Jurnal Online Universitas Pekalongan
Not a member yet
    3388 research outputs found

    International Arbitration as a Pillar of Modern International Law: A Doctrinal and Practical Overview

    Full text link
    International arbitration has emerged as a key mechanism for resolving cross-border disputes in the modern era of international law. As an alternative to national judicial systems, arbitration offers a neutral forum capable of providing legal certainty and protecting the interests of parties, including states, multinational corporations, and individuals. This article examines the role of international arbitration as a pillar of international law, using both doctrinal and practical approaches. From a doctrinal perspective, arbitration is understood through basic principles such as party autonomy, neutrality, finality of awards, and international recognition of arbitration outcomes. From a practical perspective, the discussion covers the effectiveness of international arbitration institutions, such as the International Chamber of Commerce (ICC) and the International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID), as well as the challenges of practical implementation, including costs, delays, and potential conflicts with domestic legal interests. This article argues that international arbitration is not merely a technical dispute resolution instrument but also a normative instrument that strengthens the legitimacy and stability of the international legal system. Thus, international arbitration can be viewed as a crucial foundation underpinning the development of contemporary international law, as well as a strategic tool for maintaining a balance between national interests and the global order

    Analisis Pendapatan Dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pendapatan Usahatani Petani Mitra PT Sang Hyang Seri Sukamandi Kabupaten Subang: Analysis Of Income And Factors Affecting Farm Income Of Partner Farmers Pt Sang Hyang Seri Sukamandi Subang District

    Full text link
    PT Sang Hyang Seri adalah perusahaan Badan Milik Negara yang bergerak dalam bidang pertanian khususnya dalam penyediaan benih. . Pt Sang Hyang Seri yang berada di Jawa Barat ada pada daerah sukamandi kecamatan ciasem kabupaten subang yang memiliki luas lahan sekitar 3.140 Hektar (Ha), yang mana dalam pengelolaan lahannya dibagi menjadi dua sistem yaitu, sistem kerjasama dengan para investor dan bermitra para petani untuk mengelola lahannya. Permasalahan yang dihadapi oleh petani mitra di PT Sang Hyang Seri ini adalah pendapatan. Upaya untuk dapat meningkatkan pendapatan ini perlu untuk dilakukan agar semakin besar pendapatan yang diperoleh petani maka petani bisa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem kemitraan petani di PT Sang Hyang Seri Sukamandi,menganalisis besarnya penerimaan dan pendapatan bersih petani di PT Sang Hyang Seri Sukamandi, dan menganalisis pengaruh umur,  pendidikan, luas lahan, pengalaman, modal, produksi, harga,  dan lokasi . Metode  penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif deskriptif.Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara dengan kusioner kepada para petani mitra sebanyak 50 orang yang telah ditentukan melaui proportionate random sampling. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis regresi linear berganda. Sistem kemitraan di PT Sang Hyang Seri ini adalah sistem timbal jasa natura yang dimana petani menggarap lahan milik perusahaan tetapi adanya kewajiban untuk membayar sewa kepada perusahaan dalam bentuk gabah yaitu sebesar 2,1 ton /  ha untuk wilayah bagian depan serta 2,0 ton/ ha untuk bagian belakang serta petani wajib menjual hasil panennya kepada perusahaan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata- rata penerimaan petani yaitu Rp 29.936.838/ ha .Pendapatan rata- rata petani yaitu 4.128.183/ ha dalam satu musim tanam. Variabel luas lahan,modal,jumlah produksi, dan harga secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel pendapatan. Secara parsial  dengan taraf signifikansi 5 %  variabel umur, pendidikan,luas lahan, pengalaman usahatani,modal, jumlah produksi, harga dan dummy posisi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Kata kunci: Petani, PT Sang Hyang Seri, Kemitraan, Pendapata

    Respon Morfologi Sembilan Genotipe Kedelai (Glycine max) pada Sistem Pertanaman Monokultur dan Tumpang Sisip Kedelai-Jagung: Morphological Responses of Nine Soybean (Glycine max L.) Genotypes Under Monoculture and Soybean–Maize Intercropping Systems

