Electronic Journal Widyatama University (UTama) / Jurnal Elektronik Universitas Widyatama
Not a member yet
922 research outputs found
Sort by
Kombinasi Digital Marketing, Marketing Konvensional Dalam Strategi Pemasaran Produk UMKM Di Kampung Cikandang
Digital Marketing is product marketing through digital media, while conventional marketing uses traditional media such as print, television and radio. The majority of MSMEs in Cikandang Village choose to use these two promotional systems, especially for culinary products because they are considered more effective. This research was carried out using documentation data collection techniques with MSMEs in Kp. Cikandang Rw. 06 Etc. Cileunyi Kulon. The research results show that combining digital marketing and conventional marketing in product marketing strategies is effective in reaching a wider market. This combination has proven to be very effective for marketing products sustainably. MSME players can expand their marketing reach by combining two marketing systems, namely using various digital media such as Go Food, Grab Food, Shopee Food, Whatsapp and other platforms provided by business owners as part of marketing, and at the same time business owners can promote their products. with a direct marketing system (conventionally) with the aim of achieving a wider market shar
Strategi Peningkatan Minat Kunjung Ulang: Kajian Lokasi dan Fasilitas Metro Indah Mall
Sebagai mal yang ada di Kota Bandung, Metro Indah Mall memiliki lokasi yang strategis dan fasilitas yang lengkap. Hal ini ditunjang oleh lokasi Metro Indah Mall yang mudah diakses oleh masyarakat baik menggunakan kendaraaan umum maupun kendaraaan pribadi. Selain itu hal yang menunjang lainnya adalah fasilitas yang cukup lengkap dan layak untuk digunakan oleh pengunjung. Namun jumlah pengunjung yang berkunjung ke Metro Indah Mall beberapa tahun ini sangat sedikit. Tujuan pelaksanaan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Lokasi dan Fasilitas dalam menentukan Minat Kunjung Ulang masyarakat ke Metro Indah Mall. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-verifikatif. Populasi dalam adalah masyarakat yang pernah berkunjung ke Metro Indah Mall tetapi tidak berkunjung ulang. Sebanyak 116 sampel responden diperoleh dengan rumus sampel Wibisono. Dapat disimpulkan bahwa lokasi dan fasilitas mempengaruhi minat kunjung ulan
EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL : (STUDI KASUS PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI X)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Sistem Pengendalian Internal (SPI) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) X apakah sudah sesuai dengan kriteria pengendalian internal pemerintah yang mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2008 serta mengidentifikasi area-area spesifik yang perlu diperbaiki dalam implementasi SPI di PTN X. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif yang meliputi observasi partisipan, wawancara dan kuesioner, kelompok diskusi terarah, serta analisis deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara umum implementasi SPI di PTN X telah efektif, namun terdapat beberapa area spesifik yang perlu diperbaiki yaitu kebutuhan untuk peninjauan SOP yang lebih mendalam dan menyeluruh guna memastikan kesesuaian dan efektivitas dalam penerapan integritas dan etika kerja di PTN X, tindak lanjut evaluasi kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum maksimal, serta proses pencatatan persediaan barang yang belum sesuai dengan fisiknya. Implikasi teori dari penelitian ini perguruan tinggi dapat memperbaiki aspek-aspek yang belum memadai, sehingga SPI dapat beroperasi lebih efisien dan berhasil dalam mengejar tujuan instansi. Temuan ini juga bermanfaat untuk perbaikan pengelolaan perguruan tinggi secara umum. Kebaruan penelitian ini menilai penerapaan SPI berdasarkan konteks Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) melalui kasus perguruan tinggi negeri. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya perbaikan yang berkelanjutan pada setiap elemen SPI agar implementasi dapat berjalan lebih efektif dan efisien, serta mampu mengatasi berbagai permasalahan yang mungkin timbul selama proses pelaksanaannya
