Atavisme: Jurnal Ilmiah Kajian Sastra
Not a member yet
235 research outputs found
Sort by
ARKETIPE ROMAN SEBAGAI RESOLUSI SIMBOLIK DALAM NOVEL THE HANDMAID’S TALE KARYA MARGARET ATWOOD
Abstrak: The Handmaid’s Tale merupakan novel sains fiksi dengan tema dystopia yang ditulis oleh Margaret Atwood. Novel ini menceritakan kehidupan seorang perempuan yang bernama Offred dan menjadi seorang handmaid; sebutan untuk perempuan yang memegang peran sebagai mesin pencetak bayi di bawah pemerintahan rezim Gilead. Penelitian ini mengurai arketipe roman dari Northrop Frye untuk mengungkap resolusi simbolik dalam novel The Handmaid’s Tale melalui empat alur pergerakan naratif arketipe roman yang dikembangkan oleh Northrop Frye. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa struktur formal naratif, The Handmaid’s Tale memiliki struktur naratif roman dan merupakan resolusi simbolik dari kontradiksi sosial yang tidak dapat diselesaikan. Adapun resolusi simbolik tersebut merupakan bentuk wish fulfilment dari penulis Margaret Atwood yang menginginkan agar rezim otoriter dapat menghilang di masyarakat.Abstract: The Handmaid’s Tale is a science fiction novel with a dystopian theme written by Margaret Atwood. The novel narrates the life of a woman named Offred, who becomes a handmaid, a term for women serving as baby-making machines under the rule of the Gilead regime. This research deconstructs Northrop Frye’s archetypal romance to reveal the symbolic resolution in The Handmaid’s Tale through the four narrative movement archetypes of romance developed by Northrop Frye. Based on analysis, it is concluded that by examining its formal narrative structure, The Handmaid’s Tale possesses a romantic narrative structure that represents a symbolic resolution of unresolved social contradictions. This symbolic resolution embodies the wish fulfillment of the author, Margaret Atwood, who desires the disappearance of authoritarian regimes from society.
INOVASI DAN KONVENSI TEATER TRADISIONAL BANYUWANGI
Teater tradisional sebagai hasil konstruksi dan kreasi berpeluang melakukan inovasi agar tetap diminati pendukungnya. Pelaku seni, penanggap, penikmat, dan pemerintah merupakan ekosistem yang saling menguatkan. Di Banyuwangi terdapat dua teater tradisional yang hingga saat ini masih terus dihidupi dan dikembangkan oleh masyarakat, yaitu barong dan janger. Teater barong memiliki lakon yang tetap dan dipertahankan oleh kelompok Barong Tua dan Barong Cilik. Sementara itu, inovasi banyak dilakukan untuk Barong Lancing oleh grup Barong Sapu Jagat dengan anggota para pemain yang masih muda. Pengembangan lakon yang dilakukan oleh Sucipto menjadikan Barong Sapu Jagat memiliki kemiripan dengan teater tradisional janger yang diciptakan secara khusus untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Analisis data pustaka dan data lapangan diperoleh melalui observasi, partisipasi, wawancara mendalam dengan informan terseleksi, dan diskusi terpumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi lakon dilakukan Barong Sapu Jagat dan inovasi janger cenderung mengikuti selera pasar. Pemanfaatan dilakukan youtuber dengan mengunggah hasil perekamannya di media sosial youtube
HUMAN RELATIONSHIP WITH NATURE IN MATA DAN RAHASIA PULAU GAPI NOVEL BY OKKY MADASARI
Abstrak: Alam dan manusia memiliki relasi dengan tokoh dan latar tempat. Tidak hanya sebagai latar, karya sastra mampu menghadirkan tokoh sebagai makhluk ekologis. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan interaksi tokoh dan alam dalam novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi karya Okky Madasari. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan mekanisme kerja deskriptif analitik. Pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan ekokritik sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Kegiatan analisis data terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya paradigma antroposentrisme dan ekosentrisme yang mendeskripsikan bentuk interaksi antara tokoh dan alam. Terdapat tokoh manusia dan hewan yang merefleksikan kepedulian terhadap pusaka Pulau Gapi. Paradigma antroposentrisme tercermin dari tokoh para penjajah yang melakukan perusakan di tanah Ternate dan para pekerja proyek yang ingin merobohkan benteng peninggalan Portugis. Kekayaan alam Ternate menjadi salah satu pemicu ekspansi dan eksploitasi yang dilakukan oleh satu negara ke negara lain.Abstract: Nature and humans have a relationship with characters and place settings. Not only as a background but literary works can also present characters as ecological creatures. This research aims to describe the interaction between characters and nature in Mata dan Rahasia Pulau Gapi's novel by Okky Madasari. This study uses qualitative methods with a descriptive-analytic working mechanism. The approach applied is the literary ecocritical approach. The data collection technique used is documentation. Data analysis activities consist of data reduction, data presentation, and concluding/verification. The result shows that there are fulfillments and violations of the principles of the environmental movement, which describe the form of interaction between characters and nature. There are human and animal figures who reflect concern for the heritage of Gapi Island. The anthropocentrism paradigm is reflected in the colonizers' figures who carried out the destruction of the land of Ternate and the project workers who wanted to demolish the heritage fortress of the Portuguese. Ternate's natural wealth is one of the triggers for expansion and exploitation carried out by one country to another
