Jurnal Online Universitas Pekalongan
Not a member yet
    3388 research outputs found

    Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III tentang Perawatan Payudara Di PMB Mira Haryanti Bangsalan Teras Boyolali

    No full text
    Menyusui memerlukan kondisi emosional  yang stabil, mengingat faktor psikologis ibu sangat memengaruhi produksi ASI. Kehamilan trimester III berlangsung mulai minggu ke 28 atau bulan ke-7. Kehamilan trimester III, sekresi yang kaya akan imunoglobin tampak memenuhi alveolus, payudara semakin padat karena retensi air, lemak serta berkembangnya kelenjar-kelenjar payudara agar pada waktunya ibu dapat memberikan ASI. Perawatan payudara adalah salah satu metode melancarkan ASI dengan merangsang sel-sel payudara untuk menjaga kebersihan payudara atau hygiene payudara ibu agar tidak terjadi infeksi, melancarkan suplai darah (merangsang sel-sel payudara), mampu memperlancar dan meningkatkan produksi ASI, menghindari penyumbatan saluran ASI, menjaga payudara tetap steril karena saat melakukan pemberian ASI, mamae bersentuhan langsung ke mulut bayi saat menyusui, mencegah puting agar tidak sakit dan tidak terjadi peradangan payudara, melenturkan puting agar tidak melepuh dan menonjolkan putting. Tujuan Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang perawatan payudara di PMB Mira Haryanti Bangsalan Teras Boyolali. Target kegiatan penyuluhan adalah semua Ibu hamil TM III di PMB Mira . Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah Peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang perawatan payudara. Hasil pengabdian masyarakat adalah di PMB Mira Haryanti ada Peningkatan pengetahuan tentang perawatan payudara. Kata Kunci: Hamil, Pendidikan Kesehatan, Perawatan Payudar

    Determinants of Dietary Adherence in Elderly with Hypertension

    No full text
    Hypertension is most common in elderly people, for which a hypertension diet is an important strategy to control it. Dietary adherence in the elderly is related to various factors including other self-efficacy, motivation and family support. Elderly have low dietary adherence so it is necessary to identify the determining factors. This research aims to analyze the factors most influential in hypertension dietary adherence in the elderly. An analytical design using a cross-sectional method was applied in this study. The study population consisted of 75 elderly people with a history of hypertension. Bivariate analysis was performed using the chi-square test, while logistic regression was applied for multivariate analysis. The findings indicated significant associations between self-efficacy (p = 0,000), motivation (p = 0,001), and family support (p = 0,001) with adherence to a hypertension diet. The odds ratio value indicates that self-efficacy is the most significant factor affecting dietary adherence. The results of this study strengthen empirical evidence and current theory that self-efficacy has a major role compared to motivational and family support in influencing dietary adherence in elderly people with hypertension. Implications for nursing practice are the need for intervention approaches that target increasing self-efficacy through structured education to improve dietary adherence in the elderly with hypertension.Hypertension is most common in elderly people, for which a hypertension diet is an important strategy to control it. Dietary adherence in the elderly is related to various factors including other self-efficacy, motivation and family support. Elderly have low dietary adherence so it is necessary to identify the determining factors. This research aims to analyze the factors most influential in hypertension dietary adherence in the elderly. An analytical design using a cross-sectional method was applied in this study. The study population consisted of 75 elderly people with a history of hypertension. Bivariate analysis was performed using the chi-square test, while logistic regression was applied for multivariate analysis. The findings indicated significant associations between self-efficacy (p = 0,000), motivation (p = 0,001), and family support (p = 0,001) with adherence to a hypertension diet. The odds ratio value indicates that self-efficacy is the most significant factor affecting dietary adherence. The results of this study strengthen empirical evidence and current theory that self-efficacy has a major role compared to motivational and family support in influencing dietary adherence in elderly people with hypertension. Implications for nursing practice are the need for intervention approaches that target increasing self-efficacy through structured education to improve dietary adherence in the elderly with hypertension

    Digitalisasi Pemasaran Sebagai Strategi Pemberdayaan Ekowisata Olahraga Tradisional Di Desa Muncar Menuju Ecoedu Sport Tourism