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN ANGGARAN DI KECAMATAN X KOTA BANDUNG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar penyerapan anggaran di Kecamatan X Kota Bandung dipengaruhi oleh variabel perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan pengadaan barang dan jasa. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penyelidikan ini. Data primer yang berasal dari laporan realisasi anggaran Daerah digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan penelitian, penyerapan anggaran sangat dipengaruhi oleh perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan pembelian barang dan jasa. Dana biasanya dikucurkan dalam jumlah besar untuk melaksanakan anggaran pemerintah selama kuartal terakhir tahun fiskal. Tiga bulan sebelumnya terlihat adanya peningkatan yang kuat dalam tren peningkatan ini, yang memberikan kesan bahwa program kegiatan ini agak dipaksa untuk diselesaikan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pencabutan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) belum berjalan sebagaimana mestinya. Karena kurangnya teknik pelaksanaan yang efisien atau perencanaan yang realistis, anggaran pemerintah daerah seringkali tidak dilaksanakan sesuai dengan rencana. Dalam penyusunan perencanaan anggaran kegiatan, PPTK harus memastikan bahwa belanja yang direncanakan tersebut tidak akan dilakukan pergeseran atau perubahan sehingga proses penatausahaan tidak akan terganggu dengan pergeseran/perubahan anggaran tersebut. Selain itu, PPTK juga harus memastikan bahwa jadwal pelaksanaan kegiatan yang disusun akan benar-benar dilaksanakan dengan tepat waktu. Karena jadwal tersebut menjadi dasar dalam pembuatan Anggaran Kas Bulanan (AKB)
Penggambaran Sifat Manusia dalam Desain Karakter Antropomorfik Game “Night in The Woods”
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sifat manusia direpresentasikan pada desain karakter Night in The Woods. Penelitian ini fokus pada analisis visual desain karakter, dengan pendekatan semiotika untuk mengkaji proporsi, warna, kostum, serta hewan yang menjadi dasar setiap karakter antropomorfik Night in The Woods. Pendekatan semiotika yang digunakan dalam penelitian ini adalah Roland S. Barthes yang mengkaji makna denotasi dan makna konotasi. Penelitian ini dilaksanakan untuk menunjukkan bagaimana desain karakter dapat mendukung sebuah cerita dan tokoh-tokoh di dalamnya dan penulis berharap penelitian ini dapat menjadi acuan bagi desainer lain saat merancang visual sebuah tokoh. Hasil penelitian ini menemukan bahwa karakter antropomorfik Night in The Woods (Mae Borowski, Bea Santello, Gregg Lee, dan Angus Delaney) merepresentasikan sifat serta peran sosialnya. 
ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN SPOKEN ENGLISH OF EFL WIDYATAMA UNIVERSITY STUDENTS
This article examines grammatical errors made by English as a Foreign Language (EFL) students at Widyatama University in their spoken English proficiency. The study utilizes error analysis to identify common types of errors, including article omission, subject-verb agreement, auxiliary verb omission, addition of verbs, and preposition addition/omission. The research aims to contribute to effective language instruction by providing insights into the challenges faced by EFL learners and developing targeted interventions to enhance their spoken English proficiency. The study employs a descriptive qualitative method, analyzing video recordings of oral tests conducted with 16 students. The errors are categorized based on the surface strategy taxonomy and analyzed using relevant theories on interlanguage and error analysis. By understanding these common errors, language instructors can focus on specific areas that require attention and improve the language acquisition process for EFL learners.
