Electronic Journal Widyatama University (UTama) / Jurnal Elektronik Universitas Widyatama
Not a member yet
922 research outputs found
Sort by
Manajemen Hubungan Pelanggan Guna Memperoleh Loyalitas Pelanggan: Suatu Konsep
Keunggulan bersaing perusahaan berusaha mempertahankan pelanggannya dengan tujuan bahwa kegiatan mengakuisisi pelanggan memerlukan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan untuk mempertahankannya 
Tinjauan Pelaksanaan Corporate Social Responsibility Di Era Informasi
Disadari atau tidak perkembangan informasi yang bergerak sangat cepat menyebabkan informasi mudah untuk diperoleh dimana-mana, semakin mudah bagi perusahaan maupun konsumen untuk dapat memperoleh informasi yang mereka butuhka
ANALISIS PRODUKTIVITAS PENGEBORAN TANAH MENGGUNAKAN ALAT RCD (REVERSE CIRCULATION DRILLING)
Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung merupakan mega proyek kereta cepat pertama di Indonesia. Kondisi tanah terdapat batu cadas yang keras, alat yang sudah tua dengan pemakaian yang terus menerus menyebabkan mesin mati tiba – tiba dan jenis tanah yang menjadi lengket bila bertemu dengan air yang dapat memperlambat proses pengeboran tanah. Berbagai cara pekerjaan pengeboran tanah dilakukan oleh kontraktor, salah satunya menggunakan alat RCD pada pier P 238. Tujuan dari karya ilmiah ini menganalisis produktivitaspengeboran tanah dengan menggunakan alat RCD. Langkah pengeboran dimulai dari pembersihan lapangan dan pembuatan dua buah kolam. Untuk mempermudah pengeboran tiang bor digunakanlah casing. Tinggi casing yang digunakan 4 m dan 6 m. Setelah itu melakukan pengeboran dengan tekanan air 0,2 Kg/cm2 atau dengan kecepatan aliran 7,5 cm/detik sehingga air akan keluar bersama dengan material lumpur melalui pipa di tengah alat bor . Hasil endapan lumpur (padatan) akan dibuang menggunakan truck sedangkan cairan akan dimasukan kembali kedalam lubang bor. Pruduktivitas alat bergantung pada empat faktor yaitu volume pekerjaan, waktu siklus, efisiensi alat dan kapasitas peoduksi. Pada pier 238 memiliki 8 borepile dengan diameter 1,25 meter dan kedalaman 90 meter dengan rata – rata produktivitas sebesar 2,851 m/jam.
 
KAJIAN SISTEM DRAINASE PERUMAHAN VALLE VERDE DI DESA PASIRHALANG
Drainage is one of the basic facilities designed as a system to meet the needs of the community and is an important component in urban and residential planning. Valle Verde Residential located in the village of Pasirhalang, Cisarua District, Kabupaten Bandung Barat needs to make a study of the drainage system in order to avoid flooding or inundation. The purpose of this study is to determine the peak discharge and drainage system capacity of the plan. In this study the analysis carried out is the drainage zone, rainfall, average rainfall in the area, choosing the type of rainfall distribution, calculating the time concentration, determining the amount of rainfall intensity at the return period of 2 years, calculating flood discharge and calculating the capacity of the planned channel. From the results of the analysis and calculation it is known that for the main drainage channel can use an open channel with dimensions of height 0.25 m and a base width 0.30 m and freeboard 0.20 m. As for channels that are in residential areas, can use closed channels with diameter dimensions D = 0.30 m.Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota maupun perumahan. Perumahan Valle Verde yang berlokasi di Desa Pasir Halang Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat perlu membuat kajian sistem drainase agar terhindar dari bencana banjir atau genangan air hujan. Tujuan dari kajian ini yaitu untuk mengetahui debit puncak dan kapasitas sistem drainase rencana. Dalam kajian ini analisis yang dilakukan adalah zona drainase, curah hujan, curah hujan rata-rata kawasan, pemilihan jenis distribusi hujan, perhitungan waktu konsenstrasi, menentukan besarnya intensitas hujan pada kala ulang 2 tahun, perhitungan debit banjir dan perhitungan kapasitas saluran rencana. Dari hasil analisis dan perhitungan tersebut diketahui bahwa untuk saluran drainase utama dapat menggunakan saluran terbuka dengan dimensi tinggi H = 0,22 m dan lebar dasar B = 0,25 m serta tinggi jagaan W = 0,20 m. Adapun untuk saluran yang berada didalam komplek, dapat menggunakan saluran tertutup dengan dimensi diameter D = 0.30 m
The Analisis Pemborosan Menggunakan “9 Waste" Pada Proses Produksi Pt Abc