    No full text
    Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan ekowisata berbasis olahraga tradisional di Desa Muncar melalui strategi pemasaran digital menuju Ecoedu Sport Tourism. Desa Muncar yang terletak di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang memiliki potensi wisata signifikan meliputi keindahan alam, olahraga tradisional, dan kearifan budaya lokal, namun menghadapi kendala dalam promosi dan pengelolaan digital. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan wawancara, pelatihan dan praktik, serta Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan utama yang dilakukan meliputi: 1) Pelatihan konten kreatif untuk promosi wisata digital, 2) Pembuatan konten kreatif promosi paket wisata Ecoedu Sport Tourism, 3) Pengelolaan website Wisata Ngidam Muncar, 4) Sosialisasi pembayaran digital bagi UMKM, dan 5) Pembuatan kalender promosi wisata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat dalam memproduksi konten promosi digital, tersedianya website aktif dengan informasi terintegrasi, kemampuan UMKM menggunakan sistem pembayaran digital, serta media promosi terstruktur melalui kalender tahunan. Transformasi digital ini berhasil meningkatkan visibilitas Desa Wisata Muncar dan mempersiapkan desa menjadi destinasi wisata modern dan berkelanjutan berbasis kearifan lokal

    STUDI PEMANFAATAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SEBAGAI OBAT ANTIDIARE TRADISIONAL PADA MASYARAKAT KOTA PEKALONGAN

    No full text
    Penggunaan tanaman obat tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai pengobatan alternatif, salah satunya adalah daun jambu biji (Psidium guajava L.), yang dikenal memiliki khasiat antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, perilaku, dan persepsi masyarakat Kota Pekalongan mengenai penggunaan daun jambu biji sebagai obat tradisional antidiare. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berada pada kategori baik sebesar 58%, cukup sebesar 34%, dan kurang sebesar 8%. Sumber pengetahuan utama berasal dari keluarga sebesar 84%. Sebagian besar masyarakat menggunakan daun jambu biji dengan cara direbus sebesar 64% dan menganggapnya cukup efektif sebesar 70%. Selain itu, 52% masyarakat memilih kombinasi pengobatan tradisional dan medis untuk diare. Dari segi sikap, pelestarian, dan inovasi, mayoritas masyarakat berada pada kategori baik sebesar 62%. Studi ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Pekalongan memiliki tingkat pengetahuan dan persepsi yang cukup baik mengenai penggunaan daun jambu biji sebagai obat tradisional antidiare. Pendidikan berbasis bukti dan peran petugas kesehatan juga diperlukan agar penggunaannya dapat dilakukan dengan aman, tepat, dan rasional. Kata kunci: Diare, Obat herbal, Kearifan lokal  Pemanfaatan tanaman obat tradisional masih banyak digunakan masyarakat Indonesia sebagai pengobatan alternatif, salah satunya daun jambu biji (Psidium guajava L.) yang dikenal memiliki khasiat sebagai antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, perilaku, serta persepsi masyarakat Kota Pekalongan terhadap pemanfaatan daun jambu biji sebagai obat tradisional antidiare. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terstruktur dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berada pada kategori baik sebesar 58%, cukup 34%, dan kurang 8%. Sumber pengetahuan utama berasal dari keluarga sebesar 84%. Sebagian besar masyarakat menggunakan daun jambu biji dengan cara direbus sebesar 64% dan penilaian efektivitasnya cukup efektif sebesar 70%. Selain itu, sebanyak 52% masyarakat memilih kombinasi pengobatan tradisional dan medis dalam penanganan diare. Pada aspek sikap, pelestarian, dan inovasi, sebagian besar masyarakat berada pada kategori baik sebesar 62%. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Pekalongan memiliki tingkat pengetahuan dan persepsi yang cukup baik terhadap pemanfaatan daun jambu biji sebagai obat tradisional antidiare. Pendidikan berbasis bukti ilmiah dan peran tenaga kesehatan juga perlukan agar pemanfaatannya dapat dilakukan secara aman, tepat, dan rasional. Kata kunci: Diare, Pengobatan herbal, Kearifan loka

    Conversational Analysis on Adjacency Pairs Occurred in Teaching and Learning English of Intellectual Disability Classroom: A Descriptive Study at a Special Needs School

    No full text
    This research aimed to investigate the most types of adjacency pairs that occurred in the conversation in 12th grade students with intellectual disability. This research also focused on how the teacher used the adjacency pairs on the teaching and learning process in the classroom. Using descriptive qualitative methods, the data were collected by recording the conversation, observation, and teacher interview. The participants of this research are the teacher and the 12th grade students of Special Needs School C and C1 Yakut Purwokerto that consist of 15 students. The findings reveal that 5 types of adjacencies pair out of 11 types occurred: question-answer (51 pairs), greeting-greeting (2 pairs), request-acceptance (3 pairs), assessment-agreement (3 pairs), and leave-taking (1 pair). Among these pairs, question-answer adjacency pairs were the most prevalent, occurring 51 times throughout the conversation. These pairs played a vital role in maintaining student engagement and supporting communication in the classroom. Students with intellectual disability responded to the teacher with preferred answers, which means that they were able to follow the teachers prompts, but they struggled to initiate the conversation first. The analysis further highlights the importance of adjacency pairs used by the teacher in creating a supportive environment in which students can participate more actively

