasil penelitian menunjukan bahawa penanaman nilai-nilai keuangan dalam keluarga menjadi dasar yang kuat untuk membentuk sikap dan perilaku yang bertanggung jawab terhadap keuangan. Meningkatkan stabilitas ekonomi keluarga membutuhkan kesadaran akan pentingnya keuangan, pendidikan yang kuat, komunikasi terbuka, dan akses ke sumber daya yang relevan. Implikasi jurnal ini menyoroti pentingnya program pendidikan keuangan, kampanye kesadaran keuangan, pengembangan kebijakan yang mendukung stabilitas ekonomi keluarga, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan pribadi
Problematika Pendidikan Agama Islam di Pondok Pesantren
This article discusses several challenges in the teaching of Islamic Religious Education (PAI) at Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri, covering both the aspects of educators and students. These challenges include the interaction between educators and students, the need for more effective teaching methods, as well as time constraints, and the density of materials. Additionally, issues related to the mastery of content, administration, and learning facilities are also the focal points of discussion. Several solutions are proposed to address these issues, including improvements in the design of teaching tools, the enhancement of technology-based learning facilities, and better classroom management. The improvement of educators\u27 quality through training and scholarly meetings, along with support for the development of appropriate teaching strategies and methods, is also considered crucial. In conclusion, this article summarizes the challenges and solutions in teaching Islamic Religious Education at Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri, to enhance the quality of Islamic education and shape students who are both qualified and virtuous.
Keywords: Islamic Education, Islamic Boarding School, Education Problematics
Artikel ini membahas sejumlah tantangan dalam pembelajaran (PAI) Pendidikan Agama Islam di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri, mencakup aspek pendidik dan peserta didik. Tantangan ini meliputi interaksi antara pendidik dan peserta didik, kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih efektif, serta keterbatasan waktu dan padatnya materi. Disamping itu, permasalahan penguasaan materi, administrasi, dan sarana pembelajaran juga menjadi fokus pembahasan. Beberapa solusi diusulkan untuk mengatasi permasalahan ini, termasuk perbaikan dalam desain perangkat pembelajaran, peningkatan sarana pembelajaran berbasis teknologi, dan manajemen kelas yang lebih baik. Peningkatan kualitas pendidik melalui pelatihan dan pertemuan ilmiah, serta dukungan untuk pengembangan strategi dan metode pembelajaran yang sesuai, juga dianggap penting. Kesimpulannya, artikel ini merangkum tantangan dan solusi dalam pembelajaran PAI di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri, dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam dan membentuk peserta didik yang berkualitas serta berakhlak mulia.
Kata kunci: Pendidikan Islam, Prondok Pesantren, Problematika Pendidika
The Roles of Multicultural Islamic Education in The Empowerment of Civil Society
Indonesia’s national identity is shaped by its diverse cultural tapestry, which embodies a rich historical legacy. While this diversity is a source of pride, it can also pose challenges that may lead to societal discord. Therefore, Islamic Education rooted in Multiculturalism is vital in fostering unity amidst diversity. Within this framework, Islamic Education plays a crucial role in harmonizing differences and shaping successive generations. By fostering appreciation for diversity and promoting solidarity, it bridges societal gaps and fosters a sense of belonging among Indonesians. Through Islamic teachings, this paradigm values diversity as a unifying force, fostering a society where differences strengthen unity. This approach aims to foster a population that values mutual respect, cooperation, and national unity, regardless of cultural differences. Therefore, Islamic Education within Multiculturalism aims to shape a generation that values diversity while also strengthening the nation\u27s unity and integrity