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon morfologi sembilan genotipe kedelai pada sistem pertanaman monokultur dan tumpang sisip. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada bulan Juli – Oktober 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, perlakuan terdiri dari 9 genotipe kedelai yaitu genotipe Slamet, Anjasmara, Grobogan, PB-4-1, C5, P71, Dena 1, Malika, dan Indo 253. Setiap perlakuan diulang tiga kali, sehingga terdapat 27 petak pada setiap sistem pertanaman. Data yang berdistribusi normal dan homogen dianalisis dengan uji ragam atau analysis of variance (ANOVA) gabungan untuk menduga ada tidaknya interaksi antara genotipe dengan sistem pertanaman. Jika uji F berpengaruh nyata maka nilai tengah diuji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Menggunakan aplikasi Ms. Excel Office 2019, SPSS 25, dan aplikasi DSAASTAT 1.514. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara genotipe dan sistem pertanaman pada karakter luas daun, jumlah polong per tanaman dan jumlah polong isi per tanaman. Kata kunci: Sistem Pertanaman; Tumpang Sisip; Genotipe Kedela

    Pemanfaatan Limbah Nanas Sebagai Crude Enzim Bromelin Untuk Pembuatan Kecap Ikan Tongkol (Euthynnus affinis)

    Full text link
    Usaha pembuatan kecap ikan masih belum dilakukan sebagai usaha industri seperti kecap manis dari kedelai, hanya menggunakan metode tradisional dengan penambahan garam dan bersifat usaha rumah tangga. Kecap ikan yang baik memiliki kandungan protein 6%, lemak 1%, karbohidrat 9%, dan kadar air 63%. Pembuatan kecap ikan membutuhkan waktu fermentasi yang lama yaitu 6 sampai 24 bulan. Waktu yang lama dalam pembuatan kecap dirasakan kurang efektif untuk suatu usaha, sehingga dilakukan upaya untuk mengurangi waktu fermentasi, yaitu dengan penggunaan enzim,  dari buah nanas sebagai sumber enzim bromelin. Bonggol dan kulit nanas umumnya dibuang, demikian juga dengan isi perut ikan.  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mutu  kecap ikan  dari isi perut ikan tongkol dengan penggunaan limbah nanas dan variasi penambahan garam. Parameter mutu berupa   lemak, karbohidrat, air, abu,  dan Total Plate Count (TPC). Metode experimental, Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor yaitu komposisi sari nanas sebagai crude enzim bromelin (B) sebesar 10% (B1), 15% (B2), 20% (B3) dan  komposisi garam (G) sebesar 10% (G1), 15% (G2), 20% (G3). Analisa data dengan Analysis of Varians (ANOVA) dan menggunakan uji F. Hasil analisa menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata (P<0.01). Hasil terbaik untuk   lemak, dan TPC pada perlakuan B3G3 sebesar 1.76%, dan 1.58 x 102 koloni/gr. Karbohidrat, air, abu  yang terbaik pada perlakuan B1G1 sebesar 6.7%, 65.48%, 20.86%. Usaha pembuatan kecap ikan masih belum dilakukan sebagai usaha industri seperti kecap manis dari kedelai, hanya menggunakan metode tradisional dengan penambahan garam dan bersifat usaha rumah tangga. Kecap ikan yang baik memiliki kandungan protein 6%, lemak 1%, karbohidrat 9%, dan kadar air 63%. Pembuatan kecap ikan membutuhkan waktu fermentasi yang lama yaitu 6 sampai 24 bulan. Waktu yang lama dalam pembuatan kecap dirasakan kurang efektif untuk suatu usaha, sehingga dilakukan upaya untuk mengurangi waktu fermentasi, yaitu dengan penggunaan enzim,  dari buah nanas sebagai sumber enzim bromelin. Bonggol dan kulit nanas umumnya dibuang, demikian juga dengan isi perut ikan.  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mutu kecap ikan dari isi perut ikan tongkol dengan penggunaan limbah nanas dan variasi penambahan garam. Parameter mutu berupa   lemak, karbohidrat, air, abu, dan Total Plate Count (TPC). Metode experimental, Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor yaitu komposisi sari nanas sebagai crude enzim bromelin (B) sebesar 10% (B1), 15% (B2), 20% (B3) dan komposisi garam (G) sebesar 10% (G1), 15% (G2), 20% (G3). Analisa data dengan Analysis of Varians (ANOVA) dan menggunakan uji F. Hasil analisa menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata (P<0.01). Hasil terbaik untuk   lemak, dan TPC pada perlakuan B3G3 sebesar 1.76%, dan 1.58 x 102 koloni/gr. Karbohidrat, air, abu yang terbaik pada perlakuan B1G1 sebesar 6.7%, 65.48%, 20.86%.