    Mind Mapping Bagi Start-up Business Sektor UMKM Dalam Mendukung Pengembangan Potensi Wisata Di Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan Dengan Smart Business Map (SBM)

    No full text
    Doro District is a sub-district in Pekalongan Regency, Central Java Province, which is approximately 15 km from the Capital City of Pekalongan Regency to the east with its administrative center in Doro Village. Doro District has natural resource potential which prospects for further development in the natural tourism sector. The development of creative tourism must certainly be supported by other supporting sectors, one of which is the processed food culinary sector. However, the obstacle is how to develop this processed food culinary sector which can become a source of income for local residents, starting with building an entrepreneurial mindset. One way is with the mind mapping method to start a business. Therefore, this service activity is directed at training in building mind mapping for start-up businesses, especially processed food MSMEs with the Smart Business Map (SBM) and Business Management learning model

    Pemberdayaan Kelompok Tani Embu Tombe Wawosumbi Dalam Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Pupuk Organik Di Desa Wolomasi, Kabupaten Ende

    No full text
    Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan Kelompok Tani Embu Tombe Wawosumbi dalam mengelola limbah sabut kelapa menjadi pupuk organik, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta meningkatkan pendapatan ekonomi kelompok. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna (mesin pencacah sabut kelapa, fermentasi, uji unsur hara sederhana), pendampingan, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan anggota kelompok 38,93% (dari 47,36% menjadi 86,29%), 80 % pengurangan limbah sabut kelapa yang terbuang, berkurangnya penggunaan pupuk kimia hingga 50%, serta terbentuknya kelembagaan kelompok yang lebih mandiri. Program ini berhasil mentransformasi limbah menjadi produk bernilai ekonomi dan mendukung pertanian berkelanjuta

    Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Primkoppol Resor Kota Pekalongan

    No full text
    The financial statement preparation assistance program at PRIMKOPPOL Resor Kota Pekalongan for the 2024 fiscal year aimed to strengthen the management’s capacity in understanding and applying the Financial Accounting Standards (SAK) as regulated by the Permenkop No. 2 Tahun 2024. Conducted over two weeks, the program included stages of coordination, planning, analysis, and correction of the cooperative’s financial reports and performance. The results indicate that PRIMKOPPOL’s financial statements were prepared with greater transparency and accountability, though improvements are still needed in the cash flow and equity change reports. These results demonstrate that the cooperative maintains sound financial performance, efficiently manages its assets, and possesses strong financial resilience. The assistance program successfully enhanced the accountability and professionalism of the cooperative’s management in preparing financial statements in accordance with accounting standards

    The Relationship Between Husband’s Support and Mothers’ Self-Efficacy in Infant Care at the Working Area of Tirto 1 Public Health Center

    No full text
    Latar Belakang: Self-efficacy ibu dalam merawat bayi berperan penting dalam kualitas pengasuhan. Dukungan suami diyakini dapat meningkatkan self-efficacy ibu. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan suami dengan self-efficacy ibu dalam merawat bayi. Metode: Penelitian kuantitatif jenis korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ibu nifas yang mempunyai bayi usia 0-40 hari dipilih menggunakan total sampling dengan jumlah 42 responden, di Wilayah Kerja Puskesmas Tirto 1 Kabupaten Pekalongan. Data dikumpulkan melalui kuesioner Perceived Maternal Parental Self-Efficacy menurut Barnes. Sedangkan dukungan suami disusun oleh peneliti sendiri, telah diuji validitas dengan nilai corrected item-total correlation 0,533-0,848 (r table = 0,444) dan reliabilitas nya nilai cronbach’s alpha sebesar 0,950. Analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Dukungan suami baik sebanyak 22 orang (52,4%). Self-efficacy baik sebanyak 22 orang (52,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara dukungan suami dan self-efficacy ibu dalam merawat bayi (p = 0,032). Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 3,980, yang berarti ibu yang tidak mendapatkan dukungan suami memiliki kemungkinan 3,980 kali lebih besar untuk memiliki self-efficacy yang rendah dibandingkan dengan ibu yang mendapatkan dukungan suami. Simpulan: Dukungan suami yang baik dapat meningkatkan self-efficacy ibu dalam merawat bayi. Petugas kesehatan diharapkan meningkatkan keterlibatan suami agar self-efficacy ibu dalam merawat bayinya meningkat.Introduction: Maternal self-efficacy in infant care plays an important role in the quality of parenting. Husband support is believed to improve maternal self-efficacy. Objective: To determine the correlation between husband support and maternal selfefficacy in infant care.  Methods: This research was a quantitative correlational study with a cross-sectional approach. The research sample consisted of postpartum mothers with infants aged 0 to 40 days, selected by total sampling, with a total of 42 respondents in the work area of Tirto Public Health Center 1, Pekalongan Regency. Data were collected using the Perceived Maternal Parental Self-Efficacy questionnaire by Barnes. The husband support questionnaire was developed by the researcher, tested for validity with corrected item-total correlation values ranging from 0.533 to 0.848 (r table = 0.444) and for reliability with a Cronbach’s alpha value of 0.950. Bivariate analysis was conducted using the Chi-Square test.  Results: Good husband support was reported by 22 respondents (52.4 percent). Good self-efficacy was also reported by 22 respondents (52.4 percent). The Chi-Square test showed a significant correlation between husband support and maternal self-efficacy in infant care (p = 0.032). The Odds Ratio (OR) was 3.980, indicating that mothers who did not receive husband support were 3.980 times more likely to have low self-efficacy compared to mothers who received husband support.  Conclusion: Good husband support can improve maternal self-efficacy in infant care. Health workers are expected to increase husband involvement to enhance maternal selfefficacy in infant care.&nbsp