An effective and efficient production system will produce quality products, so the company does not experience losses. One of the losses experienced by a company is due to waste problems. This study aims to analyze the waste in the production of product X at PT ABC using the Lean approach. The classification results show that the overall production activity of each process obtained is 22% for value-added activities (VA), 22% for non-value-added activities (NVA), and 56% for required non-value-added activities (NNVA). From the results of the classification can then be identified in 9 factors that can cause waste. 9 Waste is abbreviated as E-Downtime, which is from Environmental, Health, and Safety (EHS), Defect, Over Production, Waiting, Non-Utilizing Employee, Transportation, Inventory, Motion, and Excess Processing. Based on the results of identification and analysis, the waste problem that occurs is that each operation process is completed, the trial object for product X will be measured by the QA, and the measurement is carried out repeatedly until the last operation. In addition, there is a queue from the QA side, causing quite a long downtime, as a result the production lead time will be longer. The proposed improvement recommended by the researcher is that the measurement of trial objects by the QA party is carried out simultaneously, namely once after the production process from the first operation to the last operation has been completed. This can minimize the production operator's idle time so as to eliminate waste at PT ABC.Sistem produksi yang efektif dan efisien akan menghasilkan produk yang berkualitas, sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian. Kerugian yang dialami suatu perusahaan salah satunya karena permasalahan pemborosan (waste). Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waste pada produksi produk X di PT ABC menggunakan pendekatan Lean. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa keseluruhan aktivitas produksi dari setiap proses yang didapat adalah sebesar 22% untuk value-added activity (VA), 22% untuk non value-added activity (NVA), dan 56% untuk necessary non value-added activity (NNVA). Dari hasil klasifikasi tersebut kemudian dapat diidentifikasi dalam 9 faktor yang dapat menyebabkan waste. 9 Waste tersebut disingkat dengan E-Downtime, yang terdiri dari Environmental, Health, and Safety (EHS), Defect, Over Production, Waiting, Non-Utilizing Employee, Transportation, Inventory, Motion, dan Excess Proceessing. Berdasarkan hasil identifikasi dan analisa, permasalahan waste yang terjadi adalah setiap proses operasi selesai, benda trial untuk produk X akan dilakukan pengukuran oleh tim QA, dan pengukuran tersebut dilakukan terus berulang hingga operasi terakhir. Selain itu, terdapat antrian dari tim QA sehingga menimbulkan downtime yang cukup lama, akibatnya lead time produksi akan lebih lama. Usulan perbaikan yang direkomendasikan oleh peneliti adalah supaya pengukuran benda trial oleh tim QA dilakukan secara sekaligus yaitu satu kali setelah proses produksi dari operasi pertama sampai operasi terakhir telah selesai. Hal tersebut dapat meminimalkan waktu menganggur operator produksi sehingga mampu menghilangkan waste di PT ABC
PENGARUH MAKRO EKONOMI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN PERIODE 2016 ? 2018
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh faktor makro ekonomi yaitu Inflas, Kurs, SBI dan Jumlah Uang Beredar terhadap IHSG. Pada tahun 2017 tingkat inflasi meningkat seharusya IHSG cenderung turun pada kenyataannya IHSG meningkat. Jenis penelitian explanatory dengan pendekatan kuantitatif. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan dalam penelitian ini data time series periode 2016-2018. Hasil penelitian menunjukkan Variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Variabel Jumlah Uang Beredar berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG. Variabel kurs sebesar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG. Variabel SBI berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG. Variabel Inflasi, Kurs, SBI dan Jumlah Uang Beredar berpengaruh secara Simultan terhadap IHSG. Variabel makro ekonomi yang digunakan di dalam penelitian ini dapat menjelaskan IHSG sebesar 91% sedangkan sisa nya dipengaruhi oleh variabel lainnya. Sebaiknya investor sebelum meutuskan untuk berinvestasi harus mempertimbangkan juga variabel makro ekonominya. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya menambahkan variabel Jumlah Saham yang Beredar karena merupakan faktor makro ekonomi
BLACK BOX TESTING EQUIVALENCE PARTITIONS UNTUK PENGUJIAN FRONT-END PADA SISTEM AKADEMIK SITODA