    The Effect Of Providing Dosage Of Feed Of Mackerel Tuna (E. Affinis) On The Level Of Gonad Maturity Of Freshwater Lobster (Cherax Quadricarinatus): The Effect Of Providing Dosage Of Feed Of Mackerel Tuna (E. Affinis) On The Level Of Gonad Maturity Of Freshwater Lobster (Cherax Quadricarinatus)

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pakan rucah ikan tongkol (Ethynnus affinis) terhadap tingkat kematangan gonad induk lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) pada wadah percobaan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini berupa pemberian pakan rucah ikan tongkol dengan dosis berbeda, perlakuan A ; dosis 2 % dari berat biomas, perlakuan B ;  dosis 3 % dari berat biomas,  perlakuan C ; dosis 4 % dari berat biomas, perlakuan D ; dosis 5 % dari berat biomas, dan perlakuan E ; dosis 6 % dari berat biomas. Hewan ujinya calon induk betina memiliki berat rata-rata 33 gr/ekor dan jantan 39 g/ekor. Setiap wadah penelitian diberi calon induk lobster air tawar berjumlah 3 ekor dengan rasio 1:2 (1 ekor jantan dan 2 ekor betina) dan diberi air tawar denagn kedalaman 5 cm. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan C memberikan hasil terbaik terhadap tingkat kematangan gonad sebesar 4,8. Data kualitas air diperoleh suhu air berkisar 26,90-28,15 0C, derajad keasaman berkisar 7,25-7,50 dan oksigen terlarut berkisar 6,57-7,45 ppm.Jumlah populasi induk lobster air tawar di alam semakin berkurang, karenanya perlu dilestarikan. Ketersediaan induk betina matang gonad setiap saat merupakan fase penting dalam upaya keberlanjutan budidaya lobster air tawar. Lobster air tawar termasuk golongan hewan omnivora dan dapat mengkonsumsi ikan rucah salah satunya ikan tongkol (Ethynnus affinis). Diantara faktor penting dalam manajemen pemberian pakan adalah dosis pakan. Pemberian pakan dengan dosis rendah maupun tinggi sama-sama berpengaruh kurang baik terhadap pematangan gonad lobster air tawar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pakan rucah ikan tongkol (Ethynnus affinis) terhadap tingkat kematangan gonad induk lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) pada wadah percobaan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini berupa pemberian pakan rucah ikan tongkol dengan dosis berbeda, perlakuan A ; dosis 2 % dari berat biomas, perlakuan B ;  dosis 3 % dari berat biomas,  perlakuan C ; dosis 4 % dari berat biomas, perlakuan D ; dosis 5 % dari berat biomas, dan perlakuan E ; dosis 6 % dari berat biomas. Hewan ujinya calon induk betina memiliki berat rata-rata 33 gr/ekor dan jantan 39 g/ekor. Setiap wadah penelitian diberi calon induk lobster air tawar berjumlah 3 ekor dengan rasio 1:2 (1 ekor jantan dan 2 ekor betina) dan diberi air tawar denagn kedalaman 5 cm. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan C memberikan hasil terbaik terhadap tingkat kematangan gonad sebesar 4,8. Data kualitas air diperoleh suhu air berkisar 26,90-28,15 0C, derajad keasaman berkisar 7,25-7,50 dan oksigen terlarut berkisar 6,57-7,45 ppm. Kata kunci:  dosis pakan, pakan rucah ikan tongkol (Ethynnus affinis), calon induk ikan lobster air tawar (Cherax quadricarinatus), tingkat kematangan gona