    SMART INHALER DALAM PENATALAKSANAAN ASMA: STUDI TERKINI TENTANG PENINGKATAN KEPATUHAN TERAPI DAN HASIL KLINIS

    No full text
    Background:  Asthma is the most common chronic respiratory disease worldwide, with suboptimal adherence to maintenance therapy, resulting in increased exacerbations, hospitalizations, and mortality. Digital interventions, including electronic monitoring devices, smart inhalers, smart spacers, mobile applications, and SMS reminders, have emerged as innovative strategies to improve adherence and clinical outcomes. Objective:  To evaluate the effectiveness of digital interventions in enhancing adherence to maintenance therapy in asthma patients, assess clinical and economic impacts. Method:  Review was conducted on eight RCTs and observational studies evaluating digital interventions in adult and pediatric asthma patients. Key outcomes included adherence, inhaler technique, asthma control, quality of life, exacerbation prediction, and cost-effectiveness. Result:  Digital interventions consistently improved adherence by up to 23% compared with control, enhanced inhalation technique, and improved asthma control and quality of life. Machine learning algorithms integrated with smart inhalers accurately predicted impending exacerbations, allowing proactive management. Long-term studies indicated cost savings through reduced use of add-on biologic therapies. In children, adherence and inhaler technique were shown to be distinct aspects, requiring targeted educational strategies. Conclusion: Digital interventions effectively improve adherence and clinical outcomes in asthma patients. These strategies have potential to support personalized and cost-effective asthma management. Further research is needed to evaluate long-term effectiveness and real-world implementation.Latar bekalang: Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang paling umum di dunia, dengan kepatuhan terhadap terapi pemeliharaan masih rendah, sehingga meningkatkan risiko eksaserbasi, rawat inap, dan mortalitas. Intervensi digital, termasuk perangkat pemantauan elektronik, smart inhaler, smart spacer, aplikasi mobile, dan pengingat SMS, telah muncul sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan kepatuhan dan hasil klinis. Tujuan: Menilai efektivitas intervensi digital dalam meningkatkan kepatuhan terhadap terapi pemeliharaan pada pasien asma, mengevaluasi dampak klinis dan ekonomi. Metode: Tinjauan dilakukan terhadap delapan studi RCT dan observasional yang mengevaluasi intervensi digital pada pasien dewasa dan anak-anak dengan asma. Variabel utama meliputi kepatuhan, teknik inhaler, kontrol asma, kualitas hidup, prediksi eksaserbasi, dan cost-effectiveness. Hasil: Intervensi digital secara konsisten meningkatkan kepatuhan hingga 23% dibandingkan kontrol, memperbaiki teknik inhalasi, dan meningkatkan kontrol asma serta kualitas hidup. Algoritma pembelajaran mesin pada inhaler cerdas dapat memprediksi eksaserbasi secara akurat, memungkinkan manajemen proaktif. Studi jangka panjang menunjukkan penghematan biaya melalui pengurangan penggunaan terapi biologik tambahan. Pada anak-anak, kepatuhan dan teknik inhalasi terbukti sebagai dua aspek berbeda, sehingga memerlukan strategi edukasi yang terfokus. Kesimpulan: Intervensi digital terbukti efektif meningkatkan kepatuhan dan hasil klinis pada pasien asma. Strategi ini memiliki potensi untuk mendukung manajemen asma yang dipersonalisasi dan hemat biaya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dan implementasi di praktik klinis dunia nyata

    2,887

    full texts

    3,388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Pekalongan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