User interface or also called front-end Academic system SITODA which interesting and can overcome the problem of academic data is needed by the curriculum and teachers in schools of SMKIT Insan Toda. System testing is required before the system is implemented. Front-end of Academic system SITODA Web-Based created using CI Framework and CSS Programming language. The front-end testing of the SITODA academic system uses Black Box, the examiner may not be a technical person from the programming field, system testing involves a curriculum section testing the admin form and a teacher who will test the teacher form. The equivalence partitioning test for the SITODA academic system is designed by checking the output and input data, starting with making a test planning table containing test classes and test items, then testing for each test item by creating a functional test table. The results of the Equivalence Partition (EP) test show that the SITODA academic system is running according to its function because all test results have been successfully executed according to the expected results.Aplikasi antar muka pengguna (user interface) atau disebut juga front-end Sistem akademik SITODA yang menarik dan dapat mengatasi permasalahan data-data akademik sangat dibutuhkan oleh bagian kurikulum dan guru pada sekolah SMKIT Insan Toda. Pengujian sistem diperlukan sebelum sistem tersebut diterapkan. Front-end Sistem Akademik SITODA Berbasis Web dibuat menggunakan framework CI dan bahasa pemrograman CSS. Pengujian front-end sistem akademik SITODA menggunakan Black Box, pengujinya bisa bukan orang teknis dari bidang pemrograman, maka untuk pengujian sistem melibatkan seorang bagian kurikulum yang menguji halaman admin dan guru yang akan menguji halaman guru. Pengujian equivalence partitioning untuk sistem akademik SITODA dirancang dengan memeriksa keluaran dan masukan data, dimulai dengan membuat tabel perencanaan pengujian yang berisi kelas uji dan butir uji, selanjutnya dilakukan pengujian untuk setiap butir uji dengan membuat tabel pengujian fungsional. Hasil pengujian Equivalence Partition (EP) bahwa sistem akademik SITODA berjalan sesuai dengan fungsinya karena semua hasil uji berhasil dijalankan sesuai hasil yang diharapkan
Perancangan Aplikasi "Nugas" Menggunakan Metode Design Thinking dan Agile Development
Software adalah sebuah hal yang abstrak, terlebih saat dikembangkan. Ini dikarenakan sifatnya yang memang tidak memiliki wujud fisik khusus. Imbasnya, ketika dibayangkan saat belum ada bendanya, orang bisa jadi kesulitan, sehingga miskomunikasi menjadi hal yang sering terjadi. Seringkali, ini pun berujung pada pengembangan produk yang salah. Bayangan di awal, tidak terkomunikasikan dengan jelas dan baik, sehingga estimasi pengerjaan meleset dan hasil akhirnya juga tidak seperti yang dibayangkan. Hal ini juga makin diperkuat dengan kompleksitas sebuah software saat dibuat. Hal yang di mata pengguna ataupun klien diduga mudah, ketika ditemui di fase pengembangan, ternyata bisa jadi kompleks. Dengan adanya UI/UX Design mempermudah developer dalam mengembangkan sebuah produk aplikasi. Salah satu metode yang sering digunakan dalam pengembangan UI/UX Design adalah Design Thinking. Design Thinking adalah adalah salah satu metode yang berkonsentrasi untuk menciptakan solusi yang diawali dengan proses empati terhadap suatu kebutuhan tertentu yang berpusat pada manusia (human centered) menuju suatu inovasi berkelanjutan berdasarkan kebutuhan penggunanya. Sedangkan untuk pembangunan aplikasi sendiri metode Agile Development adalah salah satu yang saat ini sedang marak sekali digunakan di berbagai macam startup di Indonesia. Agile Development merupakan metodologi pengembangan software yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama atau pengembangan sistem jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dari pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun. Sehingga dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Design Thinking untuk pembuatan UI/UX Design dan Agile Development digunakan untuk pengembangan aplikasi
PERANCANGAN STRATEGI KREATIF REBRANDING PROGRAM SARJANA SISTEM INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ADDIE
Brand identity is a unique characteristic of a brand. Brand identity can be seen in the form of symbols, visuals, and physical representations that serve to make it easier for consumers to recognize a brand. Over the time, brand identity has become much more important and noticed. Therefore there is a demand for a brand to make changes. These changes were made to defend against extreme market developments. This process is known as rebranding, which will produce a reconstructed brand identity to compete in a new market. Corporate rebranding has become a common practice to adapt to changes in the micro and macro environment. With the increasing number of successful organizations after implementing corporate rebranding, it creates interest in the academic world, especially in universities. Therefore, the author emphasizes this application study to raise the topic of "Designing a Creative Rebranding Strategy for the Information Systems Bachelor Program". In this rebranding design stage, the research uses the ADDIE development method (Analyzing, Design, Development, Implementation, Evaluation). The output of this design will be used by Batam International University Information Systems Bachelor Program on youtube and instagram. With the implementation of this design, it will provide an identity that can reflect the new characteristics of the Batam