    Bahasa inggris

    No full text
    Industry development in Indonesia has experienced a significant increase in recent years, one of which is the growth of the rubber processing sector. One of the business conditions that has the potential to endanger lung health is the rubber processing production sector. The purpose of this study was to identify variables related to complaints from employees in the production division of PTPN Regional IV Kebun Bandar Betsy. This study used a cross-sectional study design, and quantitative research through analytical investigation. All employees in the rubber processing production division total 73 rubber processing factories became the study population, the total sampling procedure was used to select a sample of 73 respondents from December 1 to December 31, 2023. Research Analysis Using the Chi-Square test, data analysis was carried out univariately and bivariately. The results of the statistical test showed that the p-value (0.023), there was a relationship between work experience and complaints of respiratory disorders, the p-value (0.011) there was a relationship between smoking habits and complaints of respiratory disorders, the p-value (0.006) between the use of personal protective equipment and complaints of respiratory disorders. Based on the results of the study, employees of the rubber processing production of PT. reported respiratory disorders related to length of service, smoking habits, and use of personal protective equipment. Therefore, the recommendation is to provide training on occupational health hazards in the rubber processing industry, as well as safe techniques and procedures to avoid health risks, including the correct use of PPE

    The Influence of Service Performance and Institutional Age on Budgetary Independence with Financial Performance as A Mediating Variable (A Study at The Bendan Regional General Hospital Public Service Agency, Pekalongan City)

    Full text link
    The purpose of the study was to test and analyze the independent variables in the form of service performance and agency age on the dependent variable in the form of independence ratio and test the mediation of financial performance in this role at the Regional Public Service Agency (BLUD) of RSUD Bendan Pekalongan City taken in 2018-2023. The population in this study is the annual financial report of the Regional Public Service Agency of Bendan Hospital, Pekalongan City. The sampling method uses purposive sampling method, namely by taking a predetermined sample based on the aims and objectives of the study. The provisions of the sample taken are Notes on Financial Statements (CALK) of the Regional Public Service Agency of the Bendan City Hospital of Pekalongan for the period 2018-2023 which are broken down into monthly data so that the total data obtained is 72. The data collection method uses secondary data. Data analysis using PLS (Partial Least Square) regression analysis. Based on the results of the study, it can be concluded that service performance has no effect on financial performance, agency age has no significant effect on financial performance, service performance has no significant effect on budget independence, agency age has a positive and significant effect on budget independence, financial performance has a positive and significant effect on budget independence, financial performance does not mediate the effect of service performance on the independence ratio, and financial performance mediates the effect of agency age on the independence ratio of BLUD Bendan Hospital Pekalongan City in the period 2018 - 2023 Keywords: service performance, agency age, financial performance, independence ratio, RSUD Kota PekalonganTujuan penelitian adalah untuk menguji dan menganalisis variabel independen berupa kinerja layanan dan usia instansi terhadap variabel dependen berupa rasio kemandirian serta menguji mediasi kinerja keuangan  dalam peran tersebut pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Bendan Kota Pekalongan yang diambil pada tahun 2018-2023. Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan tahunan  Badan Layanan Umum Daerah RSUD Bendan Kota Pekalongan. Metode  pengambilan  sampel  dengan menggunakan metode  purposive  sampling,  yaitu   dengan mengambil  sampel  yang  telah  ditentukan  sebelumnya  berdasarkan  maksud  dan  tujuan pada penelitian. Adapun ketentuan sampel yang diambil adalah Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) Badan Layanan Umum Daerah RSUD Bendan Kota Pekalongan periode 2018-2023 yang dibreakdown menjadi data bulanan sehingga didapatkan jumlah data sebanyak 72. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis regresi PLS (Partial Least Square). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja layanan tidak berpengaruh  terhadap kinerja keuangan, umur instansi tidak berpengaruh signifikan  terhadap kinerja keuangan, kinerja layanan  tidak berpengaruh signifikan  terhadap kemandirian anggaran, umur instansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian anggaran, kinerja keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian anggaran, kinerja keuangan tidak memediasi pengaruh kinerja layanan terhadap rasio kemandirian, serta kinerja keuangan memediasi pengaruh umur instansi terhadap rasio kemandirian BLUD RSUD Bendan Kota Pekalongan pada periode tahun 2018 - 2023. Kata kunci : kinerja layanan, umur instansi, kinerja keuangan, rasio kemandirian, RSUD Kota Pekalonga