MAKNA TERHADAP MITOS RELASI MANUSIA DAN TUMBUHAN DALAM MANUSKRIP LONTAR JUWARSAH: KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna mitos relasi manusia dan tumbuhan dalam manuskrip Lontar Juwarsah. Penelitian ini menggunakan teori Semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan model analisis semiotika Roland Barthes. Sumber data penelitian ini adalah manuskrip Lontar Juwarsah koleksi DREAMSEA yang diunduh pada tahun 2022. Hasil penelitian ini berupa pemaparan kode denotasi, kode konotasi, dan mitos relasi manusia dan tumbuhan dalam manuskrip Lontar Juwarsah. Relasi manusia dan tumbuhan dalam manuskrip Lontar Juwarsah menunjukkan bahwa tumbuhan memiliki kekuatan atau energi yang diperlukan oleh manusia
PENGARUH LEGENDA LA HILA PUTRI MA MBORA DALAM TRADISI-TRADISI MASYARAKAT DONGGO NUSA TENGGARA BARAT
Legenda La Hila Putri Ma Mbora (Seorang Putri Yang Hilang) merupakan sastra lisan yang hidup di kalangan masyarakat Bima, Nusa Tenggara Barat. Sebagai cerita yang diwariskan antargenerasi oleh nenek moyang masyarakat Bima, saat ini legenda ini bertransformasi dalam tradisi-tradisi masyarakat Donggo, Bima. Banyak tradisi dalam masyarakat Donggo Bima yang terpengaruh oleh keberadan legenda ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tradisi-tradisi masyarakat Donggo, Bima, yang dipengaruhi oleh legenda La Hila Putri Ma Mbora. Untuk melakukan hal tersebut digunakan metode etnografi. Etnografi yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada informan kunci dan studi dokumen. Teknik analisis data penelitian menggunakan model Milles dan Hubberman, yaitu reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda La Hila Putra Ma Mbora telah bertransformasi ke dalam berbagai bentuk tradisi masyaraat Bima, yaitu syair kalero, pesta raju, cola nasa, adat kematian, dan tradisi berpakaian perempuan Bima. The legend of La Hila Putri Ma Mbora (A Missing Princess) is an oral literature that lives among the community of Bima, West Nusa Tenggara. As a passed down story between generations, today, this legend is transformed into the traditions of the Donggo people of Bima. Many traditions in the Donggo Bima community were influenced by the existence of this legend. This study aims to describe the traditions of the Donggo, Bima, who were influenced by the legend of La Hila Putri Ma Mbora. Ethnographic method is applied to conduct the research. Method used in this research is digital ethnography. Data collection techniques were carried out through interviews with key informants and document studies. Data analysis techniques is using the Milles and Hubberman models, namely data reduction, data presentation, data interpretation, and drawing conclusions. The results showed that the legend of La Hila Putra Ma Mbora had transformed into various forms of Bima community traditions, namely kalero poetry, raju parties, cola nasa, death customs, and Bima women's dress traditions.
CONSUMER SOCIETY IN UMAR KAYAM’S JALAN MENIKUNG A STUDY OF JEAN BAUDRILLARD’S POSTMODERNISM
Abstract: The research aims to reveal the consumer society in Jalan Menikung, a novel written by Umar Kayam. The theoretical framework used is the postmodern theory of Jean Baudrillard. Baudrillard reveals the characteristics change of culture in contemporary society and introduces the characteristics of Western society as a simulation society. The method used in this study is qualitative. The material was obtained from literature and analyzed using the conception of Baudrillard. The important concept used is the change in value, simulation, simulacra, hyperreality, and consumer society. The results of the study show that in the novel Jalan Menikung, there is a change in value that occurs in the form of consumerism. This consumerism is in the form of consuming clothes, consuming food, or drinks, consuming certain buildings, consuming certain luxury goods, consuming in orgies, consuming in the use of power, and consuming in high-class associations. Simulation processes of consumption in Jalan Menikung happen on the development of technology, especially information technology and language signs. In Jalan Menikung Umar Kayam describes the consumer society as a complicated culture intertwined