International University Information Systems Bachelor Program.Brand identity merupakan karakteristik unik pada sebuah brand. Brand identity dapat berupa simbol, visual, dan representatif fisik yang berfungsi untuk mempermudah konsumen mengenal sebuah brand. Seiring berjalannya waktu, brand identity menjadi jauh lebih penting dan diperhatikan. sehingga adanya tuntutan bagi sebuah brand untuk melakukan perubahan. Perubahan tersebut dilakukan guna mempertahankan diri dari perkembangan pasar yang ekstrim. Proses ini disebut sebagai rebranding, dimana akan dihasilkan sebuah brand identity yang direkonstruksi untuk bersaing pada pasar yang baru. Corporate rebranding menjadi praktik yang umum guna beradaptasi pada perubahan yang lingkungan mikro dan makro. Dengan semakin banyaknya organisasi yang sukses setelah mengimplementasikan corporate rebranding menumbuhkan ketertarikan pada dunia akademis terutama pada universitas. Oleh karena itu penulis menekankan studi penerapan ini untuk mengangkat topik berupa “Perancangan Strategi Kreatif Rebranding Program Sarjana Sistem Informasi”. Dalam tahap perancangan rebranding ini, penelitian menggunakan metode pengembangan ADDIE (Analyzing, Design, Development, Implementation, Evaluation). Output dari perancangan ini akan digunakan oleh Program Sarjana Sistem Informasi Universitas Internasional Batam di platform youtube dan instagram. Dengan penerapan perancangan ini akan memberikan identity yang dapat mencerminkan karakteristik yang baru dari Program Sarjana Sistem Informasi Universitas Internasional Batam
PEMBUATAN PROTOTYPE ALAT ELECTRO PLATING UNTUK
Corrosion is an electrochemical reaction process that is natural and takes place by itself, corrosion cannot be prevented or stopped but can only be controlled using the Electro Plating method. Electroplating is a process that produces a thin layer of metal on top of another metal surface by electrolysis or electroplating using direct current (DC) and chemical solutions (electrolytes). The process of giving this protective layer aims to protect the metal from corrosion, in this study, will make a prototype electro plating tool for small industry or Home Industry, the completeness of the components needed to make a prototype electro plating tool is an AC transformer matic 30-50 A 12V, ampere meter, volt meter, fuse and switch, then nickel solution serves to provide strength, metal resistance from rust and chrome solution serves to provide resistance to corrosion and gives a glossy white color so it looks better, to produce a strong coating. With the occurrence of the anode, cathode, and electrolyte solution which are used entirely as related to coating materials, especially metals are illustrated as, the cathode can be interpreted as the workpiece to be coated, connected to the negative pole of the electric current source and the electrolyte in the form of a solution whose molecules can be dissolved. in water and decomposes into positively or negatively charged particles and the deposition in the process is due to the presence of ions in the electrolyte and will settle on the cathode and the process of coating the metal occursPlease write your abstract in English version here.Korosi merupakan proses reaksi elektrokimia yang bersifat alamiah dan berlangsung dengan sendirinya, korosi tidak dapat dicegah atau dihentikan tetapi hanya bisa dikendalikan dengan menggunakan metode Elektro Plating salatunya. Electroplating merupakan suatu proses yang menghasilkan lapisan tipis logam, di atas permukaan logam lainnya dengan cara elektrolisis atau pelapisan secara listrik dengan menggunakan arus listrik searah (DC) dan larutan kimia (elektrolit). Proses pemberian lapisan pelindung ini bertujuan untuk melindungi logam dari korosi, dalam penelitian ini, akan membuat prototype alat electro plating untuk keperluan industry kecil atau Home Industri, kelengkapan komponen yang diperlukan untuk membuat prototype alat electro plating adalah trafo AC matic 30-50 A 12V, amper meter, volt meter, fuse dan sakelar, kemudian larutan nikel berfungsi untuk memberikan kekuatan, ketahan logam dari karat dan larutan chrome berfungsi untuk memberikan ketahanan terhadap terjadinya korosi dan memberikan warna putih mengkilap sehingga terlihat lebih bagus, untuk menghasilkan pelapisan yang kuat. Dengan terjadinya Anoda, katoda, dan larutan elektrolit yang digunakan seluruhnya sebagai yang berhubungan dengan pelapisan material, khusus logam diilustrasikan seperti, katoda dapat diartikan sebagai benda kerja yang akan dilapisi, dihubungkan dengan kutub negatif dari sumber arus listrik dan elektrolit berupa larutan yang molekulnya dapat larut dalam air dan terurai menjadi partikel-partikel yang bermuatan positif atau negatif dan endapan pada proses tersebut disebabkan adanya ion-ion pada elektrolit dan akan mengendap pada katoda dan terjadinya proses pelapisan pada logam