    Analisis Prakseologi Terhadap Soal Limit Pada Materi Geometri: Kasus Membuat Dan Membuktikan Dugaan

    Full text link
    The experience of making and proving mathematical conjectures is valuable for students. The element of doubt in the conjecture gives students access to reasoning. All Calculus textbooks discuss limits, but most practice problems on the subject of limits are not specifically made as practice problems for making and proving conjectures. This study aims to describe problems on the subject of limits that can be used as practice questions to make and prove conjectures. The object of this research is the questions on the subject of limits related to geometry material in the book Calculus, 7th edition by James Stewart. This research method is a content analysis based on the praxeology model which consists of four elements of analysis, namely tasks, techniques, technology, and theory. The results show that the problems can be identified as exercises in making and proving conjectures, the steps in making and proving conjectures can be used to solve the problem, justification can be done to apply the steps in making and proving conjectures, and there is a theory used in justifying the steps in making and proving conjectures

    Analysis of Symbolism and Hidden Meaning in The Little Prince by Antoine de Saint-Exupery

    Full text link
    The Little Prince by Antoine de Saint-Exupéry is a children’s book that talks about the little prince, who comes from another planet that is also known as Asteroid B 612. One day, the little prince decided to leave his planet to learn about the meanings of life. Antoine de Saint-Exupéry wrote this book to show the young readers about the importance of love, friendships, the matter of consequence, and to express his experience on life.  The research method that will be used in this research is the descriptive qualitative method and the approach with the theory of symbolism by Charles Baudeliare. In the result and discussion, the researcher will talk about the hidden meanings behind the story of The Little Prince. In this novel, the author represents several kinds of people in adulthood through the six characters that the little prince met in his adventure, they are the king, the conceited man, the businessman, the drinker, the lamplighter, and the geographer. The novel also explains the importance of friendship represented by the character of fox. In addition, the author also describes the relationship between him and his wife which is represented by the relationship between the little prince and his rose. Finally, the author expresses his trauma of grief through the melancholy relationship between the narrator and the little prince

    Pemberdayaan Masyarakat Desa Cokro dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Eco-Culture Tourism

    Full text link
    Desa Cokro memiliki berbagai potensi alam, kebudayaan, dan industri. Tetapi potensi Desa Cokro belum memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, sehingga perlu dilakukannya pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan eco-culture tourism. Tujuan dilakukannya pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat desa cokro melalui rintisan eco-culture tourism dan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga metode yang digunakan adalah Community Based Research (CBR) melalui sosialisasi, pendampingan, pengadaan alat, dan pelatihan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa Cokro dalam pengembangan desa wisata berbasis eco-culture tourism berupa Focus Group Discussion (FGD) Desa Wisata, Perancangan desain kawasan wisata, Demonstrasi pembuatan makanan khas cokro, Pelatihan pembuatan souvenir, Sosialisasi NIB, Sosialisasi pengolahan sampah, serta Pelatihan eduwisata berbasis kebudayaan, lingkungan, dan permainan tradisional. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat desa cokro dalam pengembangan desa wisata berbasis eco-culture tourism

    2,887

    full texts

    3,388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Pekalongan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