Jurnal Poltekkes Kemenkes Aceh
Not a member yet
926 research outputs found
Sort by
Efektivitas edukasi tentang Covid-19 melalui aplikasi WhatsApp terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan di Kota Langsa
Background: in 2021 the global world is still covered by the threat of Covid - 19 whose virus continues to mutate and is increasingly dangerous. Until now, the government is still trying to implement the program until the target is achieved. One of the things that can be tried to help the government's efforts to prevent and anticipate transmission is to provide education to change people's behavior.Objectives: the purpose of this research was to test the effectiveness of Covid-19 education using the online method through the Whatsapp application on the level of public knowledge and compliance in implementing health protocols in Langsa City.Methods: this study used a quasy experimental design, with a control group design, 100 respondents who were collected in public places in Langsa City, were included in two WhatsApp groups, 50 people each for the intervention group and the control group. Data collection using online questionnaires, July - August 2022, comprehensive education using videos and leaflets delivered repeatedly via Whatsapp, taking into account research ethics. Data analysis to test the effectiveness of using the paired sample T test by doing the previous normality and homogeneity tests.Results: the results of the study on the knowledge variable in the intervention group showed significant differences before and after the intervention, p-value 0.000 and t = 9.254. In the control group, there was no significant difference, p-value 0.125 and t -1.562. Variable compliance of respondents implementing health protocols, the group that was given the intervention, there was a significant difference, p-value 0.016 and t -2.488. In the control group, there was no difference with a p-value of 0.351 and t-0.942.Conclusion: online education through video media and leaflets given to the intervention group was effective in increasing respondents' knowledge, so that there was a significant difference in knowledge before and after providing education. Increased knowledge also increases respondents' compliance with health protocol
Hubungan konsep diri dengan mekanisme koping pada pasien post operasi glaukoma di poli mata RSUD Meuraxa Banda Aceh tahun 2022
Background: physical conditions can affect patients in forming their self-concept, patients who have a good self-concept will respect themselves, accept themselves, and do not underestimate themselves and recognize their limitations. Conversely, patients who have a poor self-concept will generally avoid their environment, tend to be alone and dissatisfied with themselves.Objectives: to determine the relationship between self-concept and coping mechanisms in postoperative glaucoma patients at the Eye Clinic at Meuraxa Hospital, Banda Aceh.Methods: this type of quantitative research with the correlation method and using the Cross Sectional Study approach. Sampling using non-probability sampling with purposive sampling technique. The number of samples was 39 patients who underwent glaucoma surgery.Results: the results of bivariate analysis showed the value of ρ = 0.002 and α = 0.05, which means that the value of p < α Ho was rejected and Ha was accepted. This means that there is a relationship between self-concept and coping mechanisms in postoperative glaucoma patients at the Eye Clinic at Meuraxa Hospital.Conclusion: that the better the patient's self-concept, the coping used is adaptive.
Meningkatkan pengetahuan masyarakat Meunasah Krueng Kecamatan Ingin Jaya tentang bahan makanan yang mengandung formalin
Sebagian besar konsumen tidak paham seberapa besar bahaya yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya, mereka tertarik pada bahan makanan seperti ikan dan daging yang tampak segar, berwarna cerah, kenyal, tidak berbau dan murah walaupun sebenarnya bahan makanan tersebut mengandung pengawet berbahaya. Metode : Metoda yang dilakukan di pengabdian masyarakat ini adalah metode penyuluhan tentang bahan makanan yang mengandung Formalin Hasil Kegiatan : Dari hasil perolehan nilai rata-rata pengetahuan dan sikap peserta yang mengikuti pre-test dan posttest terlihat bahwa ada peningkatan pengetahuan peserta sebesar 57,5% yaitu dari 37,5% menjadi 95%. Kemudian, terjadi peningkatan juga terhadap rata-rata sikap peserta sebesar 63,68% yaitu dari 33,04% menjadi 96,72%. Kesimpulan : Penyuluhan yang dilakukan sebanyak dua hari telah dapat menambah wawasan masyarakat serta dapat peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat menjadi lebih baik.
Pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga penjamah makanan dalam persiapan makanan di Rumah Sakit Umum Daerah Yulidin Away Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan
Penjamah makanan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan agar makanan yang dikonsumsinya dapat berkualitas baik dari segi proses maupun hasil penyiapannya. Salah satu permasalahan penjamah makanan adalah proses penyiapan makanan yang tidak tepat. Tujuan kegiatan untuk mengkaji pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan penjamah makanan dalam penyiapan makanan di RSUD Yulidin Away Tapaktuan. Metode kegiatan dilakukan melalui quasi eksperimen dengan rancangan one gruop pre post test design. sampel sebanyak 25 orang. Lokasi penelitian adalah RSUD Yulidin Away Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2021. Pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder. Data analisis menggunakan uji-T. Hasil, menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan penjamah makanan sebesar 10,8. Peningkatan keterampilan penjamah makanan sebesar 2,68. Selanjutnya, terdapat pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan (p= 0,000) dan keterampilan (p= 0,020) penjamah makanan pada penyiapan makanan di RSUD Yulidin Away Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Kesimpulan, kegiatan pengabdian yang dilakukan melalui metode penyuluhan sangat berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penjamah makanan pada penyiapan makanan di RSUD Yulidin Away Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan
Pemberdayaan masyarakat melalui asuhan keperawatan gigi keluarga dengan penerapan positif parenting dalam menurunkan skor risiko karies anak di Gampong Punge Jurong
Positive Parenting juga merupakan sebuah program traning pengasuhan yang berorientasi pada pengasuhan dan strategi dukungan keluarga. Mengingat risiko yang terjadi pada karies berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak, maka cara pencegahan yang lebih awal penting untuk dilakukan yaitu melalui pemahaman dan peran serta orang tua. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui asuhan keperawatan gigi keluarga dengan penerapan positif parenting dalam menurunkan skor risiko karies anak Di Gampong Punge Jurong Kota Banda Aceh. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode deskriptif, dengan sasaran anak dan ibunya sebagai responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Intervensi yang diberikan berupa penyuluhan berbasis masalah, mengukur pengetahuan, sikap dan Tindakan ibu sebagai responden dan skor risiko karies gigi anak serta demontrasi cara menyikat gigi. Hasil pengabdian masyarakat yaitu ada perubahan peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan penerapan positif parenting dalam menurunkan skor risiko karies anak ke arah yang lebih baik dari pre test, post test I dan post test II. Direkomendasikan sebaiknya adanya kolaborasi dengan pihak terkait dengan melibatkan dokter gigi, perawat gigi, serta tenaga medis dan kesehatan lainnya dalam program ini. Kolaborasi dapat memperkuat pendekatan interdisipliner dalam memberikan edukasi dan perawatan gigi yang komprehensif
Efek suplementasi kombinasi bawang putih, jahe merah, dan beras ragi merah (BJR-22) terhadap kadar kolesterol LDL pasien stroke dengan dislipidemia
Background: Stroke is the second leading cause of death worldwide, a significant contributor to disability, and the leading cause of stroke prevention by controlling risk factors. Dyslipidemia is a high risk of plaque buildup in the cell wall. An alternative search must be performed to prevent recurrent stroke events and to improve survival without disability. Nutraceuticals such as garlic (Allium sativum), red ginger (Zingiber officinale Roxb. var. rubrum Rosc.), and red yeast rice (Monascus purpureus) contain active compounds that inhibit HMG-CoA activity and limit the rate of cholesterol synthesis.Objectives: To analyze the effect of red ginger, garlic, and red yeast rice on low-density lipoprotein cholesterol (LDL-C) levels in ischemic stroke patients with dyslipidemia.Methods: Quasi-experimental research was conducted in a double-blinded manner. The study was conducted on outpatients at the Neurology Clinic of Dr. Kariadi Hospital Semarang, Central Java, from September to December 2022. Forty subjects with ischemic stroke and dyslipidemia were divided into intervention (20 subjects) and control (20 subjects) groups using consecutive sampling techniques. The intervention was conducted for 30 days. The intervention group received supplementation with a combination of garlic 225 mg, red ginger 125 mg of red ginger, 250 mg of 3x/day and statin for 30 days, while the control group received a placebo and statin. Lipid profile measurements were conducted at the Central Lab of Dr. Kariadi Hospital, Semarang, India. Data were analyzed using Fisher-Exact, Wilcoxon, and paired t-tests at a 95% CI.Results: The average LDL level before intervention was 152,0 ± 58,54, and after the intervention was 89,0 ± 27,07 (mg/dL). Before the intervention, The intermediate cholesterol level was 207,6 ± 37,6 to 164,5 ± 45,58. There was a significant improvement in LDL-C (p= 0,000) and cholesterol (p= 0,001).Conclusion: Supplementation with a combination of garlic, red ginger, and red yeast rice is effective in reducing LDL cholesterol level
Coffee consumption habits with the addition of added ingredients correlated with obesity among females students in Semarang