Keywords: English Learning, EFL, Speaking Skill, Error Analysis, Surface Strategy Taxonom
Perancangan Buku Ilustrasi Sebagai Media Edukasi Mengenai Kue Tradisional Lampung Untuk Meningkatkan Minat Anak Terhadap Produk Lokal
Provinsi Lampung mempunyai beragam kue tradisional, seperti Selimpok, Sekubal, Engkak, Bangkit, Lapis Legit, Bebai Maghing dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun sebagian masyarakat lebih memilih makanan modern seperti roti di toko roti yang mulai bermunculan dan sangat digemari oleh generasi muda masa kini terutama anak-anak karena faktor gaya hidup. Dari data hasil wawancara dan kuisioner terhadap anak usia 6-12 tahun, mereka belum memahami dengan jelas asal usul kue daerah, nama-nama beberapa kue daerah, dan ada pula yang belum pernah mencicipi kue daerah tersebut. Oleh karena itu dirancanglah sebuah media berupa buku ilustrasi Kue Tradisional Khas Lampung sebagai media pembelajaran anak usia 6-12 tahun berbasis karya ilustrasi untuk edukasi terkait kue tradisional tersebut, karena anak cenderung menyukai banyak gambar yang menambah informasi yang menyenangkan, mudah dipahami, dan memiliki desain yang interaktif untuk anak-anak
ANALISIS PERIBAHASA JEPANG YANG MENGANDUNG KATA “MULUT” (KAJIAN SEMANTIK)
Language is a communication media in maintaining interpersonal communication, the language used in the form of expression or advice what the so-called proverbs. In Japanese, proverbs are called Kotowaza which means the string of words or short expressions containing sarcasm, satire, indirect expression, advice, warning, and so on which are used in the past time. The purposes of this research are to describe the meaning of the Japanese proverbs and the meaning of Indonesian proverbs. The method used is descriptive qualitative method, and the data collection is conducted by using observation technique with uninvolved conversation, while the note-taking technique is used to write down the data. Twenty Japanese proverbs are analyzed, and based on the data analysis, it is obtained that there are 3 data of Japanese proverbs containing the same meaning and words, while 17 data of Japanese proverbs containing different words but the same meaning as the meaning of Indonesian proverbs
The Combination of algorithm cryptography aes-256 and sha3-512 for securing pdf documents: KOMBINASI ALGORITMA KRIPTOGRAFI AES-256 DAN SHA3-512 UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DOKUMEN PDF
Digital documents have become one of the important components in various aspects of life today, ranging from personal data storage to the exchange of sensitive business information. The threat of Interception, or attempts to unlawfully intercept information, includes situations where unauthorized parties attempt to access or retrieve data without the permission of the owner. Therefore, proper measures are required to secure digital documents from the threat of crime. One of the most effective solutions is by applying cryptography. Several previous studies have been developed by combining AES with other algorithms. One of them is by using cryptographic hash functions such as SHA-256 and SHA-512. Until now SHA is still getting more recent developments, SHA-3 being the latest version of the SHA that offers improvements in security and efficiency. This research aims to evaluate the effectiveness of combining AES-256 with SHA3-512 in protecting digital documents, especially in the context of web applications. Researchers want to provide a better security level solution by using AES-256 with SHA3-512. With this combination, documents are not only encrypted using AES-256 to protect their content, but also using SHA-3 to ensure integrity and authentication. So that this research can help provide alternatives in strengthening the security of digital documents and protecting them from various criminal threats in an increasingly complex digital environment.Dokumen digital telah menjadi salah satu komponen penting dalam berbagai aspek kehidupan saat ini, mulai dari penyimpanan data pribadi hingga pertukaran informasi bisnis yang sensitif. Ancaman Intersepsi, atau upaya untuk melakukan intersepsi informasi secara melawan hukum, termasuk situasi di mana pihak yang tidak berwenang mencoba untuk mengakses atau mengambil data tanpa izin dari pemiliknya. Oleh karena itu, diperlukan tindakan yang tepat untuk mengamankan dokumen digital dari ancaman kejahatan. Salah satu solusi yang paling efektif adalah dengan menerapkan kriptografi. Beberapa penelitian