Chemical compounds found in coffee are good for health, but most Indonesians often consume coffee with added ingredients, such as sugar and milk. Thus, it will potentially increase the risk of obesity. This study aimed to analyze coffee consumption habits with added ingredients and their correlation with the incidence of obesity among female students in Semarang. The research design was cross-sectional, with 77 female students randomly selected. This study was conducted from March to April 2021 in Semarang. All data collection process was conducted online. Data on coffee consumption habits, the kind of added ingredients, and the number of allowances were obtained through questionnaires. Furthermore, the food intake data were obtained from the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), physical activity data from the International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF), and anthropometric data through self-anthropometric measurement guided by the researcher. Data were analyzed by the Chi-square test and multiple logistic regression test at a 95% CI. There was a relationship between coffee consumption habits and obesity according to the body mass index (p= 0,014), waist circumference (p= 0,001), and waist-hip ratio (p= 0,001). The multivariate analysis showed that the frequent consumption of coffee with added ingredients was correlated with the incidence of abdominal obesity based on waist circumference and waist-hip circumference ratio. It can be concluded that coffee consumption with added ingredients was correlated with the incidence of obesity
Deteksi dini kejadian sindrom metabolik melalui penyuluhan gizi, pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pemeriksaan tekanan darah serta kadar gula darah
Sindroma metabolik merupakan kumpulan kelainan metabolik komplek yang muncul sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular serta diabetes mellitus tipe II. Komponen utama sindrom metabolik diantaranya adalah obesitas abdomen, peningkatan kadar glukosa darah (sewaktu dan atau puasa), peningkatan tekanan darah dan dislipidemia. Penyuluhan gizi pada pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai sindrom metabolik yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular. Pengabdian masyarakat ini telah dilaksanakan pada tanggal 19-20 September 2022 di desa Lamrukam kecamatan Peukan Bada Aceh Besar. Peserta pengabmas adalah ibu-ibu yang memiliki resiko sindrom metabolic sebanyak 25 orang. Kegiatan pengabmas terdiri dari pre test untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang sindrom metabolic, pengukuran tinggi badan (TB) dan berat badan (BB) untuk mengetahui status gizi peserta pengabmas, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran gula darah, penyuluhan gizi dan post test. Hasil, status gizi peserta overweight yaitu 12 orang (48%), sedangkan tekanan darah dan kadar gula darah normal yaitu 18 orang (72%) dan 22 orang (88%). rata-rata pengetahuan peserta sebelum penyuluhan gizi yaitu 36 sedangkan setelah dilakukan penyuluhan gizi rata-rata pengetahuan peserta menjadi 64,8. Hal ini dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 28,8%. Kesimpulan, penyuluhan pada peserta pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat cara deteksi dini kejadian sindrom metabolik
Pemeriksaan mikroskopis scabies (sarcoptes scabiei) dan edukasi personal hygiene santri di Dayah Madrasatul Quran Aceh Besar
Scabies atau kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei (var hominis), yaitu sejenis tungau (kutu atau mite) yang infestasinya berupa lesi kulit dan frekuensi gatal yang hebat di malam hari. Prevalensi Scabies tinggi pada anak-anak dengan risiko kejadian di sekolah asrama dan pondok pesantren. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk melakukan screening scabies dan edukasi personal hygiene santri di Dayah Madrasatul Qur’an Aceh Besar. Mitra masyarakat yang terlibat adalah guru, siswa dan petugas kesehatan setempat, sedangkan khalayak sasaran adalah santri. Tahapan awal adalah screening scabies pada santri dengan pengambilan spesimen kerokan kulit dan ditemukan adanya tungau Sarcoptes scabiei melalui pemeriksaan mikroskopis. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan media flyer tentang penyakit scabies dan personal hygiene. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri tentang personal hygiene dan penyakit scabies berdasarkan perbandingan hasil yang diperoleh sebelum dilakukan penyuluhan. Hal ini menyimpulkan gambaran bahwa penyuluhan scabies dapat menjadi diseminasi informasi untuk meningkatkan derajat kesehatan santri dari penyakit menular scabies.
Pengaruh fermentasi dan penambahan gula pada organoleptik minuman kombucha bunga telang (Clitoria ternatea L.)
Background: Telang flower (Clitoria ternatea L.) is a plant with a high antioxidant content that can be used as a functional drink in tea. That can be fermented to produce Kombucha, which is rich in antioxidants and organic acids. Objectives: This study aimed to develop a formula for Telang flower kombucha and evaluate its organoleptic properties. Methods: In a Completely Randomized Design (CRD) experiment, this research was conducted at the Food Processing Laboratory of the Bachelor of Nutrition Study Program, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta, from December to March 2023. Sugar was added to the fermentation process at varied concentrations (20%, 30%, and 40% w/v), while Telang flower tea was the control. Fifty-two untrained panellists participated in the hedonic quality evaluation, which included the evaluation of color, aroma, taste, and overall preference. The data were examined with the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests.Results: The sensory evaluation demonstrated statistically significant (p=0,000) differences in color, aroma, and taste between the control and the three sugar-added treatments. Kombucha's color and aroma characteristics with 20% and 30% sugar additions were significantly different (p<0,05). However, the taste characteristics were not significantly different. The color of Kombucha with 20% and 40% sugar additions were not significantly different, nor was the aroma with 30% and 40% sugar additions. According to the hedonic test analysis results, panellists preferred adding 40% sugar over other treatments. Hence this formula was selected for this study. Conclusion: Telang flower kombucha's organoleptic properties are strongly influenced by the fermentation process and the amount of added sugar. Further research is needed to explore its bioactive compounds and health benefits