sebelumnya telah dikembangkan dengan menggabungkan AES dengan algoritma lain. Salah satunya adalah dengan menggunakan fungsi hash kriptografi seperti SHA-256 dan SHA-512. Hingga saat ini SHA masih mendapatkan perkembangan yang lebih baru, SHA-3 menjadi versi terbaru dari SHA yang menawarkan peningkatan dalam keamanan dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggabungan AES-256 dengan SHA3-512 dalam melindungi dokumen digital, terutama dalam konteks aplikasi web. Peneliti ingin memberikan solusi tingkat keamanan yang lebih baik dengan menggunakan AES-256 dengan SHA3-512. Dengan kombinasi ini, dokumen tidak hanya dienkripsi menggunakan AES-256 untuk melindungi isinya, tetapi juga menggunakan SHA-3 untuk memastikan integritas dan autentikasi. Sehingga penelitian ini dapat membantu memberikan alternatif dalam memperkuat keamanan dokumen digital dan melindunginya dari berbagai ancaman kriminal di lingkungan digital yang semakin kompleks
ANALYSIS OF THE SLOPE STABILITY OF THE I TUJUH BUKIT DAM TUMPANG PITU BANYUWANGI
Keberhasilan operasional sebuah bendungan sangat dipengaruhi oleh stabilitas lereng dan keamanan terhadap rembesan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas lereng dan keamanan rembesan pada Bendungan Tujuh Bukit 1, yang telah beroperasi selama lima tahun. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, diikuti dengan pembuatan model analisis. Analisis stabilitas lereng dilakukan dalam tiga kondisi: kondisi statik, gempa Operated Based Earthquake (OBE), dan gempa Maximum Design Earthquake (MDE). Selain itu, model analisis rembesan dikembangkan untuk menilai keamanan terhadap tekanan uplift dan erosi buluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas lereng pada kondisi statik, OBE, dan MDE memenuhi kriteria keamanan yang diperlukan. Faktor keamanan yang dihitung untuk setiap skenario menunjukkan bahwa lereng bendungan stabil dan mampu menahan beban yang ditentukan. Demikian pula, hasil analisis rembesan menunjukkan bahwa Bendungan Tujuh Bukit 1 aman terhadap uplift dan erosi buluh, tanpa risiko signifikan erosi internal atau kehilangan material yang dapat membahayakan struktur. Berdasarkan hasil analisis ini, tidak diperlukan modifikasi desain atau perkuatan tambahan untuk Bendungan Tujuh Bukit 1. Desain dan konstruksi saat ini memadai untuk memastikan keamanan dan stabilitas bendungan dalam kondisi yang dievaluasi. Temuan ini memberikan keyakinan mengenai keandalan operasional bendungan dan wawasan berharga untuk strategi pemantauan dan pemeliharaan mendatang. Penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi keamanan rutin untuk bendungan dan menyoroti efektivitas model analitis dalam menilai stabilitas dan masalah rembesan
Kata kunci : Stabilitas lereng, kemanan rembesan, Bendungan Tujuh Bukit I
The operational success of a dam is significantly influenced by slope stability and seepage safety. This study aims to evaluate the slope stability and seepage safety of the Tujuh Bukit 1 Dam, which has been in operation for five years. The research methodology involves the collection of both primary and secondary data, followed by the development of analysis models. The slope stability analysis was conducted under three conditions: static, Operated Based Earthquake (OBE), and Maximum Design Earthquake (MDE). Additionally, a seepage analysis model was developed to assess safety against uplift pressure and piping erosion. The results indicate that slope stability under static, OBE, and MDE conditions meets the required safety criteria. The factors of safety calculated for each scenario demonstrate that the dam slopes are stable and capable of withstanding the specified loads. Similarly, the seepage analysis results show that the Tujuh Bukit 1 Dam is safe against both uplift and piping erosion, with no significant risk of internal erosion or material loss that could compromise the structure. Based on these analysis results, no additional design modifications or reinforcements are required for the Tujuh Bukit 1 Dam. The current design and construction are adequate to ensure the dam's safety and stability under the evaluated conditions. These findings provide confidence in the dam's operational reliability and valuable insights for future monitoring and maintenance strategies. This study underscores the importance of regular safety evaluations for dams and highlights the effectiveness of detailed analytical models in assessing stability and seepage concerns
Keywords: Slope Stability, Seepage Safety, Tujuh Bukit 1 Da